NovelToon NovelToon
Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria

Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Dunia Lain / Anak Genius / Fantasi Isekai / Game
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lon3lySun

Di dunia nyata, Haruki Nakamura adalah seorang jenius siswa SMK yang sering mendapat penghargaan dan juara 1 di sekolah. Namun, hidupnya berubah drastis saat dia menjadi salah satu beta tester untuk game VR terbaru yang sangat dinantikan, Eclipteria. Game ini menarik perhatian banyak orang karena trailer spektakulernya.

Selama tiga bulan beta tes, Haruki mencapai pencapaian luar biasa. Dia adalah satu-satunya yang berhasil mencapai lantai 50 dari 100 lantai yang ada dalam game ini. Namun, dalam menit-menit terakhir beta tes, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Ketika dia mengalahkan boss tersembunyi di lantai terakhir, dia mendapatkan sebuah item misterius.

Dia menggunakan item aneh tersebut, tapi tidak terjadi apapun. waktu telah habis, Haruki tidak di logout secara paksa merasa aneh Haruki merasa seolah-olah dia hanyut dalam aliran cahaya yang menyilaukan. Ketika dia membuka mata, dia tiba-tiba berada di dunia yang sepenu berbeda, bukan lagi dalam dunia "Eclipteria" yang dia kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lon3lySun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34 : Lantai 20 (4)

Pertempuran yang sengit berlanjut, dan dalam sekejap puluhan anak panah melesat dengan cepat, mengarah pada kepala monster-monster, membunuh mereka satu per satu. Ilmuwan tak berdaya terpana melihat makhluk ciptaannya dikalahkan begitu mudahnya.

"Apa, bagaimana mungkin!" ucap ilmuwan dengan ekspresi terkejut.

"Sekarang giliranmu," Ucap Nitha dingin, melepaskan busurnya dan mengarahkannya ke arah ilmuwan itu.

"Tung—" Nitha melepas busurnya, mengakhiri kehidupan ilmuwan tersebut.

Sementara itu, Yuki melihat sebuah peta yang tergeletak di atas meja yang rusak akibat pertarungan tadi. Dia mengambil peta itu dan memeriksanya dengan seksama.

"Nitha, lihat," kata Yuki sambil mengambil sebuah peta. "Sepertinya kita akan segera menemukan Haruki."

Nitha mendekat dan melihat peta tersebut, namun tiba-tiba terdengar suara dari sudut ruangan yang membuat mereka waspada.

"Apa itu?" ucap Yuki dengan kewaspadaan.

Sementara itu, Haruki masih terlibat dalam pertempuran sengit dengan patung batu penjaga pintu. Patung-patung kecil yang berada di sekitar kini juga bergerak dan ikut bertarung, membuat situasi semakin merepotkan.

"Benar-benar sistem yang merepotkan," ucap Haruki dengan ekspresi kesal.

Haruki memutuskan untuk sedikit mengeluarkan kekuatannya. Aura di sekeliling tubuhnya meningkat, dan keluar percikan listrik dari tubuhnya.

"Aku akan mengakhiri ini dengan cepat," kata Haruki, lalu dengan kecepatan tinggi, dia meluncur menuju patung-patung kecil dan menebas mereka satu per satu. Kekuatan serangannya begitu besar hingga membuat pedangnya hancur karena tidak mampu menahan tenaga dalam yang dilepaskannya.

Haruki melihat pedangnya yang kini telah menjadi partikel-partikel gelap yang memudar. Dia merenung sejenak, "Apakah aku terlalu berlebihan?"

Namun, dengan wajah yang tetap tenang, dia melanjutkan. "Yah, tidak masalah. Mungkin aku akan mencobanya sekarang." Haruki dengan santai menciptakan sebuah busur dari partikel-partikel hitam yang melayang-layang di sekitar tangannya.

"Apakah kau bisa menahan ini?" Ucap Haruki pada patung batu itu yang pastinya patung itu tidak akan bisa mendengar ucapannya sama sekali. Harukimenarik busurnya dan tiba-tiba sebuah anak panah muncul di ujungnya. Dengan mantap, Haruki melepaskan busurnya, dan anak panah dengan kekuatan yang sangat besar melesat menuju patung batu itu, menghancurkannya dengan mudah. Suara gemuruh terdengar karena kerusakan yang disebabkan oleh serangan tersebut.

