Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Keesokan harinya, nampak Rizki sudah bersiap untuk berangkat bekerja. Dan Citra pun tengah bersiap untuk ikut bersama rizki.
Di sepanjang jalan nampak Citra tengah bercerita tentang masa lalunya yang lucu, saat dia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan Rizki hanya tersenyum sambil sesekali tertawa kecil mendengar cerita lucu dari Citra.
Kini mereka berdua sudah berada di perusahaan milik Rizki, dan Rizki langsung membawa Citra ke ruangannya.
Di dalam ruangannya milik Rizki.
Citra hanya diam sambil melihat handphone miliknya, sementara Rizki tengah mengerjakan pekerjaan miliknya.
Tok, tok, tok..
Terdengar suara ketukan di pintu.
"Masuk." Ucap Rizki.
Lalu masuk Tania sekertaris Rizki.
"Maaf pak, di luar katanya ada yang mencari anda." Ucap Tania.
"Siapa?" Tanya Rizki.
"Namanya pak Wiranto bersama Rendi." Ucap Tania.
"Kalau begitu suruh mereka ke ruangan saya." Jelas Rizki.
"Baik pak." Jawab Tania, sambil melirik Citra sekilas. Dan Citra langsung melihat sinis ke arah Tania.
Tak beberapa lama datang pak Wiranto bersama Rendi.
"Selamat pagi, Rizki." Sapa pak Wiranto sambil tersenyum dan berjalan ke arah Rizki. Dan Rizki hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman.
Lalu pak Wiranto langsung memeluk Rizki, nampak Rizki hanya diam sambil membalas pelukan pak Wiranto.
"Pak Wiranto ada perlu apa yah datang ke perusahaan saya." Tanya Rizki.
"Kenapa masih memanggil pak sih, panggil aku ayah." Ucap pak Wiranto pada Rizki.
Lalu Rizki langsung menatap Citra, nampak Citra memberi isyarat agar Rizki memanggilnya ayah.
"Ayah." Ucap Rizki.
"Bagus." Ucap pak Wiranto senang.
Sebenarnya Citra sangat jijik melihat drama yang dilakukan oleh pak Wiranto, tapi mau bagaimana lagi. Pak Wiranto adalah ayah Rizki dan Rizki sangat menginginkan kasih sayang dari ayahnya.
"Jadi ada urusan apa ayah dan kakak datang kemari?" Tanya Rizki.
"Tidak ada, kami hanya ingin berkunjung saja. Memangnya tak boleh?" Tanya pak Wiranto.
"Tentu saja boleh." Jawab Rizki.
"Oh, iya begini. Nanti malam kamu datang ke rumah yah. Kita makan malam bersama dan bawa juga istrimu." Ajak pak Wiranto pada Rizki.
"Baik, aku dan Citra akan datang." Ucap Rizki.
"Baiklah kalau begitu ayah dan Rendi akan pergi dulu." Ucap pak Wiranto. Lalu dia langsung meninggalkan ruangan Rizki bersama Rendi.
Nampak Citra langsung mendekati Rizki, "Apa kau akan datang?" Tanya Citra.
"Tentu kenapa tidak." Jawab Rizki.
Dan Citra hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia teringat akan Viola. Terselip sebuah ide untuk memanas-manasi Viola.
"Ada apa denganmu?" Tanya Rizki yang melihat Citra tersenyum sendiri.
"Tak ada." Jawab Citra.
Lalu Rizki menarik Citra agar duduk di pangkuannya. "Katakan apa yang sedang otak kecilmu itu pikirkan." Tanya Rizki.
"Apaan sih, aku gak mikirina apa-apa." Elak Citra.
"Aku bukan anak kecil yang bisa kau bohongi Citra." Ucap Rizki.
"Ini aku ingin memanas-manasin Viola, kau tahu kan dia suka ejek aku." Ucap Citra dengan raut wajah sedih.
"Kau ini yah, nakal." Ucap Rizki sambil mencubit pipi kanan Citra.
"Uh.. Sakit." Jawab Citra.
Nampak Rizki hanya tersenyum melihat Citra, dia sangat menyayangi Citra dan Rizki tak mau sampai kehilangan Citra.
sementara itu di perusahaan pak Wiranto.
Nampak Pak Wiranto bersama Rendi tengah duduk di ruangan pak Wiranto.
"Ayah apa kau tadi lihat betapa megah perusahaan milik si cacat itu." Ucap Rendi.
"Iya, ayah lihat. Tak ku sangka jika anak itu bisa menjadi pemilik perusahaan Adijaya Entertainment." Ucap pak Wiranto.
"Iya, dan dia tak pantas untuk menjadi pemilik perusahaan itu, yang pantas hanyalah aku." Ucap Rendi.
"Tenanglah Rendi, secara perlahan perusahaan itu akan jadi milik kita. Kau tahukan dia bukan hanya tuli tapi juga bodoh." Ucap pak Wiranto.
Entah kenapa pak Wiranto sangat tak menyukai Rizki meski Rizki sukses sekali pun.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini