NovelToon NovelToon
Santri Rock'N Roll

Santri Rock'N Roll

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:425.3k
Nilai: 5
Nama Author: Green Aple

Santri Rock'n Roll..
Ricky Sanjaya adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses, kehidupan mewah dengan segala fasilitas yang dia miliki membuatnya hidup tanpa aturan.

Ricky selalu membuat ulah dimanapun dia berada, bahkan dia sering berpindah-pindah sekolah karena kenakalannya.

Sang Ayah yang merasa sudah tidak sanggup lagi mengatur perilaku anak semata wayangnya, mencoba menitipkannya ke sebuah pondhok pesantren yang jauh dari rumahnya, dengan harapan Ricky akan mampu hidup mandiri dan bisa lebih menghargai orang lain.

Kehidupan pesantren yang penuh aturan nyatanya juga tidak membuatnya berubah, hingga dia dikeluarkan dari pesantrennya. Namun kehadiran sosok perempuan yang juga merupakan anak dari sang Kiai perlahan-lahan mampu mengubah hidupnya.

Bagaimana petualangan Ricky selanjutnya. Ikutu kisahnya yuk..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green Aple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Syifa terbangun saat merasa perutnya seperti tertindih sesuatu, dia membuka matanya perlahan dan kaget saat mendapati seseorang tengah memeluknya, sementara baju bagian atasnya tampak sedikit terbuka.

"Astagfirulloh hal adzim" pekik Syifa sambil melempar tangan suaminya dan langsung duduk sambil menutupi dadanya dengan kedua tangan.

Ricky kaget saat mendengar teriakan Syifa dan dia pun ikut terbangun sambil mengucek matanya. "Kamu kenapa sayang?" Tanya Ricky yang masih dalam keadaan setengah sadar.

"Kamu nggak papa Dek?" Tanya Ricky lagi sambil menyentuh pundak Syifa saat sang istri tampak memikirkan sesuatu dan tidak menjawab pertanyaannya. "Kamu mimpi buruk ya?"

Syifa pun kemudian menoleh ke arah sang suami dengan tatapan bersalah. "Eh..em..iya Mas, maaf ya, udah bangunin kamu" jawab Syifa berbohong.

"Iya Dek, nggak papa..kamu mau Mas ambilin air putih?" Tanya Ricky yang langsung mendapat gelengan kepala dari sang istri.

"Nggak usah Mas, makasih.."

"Yaudah, sekarang tidur lagi ya" ajak Ricky saat melihat jam masih menunjukan pukul setengah tiga.

Syifa pun menurut ajakan Ricky dan kembali tidur, sementara Ricky memeluk Syifa, memberikan rasa nyaman.

"Maafin aku Mas" batin Syifa sambil melesakkan kepalanya pada dada sang suami.

Sebenarnya Syifa tidak mengalami mimpi buruk, dia terbangun karena kaget saat merasa seseorang sedang memeluknya. Syifa sendiri lupa bahwa dirinya sudah menikah dengan Ricky, dan baru teringat saat menjumpai Ricky yang tengah tidur di sampingnya.

Di dalam pelukan Ricky, Syifa tidak bisa memejamkan matanya, dia meraba bajunya yang sedikit terbuka dan mencoba mengingat-ingat kejadian sebelum dirinya tertidur, karena seingat dia, dirinya dan Ricky tidak melakukan apapun.

**flashback on..

"Makasih sayang, Mas juga sedaang belajar menjadi imam yang baik buat kamu"

Syifa pun kemudian tidur saat sang suami memintanya untuk istirahat, karena memang dia merasa sangat capek setelah seharian mengikuti acara resepsi.

Dia merasa beruntung memiliki suami seperti Ricky, karena selain baik dan penyayang, Ricky juga sangat pengertian.

Ricky sendiri mencoba memejamkan matanya, namun hingga pukul 11 malam dirinya tetap saja tidak bisa tidur. Hatinya bergejolak, di satu sisi, dia ingin sekali menjamah sang istri, namun di sisi lain, dia juga mengerti bahwa sang istri sangat kelelahan dan tidak ingin memaksakan hasratnya, meskipun Syifa juga tidak keberatan melayaninya.

Ricky pun kemudian memeluk Syifa dan meraba bagian dadanya perlahan agar sang istri tidak terganggu, dan saat sang istri tidak merespon, dia pun kemudian memainkan bagian itu dengan lembut hingga dirinya tertidur.

**flahback off..

Setelah berusaha mengingat-ingat dan tidak mengingat apapun, diapun kemudian bangun dan mengambil wudhu untuk bertahajud.

***

Seperti biasa, pagi ini pun Ricky tetap mengumandangkan adzan subuh, hal yang dulunya merupakan sebuah hukuman, kini telah menjadi kebiasaan rutin baginya. Dan setelah sholat pun, dia tetap mengikuti tauziah Pak Yusuf, namun ada hal yang berbeda kali ini, karena sekarang Pak Yusuf adalah ayah mertuanya.

"Jadi pada hakekatnya, rejeki itu adalah semua yang sudah kita nikamati, bukan apa yang kita miliki, itulah mengapa, setiap rejeki manusia tidak bisa tertukar" ucap Pak Yusuf mengakhiri ceramahnya. "Apakah ada pertanyaan?"

"Apakah istri juga termasuk rejeki Bi?" Tanya Ricky menanggapi penjelasan Pak Yusuf.

Pak Yususf menoleh ke arah Ricky dan tersenyum saat mendapat pertanyaan dari menantunya. "Istri, anak, maupun harta benda, bahkan jabatan sekalipun hanyalah titipan dari Alloh yang sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh_Nya, jadi kita harus lebih bijak dalam menjaga dan memanfaatkan amanah_Nya, karena selain bisa memeberikan kebaikan untuk kita, juga dapat menyesatkan dan menjauhkan kita dari sang Pencipt" jawab Pak Yusuf menjelaskan. Semua santri tampak mengangguk mengerti dengan penjelasan Pak Yusuf, hanya Ricky yang masih tampak memikirkan penjelasan ayah mertuanya itu.

Pak Yusuf kemudian menutup ceramahnya setelah para santri tidak ada yang mengajukan pertanyaan lagi.

Setelah tauziah selesai, Ricky yang biasa pulang duluan, kini menunggu Pak Yusuf dan pulang bersamanya.

Di tengah perjalanan Ricky mencoba mengeluarkan uneg-uneg yang dari tadi selalu mengganggu pikirannya. "Bi, bagaimana caranya agar saya bisa menjadi imam yang baik bagi istri dan anak-anak saya nantinya?"

Mendengar pertanyaan dari Ricky, Pak Yusuf menghentikan langkah dan menoleh ke arah menantunya. "Setiap makmum pasti akan mengikuti imamnya, dan imam yang baik, adalah dia yang mengerti makmumnya" jawab Pak Yusuf, lalu terdiam sesaat, dan melanjutkan kalimatnya saat melihat Ricky tampak belum memahami maksudnya. "Ajarkanlah istri dan anak-anakmu sesuai syariat islam, seperti yang dijelaskan pada Al qur'an dan agamamu, niscaya Alloh akan selalu meridhoi setiap jalan yang kamu tempuh, selama kamu berada di jalan yang benar, lagi baik" sambung Pak Yusuf lagi sambil menepuk pundak Ricky pelan.

"Dan bagaimana jika saya gagal Bi?"

"Gagal ataupun berhasil, kita hanya akan tahu di akhirat kelak, apakah istri dan anak-anak kita akan memudahkan jalan kita menuju syurga, atau justru malah sebaliknya, maka teruslah belajar menjadi imam yang baik, seperti yang Abi katakan tadi, karena sampai sekarang pun, Abi juga masih terus belajar" jawab Pak Yusuf sambil tersenyum. "Ayo pulang, bukankah orang tuamu akan kembali ke jakarta pagi ini"

"Iya Bi, makasih" jawab Ricky yang puas dengan jawaban Pak Yusuf. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan pulang.

Sesampainya di rumah, mereka sudah di tunggu semua penghuni rumah untuk sarapan bersama.

"Maaf ya, jadi kelamaan nunggu" ucap Pak Yusuf setelah tidak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu.

"Ah, enggak kok" jawab Pak Robby serelah mereka menjawab salam.

"Mari..silahkan.." ucap Pak Yusuf menawarkan tamunya untuk sarapan setelah dia duduk, dan mereka pun memulai sarapan.

Setelah selesai sarapan dan berbicang-bincang, Pak Robby dan Bu Sofi pun kemudian pamit pulang ke jakarta.

Syifa juga ikut Ricky mengantar orang tua Ricky sampai bandara menggunakan mobil Pak Yusuf.

"Jadi kapan kamu akan ke jakarta Rick?" Tanya Pak Robby di tengah perjalanan.

"Rencananya tiga hari lagi Pa, tapi pasti Ricky kabari lagi nanti kalau ada perubahan rencana" jawab Ricky yang masih fokus pada kemudinya.

"Oiya Syif, kamu mau kan kalau tinggal di jakarta bersama kami?" Tanya Bu Sofi pada menantunya.

"Insya Alloh Ma, aku terserah Mas Ricky aja" jawab Syifa sambil tersenyum dan menoleh ke arah Bu Sofi.

Bu Sofi pun mengarahkan pandangan pada anaknya. "Gimana Rick, kamu mau kan?"

"Liat gimana nanti aja Ma, soalnya aku pengennya buka usaha sendiri di kampung"

"Usaha? usaha apa?" Tanya Pak Robby penasaran. "Kamu kan tinggal nerusin usaha Papa, kenapa kamu malah pengen buka usaha sendiri?"

**Hai para readers..😊

Kalo kalian suka sama cerita ini, bantu author dong, biar makin semangat nulisnya. caranya mudah kok, tinggal kasih like, vote dan koment, gampang kan..😙**

Author sangat berterima kasih jika kalian mau ikut berpartisipasi🙏🙏🙏

1
Anonim
/Good/
jangkaremas
seruuu..
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
jangkaremas
makin seru
jangkaremas
masih lanjut
jangkaremas
jejak/Facepalm/
Anonim
lanjut lagi Thor, jangan lama2 up-nya..penasaran nih/Frown/
Anonim
ceritanya ringan tapi banyak berisi ilmu, apalagi dikemas dengan nuansa komedi jadi lebih mudah dipahami. Terima kasih author.
then_must_nanang
syarat pak Kiai memiliki makna yg sangat dalam.
Ya begini ini cerita yg aku suka.
semangat buat authornya.
Siti Muniroh
baru juga awal awalan udah kocak,gimana kalau di jadiin filem
Dede Saputra Djaelani
lanjut thor
sudi mukti susila
mana up datenya Thor
dah lama banget
Adi Marhadi
mana nih up datenya.....??
Fauzan Bahri
lanjut thor meskipun aku bacanya telat yg lain baca dr tahun 2020 lah aku baru baca😀
sul sul
kapan up lagi
Dwi Ningsih
semangat...ricky..!!!!
yamink oi
nyimak...
bagus sanggar hurif
assalammualaikum
Fatur Rohman
kapan lanjutan nya nih...
arief budiman
belum ada sambungan cerita masih nunggu
Fatonah
👍🙏🙏💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!