Haruki memandang puing-puing patung batu yang tadi sangat kuat dengan rasa puas. "Yah, sepertinya yang ini terlalu berlebihan," ucapnya sambil melihat busurnya yang kini telah berubah menjadi partikel hitam yang akhirnya menghilang.

Namun, sesaat kemudian, terdengar suara benda jatuh yang sepertinya sangat berat. Haruki memandang ke arah sumber suara dan melihat sebuah bola berwarna merah yang terguling keluar dari tumpukan puing-puing. "Hm?" pikirnya, mendekati bola tersebut dengan hati-hati.

Haruki mengambil bola kunci itu dan mencocokkannya dengan lubang yang ada di pintu. Tanpa pikir panjang, dia memasang bola tersebut, dan pintu pun terbuka perlahan, mengungkapkan pemandangan ruangan yang sangat luas, dengan pilar-pilar besar yang menjulang sebagai penyangga. Dengan banyak tanaman rambat yang tumbuh di dinding ruangan. Di tengah ruangan tersebut terdapat sebuah kubus besar yang tampaknya menjadi fokus utama ruangan tersebut.

Haruki melangkah lebih dekat ke dalam ruangan itu, tatapannya tak beranjak dari kubus tersebut.

"Ruangan apa ini?" batinnya, sementara tubuhnya tetap berjalan

dengan tenang dan mantap, tidak menunjukkan ekspresi yang jelas di wajahnya.

Haruki mendekati kubus tersebut dengan hati-hati, mencoba untuk memahami apa sebenarnya fungsi

kubus tersebut. Ketika tangannya menyentuh permukaan kubus, tiba-tiba aliran

listrik merambat kesekujur tubuhnya, membuatnya tersengat dan mengalami rasa sakit yang

tajam.

"Sebuah perangkap?" gumamnya, merasa kesakitan akibat sentuhan listrik tadi.

Haruki dengan mantap mencoba lagi, kali ini dengan kekuatan yang lebih besar, tanpa sengaja meledakkan dan menciptakan suara ledakan yang menggema. Haruki, yang berdiri di dekat kubus itu, merasa angin ledakan dan puing-puing kubus yang melayang di sekelilingnya.

Dari balik puing-puing, terlihat seorang gadis dengan rambut putih yang panjang tergeletak. Gadis itu tampak pucat dan lemah, mungkin karena lama dipenjarakan dalam kubus tersebut.

Haruki bergegas mendekatinya dan mencoba untuk memeriksa keadaannya. Haruki mengamati wajah gadis yang terjatuhdengan seksama. Dia mencari tanda-tanda cedera atau kondisi kesehatan yang memerlukan pertolongan medis.

"Dia tampaknya baik baik saja," batin Haruki. "Siapa yang telah melakukan hal ini padanya?"

"Sepertinya dia pingsan," batin Haruki, khawatir melihat gadis itu dalam kondisi seperti itu.

Dengan hati-hati, Haruki mencoba untuk menggendong gadis itu. Namun, tiba-tiba ruangan bergetar lagi, dan tanaman rambat yang sebelumnya tampak mati di dinding tiba-tiba bergerak hidup. Mereka menjulurkan batang-batang mereka dan mulai menyerang Haruki.

Haruki terkejut ketika tanaman rambat yang semula diam mulai bergerak dan menyerangnya.

“Sial, tanaman rambat ini sangat mengganggu.” Ucap Haruki kesal.

Dengan seorang gadis pingsan di tangannya, dia harus bergerak cepat untuk menghindari serangan tanaman-tanaman itu.

Dengan kecepatan dan kekuatannya, Haruki berusaha menghindari setiap serangan tanaman rambat yang mendekatinya. Beberapa tanaman mencoba untuk meraih gadis yang sedang dia gendong, namun dia dengan cekatan menjauhkannya.

Haruki terus bergerak dengan cepat, mengamati setiap gerakan tanaman rambat dan mencari cara untuk menemukan jalan keluar dari pertempuran ini. Dia memperhatikan pola gerakan tanaman-tanaman tersebut dan mencoba untuk menemukan celah di antara serangan mereka.

Sementara itu, tanaman-tanaman rambat terus menyerang dengan serangan mereka yang ganas. Haruki harus bergerak dengan cepat, menghindari setiap serangan dan mencoba untuk menemukan celah dalam pertahanan tanaman-tanaman itu.

Beberapa tanaman mencoba meraih gadis yang sedang dia gendong, sementara yang lain mencoba menjebaknya dengan menciptakan jeratan rambat. Haruki dengan cekatan menghindari setiap serangan, terkadang melompat dan berputar di udara untuk menghindari jeratan rambat.

