Pesan terakhir dari sang kakak membuatnya terpaksa menikahi mantan kakak iparnya yang tak lain adalah istri dari Almarhum sang kakak.
Tidak mudah memang untuk mengikhlaskan seseorang yang sudah lama bertahta di hatinya begitu juga halnya dengan menerima sebuah kenyataan baru dalam hidupnya menjadi istri dari adik iparnya sendiri.
Bagaimana mereka mampu bertahan dengan pernikahan yang dipaksakan ataukah mereka akan mencari jalan masing-masing dan mengabaikan pesan terakhir orang yang mereka sayangi.
Baca yuk cerita mereka 😉🤍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herfika Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta kehidupan Sean
●♡▬▬♡Happy Reading♡▬▬♡●
...****************...
Malam harinya pasangan RR sudah kembali ke rumah mereka, setelah seharian beraktifitas di luar rumah sekarang waktunya merelaksasi tubuh melalui pergumulan panas di ranjang cinta.
Wajar pasangan yang sedang hangat menyalurkan cinta yang bergelora, melalui penyatuan keduanya bisa menikamati waktu berdua dengan lebih hangat dan berkualitas.
Tepat pukul 23.00 mereka baru menyelesaikan penyatuan cinta mereka Ryan mencium kening sang istri sebagai tanda sayang dan terima kasih yang mendalam.
"Bee, Selama ini abang belum pernah bilang sesuatu kepada mu sayang"
"Bilang apa bang coba katakan"
"I Love You" ucap Ryan sambil mengecup sekilas bibir chery sang istri.
Degh...
Satu kalimat tiga kata dan delapan huruf itu mampu membuat Rania seolah benar-benar merasakan di sayang seutuhnya oleh suami brondongnya itu.
Sifat dan sikap sang suami mampu menjungkir balikkan kehidupannya yang semula hanya monokrom seakan jadi pelangi.
"I Love You Abang" jawab Rania dengan senyum merekah.
Ryan kembali membawa sang istri kedalam pelukannya memberikan ke hangatan sambil mengusap perut sang istri.
"Apakah kecebong abang sudah nyangkut disini Bee" ucapnya
"Nggak tahu bang berdoa saja" Jawab Rania.
"Baiklah abang selalu berdoa untuk kebahagian kita berdua yang terpenting kamu bee bahagia bersama abang" sambil mencolek hidung sang istri.
"Ayo kita ke kamar mandi bee" Lanjutnya sambil berdiri mengendong sang istri ke kamar mandi.
🌼🌼🌼
꧁•⊹٭𝙳𝚒 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚜𝚒𝚜𝚒٭⊹•꧂
Seorang pemuda baru sampai di depan rumah dua lantai rumah yang menjadi saksi bisu segala perkembangannya sedari kecil hingga berusia 20tahun.
Dengan mendorong motor sportnya masuk ke dalam garasi ia segera memarkirkan motor sport kesayanganya itu lalu berniat masuk ke dalam rumah.
Tapi langkahnya harus terhenti ketika dia mendengar suara keras sang ayah yang membentak sang ibu yang terbaring lemah.
"Ini semua terjadi karena kecemburuan sialan mu itu Diana" Bentak Paul.
"Aku sakit begini masih juga kau memikirkan perempuan sialan itu" Jawab Diana.
"Apakah kau sadar usaha ku bangkrut itu semua karena tindakan bodoh mu mempermalukan Sherly"
"Wanita pelakor itu memang pantas mendapatkan itu " jawab Diana tidak mau di salahkan sang suami
Plaaaakkkk
Satu tamparan mendarat di pipi sang istri yang masih terbaring lemah di sisi ranjang.
"Kalau bukan karena mu usahaku tidak akan bangkrut apakah kau paham Diana harusnya kau bisa tutup mulut dan mata mu saja harta kita tidak akan musnah karena kau mempermalukan Sherly"
"Sherly ..sherly saja yang kau pikirkan aku ini istri mu mas tapi apa kau pernah memikirkan sakit hati ku saat kau bersama perempuan muda jalang itu menghabiskan waktu di hotel dimana letak nurani mu hah" Diana sudah menangis mendapatkan perlakuan kasar sang suami karena membela selingkuhannya.
"Tutup mulut mu jangan berteriak jangan sampai anak-anak mu tahu kalau kita tidak pernah akur kau paham, urus saja sakit mu itu aku tidak akan peduli pada mu" Paul pergi keluar kamar.
