NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Penyamaran Si OB Tampan

Bus kota yang ditumpangi Mahesa akhirnya berhenti dengan desisan rem yang nyaring di halte depan kawasan perkantoran Sudirman. Waktu menunjukkan pukul enam lewat empat puluh menit pagi. Sinar mentari pagi mulai menyiram permukaan megahnya Gedung Graha Subroto, yang memantulkan kilau keemasan pada dinding-dinding kaca vertikalnya. Mahesa melangkah turun dari pintu bus dengan keanggunan gerak yang baru ia miliki, kakinya menapak aspal seolah tanpa bobot, sangat stabil dan senyap.

Namun, begitu matanya menatap gerbang masuk gedung tempatnya bekerja, rasa waswas kembali menyergap dadanya. Perubahan fisiknya yang drastis, tubuh yang lebih jangkung, dada tegap bidang, kulit bersih, dan wajah tampan yang macho, pasti akan memicu kegemparan luar biasa di antara sesama pekerja office boy (OB) dan para karyawan kantoran, terutama Pak Bagus yang terkenal sangat jeli dan cerewet.

"Aduh, kalau aku masuk dengan tampang kayak begini, yang ada nanti malah dituduh habis operasi plastik pakai uang pesangon," gumam Mahesa lirih dengan dahi berkerut, berdiri di balik halte bus yang agak sepi.

Ia segera merogoh tas ransel kainnya, mengeluarkan kacamata tebal bertangkai hitam yang lensa minusnya sudah sengaja ia lepas secara paksa di dalam bus tadi menggunakan peniti. Tanpa kaca lensa, bingkai hitam besar itu kini berfungsi murni sebagai aksesori pengalih perhatian. Mahesa mengenakan bingkai kosong itu, membetulkan letaknya hingga agak melorot ke ujung hidungnya.

Selanjutnya, ia melonggarkan kancing paling atas seragam biru mudanya yang untungnya berukuran agak besar untuk ukuran tubuh lamanya yang kurus kering, lalu sengaja menarik bagian bahu pakaian itu agak ke depan. Mahesa memaksakan punggung tegapnya untuk kembali sedikit membungkuk, menyembunyikan bahu bidangnya agar terlihat layaknya Mahesa yang lesu dan culun seperti hari-hari biasanya. Rambutnya yang kini tampak lebih hitam lebat sengaja ia acak-acak dengan jemarinya agar terlihat agak awut-awutan dan menutupi sebagian kening bersihnya.

"Oke, merunduk sedikit... matanya agak sayu. Nah, kayak begini harusnya aman," bisik Mahesa pada dirinya sendiri sembari menatap pantulan penyamarannya di kaca spion motor yang terparkir.

Meskipun garis wajah tampannya tidak bisa sepenuhnya disembunyikan, kombinasi kacamata melorot, punggung membungkuk, rambut berantakan, serta cara berjalannya yang diseret sengaja membuat aura machonya langsung drop drastis menjadi sosok pemuda pemalu yang tidak menarik perhatian.

Mahesa melangkah melewati pintu putar lobi samping Graha Subroto dengan kepala menunduk dalam, menatap lurus ke arah ubin marmer mengkilap yang biasanya ia pel. Di dekat mesin absensi sidik jari, tampak tiga orang rekan sesama OB sedang berkumpul sambil memegang sapu dan kain lap. Salah satunya adalah satpam lobi bernama joni, yang terkenal bermulut tajam.

"Eh, Sa! Tumben jam segini baru kelihatan batang hidungmu? Biasanya subuh-subuh udah nongkrong di gudang logistik," seru Joko, senior OB yang bertubuh tambun, saat melihat Mahesa mendekat ke mesin absensi.

Mahesa menekan ibu jarinya ke sensor pemindai dengan hati-hati, berusaha menjaga agar postur punggungnya tetap membungkuk. 'Bip. Terima kasih', bunyi mesin absensi itu merespons dengan nada mekanis.

"Eh, iya, Mas Joko. Tadi agak kesiangan nunggu bus di halte depan gang rumah," jawab Mahesa dengan suara yang sengaja dicemprengkan dan dibuat agak bergetar, menyembunyikan intonasi berat barunya.

