Slow Update.
Kenan seorang penderita Kanker yang hanya menunggu menit saja untuk kematiannya tak sengaja masuk ke dalam tubuh seorang Qenan Satergonius Rilixks seorang NPC dalam kisah 'Macha'.
Masuk ke tubuh seorang NPC yang ternyata adik tiri dari sang Antagonis!, sama sekali tak membuatnya pusing!, lagi pula dia hidup hanya untuk dirinya sendiri.
Penulis!, saya tidak akan mengubah plot!, tapi maafkan saya jika menjadi sedikit egois dan mengubah jalan takdir NPC ini!.
Tapi apa yang terjadi?!!, kenapa Antagonis ini suka mengambil fotonya?!, serta selalu menempel kepadanya?!, ayolah kakakku sang Antagonis, Male Land dan Female Land ada di sebelah sana!.
Biarkan aku dengan tenang mengurus pekerjaanku untuk jadi kaya serta berkuasa ok?!!!.
Revisi sampai = 32.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SW Universe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Pangeran pertama juga memiliki tatapan sedikit syok dia tidak menyangka bahwa sepupunya ini ternyata cukup murah hati kepada kakak tirinya.
Sang host juga tak kalah terkejut pasalnya 5 Miliar untuk pembukaan adalah hal yang cukup besar.
"Baiklah apa ada yang ingin menawar lagi?"tanyanya kepada semua tamu.
Namun di antara banyaknya tamu yang hadir mereka sama sekali tidak ada yang membuka suara bahkan ruangan VIP 10 pun kini sudah diam.
"Baiklah maka barang pertama akan di miliki oleh pemilik ruangan VVIP no 1,"ujar gadis itu dengan senyumnya.
Tak lama barang selanjutnya di keluarkan itu adalah sebuah hewan peliharaan itu sebuah kucing putih yang gemuk dan cantik.
Qenan melihat itu kini menatap dengan cermat kucing tersebut, itu memang indah tapi sayang sekali dirinya takut kucing!.
"Grand Duke menurutmu kucing itu betina atau jantan?"tanya Pangeran pertama di sebelahnya dengan ekspresi serius.
Qenan yang mendapatkan pertanyaan tersebut kini mengerutkan keningnya bingung, pasalnya dia juga tidak tau!, dia juga berfikir bahwa Pangeran pertama ini sedang bercanda mengatakan hal tersebut kepadanya!.
"Mana aku tau,"jawab Qenan dingin dan sedikit acuh tak acuh, sama sekali tidak perduli.
"Aku yakin itu betina, lagi pula apakah ada kucing jantan yang begitu indah dan lembut sepertinya?"ujar Pangeran pertama dengan ekspresi seriusnya.
Melihat ekspresi serius dari Pangeran pertama Qenan sedikit tercengang, jadi orang di sebelahnya ini tidak bercanda soal apa yang dia katakan sebelumnya!?, sungguh di luar akal sehat.
Nyatanya bukan hanya Qenan yang berfikir demikian bahkan Crystal yang sedari tadi ada di belakang mereka juga berfikir bahwa Pangeran pertama sedikit tidak normal!.
"Barang kedua adalah sebuah hewan peliharaan, harganya di mulai dengan 15 juta,"ujar gadis host tersebut.
Harganya dalam sekejap kini naik, sama seperti sebelumnya hewan peliharaan itu hanya akan menarik perhatian para wanita dan gadis muda.
"16 juta,"
"17 juta,"
Dan terus saja bertambah hingga mencapai 20 juta dalam sekejap mata.
"19 juta,"
"20 juta,"
Qenan hanya menatap malas tawar-menawar yang terjadi di bawah sana.
"Kamu tidak menawar kak?"tanya Qenan kepada kakaknya.
Dia berfikir mungkin kakaknya juga suka dengan kucing cantik tersebut pasalnya banyak gadis-gadis muda yang nampak menyukai hewan itu dan menawar dengan harga yang lumayan tinggi.
"Tidak aku memiliki alergi terhadap bulu kucing,"jawab Crystal dengan tatapan sedikit menyesal.
Dia sebenarnya juga tertarik dengan kucing cantik berbulu putih itu tapi dia tidak bisa merawatnya sama sekali, jadi tidak ada gunanya menawar.
