Berkali-kali Velly Alexander (26 tahun) mengungkapkan perasaannya pada seorang pria. Velly tergila-gila, pada pesona seorang David Stuart (33 tahun). Yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Berkali-kali juga, David tak peduli dengan apa, yang dikatakan Velly.
Namun seiring berjalannya waktu, Velly yang tak pernah bosan mengejar cinta David, membuat David pun semakin dekat dengan Velly. Tentu saja, awal yang indah bagi Velly. Perhatian David membuat Velly akhirnya, menganggap hubungan mereka, seperti sepasang kekasih. Sementara David, tak pernah menyatakan, bahwa hubungan mereka lebih dari teman. Pada akhirnya, entah mengapa David berusaha menghindari Velly. Membuat Velly merasakan kekecewaan lagi dan lagi. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah memang David, tak memiliki perasaan apapun pada Velly selama ini? Di kisah ini, masa lalu David dan Velly akan hadir. Apakah mereka sebenarnya berjodoh? Yuk kepoin novel ku yang kedua ini guys. Jangan lupa like dan komen nya ya. Love you readers🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octa_since, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#34
Semalam telah berlalu, bagaimana suasana hati Velly pagi ini? Tentunya dia mulai bersemangat lagi. Sebelum Max datang, tak bisa di pungkiri Velly sebenarnya masih dalam keadaan galau.
Keluarga Praja seperti biasa, lagi sarapan bersama pagi ini. Wajah Velly sangat cerah? Tentu saja, dan Mery bisa melihat itu.
“ Cerah banget wajahnya!” seru Juna pada adiknya itu. Velly pun mencebikkan bibirnya, kakaknya itu selalu saja menjahilinya.
“ Kan bagus dong sayang,” sahut Mery pada putranya itu. Juna pun menaikkan satu alisnya, melihat Velly sok cuek.
“ Ma, coba jelasin hubungan Velly dengan Max padaku,” kata Juna melihat mamanya. Mery pun seakan menampakkan wajah bingung, mendengar perkataan Juna. Sementara, Velly melebarkan matanya.
“ Maksud kak Juna apa sih?” kata Velly heran. Juna pun menunjukkan wajah serius ke Velly.
“ Aku melihat sesuatu kemarin malam! Sampai istriku baper!” seru Juna dan membuat Lidya melotot padanya.
“ Kamu apaan sih sayang!” kata Lidya pada suaminya.
Mery pun tersenyum, pada anak dan mantunya itu. Dia sudah mengerti arah pembicaraan Juna. Sementara, Praja hanya diam mendengarkan.
“ Maksud kamu hubungan Max dan Velly?” tanya Mery kemudian dengan tersenyum.
“ Iya ma,” kata Juna mengangguk namun dia masih melihat adiknya.
“ Kak Juna kepo banget deh!” seru Velly sedikit jutek. Dia tak menyadari, maksud Juna mengatakan, kalau istrinya baper melihat suatu kejadian.
“ Heh! Aku kan kakak mu! Aku harus tau semua!” seru Juna lagi pada Velly.
Mery pun langsung menghela nafasnya, dia yakin kalau dibiarkan, Velly dan Juna akan berdebat pagi ini.
“ Sudah Jun, mama akan jelaskan!” kata Mery kemudian. Seketika Juna dan Velly terdiam.
“ Max itu pacarnya Velly dulu. Sewaktu Velly SMA,” terang Mery pada Juna. Bagaimana reaksi Juna? Dia terkejut bukan main. Dan Lidya apalagi! Sama terkejutnya mendengar, perkataan mertuanya itu pagi ini. Sementara, Mery sudah memberitahu Praja semalam di kamar mereka.
“ Pacar? Kok aku ga tau ma?” tanya Juna lagi penasaran. Mery lagi-lagi tersenyum, dia tahu Juna pasti penasaran. Sedangkan Velly terlihat santai, mengunyah makanannya.
