NovelToon NovelToon
He'S Obsessed With Me

He'S Obsessed With Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Balas Dendam / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta pada Pandangan Pertama / Roman-Angst Mafia
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dini_S

Hampir semua anggota keluarga Grizelle dibantai dan seluruh hartanya lenyap tidak tersisa. Hanya tersisa Laquitta Grizelle saja yang kebetulan tidak ada di tempat saat kejadian pembantaian itu.

Namun, kini ia terpaksa tinggal bersama pria yang mengekang, memenjara, dan merampas kebebasannya.

Dia adalah Adyan Abercio, sang mafia yang menganggap sebuah nyawa tidak bernilai. Pria yang dibenci Itta sekaligus pria yang berhasil mencuri seluruh isi hatinya.

Penasaran? Yuk, ikuti kisah mereka sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini_S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengabulkan Permintaan

"Aku memang anak kandung dari Niel Zahara. Namun, aku hanyalah anak haram. Terlebih lagi Tuan Niel sangat membenciku. Dia memukul, memaki, meludahi, bahkan hampir membunuhku." Alwi memberikan senyuman getirnya hingga membuat para tamu merasa simpati.

Berbagai bukti baik foto, rekaman maupun surat tes DNA menjelaskan mengenai hubungan darah antara Niel dan Alwi.

Alwi melanjutkan ucapannya. "Aku sudah berjuang keras agar diakui olehnya. Mungkin aku memang anak haram, namun aku tetap anak kandungnya. Kapal pesiar dan bisnis lainnya, itu adalah hasil kerja kerasku agar diakui olehnya."

Menarik napas panjang, lalu Alwi menghembuskannya pelan-pelan.

"Aku menutup mata atas kejahatannya karena dia adalah Ayahku. Namun, saat mengetahui Isera dilecehkan olehnya, aku tidak bisa diam lagi. Aku harus membuat seluruh dunia tahu kebejatannya agar dia dapat dihukum semestinya."

Alwi tersenyum miris. Ekspresi dan tindakannya berhasil meyakinkan para penonton.

"Aku harap kalian mengerti. Aku tidak punya pilihan lain. Ayahku harus tetap dihukum, namun dia tidak punya anak selain aku. Ayahku juga belum pernah menikah. Aku hanya ingin mengurus keluarga Zahara ketika Ayahku dipenjara dan dihukum."

"Jangan mengada-ngada!" Niel berteriak dari tempatnya berada. Matanya melotot marah. "Aku tidak akan menyerahkan apapun padamu! Kau hanyalah anak haram!"

"Tapi, kau tidak punya pilihan lain. Aku sudah menghubungi lembaga yang berwenang. Setelah kembali dari pesta, kau akan langsung masuk penjara dan dihukum."

"Dasar anak haram! Seharusnya dari dulu aku membunuhmu saja! Aku benci kenyataan bahwa kau adalah anakku!"

Niel lupa menyaring ucapannya. Di depan banyak orang, Niel Justru mengiyakan kalimat Alwi tanpa sengaja.

Para tamu menatap Niel jijik. Tak lupa pula tatapan merendahkan yang ditunjukkan.

"Sepertinya kau sangat membenciku, Ayah. Kumohon, seseorang tolong kunci dia di kamarnya sementara waktu. Aku tidak bisa mendengar ucapan menyakitkannya lagi."

...—————•••—————...

"Aku tidak menyangka akan ada drama antara Ayah dan anak di pesta tadi." Itta berkata sembari melirik Adyan yang sibuk merokok.

Pesta peresmian itu sudah berakhir saat Niel dipaksa pergi dari ruang pesta.

Awalnya para pelayan dan penjaga masih ragu mengikuti perintah Alwi. Mereka pun tak kalah terkejutnya dengan para tamu.

Namun, untungnya tak lama kemudian, mereka mengikuti titah Alwi tanpa membantah.

"Apa pertengkaran mereka juga rencanamu?" tanya Itta penasaran.

"Tidak. Namun, itu menguntungkanku."

"Tetapi, kau mendapatkan 10% lebih sedikit dari tujuan awalmu."

