NovelToon NovelToon
Taqiya'S Scret

Taqiya'S Scret

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:111.2k
Nilai: 5
Nama Author: LenteraHijaz

Sebulan lagi Taqiya Eldiina akan menyandang gelar sebagai Nyonya Prasetyo, seorang wartawan senior di salah satu stasiun TV swasta.

Di tengah kesibukan mempersiapkan pernikahan, tiba-tiba terjadi peristiwa yang cukup tragis. Prasetyo meninggal karena ditusuk orang secara kejam. Kesedihan gadis itu makin bertambah setelah polisi menetapkan dia sebagai tersangka. Belum lagi, ada beberapa orang yang berusaha mencelakainya, lengkaplah sudah penderitaannya.

Demi melindungi gadis itu, kedua keluarga sepakat untuk melanjutkan pernikahan, tentunya dengan pria yang berbeda .
Akankah Qia terlepas dari penderitaan dan hidup bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LenteraHijaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Rahasia Gaun Pengantin

Lah Satrio, ia yang mana?  Setahunya, lelaki itu bukan salah satu dari beberapa hal tadi. Ia juga tahu banyak hal, terutama tentang identifikasi selongsong peluru itu. Ia juga tahu tentang pasukan elit. Terakhir, ia juga tahu tentang kejadian di Rubicon? Padahal, seingatnya, Qia belum cerita tentang kejadian itu. Bagaimana ia bisa tahu? Siapa sebenarnya dia? Menurut Umi Silmi, Satrio hanyalah seorang programmer dari suatu perusahaan kecil yang tidak terlalu terkenal. Aaah, Qia jadi pusing.

***

Demi keselamatan bersama, akhirnya mereka sepakat kalau pernikahan akan diadakan keesokan harinya dengan memanggil penghulu datang ke rumah. Entah bagaimana caranya, semua keperluan akan diurus oleh teman-teman Satrio.

Pukul sembilan malam, Abi Kun, Umi Silmi, dan Satrio pulang. Mereka akan bersiap-siap untuk acara dadakan besok. Begitu pula dengan Pak Zul, Bu Mirna, dan Qia. Meski semua sudah diurus Satrio, tetap saja mereka harus bersiap-siap.

"Semoga ini yang terbaik, Mas Zul," kata Abi Kun sambil mengenakan sandal saat  berpamitan.

"Aamiin, semoga saja begitu," jawab Umi Silmi, Bu Mirna, dan Pak Zul serempak. Posisi mereka memang sedang berdekatan, di dekat teras bagian depan.

Sementara itu, Satrio dan Qia masih berada di dekat pintu bagian luar. Satrio memang sengaja berjalan belakangan karena ingin menggoda Qia.

"Qi, orang yang menguntit dan mencoba menembakmu tadi namanya, Jack." Tiba-tiba Satrio menyeletuk, membuat Qia terperangah.

"Kakak kenal sama orang itu?" tanya Qia penasaran.

"Bukan kenal, cuma tahu aja," jawab Satrio ringan.

Jelas pemuda itu berbohong. Sebenarnya, ia kenal betul siapa itu Jack karena mereka adalah musuh bebuyutan. Meski belum memiliki perasaan khusus pada Qia, Satrio merasa sangat kesal karena calon istrinya itu mengatakan kalau musuhnya tampan. Satrio juga penasaran dengan cara Jack menatap Qia. Jujur, ia tidak terima.

"Kalau sudah tahu, kenapa tadi masih bertanya pada Qia?" protes gadis itu kesal. Terlebih ketika ia mengingat perbincangan tentang mata orang itu yang menurutnya mirip dengan Satrio saat menatapnya. Mana semua orang pada menertawakannya, lagi.

"Kakak cuma pingin memastikan aja. Sekarang Kakak jadi penasaran ...." Lagi-lagi Satrio menggantung ucapannya.

"Apaan?" tanya Qia.

"Kamu bilang, wajah Jack cukup tampan dan matanya seperti mata Kakak. Kakak jadi bertanya-tanya, antara dia sama Kakak, gantengan mana?" tanya Satrio sambil memasang wajah serius.

Kontan mata Qia jadi melotot dan wajahnya memerah. Kok bisa-bisanya orang ini bertanya seperti itu padanya?

"Astaghfirullah!" Seru Qia kesal.

Gadis itu lantas menoleh ke kiri dan melihat vas bunga mini dari anyaman bambu di atas meja teras rumah. Di dalam vas itu ada bunga mawar kecil-kecil dari plastik berwarna merah. Tanpa pikir panjang, Qia mengambil vas dan bunga itu kemudian dia pukulkan ke punggung Satrio.