“ Mana mungkin kamu tau! Kamu masih di California waktu itu. Billy juga masih di Jerman,” terang Mery lagi. Juna pun melihat ke arah Velly lagi.
“ Heh! Ternyata, kau ga jomblo abadi rupanya haha!” kata Juna dengan tertawa. Seketika, Velly malas menyahuti kakaknya itu.
“ Juna, Max itu anak baik lho! Mama yakin, dia bisa membahagiakan Velly,” kata Mery serius. Velly yang mendengar itu langsung tersenyum.
“ Liat tuh! Adik kamu senyum-senyum kan? Mama sudah bilang, pasti Velly tak menolak, walau awalnya dia melawan mama,” terang Mery dan Velly pun masih tersenyum. Juna pun diam dan mengangguk. Lalu dia melihat Velly lagi,
“ Oh jadi si Max itu mantan mu?” kata Juna melihat Velly yang dari tadi senyum-senyum.
“ Heh! Kalau ditanya itu jawab!” seru Juna dan Velly memayunkan bibirnya.
“ Sok kalem! Aku ga tau, si Max tahan ga dengan mu yang bar-bar!” kata Juna lagi dan membuat Velly menatap tajam kakaknya.
“ Dia itu cinta mati denganku!” seru Velly tiba-tiba. Dan Juna pun memperlihatkan wajah yang terkejut. Lalu, tak berapa lama Juna pun akhirnya tertawa. Lidya yang melihat tingkah suaminya itu, mencubit paha Juna.
“ Aduh sayang haha,” ringis Juna, namun dia masih tertawa.
“ Biarin aja kakak ipar! Suami mu itu sedikit hm,” kata Velly spontan. Velly tau, Lidya mencubit kakaknya.
“ Haha.. aku tak percaya, ada pria yang cinta mati dengan mu,” kata Juna lagi yang masih tertawa.
“ Apa bedanya sama kakak? Emangnya kakak, ga cinta mati dengan kakak ipar?” sahut Velly dengan nada kesal. Seketika, Juna terdiam dan berhenti tertawa. Dia pun menyadari, kalau dia juga seperti Max.
“ Diam kan? Makanya jangan heboh deh!” kata Velly lagi menyunggingkan senyumannya.
“ Oh ya ampun! Kalian ini kapan damai nya sih? Dari dulu debat melulu!” seru Mery yang pusing, dengan kedua anaknya itu.
“ Tunggu kak Billy datang ma! Baru diam tuh kak Juna!” sahut Velly jutek. Mery menggelengkan kepalanya,
“ Sudah! Makan dulu, nanti kalian telat lagi,” kata Mery lagi. Juna pun diam, dia tak berbicara lagi semenjak Velly menyindirnya. Sementara, Lidya pun geram pada suaminya pagi ini.
“ Ma, pa aku sudah selesai. Aku berangkat dulu ya,” kata Velly yang sudah menyelesaikan sarapannya. Praja dan Mery pun mengangguk,
“ Oh ya Vell, apa Max masih lama di Indonesia?” tanya Mery tiba-tiba.
“ Dia kapan aja, bisa di Indonesia ma! Yang pasti, Max belum ingin pulang cepat ke Australia,” jawab Velly yang seolah-olah tahu jadwal Max. Mery langsung tersenyum, dia yakin Max sudah berkata sesuatu pada putrinya itu.
“ Sayang, apa kemarin malam max mengatakan sesuatu?” tanya Mery penasaran. Velly pun tersenyum,
“ Ada ma, tapi rahasia dong! Nanti, aku akan beritahu mama,” jawab Velly dengan wajah bahagia. Ya, Mery bisa merasakan aura kebahagiaan putrinya.
“ Baiklah! Mama tunggu,” ucap Mery. Sementara, Praja pun ikut tersenyum. Setidaknya, dia melihat putrinya tidak tertekan karena perjodohan ini.