Tujuan Adyan yang sebenarnya adalah memperoleh 60% saham kapal pesiar, namun yang didapat hanyalah 50% saja.

"Para tamu akan curiga kalau aku mendapatkan saham yang lebih tinggi dari anak kandungnya Niel sendiri," jawab Adyan.

"Sebenarnya aku sedikit terkejut, siapa yang menyangka bahwa Alwi akan mengkhianatinya? Apalagi kenyataan bahwa Alwi adalah anak haram Niel. Itu diluar dugaan, bukan?"

"Aku sudah mengetahuinya sejak lama. Mata-mataku di sana yang memberitahu identitas Alwi. Tetapi, memang tindakan Alwi yang mengkhianati Niel diluar dugaanku. Aku hanya memancing sedikit dan dia pun tergoda dengan mudahnya."

"Kalau begitu usahaku mencuri dokumen-dokumen Niel itu sia-sia? Seharusnya Alwi bisa melakukan hal itu sendiri."

"Tidak juga. Pada dasarnya Niel sangat protektif menjaga dokumen-dokumennya. Alwi tidak pernah bisa mencurinya sendiri."

"Begitu rupanya." Itta mengangguk-anggukkan kepalanya berulangkali pertanda ia mengerti. "Alwi cukup licik dan manipulatif. Mendengar Alwi bicara di pesta tadi, aku sudah tahu kalau Alwi menantikan momen ini sejak dulu. Dia dipenuhi ambisi mengambil harta dan menjatuhkan reputasi Niel."

"Menurutmu begitu?"

"Tentu saja."

Itta menjawabnya tanpa ragu sedikitpun.

Manik mata Alwi memang terlihat menyedihkan, namun Itta menyadari hasrat besar pria itu.

"Kau memang pintar menganalisis," puji Adyan terang-terangan. "Alwi membantu Niel selama ini karena ingin merebut hartanya dan menjatuhkannya secara bersamaan. Sepertinya dia melakukan itu karena dendam atas penderitaan yang Ibunya rasakan."

"Tetapi, dia tidak masalah 50% saham kapal pesiarnya jatuh ke tanganmu?"

"Tentu. Dibandingkan kapal pesiar, dia mendapatkan hal yang lebih menguntungkan."

Itu benar.

Pada dasarnya Alwi hanya menggantikan Niel menjaga harta dan bisnis keluarga Zahara selama Niel dipenjara. Saat Niel keluar dari penjara, mau atau tidak, Alwi harus menyerahkan semuanya.

Namun, bagaimana kalau Niel tidak pernah keluar dari penjara?

Alwi tahu pasti, atas segala kejahatan yang Niel lakukan, Niel akan dipenjara seumur hidupnya.

Karena itu, Alwi yang akan menguasai harta-hartanya sampai akhir.

Itta menatap Adyan bingung tatkala pria itu tiba-tiba saja berjalan menghampiri Itta, lalu duduk di sampingnya.

Tangannya terangkat menyentuh rambut indah Itta. Dia mencium wangi manis yang menguar dari rambut Itta.

"Ngomong-ngomong sudah lama kita tidak ciuman."

Perkataan mendadak Adyan jelas membuat mata Itta melebar seketika. Baru saja Itta membuka mulut guna mengeluarkan protesnya, Adyan langsung membungkam dengan mulutnya.

Bibir mereka saling menyatu. Detak jantung menggila di tempatnya. Baik Adyan maupun Itta, keduanya dapat mendengar detak jantung masing-masing.

Ciuman mereka berhenti saat Itta mulai kehabisan napas. Itta meraup udara di sekitarnya dengan rakus.

Berbeda dengan Itta, Adyan justru tersenyum puas. Saat bibir pria itu lagi-lagi hendak mendekatinya, Itta dengan cepat menahan mulut Adyan menggunakan tangannya.

"Jangan lagi!" Itta menatap Adyan tajam.

Sialnya Adyan justru menjilati tangan Itta. Refleks Itta menjauhkan tangannya dari mulut Adyan.

"Dasar mesum!" maki Itta.

Takut Adyan melakukan hal lainnya yang akan merugikannya, Itta cepat-cepat pergi menjauh.

