Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.
Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.
karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.
Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Men temen aku update dulu satu bab ya gigiku masih sakit. Yuks semangatin pake komen sama like yang banyak
Setelah Mario keluar bersama Joseph, Jena langsung menyusul Kirea yang kembali naik ke atas. Ketika dekat dengan pintu, Jena menghela nafas ketika mendengar suara tangisan Kirea.
Rupanya, setelah kembali ke kamar Kirea Langsung menangis, membayangkan bahwa dia mempunyai ayah seperti Mario, dan dia tidak mau mempunyai ayah seperti lelaki itu.
Jena pun membuka pintu, hingga Kirea langsung menoleh, dan tanpa diduga Kirea langsung berlari ke arah Jena, hingga Jena langsung menekuk kakinya, menyetarakan diri dengan Kirea dan sedetik kemudian Kirea langsung memeluk tubuh Jena lalu menangis sesegukan.
“Aku tidak mau punya ayah seperti dia, aku tidak mau dia menjadi ayahku.” Kirea terus menangis sesegukan, gadis kecil itu terus mengulangi ucapannya, hingga Jena terus mengelus punggung Kirea, kemudian Jena pun langsung menggendong tubuh gadis kecil itu lalu mendudukkan dirinya di sofa dan menundukkan Kirea di atas pangkuannya.
“Tidak apa-apa, jangan menangis." Jena terus Membelai punggung Kirea. Namun, bukannya menghentikan tangisnya Kirea malah semakin mengencangkan tangisnya.
****
“Aisshhh!” Mario berteriak dengan kencang ketika dia terjatuh, rasa marah yang dia. rasakan hilang berganti dengan rasa sakit karena lututnya terkena batu.
”Sialaannnn!” Mario langsung mengumpat berteriak dengan keras, ketika bangkit dari tanah. Dan tak lama, mata lelaki itu membulat ketika melihat orang-orang di sekitarnya, barusan semua orang-orang yang lewat menghentikan langkah mereka ketika melihat Mario dan Kelvin saling bertabrak mobil, dan ketika orang-orang menatapnya, Mario langsung berlari ke arah mobilnya.
***
“Kelvin, mobilmu!” pekik Soraya, saat ini Kelvin menghentikan mobilnya di supermarket, dia sengaja datang ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan sehat untuk Soraya, karena villanya ada makanan berat yang buruk untuk kesehatan Soraya.
Dan etika Kelvin dan Soraya turun, Soraya terpekik ketika melihat bagian belakang mobil kelvin yang sangat rusak, karena ditabrak oleh mobil Mario.
“Tidak usah dipikirkan Soraya, itu tidak masalah.”
Soraya langsung menunduk ketika mendengar itu dari Kelvin, sekarang Soraya begitu malu pada lelaki di depannya ini. Mario berhasil membuat kekacauan yang menyeret dirinya dan selalu membuat rugi Kelvin. Sekarang entah bagaimana lagi cara Soraya menghadapi kelvin yang sungguh baik padanya.
Melihat Soraya tertunduk, Kelvin langsung mengelus rambut wanita itu, dan sedetik kemudian Soraya langsung mengangkat kepalanya, hingga kini tatapannya bersibobrok dengan Kelvin, untuk pertama kalinya ada yang mengelus rambutnya seperti ini, hal yang sederhana tapi Soraya tidak pernah mendapatkannya dari siapapun, dan lagi-lagi jantung Soraya berdetak dua kali lebih cepat hingga dengan cepat pula Kelvin pun langsung menjauhkan tangannya.
“Tidak usah dipikirkan, mobilku banyak di garasi,” jawab Kelvin, lelaki tampan itu berusaha untuk mencarikan suasana agar tidak canggung seperti tadi. “Ya sudah, kau tunggu di sini, aku akan membeli cemilan dulu ke dalam.” Setelah mengatakan itu, Kelvin pun langsung berjalan ke arah supermarket, sedangkan Soraya kembali masuk ke dalam mobil.
