Masih ingat dengan putra bungsuh Pak Zain dan Bu Jihan,
Yes... Labib Muhasibi Khoirul Musthofa yang biasa di panggil Bibi, adek dari Zula
Yang mana kini tumbuh dewasa menjadi laki laki tampan yang cukup dingin
sikapnya bar bar turunan dari kakak dan juga Uminya, yang sering pergi bermotor besar untuk mendatangi tongkrongan para remaja dan tkngkrongan gak jelas
dengan tujuan untuk berkumpul sekaligus berdakwah,
Ya namanya anak kyai se nakal nakalnya dia tetap sholat puasa dan juga mengaji
walaupun aneh dan sering di bilang gus kok tukang nongkrong
tapi itu hanya omongan manusia netizen saja, tapi saat di rumah dia juga punya pesona tersendiri bagi para santri putri
wajah tampannya mampu menghipnotis para santri putri saat mengaji,
walaupun sikapnya yang super duper dingin seperti di kutup utara, dan justru itu yang makin membuat mereka terpesona pada Gus Bibi
gimana kelanjutan ceritanya.. yuk simak.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut
Sesampainya di rumah Hal masalah pernikahan Ryan dan fatma mulai di bicarakan dengan.pytri dan mamaknya ryan
" kalau gue mas, setuju aja, lagian apa sekarang yang di harapkan dari Zula?" jawab Putri dengan mudah,
Tidak ada panggilan kakak ataupun Mbak lagi untuk Zula dari putri
" Punya dua anak, gak peduli, punya suami sakit koma gak peduli, " tambah Zula lagi
" Apa yang mau di harapakan" tambahnya
" Elo 21 tahun jadi suaminya pernah loe merasakan masakan dia?? Apa justru sebaliknya loe yang sering masak sendiri?" tanya Putri menggebu gebu
Ya Zula sama sekali belum pernah masak, dan gak penah masak memang, dia gak bisa masak dan hanya bisa rebus mie instan saja
Kalau di bilang wanita sempurna, Zula memang gak sempurna
Dan tepatnya semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing masing
Dan tidak ada yang sempurna di dunia ini, contoh seperti Zula sendiri
Sebagai wanita karìr dia memang sibuk dengan kesibukannya sendiri , kegiatannya yang selalu muter
Awal pertama Ryan saat menikahi Zula Ryan berjanji gak akan menuntut lebih dari apa batas kemampuan Zula
Sekarang tanpa masak semua bisa di antarkan, sekarang tanpa masak yang jual makanan juga banyak
Prinsip Zula, gak bisa masak gak masalah asal tetap bisa makan
Bagitu Prinsip Ryan juga saat akan menikah dengan Zula
Tapi karena masalah ini, entah kalau prinsipnya berubah
" Sedangkan sekarang? 3 bulan loe di sini, anak anakmu makan bang, loe juga makan masakan mbak Fatma yang setiap hari sampai sini" tambah Putri makin jadi kompor
Ryan masih terdiam sambil berfikir dengan kasus dan masalah ini, gimana nanti mau menghadapi Zula
Sedangkan kalau Zula mau di ceraikan itu gak mungkin, dia ceeai tanpa sebab, dan belum ketemu langsung untuk menanyakan kenapa Zula tega sama dia dan anak anaknya
Dia masih perlu menyiapkan menral juga untuk kedepannya, untuk menghadapi Zula, abang abangnya dan kedua orang tua Zula juga
" Terua kalau Kamu mau menikah lagi, Zula gimana? Kelanjutanmu sama Zula gimana?" tanya emaknya Ryan yang masih mikir untuk keluarga Anaknya
Sebagai orang tua pasti mikir panjang sampai situ dan gak gampang Juga tiba tiba langsung menikah
" Apa mau nikah siri tanpa sepengetahuan Zula?" tanya Mamaknya Ryan lagi
" Enggak mak... Kalau bisa sah di negara dan Agama, Ryan bukan laki laki cemen yang berani cuman di belakang" jawab Ryan lagi dan mamaknya masih ikut memikirkan itu
" Lha makanya itu, kalau sah di KUA, terus gimana? Kamu mau pisah sama Zula?" tanya mamaknya lagi
Ryan hanya menggelengkan kepalanya karena dia memang gaj mau pisah sama Zula
Walaupun hatinya sakit karena merasa di biarkan dan gak di pedulikan oleh istrinya