Tanpa mereka tahu sedari tadi sepasang telinga mendengar pembicaraan orang tuanya tanganya terkepal kuat hingga kuku tanganya tampak tegang.
Fakta baru yang ia ketahui bahwa sang ibu menderita sakit selama ini karena shock memikirkan perselingkuhan ayahnya.
Sean menghapus setetes air mata yang terjun bebas di pelupuk matanya. Tanganya masih terkepal kuat.
"Shit" Ucapnya.
Sean Darco adalah putra sulung dari pasangan Diana dan Paul Darco memang sejak awal sudah mencurigai ke bangkrutan sang ayah bukan karena persaingan bisnis tapi kepada hal fatal yang memang menjadi tabiat buruk sang ayah.
Kesal rasanya baru mengetahui perselingkuhan sang ayah dengan Sherly yang ia ketahui adalah anak dari tuan Frans pemilik saham terbesar di perusahaan sang ayah tentu Sean tahu hal itu karena sejak menetap di jogjakarta Sean acap kali membantu sang ayah untuk mengembangkan bisnisnya dalam mendistribusikan bahan baku.
Tidak mau terlalu lama memaku dalam pikiran kesal, Sean bergegas menuju kamar sang ibu sekedar berbasa basi melihat kondisi sang ibu.
"Bu"
"Sean, baru pulang nak" Sean menganggukkan kepalanya sangat jelas di matanya tamparan yang di berikan sang ayah meninggalkan jejak merah di pipi sang ibu.
"Ibu kenapa, kok pipinya merah" tanya Sean pura-pura tidak tahu.
"Oh ini ibu terjatuh tadi jadinya memar merah begini" kilah sang ibu.
"Besok kita kerumah sakit yaa bu besok Sean yang akan antar ibu kita akan cek kesehatan ibu"
Diana ibu sean menatap sang anak lekat ia tahu sang anak pasti mencemaskan dirinya ia juga tidak mau sang anak merasa terbebani oleh sakitnya jadi ia mengelengkan kepalanya.
"Ibu jangan khawatir, untuk berobat sean yang akan bayar bu kita tidak akan meminta uang ayah" ujarnya pada sang ibu.
"Kamu dapat uang dari mana nak, kan untuk obat saja kamu sudah menghabiskan separuh tabungan mu.
"Ibu tidak usah khawatir aku dapat uang dari Ryan bu dia sekarang menjadi bos muda bu memiliki cafe yang sangat viral sekarang ini bu"
"Benarkah sungguh baik sahabat mu itu nak"
"Ibu sudah ya istirahat besok pagi kita kerumah sakit"
"Baiklah nak"
Sean pergi meninggalkan kamar sang ibu dan pergi ke lantai dua kekamarnya sebelum itu ia mampir ke kamar sang adik. Melihat sang adik sedang belajar di meja belajarnya membuat hatinya senang.
"Dek, sedang apa"
"Tidak ada sedang menyusun buku untuk besok sekolah"
"Baiklah besok hari pertama mu di sekolah kan ini ambil jajan untuk mu dek" Sean memberikan uang seratus ribu rupiah pada sang adik.
"Makasih kak"
"Hm tidurlah sudah malam" ucapnya sebelum pamit dari kamar sang adik.
Sean menghempaskan tubuhnya di ranjang kamarnya menatap langit-langit kamar. Ia berpikir bagaimana caranya untuk ia menyelesaikan permasalahan ini.
Fakta perselingkuhan sang ayah bersama sherly yang memiliki orang tua yang memiliki kekuasaan rasanya ia akan kalah jika berurusan dengan keluarga itu.
Sang ayah juga tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan atas tindakan bodohnya. Apa harus ia memisahkan sang ayah dan ibunya agar sang ibu tidak tersakiti terus menerus oleh sang ayah.
Sean mengusap kasar wajahnya disaat seperti ini yang ia butuhkan adalah ketenangan dan ketenangan itu ia dapatkan saat bersama sahabat-sahabatnya.
Melihat situasinya seperti ini ia memang harus bertukar pikiran kepada sahabat-sahabatnya itu, terutama Ryan yang notabennya memiliki sikap yang dewasa di bandingkan ketiga temannya yang lain.
Haruskan ia menghubungi Ryan dan menceritakan semua apa yang terjadi pada keluarganya. Walaupun ia tahu itu aib tapi ia harus mencari solusi agar sang ibu tidak tersakiti oleh tindakan sang ayah yang menurut pandangan Sean sang ayah lebih memilih selingkuhannya di bandingkan keluarganya sendiri.
...****************...