NovelToon NovelToon
Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:497.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mulyani Syahfitri

Patah hati karena ditinggal calon istri untuk selama lamanya membuat Arya Bagaskara menjadi orang yang berbeda.
Rasa sakit yang dia alami membuatnya tidak ingin lagi mengenal cinta.

Tapi pertemuan dengan seorang gadis membuat kehidupan Arya berubah, apalagi disaat takdir harus memaksa dia untuk menikahi gadis itu.

Bisakah Arya menerimanya?
Atau malah terus tenggelam dalam cinta masa lalu yang tidak pernah bisa dia rengkuh?

untuk visual ada di Ig ku ya @mulyani syahfitri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demi Mie Instan

Pelangi duduk termenung didepan rumah nya. Hari sudah malam, bahkan hampir larut. Namun sampai sekarang Arya belum juga kembali. Sudah sejak sore tadi Pelangi menunggu disini. Tapi yang ditunggu entah berada dimana.

Pelangi menghela nafas dengan berat. Pandangan matanya memandang nanar kehalaman depan rumah yang nampak sepi. Malam ini mendung kembali datang, mungkin sebentar lagi hujan akan turun. Dan jika Arya tidak pulang bagaimana? Apa Pelangi akan tidur disini sampai besok pagi?

Ah menyedihkan sekali memang.

"Sabar ya nak. Kita nunggu ayah. Mulai sekarang, kamu harus kuat dan bantu ibu untuk rebut hati ayah" gumam Pelangi seraya mengusap perutnya yang masih rata.

Ya ampun, jika mengenangkan kehamilan nya ini, Pelangi masih merasa ini seperti mimpi. Dia sudah mengandung, dan akan menjadi seorang ibu sebentar lagi.

Jika saja dia menikah dengan orang yang mencintai nya. Pasti ini akan menjadi hadiah terindah yang akan mereka terima. Pasti senyum dan tangis haru akan Pelangi dapatkan. Senyum kebahagiaan dari orang tuanya karena akan mendapatkan cucu, dan juga rasa cinta suami yang semakin bertambah tentu nya.

Tapi kenyataan nya, malah bukan seperti itu. Menyedihkan memang. Pelangi masih harus menyembunyikan tentang kehamilan nya ini, agar dia bisa mengejar cinta Arya dengan tenang tanpa menambah beban Arya lagi.

Sendirian, bertahan, dan berjuang. Semoga saja tidak akan sia sia.

Pelangi menoleh pada sekotak buah mangga yang dia beli saat dimall tadi. Buah mangga yang dibelikan oleh Rangga. Awalnya semua nampak biasa, tapi ketika mereka sudah tahu apa yang terjadi pada Pelangi. Rangga dan Mia nampak begitu kecewa dan kesal. Apalagi Rangga, sikapnya bahkan sudah berubah menjadi dingin dan tidak lagi banyak bicara.

Wajahnya menyiratkan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam setelah Pelangi menceritakan semuanya pada mereka.

Pelangi tahu jika Rangga memang menyukai nya sejak dulu. Hanya saja, Pelangi memang sudah menganggap Rangga sebagai sahabat nya. Tidak ada perasaan apapun yang tersimpan untuk lelaki baik itu. Dan mungkin, dengan kenyataan yang terbongkar ini, Rangga tidak akan lagi mengharapkan apapun pada Pelangi.

Semoga....

Pelangi kembali menghela nafasnya seraya memakan buah mangga itu. Mangga yang memang sudah dikupas dan dijadikan manisan. Perutnya sudah lapar. Dan sialnya dia tidak ada membeli apapun tadi. Hanya mangga ini saja. Jadi mau tidak mau, mangga inilah yang dia makan sebagai pengganjal perutnya.

Tapi tiba tiba, Pelangi terkesiap dan tersenyum senang saat melihat mobil Arya yang sudah tiba dan masuk kedalam pelataran rumah mereka. Bahkan Pelangi sampai berdiri dan tersenyum lebar memandang Arya. Membuat Arya yang turun dari dalam mobil sedikit terkejut melihat Pelangi.

Meskipun wajahnya datar saja, tapi sudah membuat Pelangi senang. Rasa rindu nya selama beberapa hari ini sudah terbalaskan hanya dengan melihat wajah datar dan dingin nya itu.

"Selamat malam pak Arya, baru pulang ya" sapa Pelangi dengan senyum secerah mentarinya.

Arya hanya menghela nafas dan mengangguk pelan seraya dia yang mengeluarkan kunci rumah dari dalam saku celana nya.