Qenan yang mendengar jawaban itu kini menganggukkan kepalanya tanda bahwa dirinya mengerti.
"25 juta!"
Teriakan dari Pangeran pertama yang ada di sebelahnya membuat dirinya terkejut pasalnya beliau berteriak cukup keras.
"Yang Mulia membuang-buang uang untuk hal seperti itu bukankah anda minta di marahi oleh Raja?"ujar Niel yang tiba-tiba datang dari belakang, dia baru saja kalah main game dan tertarik dengan apa yang terjadi jadi dia segera juga merapat untuk melihat.
Yah alat game di ruangan ini cukup bagus jadi dia tadi mampir main sebentar siapa yang akan menyangka bahwa dia rupanya akan kalah dengan cepat.
Walaupun dia termasuk Tuan Muda yang cukup nakal dan bahkan selalu kabur di saat ada pelajaran di rumah dengan ayahnya dan memberontak tapi untuk masalah seperti ini dia sedikit tau akan hal tersebut, lagi pula mau bagaimana pun dia adalah pewaris keluarga Viscount.
"Aku hanya suka kucing itu,"jawab Pangeran pertama sambil berusaha mempertahankan wajah datarnya.
"Niel benar Yang Mulia menawar kucing itu sama sekali tidak berguna bagi Kekaisaraan, bukankah jika anda menawar kucing tersebut hanya akan membawa amarah dari Raja,"ujar Qenan memberi nasihat.
"Tak masalah untuk masalah ayahku aku bisa dengan mudah menghadapinya,"ujar Pangeran pertama dengan percaya diri.
Melihat Pangeran pertama yang sangat percaya diri dia tidak lagi berbicara, dan membiarkan Pangeran pertama melakukan hal yang dia mau.
"Anda yakin? Aku dengar barang yang di inginkan Yang Mulia harganya mencapai lebih dari 100 Miliar,"ucap Qenan lagi memberi peringatan dia takut bahkan Pangeran pertama lupa akan sebuah benda yang wajib dia dapatkan.
Sebagai tamu VVIP Qenan terlebih dahulu sudah mengetahui daftar barang-barang yang akan di lelang dia juga tau harganya secara spesifik.
Pangeran pertama yang mendengar hal tersebut sedikit terkejut jika yang di katakan Qenan benar maka dia tidak bisa membeli barang lain selain barang yang di inginkan ayahnya.
Jadi dia dengan cepat menjadi panik pasalnya dia sama sekali tidak membawa uang pribadi karena pada awalnya dia sama sekali tidak tertarik dengan pelelangan ini bahkan saat 2 hari yang lalu di mana daftar barang datang dia sama sekali tidak membacanya dan hanya melempar kertas tersebut ke samping!.
"Kenapa kamu baru memberi tahuku soal hal ini!"ujar Pangeran pertama.
Mendengar apa yang di katakan oleh Pangeran pertama Qenan kini mengerutkan keningnya.
"Yang Mulia sama sekali tidak bertanya pada saya, dan lagi pula pelelangan sudah memberi tahu anda soal daftar barang yang akan muncul di sini, jangan bilang anda malah melempar kertas itu ke samping,"ujar Qenan menatap Pangeran pertama dengan sedikit aneh.
Dia tau bahwa tamu VIP juga mendapat daftar barang walaupun itu hanya namanya saja dan tidak di sertai dengan harga dan gambar tapi seharusnya Yang Mulia sudah mempersiapkan hal ini secara matang.
"Yang Mulia jangan katakan kepadaku bahwa kamu sama sekali tidak membawa uang cadangan saat ke sini,"ujar Qenan dengan sedikit cemas, pasalnya jika itu terjadi itu akan jadi masalah besar.
"Aku tidak membawanya, kamu tau bukan aku sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal seperti pelelangan!?"ujar Pangeran pertama dengan panik.
Apa lagi saat suara dari gadis host menyatakan bahwa dirinya menang dalam hal menawar kucing tersebut.
"Selamat lagi pada tamu VVIP nomer 1 karena telah memenangkan barang kedua,"ucap gadis host dengan senyum.
Saat suara gadis host telah jatuh kini Pangeran pertama hanya bisa terkapar di kursinya seakan-akan nyawanya telah melayang.
Qenan yang melihat itu hanya menghela nafas sambil menutupi setengah wajahnya dengan tangan.