Adyan terkekeh menyaksikan Itta yang lari terbirit-birit menghindarinya.

"Kau jadi sering tersenyum akhir-akhir ini." Arvin berdiri cukup jauh dari tempat Adyan berada. Meski begitu, Arvin dapat melihat jelas ekspresi Adyan. "Apa itu karena dia?"

"Katakan saja alasanmu menemuiku." Raut wajah Adyan berubah menjadi datar.

"Kita sudah hampir tiba. Sebentar lagi kapal ini akan sampai di pelabuhan."

Karena pesta peresmian sudah berakhir diakhiri perubahan kepemilikan kapal pesiar Zahara. Kapal pesiar ini sekarang bergerak menuju pelabuhan. Mereka semua akan pulang.

...————•••—————...

Itta memandangi keindahan laut di pagi hari. Awan yang terbentang luas, mentari pagi yang menyorot kapal, air laut yang tidak banyak bergerak, serta ikan-ikan yang berenang melewati kapal.

Senyum kecil terbit di bibirnya.

Laut dan sekitarnya membuat perasaan Itta selalu membaik.

"Ternyata kau di sini."

Mata Itta berputar malas mendengar suara yang tak asing di telinganya itu. Sedang bahagianya menikmati pemandangan, orang itu justru datang menghancurkan kesenangan.

"Jangan mendekat!" peringat Itta tatkala dirasa kaki Adyan berjalan mendekatinya.

Namun, Adyan mengabaikannya. Dia tetap berjalan menghampiri Itta, lalu berdiri di samping wanita itu.

"Kenapa kau melarangku mendekatimu?"

Itta langsung melayangkan tatapan sinisnya. "Bisa-bisanya kau masih bertanya seperti itu."

Adyan seringkali mengambil kesempatan mencium Itta, seperti beberapa menit lalu. Tentunya hal itu membuat Itta waspada berada di dekat Adyan.

"Jangan berusaha menciumku atau apapun itu! Aku akan menamparkanmu jika menciumku lagi!"

"Oh ya? Aku jadi semakin ingin menciummu."

"Brengs*k!"

"Bercanda."

Adyan tersenyum tengil saat Itta menekuk wajahnya kesal. Rasanya Adyan bisa gila kalau terus melihat Itta.

"Candaanmu itu tidak lucu!"

"Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi," ucap Adyan. "Ngomong-ngomong kau sudah bekerja keras dalam rencana ini. Aku akan memberi hadiah. Katakan apa yang kau inginkan? Aku akan mengabulkannya."

Itu adalah sebuah kesempatan. Itta tidak mungkin menolaknya.

"Kalau begitu izinkan aku keluar dari mansion seharian penuh dan melakukan hal yang aku inginkan."

1
Arina Nur
thorr lanjut dooongg
wikha Sandra
sntah la aku bgung alur ceritany.berbelit²
aaaaaaiii
Kecewa
Mawar Di
Buruk
Mawar Di
Kecewa
Dinn: haloo kak, terimakasih udah comment. maaf juga gak sesuai harapan ceritanya. oh ya boleh dispill alasannya kak? biar nanti aku coba perbaiki lagi kualitas ceritaku 🙏🏻💙
total 1 replies
Lusy Anna
bunuh aja bang bunuhh
Lusy Anna
Okokk
Lusy Anna
tuh kan ketauan
Lusy Anna
hayoo ketauan
Lusy Anna
skinship terosss banggg
Lusy Anna
penasaran visualnya
Lusy Anna
iyaya kok itta ga pernah disewa gitu sih? kan katanya dia cantik banget
Lusy Anna
kalo aku jadi Ita bakal pilih dilepasin bajunya
Icye Anun: Murahan kau ya
total 1 replies
Lusy Anna
otaknya adyan gk pernah jauh2 dari kata ciuman /Chuckle/
Lusy Anna
saya suka dengan kedunguanmu
Lusy Anna
ciyeee udah mulai falling in love
Lusy Anna
gw kalo jadi Ita takut banget asli
Lusy Anna
runn mbakk runnn
Lusy Anna
baru sadar mbak? kemana ajeeee
Lusy Anna
murah banget mbakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!