Sementara dia terus bergerak, dia mencari benda atau objek apapun yang dapat digunakan untuk menghentikan tanaman-tanaman ini. Dia melihat beberapa batu besar di sudut ruangan dan memutuskan untuk mengambil satu. Dengan kekuatan luar biasanya, dia melemparkan batu itu pada salah satu tanaman rambat, memecahnya dan membuatnya layu.

Tanaman rambat semakin agresif dan cepat dalam serangannya, membuat situasi semakin sulit bagi Haruki. Tanaman-tanaman itu terus mengejar mereka, dan Haruki berjuang keras untuk menghindari serangan mereka sambil membawa gadis tersebut.

"Sial, jika saja aku tidak membawa gadis ini," batin Haruki. Dia merasa semakin tertekan oleh serangan tanaman-tanaman ini karena harus menjaga gadis yang sedang ia gendong agar tidak terluka. Tapi dia tahu bahwa dia tidak boleh menyerah dan harus menemukan cara untuk keluar dari situasi ini.

Dalam usahanya untuk mencari jalan keluar dari serangan tanaman rambat yang semakin ganas, gadis yang digendong Haruki tiba-tiba membuka matanya perlahan. Mata merahnya yang indah bersinar dalam kegelapan ruangan. Tanpa pikir panjang, gadis itu dengan cepat mengejar leher Haruki dan menggigitnya, menghisap darahnya dengan rakus.

"A-apa yang kau lakukan?" ucap Haruki terkejut, merasa lemah oleh tindakan mendadak gadis itu.

1
Qean
Belial Tamvan, semoga nanti ada ereshkigal yg syantik/Drool/
Lon3lySun: ilus dalam proses... doain bisa selesai
total 1 replies
Qean
lanjutkan..😍
Lon3lySun: sedang dalam proses...
total 1 replies
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
cemangattt toh ka thor/Determined//Determined/ akuh dh menghalu kian jadi tokoh di novel ini🥲🤣😭🤧🤭
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก: hooh ka 😁 masama /Slight//Hey//Determined/
total 2 replies
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
cantik banget ilustrasi Dewi nya, bajunya kyk game mlbb keren cuks 🤌🤌/Bye-Bye//Slight//Facepalm//Determined/
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
cantik banget pasti /Slight/tapi akuh pengen liat ilustrasi gambar nya juga 🥲😁upsh akuh jujur sekali jangan di bawa ke hati ka thor canda doang 🤣😭🤧🤭
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก: hehe iya toh akuh baru liat /Smile//Smile/
total 2 replies
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
rajin banget ya thor up nya pas liat novelnya eh tau² udh banyak episode yg up, semangat /Determined//Determined/
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก: oh gitu toh tetap niat sekali ya ka thor, memang sih novelnya bagus walaupun aku sempat bingung 🥲😅 tapi seru juga /Slight/
total 2 replies
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
hampir sempat bingung di tengah² ceritanya 🥲🤭
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
gemess banget 🤭🫣🫠
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
semangat thor saya tunggu kelanjutannya /Determined//Determined/
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก: oh ongeh di tunggu
total 2 replies
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
nih dua orang selalu berdua aja /Slight/
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
hampir mirip kyk Lily gak sih
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก: oh, sempat ngira itu si Lily 🥲
total 2 replies
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
cantik banget ilustrasi nya
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
imut banget si lily
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก: iya, tentu saja memang imut
total 2 replies
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
ehek, jangan pake banget nanti dia sadar🤭
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
pantes aku gak temu rupanya sembunyi di balik pohon /Facepalm/
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
jangan lebar kali nanti kemasukan serangga terbang 🤣🤭 upsh canda /Facepalm/
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
seperti nya anda suka main game ya thor, sempat bingung sih jadinya karena kyk main game sungguhan 🥲
Lon3lySun: begitulah...
total 1 replies
ɑׁׅꪱׁׁׁׅׅit𖤐~น่ารัก
hai thor aku mampir bagus nih awal mulanya, di kasih tau tuh pengertiannya apa kata ini, ya uwes semangat thor/Determined//Determined/
Lon3lySun: makasih... ^-^
total 1 replies
Sena Kobayakawa
Saya jatuh cinta!
Murniyati Mommy
Ga pernah kerasa boring saat baca cerita ini, ada sesuatu yang selalu terjadi tiap halamannya.
Lon3lySun: makasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!