"Dasar narsis!" desisnya pelan, takut terdengar para orang tua.

Sementara, Satrio tidak berusaha menghindar. Ia hanya tertawa-tawa, merasa puas menggoda calon istrinya.

***

Di sebuah markas.

[Bersiaplah, mereka sudah bergerak]

[Siap, Bos. Apa kali ini Jack juga akan mengambil bagian?]

[Kurasa tidak. Ia sudah melakukan kesalahan. Ia terlalu bernafsu hingga hilang kendali]

[Menurutku malah sebaliknya. Ia bukan hilang kendali, tetapi sengaja melepaskan tembakan untuk memberi peringatan pada kita. Ia ingin memberi tahu kita kalau dia juga ikut bermain]

[Kalau begitu, tingkatkan kewaspadaan. Berhati-hatilah karena dia sangat berbahaya]

[Dimengerti. Bagaimana dengan kubu lain?]

[Ada dua kubu lain yang sudah bergerak. Mereka adalah pembunuh bayaran dari Timur dan Selatan. Siagakan semua tim kita di pos masing-masing!]

[Siap ....]

***

Malam itu, Qia tidak bisa tidur. Jujur, ia merasa belum siap untuk menikah dengan Satrio, apalagi secara mendadak seperti itu.

"Besok?"

Betul-betul tidak bisa dinalar dengan akal sehat. Namun, mau bagaimana lagi? Ini demi keselamatan bersama. Entah mengapa kali ini ia percaya dengan Satrio, meski tidak sepenuhnya. Firasatnya mengatakan bahwa persoalan yang ia hadapi ini sangat serius dan rumit.

Tak pernah ia duga sama sekali kalau dirinya bakal mempunyai musuh. Tak tanggung-tanggung, mereka tidak hanya satu, tapi ada beberapa kelompok. Satu lagi, mereka adalah orang-orang hebat yang sudah terlatih dalam misi seperti itu. Belum lagi orang besar yang ada di belakang mereka. Tentu saja, Qia bukan tandingan mereka. Karena itu, meminta perlindungan dari Satrio adalah pilihan yang menurutnya bijaksana, meski harus dengan menikah dengan pemuda itu.

"Qi ... Kamu sudah tidur?" Bu Mirna mengetuk pintu kamar Qia karena melihat lampu di kamar itu masih menyala.

Qia tidak bersuara. Ia langsung membuka pintu kemudian duduk kembali di tepi ranjang. Bu Mirna mengikutinya kemudian duduk di sebelah gadis itu.

"Ibu mengerti perasaanmu, Qi. Ibu tahu, ini tidak mudah. Namun, Ibu percaya sama Satrio. Ibu rasa, ia tahu apa yang harus dialakukan untuk menghadapi semua ini," kata Bu Mirna.

"Iya, Bu, Qia ngerti. Qia akan berusaha menerima semua ini dengan ikhlas. Meski apa yang direncanakan Kak Satrio ini agak tidak masuk akal, tapi kita tidak punya pilihan lain," ungkap Qia pasrah.

"Apa pun yang terjadi, yakinlah bahwa kamu tidak sendiri, Qi. Ayah dan Ibu akan selalu bersamamu."

"Iya, Bu."

"Sekarang istirahatlah, besok adalah hari yang sangat panjang dan pasti sangat melelahkan. Oh ya, kamu masih memiliki beberapa gaun yang masih pantas dikenakan untuk acara besok, kan?" tanya Bu Mirna.

Meski acara ini dadakan dan betul-betul tanpa persiapan, ia tidak ingin anaknya memiliki kesan yang tidak baik. Ini adalah momen penting baginya, yang akan dikenang seumur hidup.

"Iya, Bu. Ibu tenang saja. Qia masih memiliki beberapa gaun yang belum pernah Qia pakai. Insyaallah sangat layak untuk dipakai ke acara besok," jawab Qia akhirnya. Ia mencoba untuk menenangkan ibunya. Ia tahu kalau wanita itu sedang mengkhawatirkan dirinya.

"Baiklah, Ibu keluar dulu kalau begitu. Jangan bergadang sampai larut malam.

***

Qia menutup pintu kamar setelah ibunya keluar. Ia lalu berjalan ke arah lemari pakaian dan mulai memilih beberapa gamis yang menurutnya layak dipakai ke acara akad nikah.

