Menjadi seorang pembunuh bayaran yang sangat tersembunyi dan terkenal kejam karena tak ada pilihan lagi??
Yuuri, seorang gadis biasa tak sengaja mengetahui identitas rahasianya. Dia sengaja mendekati Seijuro Shin untuk membantunya terlepas dari titik hitam itu.
Namun cinta malah hadir diantara mereka.
Bisakah Yuuri membantu Seijuro Shin terlepas dari titik hitam ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersama Di Kanazawa
Seijuro Shin melompat dari mobil kontainer lebih dulu lalu membantu Yuuri untuk menuruninya. Namun Yuuri terlihat ragu-ragu seakan ketakutan untuk melompat. Karena cukup tinggi untuk sampai ke dasar tanah.
"Jangan takut, Yuuri. Melompatlah, aku akan menangkapmu." ucap Seijuro Shin meyakinkan Yuuri.
Yuuri mengangguk samar lalu segera melompat seperti instruksi dari Seijuro Shin. Dia melompat ke bawah dan Seijuro Shin segera menangkap tubuhnya.
"Terima kasih ..."
"Hhmm ..."
Kini Yuuri dan Seijuro Shin menatap sekelilingnya dan sudah berada di sebuah daerah yang cukup jauh dari perkotaan. Lebih tepatnya kini mereka sedang berada di dekat sebuah pantai.
"Pantai?" gumam Yuuri menatap selelilingnya keheranan.
"Pantai Uchinada?" gumam gadis cantik itu lagi saat melihat sebuah papan besar yang bertuliskan nama pantai ini.
"Itu artinya kita sedang berada di prefektur Kanazawa?? Cukup jauh dari prefektur Kanagawa. Bagaimana ini Yuuri? Akan membutuhkan waktu selama 4 jam hingga 5 jam untuk kita kembali. Dan saat ini sudah semakin larut malam."
Ucap Seijuro Shin mulai kebingungan. Karena dia sungguh tidak menyangka jika mobil kontainer itu akan membawa mereka berdua meninggalkan prefektur Kanagawa.
"Tetap saja kita akan sampai di prefektur Kanagawa saat dini hari jika kita kembali sekarang, Shin." jawab Yuuri masih mengawasi sekitarnya.
"Ini semua adalah salahku, seharusnya aku mengajakmu untuk segera turun dari mobil kontainer itu, bukannya malah menunggu hingga mobil kontainer itu berhenti dulu. Gomen ..."
Ucap Seijuro Shin merasa sangat bersalah. Namun Yuuri malah tersenyum samar dan mendatangi Seijuro Shin kembali.
"Lebih baik kita mencari tempat untuk menginap dulu. Besok pagi baru kembali ke prefektur Kanagawa. Yuk!"
Gadis cantik itu menarik tangan Seijuro Shin dan melewati pinggiran pantai Uchinada yamg memiliki hamparan pantai luas sepanjang lebih dari 200 meter di depan garis pantai.
"Lalu bagaimana dengan keluargamu? Mereka semua pasti akan mengkhawatirkan kamu jika kamu tidak kembali." ucap Seijuro Shin disaat mereka melenggang bersama di tepian pantai itu.
"Tenang saja! Aku dan Seina akan memainkan sedikit drama. Hehe ..." jawab Yuuri dengan santai.
Setelah berjalan 10 menit akhirnya mereka mulai menemukan sebuah penginapan sederhana yang berada tak jauh dari pantai itu.
"Kami memesan dua kamar. Apakah masih ada?" tanya Seijuro Shin kepada petugas penginapan itu.
"Maaf, Tuan. Namun hanya tersisa 1 kamar saja. Semua kamar sudah penuh dengan pengunjung." sahut petugas penginapan itu.
"Oh. Baiklah. Kalau begitu kami akan mengambil yang double single bed saja." sahut Seijuro Shin kembali.
"Maaf, Tuan. Tapi hanya tersisa single bed dengan king size. Bagaimana?" jawab pelayan penginapan itu membuat Seijuro Shin terdiam bingung.
"Maaf kalau begitu kami tidak jadi ..." ucap Seijuro Shin menggantung karena Yuuri dengan cepat memotong ucapannya.
"Baiklah! Kami akan mengambilnya!" pangkas Yuuri dengan cepat.
Seijuro Shin sempat terkejut bukan main saat mendengar ucapan Yuuri. Namun belum sempat mengatakan apapun, Yuuri sudah kembali menarik tangannya untuk menuju ke lantai 2 dimana mereka berdua malam ini akan menginap bersama.
Namun disaat mereka akan memasuki kamar sederhana dengan nuansa klasik itu, tiba-tiba saja Seijuro Shin berhenti dan tidak memasukk kamar itu.
"Ada apa, Shin?"
"Yuuri. Kamu tidur dan istirahatlah di dalam. Aku akan mencari penginapan di tempat lain dulu. Aku akan mengabarimu lagi nanti." ucap Seijuro Shin berbalik dan berniat untuk meninggalkan tempat itu.
