Kehidupan yang pahit di saat remaja, sungguh membuat Keyra sering menangis. Hidup dengan ibu yang sendirian. Karena menolong seorang teman yang dirundung, Keyra menjadi target selanjutnya.
Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang berandalan geng motor, membuat Keyra semakin kewalahan. Ia tidak tahu, dia dengan lelaki itu menjadi semakin dekat. Ternyata, Aprilio sama sakitnya seperti Keyra.
Keyra mau membantu masalah Aprilio, dengan syarat lelaki itu harus sedia melindungi Keyra, selalu.
Bagaimana kisah keduanya melewati kehidupan remaja mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyna Octavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Siapakah?
...SELAMAT MEMBACA!!...
Hari ini, sekolah Keyra pulang lebih awal. Masih pukul sebelas. Katanya, akan ada perencanaan untuk sebuah acara dan para guru memutuskan memulangkan para siswa lebih pagi. Tentunya, siswa dan siswi berhamburan keluar dengan perasaan senang.
Gadis berambut pendek yang digerai itu melangkahkan kaki sendirian, di antara banyaknya murid. Mereka berjalan bersama, sedangkan Keyra sendiri. Keyra tidak memperhatikan jalan, membuatnya tersandung kakinya sendiri. Seketika, dia mengarahkan pandangan di sekitar.
Banyak manusia bersuara ramai sejak tadi, yang sebenarnya sudah memecahkan fokus. Namun, Keyra masih tidak bisa untuk menatap mereka secara langsung. Dia menghentikan langkah saat itu, melihat sekitar. Tak lama, seseorang mengagetkan Keyra dengan menepuk pundak sambil melompat. "Lo pulang sama siapa?" tanya lelaki itu. "Sama Lio?"
Keyra menggelengkan kepala menjawab pertanyaan yang diberikan Antonio. "Sama gue aja," ucap Antonio.
"Gak usah, gue bisa jalan kaki, kok."
"Kalau Lio tau gue gak kasih lo tumpangan, dia marah sama gue, Ra."
Keyra menatap Antonio dari samping, ucapannya benar juga. "Ya udah," jawab Keyra.
Mereka berjalan berdua hingga sampai di area lapangan, Antonio menghentikan langkah. "Lo tunggu di depan aja, gue ambil motor dulu," ujar Antonio.
Keyra ikut berhenti dan menatap lelaki di depannya itu sambil mengerutkan kening karena panas. "Iya," jawab Keyra. Lalu, Antonio melenggang dari sana.
Di bawah langit yang terang dan terik matahari siang, membuat kening Keyra berkerut. Belum memasuki masa hujan, menjadikan sekitar menjadi lembab dan terkesan gerah. Keyra tidak sendiri, banyak siswa lain yang sepertinya menunggu jemputan, sedangkan Keyra menantikan Antonio.
Tidak lama menunggu, Antonio dengan motor besarnya menghampiri Keyra dan behenti tepat di depannya. Keyra segera naik ke boncengan motor Antonio. "Gak langsung pulang. Tadi gue kabarin Lio, gue disuruh bawa lo ke bengkelnya," ujar Antonio.
Mendengarnya, Keyra mengerutkan kening. "Kenapa lo bilang?" tegur Keyra.
"Gue mau servis motor juga. Siapa tahu dikasih gratis sama Lio karena udah nganterin lo juga," kata Antonio, sambil cengengesan.
"Ya kalo itu bengkel Aprilio sendiri. Dia cuma kerja di sana."
"Gue minta gratis ke om gue kalo gitu, kan itu bengkel om gue."
"Hah?" Keyra sontak menganga, jika omnya adalah pemilik bengkel, kenapa meminta gratisan ke Aprilio terlebih dahulu? Kenapa tidak langsung bilang ke omnya? Di antara teman Aprilio yang Keyra kenal, Antonio paling aneh.
Dari cara mengendarai motor, ternyta Antonio juga lebih kasar daripada Aprilio. Lelaki itu melajukan motornya begitu kencang hingga membuat Keyra terpaksa harus meremas baju orang di depannya. "Pelan-pelan, Nio!" tegur Keyra, sambil menahan rasa takutnya.
Mendengarnya, Antonio sedikit memelankan motornya.
"Ngaku! Lo pasti belum ada SIM!" seloroh Keyra.
"Udah punya gue!"
"Lebih nyeremin daripada dibonceng Aprilio," ungkap Keyra.
"Jujur, gue baru bisa bawa motor lima bulan lalu dan langsung buat SIM, untungnya lulus."
Keyra tidak menyangka mendengarnya. Bukankah Antonio bergabung geng motor sudah cukup lama.
"Gue udah dari SMP gabung Ferocious Eagle, tapi sebelum bisa naik motor, gue selalu dibonceng Pamiro," ucap Antonio, kemudian terkekeh.
"Oh? Hahaha, lo beban dong sebelum itu," celetuk Keyra.
Antonio tidak bisa menolak pernyataan itu, sungguh benar.
.....
Antonio benar-benar membawa Keyra ke tempat kerja Aprilio dan lelaki itu sepertinya juga sedang menunggu kedatangan mereka berdua.
Sesampainya, Aprilio menarik kerah baju Antonio dan berbisik di telinga lelaki itu, "Gak lo apa-apain, kan?" tanya Aprilio, dengan suara berat.