Sedang asik memilih, tiba-tiba matanya tertuju pada kotak cantik yang ada di antara tumpukan bajunya. Kotak itu berisi gaun pengantin yang sangat indah. Meski Qia belum melihat bentuk dan modelnya, tetapi dilihat dari bahan dan jahitannya, ia yakin kalau gaun itu sangat mahal.

Ya, itu adalah gaun pengantin pemberian Pras. Sebenarnya Qia agak heran. Ia sendiri sudah fitting baju, dan Pras mengetahui tentang hal itu. Namun, ternyata Pras malah memberikan gaun lain. Gaun itu diberikan Pras dua hari sebelum ia ditusuk orang. Dulu Qia belum sempat melihat dengan detail dan mencobanya. Ia hanya mengintip

secara sekilas saja. Karena itu, ia penasaran sekali. Ada dorongan yang sangat kuat untuk mencobanya.

"Apa besok aku pakai gaun ini saja, ya?" pikir Qia.

Dengan perlahan dan penuh perasaan, ia mengeluarkan kotak itu dan membukanya. Dengan perlahan pula, ia mengeluarkan gaun itu dan mendekapkan ke dadanya.

"Kak Pras, besok Qia akan menikah dengan Kak Satrio. Sungguh, Qia tidak bermaksud mengkhianatimu, Kak. Qia terpaksa melakukannya untuk kebaikan kita semua. Qia berdoa semoga Kakak tenang dan bahagia di alam sana. Semoga engkau rida dan mengikhlaskan kami, Kak." Qia mendekap gaun itu dengan penuh perasaan. Air mata mulai mengalir dengan deras ke pipinya.

"Kak, gaun ini adalah pemberian terakhir darimu. Izinkan Qia untuk memakainya," ucapnya lagi.

Saat berada dalam dekapannya, gaun itu masih dalam kondisi terlipat. Ia kemudian mulai membuka lipatan gaun itu dan membuka resletingnya. Saat Qia berdiri dan ingin mengepaskan ke tubuhnya, tiba-tiba sebuah benda mungil terjatuh dari lipatan gaun itu.

"Astaghfirullah al aziim!" Qia memekik lirih.

Sebuah flashdisk kecil berwarna hitam tergolek di lantai kamarnya. Buru-buru gadis itu memungut dan melipat kembali gaun pengantin itu, kemudian memasukkan flashdisk itu kembali ke lipatan gaun itu tanpa berusaha mengetahui apa isinya. Ia lalu memasukkan gaun itu ke dalam kotak kembali dan meletakkannya di antara baju-bajunya seperti semula.

"Astaghfirullah al aziim. Mungkin ini yang dicari orang-orang itu. Ternyata Kak Pras memang sudah merencanakan semua," pikir Qia.

Jantung Qia berdetak kencang. Sungguh ia sangat ketakutan. Bagaimana tidak, tanpa disadari ternyata dirinya menyimpan suatu rahasia.

1
Eka Suryati
absen
Eka Suryati
liat-liat siapa fau cikgu ngasih bonchap😍😍😍😍
Eka Suryati
Masih ngulang-ngulang bacanya. Seru dan sedih baca akhir cerita, sedihnya karena ceritanya tamat.
Eka Suryati: semoga cikgu diberi kesempatan, Aamiin🤲
total 2 replies
Eka Suryati
Dosa WK membunuh orang, sungguh tega ya. Demi apa coba, demi napsu dunia yang diperturutkan. Faktanya memang akan seperti itu kalau kita mengejar ambisi, dunia yang menjadi pusat perhatian kita hingga lalai akan nasip kelak diakhirat🙏🏼
Eka Suryati
Sedih juga cikgu berpisah dengan Qia.
Eka Suryati
yah tamat
Eka Suryati
wah
Eka Suryati
dimaafkan
Eka Suryati
waduh malah ngk kapok ya
Eka Suryati
Ngk tau lagi ya kalau jadi.Andre
Eka Suryati
begitulah senarusnya
Eka Suryati
kasian sih, tapi kejahatan harus dihukum
Eka Suryati
bsnar sekali
Eka Suryati
bagaimana hasilnya
Eka Suryati
ssmoga baktimu berbuah manis ndre.
Eka Suryati
wih enak aja mau lari ya
Eka Suryati
Nah kan akhirnya perang antar kelas kakap
Eka Suryati
yah....😀😀😀😀
Eka Suryati
kejahatannua sudah membuncah
Eka Suryati
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!