Joni, si satpam, melangkah mendekat sambil memutar-mutar tongkat pemukulnya. Ia menyipitkan mata, menatap Mahesa dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan pandangan penuh selidik yang membuat jantung Mahesa berdegup kencang. "Kok kayak ada yang beda ya sama kamu hari ini, Sa? Itu jaket luarmu ke mana? Terus seragammu kok kelihatan ngepas banget begitu di bagian dada?" tanya Joni curiga, melangkah memutari tubuh Mahesa.

Mahesa refleks membetulkan letak bingkai kacamata kosongnya yang melorot dengan jari tengahnya, sengaja memasang wajah seculun mungkin. "Anu... ini seragamnya habis dicuci sama Nenek pakai air panas, Mas Joni. Makanya agak mengkerut jahitannya, jadi agak sempit di badan," bohong Mahesa dengan ekspresi wajah yang tampak gugup dan polos, berpura-pura ketakutan seperti biasanya.

Joko langsung tertawa terbahak-bahak mendengar alasan tersebut, menepuk pundak Mahesa dengan keras hingga menimbulkan bunyi buk yang mantap. Joko tidak sadar bahwa pundak yang ia tepuk sekarang sekeras papan jati, bukan lagi tulang ringkih yang lemas. "Hahaha! Makanya kalau nyuci seragam kantor itu pakai air biasa aja, Sa! Lagian badanmu yang krempeng begitu mana mungkin bisa bikin baju sempit," kelakar Joko menyenggol lengan Joni.

Joni menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tampak masih merasa ada yang janggal namun tidak bisa mengartikannya secara spesifik. Efek visual dari kacamata besar yang melorot dan rambut berantakan Mahesa benar-benar mengaburkan ketajaman mata jernihnya. "Iya juga sih. Tapi muka kamu kok kelihatan agak... agak bersih ya? Biasanya penuh daki sama keringat jalanan," cetus Joni lagi, menatap wajah Mahesa dari jarak dekat.

"Oh, ini tadi malam habis dipaksa Nenek pakai bedak dingin tradisional, Mas. Biar nggak jerawatan katanya," timpal Mahesa sekenanya, memberikan senyum canggung yang sengaja dibuat aneh dengan cara memanyunkan bibirnya sedikit.

"Halah, Joni! Cowok kayak Mahesa mana paham perawatan muka begitu. Palingan karena efek lampu lobi kita baru diganti jadi lebih terang aja," potong kurnia, OB wanita senior yang baru datang membawa ember pel. "Udah, jangan digodain terus si Mahesa. Kasihan dia, noh Pak Bagus udah jalan dari arah lift barang. Nanti kalau ketahuan kita belum pegang alat kerja, bisa abis diceramahin satu jam."

Mendengar nama Pak Bagus disebut, Joni dan Joko langsung bubar mengambil posisi masing-masing dengan sigap. Mahesa mengembuskan napas panjang yang teramat lega di dalam hatinya, bersyukur penyamaran sederhananya berhasil menipu mata orang-orang terdekat di kantor.

"Makasih ya, Mbak Nia. Mahesa ke gudang belakang dulu mau ambil sapu," pamit Mahesa dengan nada sopan, sedikit membungkukkan badan sebagai tanda hormat.

"Iya, Sa. Buruan sana, koridor lantai tiga belas belum disentuh sama sekali hari ini," sahut Kurnia sembari mulai menuangkan cairan pembersih lantai ke embernya.

Mahesa berjalan menyusuri lorong sempit menuju gudang logistik belakang dengan langkah yang diseret-seret secara sengaja di atas lantai tegel. Di dalam hatinya, ada kebanggaan emosional yang mendalam sekaligus rasa syukur yang luar biasa bergejolak. Strategi menyembunyikan perubahan besar ini terbukti sangat efektif. Dengan tetap merunduk, memakai bingkai kacamata usang, dan berbusana longgar yang diatur sedemikian rupa, ia bisa mempertahankan pekerjaannya demi menghidupi sang nenek tercinta, sembari secara perlahan memahami dan menguasai seluruh potensi dahsyat yang kini bersemayam di dalam tubuh barunya tanpa perlu dicurigai oleh dunia luar yang kejam.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!