Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca
Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?
Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.
Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah rahasia kecil
Sepanjang jalan, Dean pun masih memikirkan sikap Resya yang sangat berbeda. Mengapa dia malah melihat bahwa Resya seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya? Bahkan saat dia berada di kantor pun, dia merasa sangat heran dengan perubahan itu. Hingga saat Tiara masuk, dia masih diam dan tidak menyadarinya.
Tanpa sengaja, Tiara menumpahkan kopi hingga mengenai tangannya dan membuat Dean terkesiap.
"Ah, aduh," ucap Tiara sambil memegangi tangannya yang terluka.
"Kau baik-baik saja?" tanya Dean dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Ya, aku baik-baik saja. Maaf tidak hati-hati. Aku rasa, aku terlalu banyak pikiran sehingga tidak fokus pada pekerjaanku." Tiara memperlihatkan tangannya yang sedikit kemerahan karena tersiram teh panas.
"Ini memang bukan pekerjaanmu. Ini adalah pekerjaan office boy yang ada di kantor ini. Kau tidak perlu repot-repot membuatkan aku teh."
"Maaf, Tuan. Biasanya aku juga tidak seperti ini. Mungkin karena aku kepikiran yang tadi malam. Sumpah, aku malu sekali," ucap Tiara sambil menundukkan kepalanya.
"Bukankah kau mengatakan untuk tidak membahasnya? Aku sudah melupakannya dan berusaha menghapusnya dari memoriku. Tenang saja, kau tidak perlu malu padaku." Dean tersenyum sambil memberikan tisu pada Tiara. "Obati lukamu."
"Baik, terima kasih, aku senang kau sangat peduli padaku." Tiara tersenyum dan perlahan pergi meninggalkan Dean.
Namun, sebelum dia membuka pintu, Dean kembali memanggilnya dan membuatnya menghadap kembali.
"Ada apa, Tuan."
"Saat ini, aku dan istriku sudah berbaikan. Kau benar, dalam kisah ini akulah yang bersalah padanya. Aku adalah suami yang tidak pengertian. Padahal aku memiliki istri yang sangat peduli padaku. Sekarang kami sudah saling menyapa dan tersenyum. Aku merasa bahagia dengan pernikahanku. Kau tidak perlu khawatir."
Ucapan Dean membuat Tiara terkejut. "Apa maksudmu? Apa kau mengetahui sesuatu? Apa Kak Satria mengatakan sesuatu padamu?"
"Jangan terlalu memikirkannya. Sekarang kau tidak perlu khawatir lagi dengan pernikahanku. Mungkin sekarang saatnya kau mulai memikirkan jodohmu. Aku sudah bahagia dengan Resya."
"Astaga! Jadi Kak Satria sudah mendapatkan semuanya? Dean, maafkan aku. Seharusnya aku tidak menyimpan rasa ini selama bertahun-tahun. Seharusnya selama ini aku tidak berusaha mencarimu. Aku minta maaf karena perasaanku telah mengganggumu." Tiara menundukkan kepalanya. Terlihat wajahnya memerah karena malu. Dia tidak menyangka jika Dean pada akhirnya mengetahui perasaannya yang sesungguhnya.
"Jangan merasa begitu, Tiara. Aku tidak pernah menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi pada perasaanmu. Setiap orang berhak mencintai siapapun. Hanya saja, Kau tidak perlu menghabiskan masa mudamu untuk memikirkan aku."
"Dean, maafkan aku. Tapi, sekeras apapun aku berusaha, aku tetap tidak bisa melupakanmu. Aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini. Aku bahkan pernah berharap kau berpisah dengan istrinya agar aku bisa menggantikan tempatnya. Karena yang aku ketahui, hanya akulah satu-satunya orang yang mengerti dirimu. Akulah orang yang aku tidak akan pernah membuatmu marah. Maafkan aku, Dean." Tiara membungkukkan tubuhnya beberapa kali.
"Sudahlah, Tiara. Jangan merasa bersalah seperti itu. Jodoh memang ada di tangan Tuhan."
"Terima kasih, Dean. Terima kasih karena selama ini kau telah menjadi sahabat terbaikku. Tapi, apakah benar kau bahagia dengan pernikahanmu? Bukankah kau selalu kesal pada istrimu?"
Ya, aku akui bahwa selama ini aku terlihat sangat kesal kepada Resya. Tapi, itu adalah bumbu-bumbu pernikahan yang wajar terjadi di usia pernikahan yang semakin lama. Perbedaan memang sering terjadi. Tapi, aku sudah memakluminya." Dean tersenyum sambil mengusap bingkai foto kecil di atas mejanya. Itu adalah foto dirinya bersama Resya dan Mike.
"Tapi, Dean, maaf, sepertinya aku harus jujur padamu tentang suatu hal. Maaf sekali, sebenarnya aku tidak ingin menyampaikan ini padamu. Aku sudah menyimpan ini lama sekali, tapi, sepertinya sekarang kau harus tahu sesuatu."
Tiara menyerahkan sebuah foto pada Dean. Dean pun terkejut melihat foto saat Resya mengambil sebuah kartu nama dari pria yang baru saja menghampirinya dan mengobrol dengannya.
"Maaf, Dean, aku mendapatkannya dari fotografer yang sedang memotret suasana pesta. Awalnya aku terkejut dan ingin merahasiakan ini darimu. Tapi, aku sungguh tidak ingin sahabatku terluka. Apalagi, aku tahu background istrimu dulu, maaf."
Dean mer*mas foto tersebut dan menatap tajam ke sembarang arah. Dia tak menyangka jika Resya berani berbuat seperti ini di belakangnya? Apakah sifat selingkuh itu tidak ada obatnya? Bagaimana bisa Resya melakukannya disaat mereka sudah memiliki Mike?
dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
tolong shiren dilanjutkan lg