****
Mario turun dari mobil, lelaki tampan itu meringis karena merasakan sakit di kakinya akibat terkena batu. Saat ini dia baru saja sampai di basement apartemennya, Mario berencana untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum dia kembali mengejar Soraya. Mario mempunyai taktik yang lebih hebat untuk memisahkan Kelvin dan juga Soraya, yaitu menggunakan Joseph.
Mario akan menyuruh Joseph untuk melarang Soraya berhubungan dengan Kelvin, dan cara ini adalah cara efektif, karena dia yakin Joseph tidak akan pernah membiarkan Soraya dekat dengan Kelvin, terlebih lagi dulu Kelvin pernah bermasalah dengan Joseph dan dia yakin jika Joseph menyuruh Soraya untuk jangan dekat dengan Kelvin, Soraya akan menurut.
Saat dia masuk ke dalam apartemennya, apartemen tampak sepi, tidak terlihat Regina ataupun Naina, dan seperti biasa pula, Mario tidak memperdulikan kedua orang itu.
Saat akan masuk ke dalam kamarnya, ternyata Naina keluar dari kamar ibunya, karena memang selama ini mereka berpisah kamar, ketika melihat ayahnya, wajah Naina berbinar, apalagi dia sudah tidak melihat ayahnya selama dua hari.
Sebenarnya, Naina sama seperti Kirea, Naina pun juga begitu kesepian, terlebih lagi Mario melarang Naina dan Regina untuk dekat-dekat dengan keluarga Mario, bahkan Mario tidak pernah mengajak Naina dan Regina ke rumah Jena dan Joseph ataupun ke rumah kedua orang tuanya.
Di Posisi Regina pun serba salah, pernah dia ingin bercerai dari Mario demi menyelamatkan mental Naina, tapi Mario tidak mengizinkan itu, tentu saja karena dulu Mario masih membutuhkan Regina dan Naina untuk memanas-manasi Soraya.
Pada akhirnya Regina memilih pasrah dan Naina juga cukup pengertian. Dia seolah mengerti bahwa ketika Mario di rumah, ayahnya bukan lagi miliknya, dan Naina tidak pernah protes dengan sikap Mario.
Ketika melihat Naina, Mario menatap Naina sama seperti dulu dia menatap pada Kirea, yaitu menatap putrinya dengan tatapan benci hingga Naina tertunduk dia tidak berani berbicara, gadis kecil itu langsung memutuskan untuk pergi ke dapur mengambil minuman untuk ibunya yang sedang demam.
***
“Silahkan masuk." ucap Kelvin Mempersilahkan Soraya untuk masuk.
Soraya pun masuk ke dalam, dan ketika masuk ke dalam Villa Soraya dibuat terperangah dengan desain yang sangat elegan, dia pun sebagai arsitek kagum dengan desain tersebut. Tak lama rasa kagum Soraya berubah menjadi rasa bingung, semua tatanan letak sudah sangat teratur dan sangat indah. Lalu kenapa Kelvin ingin merombaknya.
“Ayo masuk Soraya!” Soraya tersadar kemudian dia pun melanjutkan langkahnya, wanita cantik itu duduk di ruang tamu sedangkan Kelvin pergi ke atas untuk mengganti pakaian.
“Maaf membuatmu menunggu lama,” ucap Kelvin, ketika dia sudah sampai di ruang tamu.
Lelaki Itu membawa cemilan yang tadi dia beli.
“Oh ya kau ingin desain seperti apa?” tanya Soraya, Sebenarnya dia insecure menanyakan ini. Tapi jika dia tidak bertanya lebih jauh, dia takut Kelvin menganggapnya tidak mau mengerjakan pekerjaan yang diberikan.
“Kita bahas itu nanti, Kau pasti lapar karena baru saja bekerja. Ini aku belikan cemilan, ini sangat baik untuk ginjalmu.”
Baru saja Soraya akan mengambil cemilan itu, tiba-tiba Soraya menghentikan gerakannya. wanita cantik itu menatap Kelvin dengan aneh. “Tunggu, kenapa dia bisa tau tentang ginjalku.”
Ingat dah kena strok