Sembari membuka pintu, Arya melirik sekilas kearah Pelangi yang memungut barang barang nya. Arya fikir Pelangi akan lama berada dirumah orang tuanya. Tapi ternyata, hanya empat hari saja, dan sekarang dia sudah kembali lagi kerumah ini.

Untung saja Arya tidak jadi menginap di Bandung tadi. Jika tidak, mungkin Pelangi akan tidur diluar sampai besok malam lagi.

"Ah... akhirnya kembali lagi kerumah ini" gumam Pelangi yang nampak begitu bahagia. Padahal siang tadi dia menangis begitu pilu ketika tahu jika dia sedang hamil. Tapi sekarang, dia sudah melupakan kesedihan nya itu. Memang pandai sekali menyembunyikan perasaan.

"Saya kira kamu tidak akan pulang lagi kemari" ucap Arya tiba tiba

Pelangi tersenyum dan menggeleng seraya dia yang meletakkan tas nya didepan kamar.

"Pulang dong pak. Suami saya kan disini" jawab Pelangi. Arya langsung menoleh kearah Pelangi dengan wajah tidak suka nya, membuat Pelangi terkesiap dan langsung tersenyum canggung.

"Ah...maksud saya, kalau saya tidak kemari tidak ada yang mengurus rumah pak. Begitu, hehe" jawab Pelangi dengan tawa getir.

Arya hanya mendengus dan langsung melengos pergi meninggalkan Pelangi yang memandang nya dengan wajah cemberut.

Pelangi menghela nafas dan memutar tubuhnya menuju kamar.

'Benar benar menyebalkan. Empat hari tidak bertemu, masih saja sombong.' gumam Pelangi seraya dia yang ingin membuka pintu kamarnya. Namun tiba tiba dia mematung memandang gantungan yang dia gantung didaun pintu ini.

Gantungan mainan kuda dari kayu yang pernah diberikan oleh Rangga saat mereka berpisah dulunya.

Pelangi meraba kuda kecil itu, matanya mengernyit sekilas. Dia baru ingat sesuatu tentang perkataan Rangga siang tadi. Apa Rangga tahu jika dia tinggal dirumah Arya karena melihat mainan kuda kudaan ini???

Ya, mungkin saja kan. Jika tidak, dari mana Rangga tahu jika Pelangi ada disini. Tapi.... kenapa Rangga bisa ada disini??

Ah ... dasar bodoh. Jelas saja, Rangga kan bekerja bersama Arya. Mungkin saja dia datang ingin membahas sesuatu, atau mengantar sesuatu.

Sudah lah, kenapa jadi membahas itu. Lebih baik sekarang Pelangi masuk dan mandi. Tubuhnya sudah benar benar gerah dan lengket sekali. Satu harian tidak mandi boleh juga. Bahkan pagi tadi saat pergi, Pelangi juga tidak ada mandi. Jadi sekarang dia ingin mandi, dan setelah itu makan. Perut nya benar benar lapar.

Setelah membereskan barang barang nya, dan menyimpan berkas hasil usg tadi didalam lemari, Pelangi langsung masuk kedalam kamar mandi. Berendam sejenak dan menikmati harum aroma sabun yang cukup menenangkan.

Tidak lama Pelangi mandi, hanya sebentar dan setelah berganti pakaian, Pelangi langsung keluar kamar. Mencari apa yang bisa dimakan. Namun tiba tiba saat sudah keluar kamar. Mata Pelangi langsung bisa melihat jika ternyata Arya sudah berada didapur. Dia sedang membuat sesuatu disana.

Mie instan. Dari aroma nya sudah tercium dihidung Pelangi. Membuat perutnya yang memang sudah lapar semakin berbunyi dengan kuat.

"Enak banget harum nya" gumam Pelangi yang langsung berjalan kedapur.

Arya sedikit terkesiap, saat membalikkan tubuh ternyata Pelangi sudah ada dibelakang nya.

"Bapak makan mie terus, tadi dikantor belum makan ya pak?" tanya Pelangi berbasa basi. Padahal dia benar benar menginginkan mie buatan Arya itu.

"Hmmm" Arya hanya bergumam dan langsung duduk dikursi makan. Mengabaikan Pelangi yang hanya bisa menelan ludah melihat mie itu. Kenapa buatan Arya selalu menggoda???

Pelangi mengusap perutnya sekilas dan langsung berjalan menuju meja kompor. Dia tidak ingin memakan makanan yang lain selain mie Arya, tapi bagaimana cara meminta nya. Mana mau Arya memberikan mie yang sudah susah payah dia masak pada Pelangi.