Namun tentu saja Yuuri tak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia segera meraih tangan Seijuro Shin dan membuatnya tertahan.
"Ini sudah sangat larut. Entah di penginapan lain masih ada kamar kosong atau tidak, kita tidak tau. Sebaiknya kita berbagi kamar saja. Di dalam ada tempat tidur yang cukup besar dan masih ada sofa. Kita bisa memakainya." ucap Yuuri karena tak tega untuk membiarkan pria itu pergi kembali selarut ini.
"Lagipula kita hanya akan tidur saja. Besok pagi kita akan segera kembali ke prefektur Kanagawa. Ayo!" Yuuri kembali menarik tangan tangan Seijuro Shin dan kini benar-benar memasuki kamar itu.
Mereka melihat-lihat kamar bernuansa klasik ini. Lalu Seijuro Shin mulai duduk di sebuah sofa dan akan memutuskan untuk beristirahat disana. Dia mulai melepaskan kemejanya serta beberapa aksesorisnya seperti jam tangan, wristband maupun sepatu sport miliknya.
"Yuuri, malam ini aku akan tidur disini saja. Kamu tidurlah dengan baik di pembaringan itu." ucapnya yang kali ini sudah melepaskan kemejanya dan hanya meninggalkan sebuah tank top pria hitam yang sedikit press body hingga membentuk sekatan-sekatan nyata tubuhnya.
"Ehh? Baiklah ..." sahut Yuuri yang juga mulai melepaskan pakaian hangat milik Seijuro Shin yang dipinjamkan untuknya beberapa saat yang lalu.
Namun tak sengaja Seijuro Shin malah melihat pergelangan tangan Yuuri yang terluka. Hingga dia meraih tangan Yuuri masih dengan posisi terduduk. Sementara Yuuri kini sudah berdiri di hadapannya.
"Tanganmu terluka ..."
"Ehh. I-iya ... tadi saat mendarat di mobil kontainer tak sengaja tergores sesuatu. Tidak apa-apa kok. Nanti juga sembuh sendiri."
Seijuro Shin tak menjawabnya. Dia segera mencari sebuah bubuk obat dan sebotol alkohol dari saku pakaiannya. Lalu dia mulai membersihkan luka itu lalu memberikan bubuk obat itu pada luka Yuuri dan segera membungkusnya dengan sebuah casa steril dan plester.
Disaat Seijuro Shin melakukan semua pengobatan itu, Yuuri hanya terdiam dan terus menatap wajah pria itu dengan lekat. Seakan Yuuri sedang mengamati setiap detail wajah dari Seijuro Shin.
Dia dikenal kejam dan bengis oleh semua orang. Namun sebenarnya dia sangat manis. Bahkan sebenarnya dia cukup tampan ...
Batin Yuuri masih menatap lekat Seijuro Shindan tersenyum dengan angan konyolnya. Namun tiba-tiba saja pandangannya mulai beralih menatap salah bahu lebar pria itu dimana ada sebuah luka memanjang yang cukup berbekas, menandakan luka yang sedang dia alami saat itu cukup dalam dan parah.
Tanpa sadar Yuuri meraih bahu kiri Seijuro Shin yang memiliki nekas luka itu. Dan hal itu disadari oleh Seijuro Shin.
"Itu adalah luka yang aku dapatkan disaat 20 tahun yang lalu dari para perampok itu." ucap Seijuro Shin melirik lengan kirinya dengan ekor matanya.
"Dua puluh tahun yang lalu? Apa yang terjadi denganmu?" tanya Yuuri masih menatap luka memanjang itu.
Seijuro Shin mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya perlahan.
"Dua puluh tahun yang lalu adalah hari yang paling aku benci di dalam hidupku. Dimana aku kehilangan seluruh keluargaku ... orang-orang yang aku sayangi meninggal di hadapanku dengan cara yang sangat tragis. Mereka para perampok itu membunuh seluruh keluargaku. Saat itu aku masih berusia 5 tahun. Aku sangat lemah dan tidak berdaya. Dan disaat itu aku juga sudah terluka cukup parah karena serangan para perampok itu. Tapi ... ada seseorang yang menyelamatkanku saat itu. Dan dia juga mengadopsiku ..."
Ucap Seijuro Shin untuk pertama kalinya menceritakan tentang dirinya dan kelemahannya kepada orang lain.
Seejiro shin pembunuh berdarah dingin yg menghindar dari cinta namun pada akhirnya terjerat oleh cinta dari putri kepala polisi.
nah loh.... gimana nih 😱😱😱
Akankah cinta shin tercapai atau kah penuh halang lintang.!!
Semoga saja cinta pun berpihak padanya 🤗🤗🤗
Semangat shin raih lah cinta yg hangat itu untuk meluluhkan hatimu yg dingin. 😉😉
akaba ini licik sangat 😈