NovelToon NovelToon
Antara Cinta & Tujuan

Antara Cinta & Tujuan

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bpearlpul

Jutaan tahun setelah Perang Suci berakhir, Dewa Iblis kembali terlahir ke bumi untuk melanjutkan balas dendamnya. Hal itu membuat para dewa yang tersisa kembali tidak tenang mengingat bencana yang terjadi di masa lalu. Tidak ingin kehancuran itu terjadi untuk kedua kalinya, Dewi Cinta mengambil keputusan untuk turun ke bumi guna mencegah kehancuran.

Yang satu ingin menghancurkan, yang satu ingin menyelamatkan peradaban dunia. Dua insan dengan tujuan yang bertolak belakang tapi terikat cinta.

Berhasilkah keduanya mencapai tujuan mereka? Yuk baca sekarang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bpearlpul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ba 34 Kedatangan 2 Sosok

Hutan Kematian

Satan dan Pangeran Ozora terkapar di tanah dengan nafas terengah-engah. Kenapa tidak, mereka masuk ke dalam hutan untuk mencari gajah dan semut, tapi malah berhadapan dengan monster dan binatang buas sampai akhirnya mereka memilih kembali.

Putri Kamiai menghela nafas. ‘’Inilah yang terjadi, ketika dua orang bodoh bertemu.’’

‘’Yang Mulia ini tidak bodoh. Tapi kalau dia memang bodoh,’’ kata Satan menujuk pria di sampingnya.

‘’Aku tidak bodoh! Nilaiku pernah 1 angka lebih besar dari nilaimu. Ingat itu,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Hanya satu angka,’’ kata Satan.

‘’Kau ingin berkelahi, ya? Ayo maju sini,’’ tantang Pangeran Ozora.

‘’Mattaku(Dasar), bisa tidak satu hari saja kalian berdua tenang?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Kurasa itu mustahil bagi orang yang mulutnya tidak bisa diam,’’ kata Satan.

‘’Lihat dirimu. Mulutku dan mulutmu tidak ada bedanya,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Daripada berdebat, lebih baik pergi dan ajak mereka untuk bergabung bersama kita,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Untuk apa memanggil mereka? Kita saja kekurangan makanan di sini,’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Selain itu, ini makanan kita,’’ kata Satan.

‘’Kalau begitu, sifat kalian sama saja dengan mereka,’’ kata Putri Kamiai.

Mendengar hal itu membuat kedua pria tadi terdiam, sebelum akhirnya mereka berdiri dan menuju ke tepi.

Satan menarik nafas dalam-dalam lalu berteriak, ‘’Oee! Kami memiliki banyak makanan di sini, jadi datanglah! Kamiai mengundang kalian untuk bergabung!’’

‘’Itu jika kalian tidak punya rasa malu!’’ teriak Pangeran Ozora.

‘’Chotto, kalau kalian memanggil mereka seperti itu, tidak ada yang akan datang!’’ tegur Putri Kamiai.

‘’Kami memang sengaja agar mereka tidak datang kemari,’’ kata Satan dan Pangeran Ozora kompak.

Sementara itu, para murid yang mendengarnya terbelalak.

‘’Memberi undangan tapi maknanya justru melarang kita datang. Aku ingin memuji mereka, tapi di sisi lain juga merasa terhina,’’ habis pikir Pangeran Aoi.

‘’Sepertinya mereka memanggang sesuatu,’’ kata Pangeran Midoriha.

‘’Silahkan datang para penjilat!’’ teriak Satan.

‘’Kami menerima orang-orang munafik!’’ teriak Pangeran Ozora.

‘’Pintu terbuka lebar untuk kalian yang tidak tahu diri!’’ teriak Satan.

‘’Yang tidak punya rasa malu silahkan mendekat!’’ teriak Pangeran Ozora.

Dak! Dak! Ting!

Satan dan Pangeran Ozora memasang wajah kusut sambil mengelus kepalanya. ‘’Ini dia, antrian para orang menyebalkan yang tidak tahu diri.’’

Putri Kamiai menyikuk mereka di bagian perut. ‘’Stt, tidak boleh berkata seperti itu.’’

‘’Ck, kau memukul Yang Mulia ini begitu keras,’’ ringis Moran sambil menggaruk kepala belakangnya.