"Tenang saja Yang Mulia saya akan meminjamkan 25 juta kepada anda untuk membeli kucing tersebut,"tawar Qenan dengan murah hati jarang-jarang dia mau meminjamkan uang untuk orang lain.
Mendengar apa yang di katakan Qenan Pangeran pertama sangat lega.
"Benarkah?"tanyanya senang.
"Iya,"
Barang ke-3 adalah sebuah bola kristal, hal yang sering du gunakan oleh para Penyihir, tentu saja barang ke-3 banyak di minati oleh para Penyihir yang hadir atau bahkan hanya orang kaya bosan yang berniat menjadikan bola Kristal itu sebagai hiasan, atau koleksi.
Sampai barang ke-30 kini sudah terjual dan waktu juga sudah menunjukan sore hari.
Sebenarnya saat ini Qenan lumayan pegal untuk terus duduk di kursinya.
Melirik ke belekang di sana dia bisa melihat Crystal yang saat ini sedang terbungkus oleh selimut di atas kasur dan Niel yang saat ini sedang lanjut main game.
Qenan tiba-tiba berdiri dari duduknya dan membuat Pangeran pertama sedikit penasaran.
"Mau kemana?"tanya Pangeran pertama.
"Aku lelah jadi aku akan main game bersama Niel,"ujar Qenan.
"Bukankah pelelangan sedang berlangsung?, apa kamu tidak takut akan ketinggalan barang yang kamu inginkan?"ujar Pangeran pertama.
"Tidak benda yang aku inginkan ada di urutan ke-50 dan itu akan keluar saat jam 12 malam nanti jadi sebaiknya sekarang aku bersantai,"ujar Qenan dan berjalan kearah Niel.
Namun sebelum dirinya benar-benar jauh dia kembali menatap Pangeran pertama.
"Sebaiknya anda juga beristirahat Yang Mulia benda yang di inginkan Raja ada di urutan ke 71 itu sekitar jam 3 malam nanti akan keluar,"ujar Qenan memberikan informasi pasalnya dia tau Pangeran pertama pasti juga tidak tau akan hal tersebut.
Pangeran pertama yang mendengar kini nampak sedikit lega pasalnya dia sendiri juga sudah lelah.
"Iya aku juga akan tidur sebentar,"ujar Pangeran pertama melirik ke bawah sana di mana para tamu sepertinya juga banyak yang sudah terkapar dan tertidur di kursi mereka.
Bahkan host juga sudah berganti orang kali ini itu juga seorang gadis hanya saja dia memiliki senyum yang lebih manis dari pada gadis yang pertama.
Kini dia berdiri dari duduknya dan sedikit menatap Crystal yang tidur di kasur dengan nyaman akhirnya dia pergi ke sofa dan berbaring di sana, siapa sangka bahwa belum lama dia berbaring dirinya sudah pergi kealam mimpi dengan cepat.
Qenan kini sudah bergabung dengan Niel untuk main game.
Itu adalah game pesawat antariksa yang melawan banyak sekali alien yang ingin menginvasi bumi.
Mereka berdua kini memainkan game sampai jam 7 malam.
Awalnya mereka sama sekali tidak mau berhenti main hanya saja sebuah ketukan di pintu membuat mereka berhenti.
Dan ternyata itu adalah Pelayan yang datang mengantarkan makanan rupanya makan malam sudah tiba dan pelelangan juga di hentikan untuk sementara.
Crsytal dan Pangeran pertama juga kini sudah bangun.
"Makan malam sudah datang?"tanya Pangeran pertama mendekat kepada Qenan dan Niel yang saat ini sedang duduk di kursi dengan makanan yang memenuhi meja.
Meja makan itu baru saja di tata oleh para Pelayan yang baru saja datang.
"Iya, Yang Mulia bangunlah dan makan selagi masih hangat,"ujar Qenan.
"Ya tentu,"
Pangeran kini duduk bersama mereka, mereka bertiga kini sudah mulai memakan makanan mereka kecuali Crystal yang masih saja di atas kasurnya sambil memeluk bantal guling dia masih ngantuk.
Qenan yang melihat kakaknya masih memiliki wajah bantal kini menghentikan aksi makannya dan mulai berjalan menuju kakaknya.
"Kak ayo makan, jangan menundanya jika tidak perutmu akan sakit dan membuat mama khawatir,"ujar Qenan dengan lembut.