"Dikit," jawab Antonio, dengan berbisik juga.
Aprilio membulatkan mata, dia melepas cengkramannya dari Antonio. Lalu, ia menarik Keyra ke dekatnya dan menelisik ke setiap bagian, sedangkan Antonio hanya tertawa ringan.
Sadar kalau Antonio mempermainkannya, Aprilio melemparkan tatapan tajam hingga membuat keberanian Antonio menciut.
Antonio melenggang memasuki bengkel, menghampiri salah seorang pekerja di sana. "Bang, gue mau servis, dong. Udah lima bulan belum ganti oli juga," ujar Antonio. "Tapi, nanti bilangin ke bos lo, Bang! Gratis buat Antonio!" Lalu, dia menepuk-nepuk pundak pria di depannya.
"Kalo keponokan bos kayak lo semua, bisa gulung tikar om lo," seloroh pria di depannya Antonio tersebut.
Aprilio seorang pekerja keras. Tangannya sangat kotor berwarna hitam, juga keringat yang menetes dari keningnya sangat menjelaskan. Bajunya yang berwana biru muda pun banyak coretan di sana. "Lo tunggu di sini, bentar! Gue ambil jaket dulu," ujar Aprilio, menyuruh Keyra agar duduk di kursi sambil menunggunya.
"Kerjaan lo?" tanya Keyra.
"Udah selesai, kok," jawab Aprilio. Lalu, dia mengambil sebuah kursi, kemudian diletakkan di dekat Keyra. "Tunggu!" Keyra menganggukkan kepala menjawabnya.
Lamat sekali Keyra melihat lelaki yang duduk di sampingnya sambil membaca buku resep makanan.
Di ruang tengah, Aprilio mengajak Keyra untuk membicarakan soal usaha yang akan dijalankan mereka nanti. Aprilio kebetulan menemukan buku resep masakan di belakang bengkel, sepetinya sengaja dibuang. Lalu, lelaki itu segera melihat harga rinci setiap bahan dan mentotalnya.
Kala itu, entah mengapa Keyra melihat Aprilio sangat berbeda. Wajah itu terlihat tampan dengan rambut panjang acak-acakan, bekas luka di sana terkesan keren di mata Keyra sekarang, dan keseriusan melekat di sana. "Vin," panggil Keyra.
Awalnya, Aprilio hanya menganggapi dengan dehaman singkat. Namun, dikarenakan Keyra belum mengeluarkan suara hingga beberapa detik, Aprilio memutuskan untuk menatap gadis di sampingnya itu, yang ternyata meneteskan air mata.
"Kenapa, Key?" tanya Aprilio, memutar tubuh menghadap Keyra. "Hey?" Tangannya yang kasar membelai pipi Keyra sambil menghapus air mata itu.
"Cerita ke gue!" pinta Aprilio. Namun, Keyra menggelengkan kepala dan menjauhkan tangan Aprilio dari sana.
Aprilio menatapnya, bingung. "Tangan lo kasar," celetuk Keyra, sambil mengusap wajahnya yang basah.
Lelaki itu sontak membuang muka dan menghela napas berat, kemudian kembali melihat buku di atas meja tersebut. Sedangkan Keyra, yang sebenarnya tidak bermaksud berkata seperti, hanya tersenyum simpul.
Keyra merasa, ia terlalu nyaman dengan Aprilio. Sebelumnya, Keyra tidak pernah dekat dengan seorang laki-laki manapun, kecuali sang ayah. Bisa dibilang, Aprilio adalah laki-laki pertama yang mendapatkan kepercayaan Keyra.
Hidup bersama hanya dengan hubungan sebagai kekasih, bahkan sebatas perjanjian. Namun, Keyra tidak pernah merasa takut Aprilio akan melakukan sesuatu yang buruk padanya, tak sedikit pun Keyra berpikir seperti itu. Akan tetapi, sebaliknya.
Keyra senang berada di dekat Aprilio.
.....
Pagi yang cerah, tetapi perasaan Keyra menjadi gelisah. Pasalnya, saat dia baru sampai di ruang kelas, para siswi itu begosip ada seorang murid menjalin hubungan dengan laki-laki dewasa.
Keyra takut, yang mereka maksud adalah dirinya.
Tidak hanya para siswi di kelasnya, tetapi seluruh siswa dan siswi di sekolah membicarakan gadis itu, yang tidak diketahui Keyra siapa dia hingga membuatnya begitu penasaran dan selalu mendengar kalimat mereka.
"Gila! Itu cewek juga tinggal di rumah om-om itu!"
"Ih, kayak jadi sugar baby gitu gak, sih?"
"Udah jelas! Pasti om-om itu bukan om kandungnya, pasti sugar daddy!"
"Ih, guru-guru belum tahu, tapi mereka harus tahu!"
"Ih, gak nyangka banget, padahal kelihatan pendiem. Dia juga pinter."
Semakin sering mendengarnya, perasaan Keyra tambah tidak karuan. Mungkinkah itu dirinya yang menjadi topik pembicaraan pada murid? Keyra menjadi sesak dan kesulitan bergerak.
Takut sekali, ricuh.
...Gimana nihhh sehari cuma bisa nulis satu bab?!😭...
...Hehehe malasnya akuu...