Pangeran Ozora tersenyum puas. ‘’Humphehe, kau akhirnya kena pukul juga.’’

......................

[Dunia Dewa]

‘’Cinta dan belas kasih adalah dirinya sendiri jadi tidak aneh jika dia masih tetap peduli kepada orang lain meski dirinya juga kesulitan,’’ kata Dewa Waktu.

‘’Tapi semua orang malah tidak menyukainya hanya karena memihak Dewa Iblis,’’ kata Dewi Ruang.

Dewa Waktu menghela nafas. ‘’Kau mungkin melakukan 100 kebaikan, tapi … Satu kesalahan kecil saja bisa membuat semua orang langsung melupakan 99 kebaikan lainnya. Begitulah sifat manusia. Selain itu, sudah waktunya makan malam, jadi….’’

Ia mendorong Dewi Ruang dari belakang dan berjalan pergi tanpa melepaskan kedua tangannya. ‘’Ayo kembali ke kediaman, dan masakkan sesuatu untukku.’’

‘’Kau ini Dewa, kan? Kau bisa hidup meski tidak makan selama jutaan abad,’’ kata Dewi Ruang.

‘’Hei, Dewa pun juga butuh asupan makanan. Jika aku melemah karena kekurangan nutrisi, itu akan mempermudah seseorang membunuhku. Kalau aku mati, siapa yang akan menggantikanku?’’ tanya Dewa Waktu.

‘’Banyak alasan. Lagi pula, siapa juga yang mau membunuhmu di Dunia Dewa ini? Bilang saja kau tidak mau mencuci piring sehingga menyuruhku yang memasak,’’ kata Dewi Ruang.

......................

[Dunia Manusia]

‘’Terima kasih sudah mau mengajak kami,’’ kata Pangeran Aoi.

‘’Hn, kebetulan aku menemukan banyak jamur, jadi sekalian dimakan bersama,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Tapi bagaimana kau selalu menemukan sesuatu yang bisa dimakan di hutan ini?’’ tanya Ishizawa.

‘’Itu artinya Kamiai diberkahi keberuntungan,’’ jawab Arisu.

Satan tiba-tiba menoleh ke sekitar sambil mengerutkan dahi.

Aku seperti mendengar sesuatu yang terjatuh ke tanah, ucapnya dalam hati.

‘’Kamiai, kau memang Dewa Penyelamat kami,’’ kata Hashizume.

‘’Hentikan, aku bukan dewa,’’ kata Putri Kamiai hendak memanggang jamur.

Namun, niatnya terhenti saat melihat sesuatu di dekat tumpukan kayu api. ‘’Eh? Ba-Bagaimana mungkin?’’

‘’Hm? Ada a—‘’

Deg!

Mata Pangeran Ozora membulat. ‘’Manusia salju?! Bukankah sudah terbakar setelah kita melemparnya ke dalam api sore tadi? Kenapa malah kembali utuh setelah hancur?’’

‘’Tidak, manusia salju yang kita lempar memang sudah meleleh. Ini manusia salju yang baru,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Berarti, manusia salju ini memang kiriman dari seseorang,’’ kata Satan.

‘’Apa yang sedang kalian bicarakan?’’ bingung Rokimaru.

Belum sempat menjawab pertanyaan itu, kabut sudah memenuhi tempat tersebut membuat yang lainnya menatap ke sekeliling.

‘’Kenapa tiba-tiba ada kabut?’’ tanya Rensuke.

‘’Sial! Aku tidak bisa melihat apa pun!’’ kesal Satan.

‘’Tetap waspada dan jangan berpisah!’’ seru Pangeran Ozora.

Cukup lama kabut tebal itu mengelilingi mereka tanpa adanya serangan yang menghampiri.

Putri Kamiai melirik ke samping sambil memicingkan mata karena menyadari sesuatu. Saat itu juga ia mendorong Satan dan menendang punggung Pangeran Ozora secara bersamaan sebelum menghindar dari sana.

Bugh! Push!

Satan meringis. ‘’Kenapa tiba-tiba mendorongku dengan kasar?! Kau mau aku bunuh?!’’

‘’Oee! Kenapa hanya aku yang ditendang?!’’ kesal Pangeran Ozora.

‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Eri.

‘’Di atas sana!’’ teriak Pangeran Midoriha melihat sosok bayangan.

Semua orang langsung mendongakkan kepala, hingga kabut tebal tadi perlahan menghilang lalu memperlihatkan sosok pria dan wanita yang berdiri di salah satu dahan pepohonan raksasa.

‘’Manusia?’’ tatap Putri Kamiai.

‘’Lumayan juga kau menyadari serangannya. Apakah dia orangnya?’’ tanya Ushiuchibou.

Yuki tersenyum. ‘’Entahlah, menurutmu?’’

‘’Stt, setelah monster raksasa dan binatang buas, sekarang manusia. Menurutmu jenis apa lagi yang akan menghampiri kita selanjutnya?’’ tanya Satan.

‘’Titan abnormal! Bisa-bisanya masih sempat bertanya di situasi seperti ini,’’ kata Putri Kamiai.

Tapi tunggu, kenapa mereka repot-repot menampakkan diri? Padahal akan lebih menguntungkan jika tetap menyerang kami secara diam-diam dibalik kabut tadi, lanjutnya dalam hati.

Yuki memasang wajah datar untuk sesaat sebelum sudut bibirnya terangkat. Melihat hal itu membuat sang putri waspada.

Apakah dia baru saja tersenyum padaku? Entah kenapa, aku tidak menyukai senyumannya, kata Putri Kamiai dalam hati.

‘’Kalian tiba-tiba datang dan membuat rusuh di tempat kami, bukankah itu sangat tidak sopan?’’ tanya Satan.

Yuki tersenyum remeh. ‘’Seharusnya aku yang bilang begitu. Kalian datang seenaknya dan membunuh penghuni tempat ini demi mengasah kemampuan. Menurutmu siapa sebenarnya yang tidak sopan di sini?’’

‘’Benar juga, tapi tetap saja! Monster raksasa dan binatang buas itu yang menyerang duluan,’’ kata Satan.

‘’Selalu saja melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Inilah kenapa aku membenci manusia,’’ kata Ushiuchibou.

‘’Hei, kau juga manusia. Bukankah kau juga masuk hitungan setelah bicara seperti tadi?’’ tanya Satan mengejek.

Sebelah alis Ushiuchibou terangkat. ‘’Sadarilah keberadaan kalian para manusia rendah, kita berada di level yang berbeda. Kau pikir bisa membandingkan diri dengan kami?’’

Satan tersenyum remeh. ‘’Jika tidak mau dianggap sebagai manusia, artinya hanya ada satu alasan … Kalian adalah monster.’’

1
Mama Mia
good story🫶🫶🫶
Dina⏤͟͟͞R
banri ini ada gak ada kapoknya ya🤣🤣
Ji Ling
Tantai Jin versi terbaru 😂😁😁
Dina⏤͟͟͞R
kocak dah wkwkwk
Dina⏤͟͟͞R
wkwkwk /Facepalm//Facepalm/
Bpearlpul: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Pisces Aprodithe
aku mulai merasakan perubahan satan😣
Pisces Aprodithe
wowo dewa iblis dah 7 keturunan
Pisces Aprodithe
kebayang adegan ini🤣
Pisces Aprodithe
slalu suka trio ini kalau berdebat😂
Pisces Aprodithe
visualnya couple favorit aku!!😍😍😍😍😍😘😘😘🥰🥰🥰
Pisces Aprodithe
🤣🤣🤣🤣🤣
Pisces Aprodithe
astaga ngakak brutal aku🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Pisces Aprodithe
tunggu,,aku msih belum lihat romance-romancenya kamiai dan satan,,pliss lah jangan buat mereka musuhan dulu
Pisces Aprodithe
ngakak banget sama percakapannya ozora dan satan🤣
Pisces Aprodithe
tiap kali shinigami muncul pasti ngakak aku😂🤣
Pisces Aprodithe
kebayang posisi mereka😂
Pisces Aprodithe
weh ozora😂🤣
Pisces Aprodithe
arghhh!!!!ingatan satan kembali,,macem mana nih
Pisces Aprodithe
kata-katamu dewa waktu🤣
Pisces Aprodithe
haaaaa lega,,kukira kamiai bakal mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!