"Aku malas,"
"Apa aku perlu membawa ke sini makananya?"tanya Qenan lagi.
"Um, bawakan ke sini,"ujar Crystal.
Segara saja Qenan kembali ke meja makan dan mengambil nasi serta bebarapa lauk pauk dan memberikannya kepada Crystal.
"Makan,"
Crsytal kini dengan patuh makan di atas kasur.
Kini makan malam sudah mereka santap dan pelelangan juga sudah di mulai lagi.
Crystal dengan bosan memainkan handphone.
Namun siapa sangka bahwa teman-temannya sama sekali tidak online jadi dengan bosan di melihat dimana pelelangan di adakan dan duduk di kursi Qenan.
Itu adalah barang ke 35 sebuah busur yang sangat indah dengan hiasan banyak permata.
Melihat busur cantik itu Crystal melebarkan matanya.
"Itu cantik,"ujar Crystal yang bisa di dengar oleh ke-3 laki-laki di belakangnya.
"Apanya yang cantik? Itu hanya busur dengan hiasan permata sama sekali tidak cocok untuk berburu apa lagi berperang,"ujar Qenan menangggapi Crystal.
Mendengar hal itu Crystal hanya cemberut dan melihat-lihat lagi.
Dia sama sekali tidak membeli busur itu lagi pula dia berfikir bahwa benda-benda yang telah dia tawar sebelumnya sudah sangat banyak.
Sepanjang benda-benda keluar Crystal akan mengatakan cantik kepada benda-benda yang menarik di matanya tapi dia sama sekali tidak ada niat untuk menawar.
Hingga akhirnya barang ke-50 benda yang sangat di inginkan Qenan kini muncul.
"Baiklah ini adalah benda ke-50 hari ini, itu adalah sebuah pedang panjang yang sangat indah dari zaman kuno konon katanya pemilik pedang ini dulunya adalah seorang Kesatria yang mampu membunuh Raja iblis usia pedang ini juga tidaklah muda itu sekitar 25 abad!"
"Harga awalnya cukup mahal itu adalah 25 Miliar,"ujar gadis host itu.
Suara gadis host cukup keras sehingga Qenan mampu mendengarnya.
Mendengar bahwa benda yang dia inginkan telah muncul Qenan segera saja menuju kursinya.
Bahkan Crystal yang masih duduk di saja dia tarik kesamping.
"26 Miliar,"
"30 Miliar,"
"45 Miliar,"
Tawaran demi tawaran kini terdengar di bawah sana bahkan semua ruangan VIP juga ikut menawar pedang tersebut.
"73 Miliar,"
Suara dari ruangan VVIP no 2 kini terdengar dan cukup membungkam semua orang yang ada di bawah dan membuat setidaknya 6 ruangan VIP di lantai 2 diam juga.
Qenan yang tau bahwa lawannya bukanlah seseorang yang mudah kini nampak mengepalkan tangannya.
"88 Miliar!"
Ujar Qenan dengan keras.
Dan ternyata itu cukup efektif dan membuat semua ruangan VIP di lantai 2 terdiam tapi tentu saja VVIP no 2 sama sekali belum menyerah.
"89 Miliar,"seru ruangan ke 2
Qenan jelas tak mau kalah dia harus mendapatkan pedang itu dan melengkapi koleksi leluhurnya.
Jika bukan karena pedang itu apa Qenan bersedia datang ke pelelangan?, tentu saja tidak!.
Pedang itu bukan hanya sekedar pedang miliki Kesatria yang mampu membunuh iblis tapi nyatanya Kesatria itu adalah salah satu leluhur keluarga Rilixks!.
Jadi dia harus mendapatkannya, dalam ruangan pusaka keluarganya pedang tersebut telah hilang kebih dari 10 abad! Dan sama sekali tidak bisa di temukan, jadi saat dia tau bahwa pedang tersebut akan muncul di sini dia merasa senang.
"95 Miliar,"ujar Qenan dia sangat gigih.
"96 Miliar,"
Mendengar bahwa ruangan sebelah hanya berani untuk menaikan harga 1 Miliar saja Qenan kini tau bahwa ruangan sebelah tidak sekaya dirinya.
"110 Miliar,"ucap Qenan lagi dan mampu membungkam lawannya.