Pelangi hanya bisa menghela nafas sedih dan lebih memilih membuat teh saja. Dia membuat dua gelas, dan setelah selesai dia langsung membawa pada Arya. Menyerahkan nya segelas sembari lagi lagi matanya yang memandang mie milik Arya yang sudah tinggal setengah.

"Ini teh nya pak" ucap Pelangi.

Namun Arya hanya diam dan terus menyantap mie nya yang masih hangat. Aromanya dan uap panas yang mengepul itu benar benar membuat Pelangi ingin merebut mangkuk mie itu dari tangan Arya.

"Kenapa kamu memandang saya seperti itu" tanya Arya yang langsung membuat Pelangi langsung terkesiap. Pelangi tersenyum canggung dan menggeleng pelan.

"Mie bapak kayak nya enak" jawab Pelangi

Arya memandang Pelangi dengan aneh

"Kamu bisa membuat sendiri kan. Jangan membuat selera makan saya berkurang. Sana" usir Arya

Namun Pelangi malah mengerucutkan bibirnya, memandang Arya dengan kesal. Namun sedetik kemudian dia langsung tersenyum dengan licik. Bukan hanya licik, Pelangi malah menopang dagu dan memandang Arya dengan senyum yang menyebalkan. Membuat Arya lagi lagi menghela nafas kesal melihat ulah Pelangi.

"Kamu itu kenapa sebenarnya?" tanya Arya

"Tidak ada, saya hanya ingin menemani bapak makan disini" jawab Pelangi dengan seenak nya membuat Arya langsung mendengus kesal. Nafsu makan nya jadi berkurang sekarang.

"Pergi" usir Arya

Pelangi menggeleng

Trang

Arya membanting sendok nya keatas mangkuk, membuat Pelangi terkesiap kaget.

"Kamu memang selalu membuat mood saya buruk" dengus Arya seraya beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan Pelangi.

Dan bukannya bersedih karena kata kata Arya barusan, melainkan Pelangi malah tersenyum senang. Dia langsung langsung meraih mangkuk mie Arya dan menyantapnya dengan perasaan yang begitu bahagia.

Demi mie, dia harus membuat Arya kesal dulu.

1
athaya
/Grin/sudah GK asik Kom klo sdah tamat
maya
Luar biasa
maya
Lumayan
Linda Liebeciicapclup
Luar biasa
delfastri
lw nungguin kamu gila kelamaan oon..kekep tuh hantunya zelina..ajak nikah ajak bikin anak biar seneng idup lu....manusia bodoh kayak lu mang pantas hidup ndirian..
delfastri
ehhh peak..sepenting2 nya zelina dia sudah mati..jdi gimanapun gak bakal ada kepentingan lagi d dunia..emang lu bisa hidup ma kenangan..bisa nikah ma kenangan bisa making love ma kenangan..hidup lu sia2in demi pertahanin yg gak bisa d tahan..ikut pesantren kilat Sono..kayak jaman kita sekolah dulu pas ramadhan..biar otak lu adem hati lu lempeng Nerima kenyataan..cinta tu ma tuhan sama yg hidup lah cinta ma orang mati .lu dapat apa..gua tukar ma botol juga lu trus anyutin ke laut🤨🤨gedek gua ma orang begok k gini
delfastri
Karena dia tidak punya iman Nara..dia tidak percaya pada qadarullah..bahwa maut itu hak prerogatif yg kuasa..maka setannya zelina nguasain hati dan fikiran..padahal dengan tak tau malu masih bernafas..menikmati rezeki pemberian Tuhan..tapi masih tak mensyukuri..tinggalin aja ngi laki somplak kek gitu..dihhhh kok aku yg sebel ya..
Kaksanti
Luar biasa
Annisa
Arya sudah kembali ke habitat nya setelah 5 tahun tapa brata
Asnarwati Abukasim
Luar biasa
Nanik Lestyawati
keren
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ¢ᖱ'D⃤ ̐NuR❗☕𝐙⃝🦜
😭😭😭😭
guntur 1609
mereka terlalu sepeple sama org kecil. mitis
guntur 1609
ok thor aku lanjut seqel dari rey
guntur 1609
arya..move on lah dari zelina..hidup tra betjalan
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Wiwit Sumanti
Bagus
Suria Sultan
arya kamu tega bangeeet..
Aqella Lindi
zelina masa lalu,pelangi istri lo gondrong
Aqella Lindi
biar pelangi sm rangga aja thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!