“ Oke ma, pa, kak Juna dan kakak ipar! Aku pergi dulu bye semua,” ucap Velly dan dia pun segera berlalu. Sementara, Juna dan Lidya pun sudah selesai sarapan.
“ Sayang, kita berangkat?” tanya Juna pada istrinya.
“ Iya sayang,” sahut Lidya pada suaminya.
“ Ma, pa kami berangkat dulu,” kata Juna yang sudah berdiri dari duduknya. Dan di ikuti oleh Lidya.
“ Iya sayang, kalian hati-hati. Juna perhatikan istrinya ya, ada anak kamu di perut Lidya.” kata Mery mengingatkan putranya.
“ Iya ma, istriku aman denganku,” ucap Juna yang merangkul bahu Lidya.
“ Bye pa, ma!” ucap Juna dan Lidya. Lalu mereka pun berlalu dari hadapan Mery dan Praja.
*
Sementara, David yang belum berangkat ke perusahaanya pun, masih berada di kamarnya. Ya, hari ini Tania mengirim pesan padanya.
“ David, kirimkan aku uang lagi please! Aku mau pergi ke Singapura hari ini,”
Itulah pesan yang di kirim Tania pagi ini. Ya, perlu di ketahui, sehari sesudah Tania bertemu dengan David, esok harinya Tania sudah berani meminta transfer uang sebanyak 200 juta. Ya, karena di masa lalu, David sudah terbiasa memberikan, apa yang di inginkan Tania. Namun, Tania adalah tipe wanita yang suka foya-foya. Hidupnya glamour, dan suka bersenang-senang. Dari mana dia mendapatkannya dulu? Tentu saja, dari David dan kekasih gelapnya di masa lalu.
“ Hah! Kenapa Tania ga berubah sih? Aku baru taransfer 200 juta beberapa hari yang lalu. Ini dia minta lagi, 500 juta,” kesal David pagi ini. Sebenarnya, David tak masalah soal berapa banyak, uang yang dia beri pada Tania. Hanya saja, dia heran kemana saja uang yang di berikannya.
“ Baiklah sebaiknya aku transfer saja sekarang. Dari pada aku pusing, mendengar dia banyak bertanya,” katanya pelan. Lalu, David pun langsung mengirimkan sejumlah 500 juta ke rekening Tania.
“ Done! Sebaiknya aku berangkat sekarang,” gumamnya pelan dan dia pun segera berlalu.
*
Sementara, Tania yang berada di apartemen nya pun sudah melihat, ada uang masuk melalui ponselnya. Lalu, dia tersenyum bahagia.
“ Aku tak peduli, dia masih dingin padaku! Yang penting transferan lancar!” ucapnya tertawa bahagia.
“ Dia kan anak tunggal, pewaris satu-satunya! Aku harus bisa, menikah dengan nya! Aku akan jadi nyonya Stuart!” gumamnya membayangkan, dia akan menjadi nyonya di rumah mewah David.
“ Sebaiknya aku mandi dulu, aku akan bersenang-senang di Singapura! Aku akan belanja dan pamer ke teman-temanku disana!” ucapnya lagi dengan wajah bahagia, dan dia pun pergi ke kamar mandi.
Ya, begitulah Tania! Semenjak dia kabur ke luar negri, tabungannya semakin menipis. Segala yang pernah di berikan David, selama menjadi kekasihnya dulu, mulai habis karena hidupnya yang glamour. Semenjak dia pergi ke Amsterdam, dan memutuskan hubungan dengan David, tak ada lagi pria yang memberi dia uang. Apa dia tidak bermain dengan pria di Negara itu? Tentu saja, dia sudah sering bergonta-ganti pria, demi memuaskan nafsunya. Dan dia pun pernah menjalin asmara di Negara itu, dengan beberapa pria. Apakah David tahu itu? Tentu saja tidak. Makanya, dia masih bebas bertemu dengan David. Dia memanfaatkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, untuk mendekati David lagi.