Kalau dia aja gak masalah yang jadi masalah adalah anak anaknya yang justru ikut nyusul tanpa kepedulian dia
Lebih parahnya dia justru memilih pekerjaan seperti yang Aira dan Putri katakan padanya
" Ya kalau kayak gitu kan harus ada surat izin atau persetujuan dari Zula lho nak, kalau kamu mau menikah lagi, atau poligami" ucap mamaknya Ryan masih berfikir gimana caranya
" Mamak kenapa bingung sih, kalau gak mau di madu dan di poligami ya udah, jadi ibu dan istrin yang bener" saut Putri sewot
" Sekarang giliran suami dan anaknya udah ketemu calon istri dan calon ibu yang tepat masak gak mau di madu?? kemaren kemana aja kalau gitu" tambahnya makin sewot dan terlihat jelas kalau Putri gak suka banget sama Zula
" Sekarang lho bang, anak anaknya di sini, suaminya di sini, WA atau tanya gimana kabar kalian aja gak pernah, kan kelihatan kalau gak open sama kita, " ucap Putri lagi
" Kalau dia gak cocok sama gue, gak masalah, senggaknya dia tanya kabar elo, WA kek, apa tanya sama Aira, atau enggak tanya lah sama mama, nomermu juga gak ganti, sama sekali, ping atau apa gak pernah, kalau gak kirim surat atau apa, kan jelas itu dia gak peduli sama kalian, 3 bulan kalian di sini, " tambah putri makin panas dan makin mencari celah kesalahan Zula
" Di tambah lagi, dia kerja sendiri, gak ingat anak suami di sini, senggaknya ini ra, mama gak bisa nengoin mama sibuk kerja, ini uang untukmu beli pembalut atau apa, atau uang jajan adek, dia pasti kan juga tau kalau Syifa juga di sini, walaupu kewajibannya di abang, tapi yang sehat dia yang kerja dia, masak gak ingat itu, kalau dia gak bisa rawat ingat itu kewajiban dia, kasih lah sebagai ganti rugi kalau gak bisa rawat, enggak kan enggak pernah, uang yang masuk ke rekening abang sama anak anak kan dari perusahaan abang sendiri, jadi perusahaan dia yang masuk ke dia semua, padahal dulu kan abang yang ngelola juga saat abang masih di sana" tambah Putri lagi makin julit pada Zula
Ryan dan mamaknya hanya terdiam tanpa menjawab karena kalut dengan pikiran masing masing
Terlebih Ryan tau, gimana sikap kedua abang dan 1 adek dari Zula,
Zula punya tiga laki laki yang selalu berperan dalam hidup mereka
Ryan juga tau mereka gak akan pernah Rela adeknya di sakiti, terlebih pada El dan Bibi
Bibi yang diam jangan di anggap remeh, Diamnya Bibi menjadi tonjokan keras bagi seseorang yang menyakiti hati Zula
Apa lagi dengan Umi Jihan dan Abah Zain, yang ada bisa di depak dan hancur perusahaannya kalau berurusan dengan mertua atau atasannya itu
Nama Zula se terkenal Zain dan Jihan, sekali buat masalah, telfon habis harta bendanya
Tapi melihat dan mengalami kasus ini, memang dia juga harus berani demi kebahagiaan anak anaknya juga
Dan bila Aira dan Syifa ikut andil pasti mereka juga gak berani bertindak pada Ryan walaupun itu bersangkutan pada Zula
" Papa kok diem sih, kenapa takut sama pakde dan yang lain?" tanya Aira lagi pada Papanya
Ryan masih terdiam tanpa menjawab apapun
" Nanti Aira yang menyampaikan pa, papa dan kita semua itu berhak bahagia, kalau mama gak bisa bahagian kita ya udah, mama seharusnya intropeksi diri aja, sadar diri kalau mama itu banyak kekurangan, walaupun tidak kekurangan harta, karena semua kebahagiaan itu bukan dari harta aja pa, di perhatiin saja itu jauh lebih membahagiakan" ucap Aira dengan penuturan yang cukup tegas
Sedangkan di posisi lain, tepatnya Di kamar Zula yang melihat dan menyaksikan langsung, dan mendengar langsung obrolan mereka dari rekaman CCTV yang ada di layar laptopnya
Indonesia udah merdekan 78 tahun,
Tapi hati wanita gak akan merasakan kemerdekaan dengan sikap anak dan suami yang seperti itu
Betul tidak.....
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