NovelToon NovelToon
My 100th Secretary

My 100th Secretary

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hana Reeves

Lanjutan My Rey dan My Cold Chef...

Bayu O'Grady adalah putra tunggal Abiyasa dan Gandari O'Grady. Terbiasa menjadi anak tunggal, jenius, perfeksionis dan riwil, membuat sekretaris yang bekerja bersamanya tidak betah dengan etos kerja Bayu yang workaholic. Hingga sepuluh tahun dia bekerja,sudah berganti sekretaris hingga 99 orang.

Disaat sekretarisnya yang ke 99 resign karena harus mengurus ibunya, datanglah sekretaris ke 100 bernama Ajeng Pratiwi. Gadis Indonesia yang harus bekerja keras di New York, melamar menjadi sekretaris Bayu.

Tapi bukan Ajeng namanya kalau dia menyerah begitu saja dengan pria yang mirip dengan opanya, Duncan Blair. Keduanya sering ribut unfaedah hingga akhirnya ada rasa yang berbeda.

Bagaimana kah kelanjutan kisah mereka?

Generasi keenam klan Pratomo
Follow my IG @hana_reeves_nt
Jangan plagiat karena berdosa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diajak Makan Siang

Ruang Kerja Bayu O'Grady PRC Group Building Manhattan New York

Bayu membawa sang ibu duduk di sofa dan menatap wanita yang sangat dicintainya. "Mom, ada apa mommy kemari?" tanyanya sambil duduk berhadapan dengan Gandari.

"Jadi itu sekretaris kamu yang baru? Yang keseratus?" Gandari mengacuhkan pertanyaan putra semata wayangnya.

"Iya. Namanya Ajeng Pratiwi."

"Usia? Orangtuanya? Asli mana? Lulusan mana? Sejauh mana dia tabah sama kamu?" cerocos Gandari membuat Bayu melongo.

"Mom! What the hell? Mommy mendadak jadi emak-emak HRD?"

"Dia kan yang membuat kamu tidak konsentrasi di Brussels?" tembak Gandari. "Dengar Angin topan bukan anak jalanan..."

"Ali Topan anak jalanan, mom..." koreksi Bayu.

"Suka-suka mommy karena ini adalah hak prerogatif seorang emak!" balas Gandari judes. "Jawab pertanyaan mommy tadi!"

"Ajeng usianya 24 tahun, kedua orangtuanya dokter yang menjadi relawan waktu ada wabah di Suriname tapi akhirnya malah menjadi korban disana saat Ajeng kuliah. Dia bekerja sambil kuliah jurusan bisnis, sudah lulus dan dia asli Solo. Sudah punya green card juga kok."

Gandari menatap wajah putranya yang gabungan wajah Abiyasa, Rhett O'Grady dan Edward Blair tapi sifatnya campuran Abimanyu Giandra, Edward dan Abiyasa. "Kamu naksir dia?'

Bayu terkejut. "Hah? Naksir? No, mom. Gemas iya!! Dia sekretaris paling ngeyel yang pernah bekerja sama aku! Gemma saja nggak sengeyel Ajeng!"

Gandari menyipitkan matanya untuk mencari kebohongan dari mata biru putranya dan feeling seorang ibu pasti tidak pernah salah. Gandari yakin Bayu ada perasaan khusus ke Ajeng tapi tetap tidak menyadarinya.

"Ngeyelnya macam gimana?"

"Kalau ngomong sama aku pakai bahasa Indonesia mix Jawa. Padahal sudah aku tegur tapi tetap saja dia ngomong dengan dua bahasa itu. Dia juga keras kepala kalau sudah punya opini."

Gandari tersenyum smirk. Lha podho Karo Kowe tho cah bagus ( lha sama dengan kamu tho anak ganteng ). Ajeng itu gambaran kamu!

"Biar mommy nilai sejauh mana dia ngeyelnya!" Gandari pun berdiri dan menuju pintu.

"Mom! Mom mau ngapain?" Bayu mengejar Gandari.

"Interogasi dan interview sekretaris kamu!" jawab Gandari cuek.

Bayu hanya bisa mematung, tidak bisa membantah dan melarang ibunya kalau sudah punya karep ( keinginan ).

***

Ajeng menunggu sampai Gandari keluar dari ruangan Bayu karena dia hendak memberikan permohonan para klien, kolega dan partnership yang hendak bertemu dengan Bayu langsung. Ajeng merasa tidak enak jika harus mengganggu perbincangan antara ibu dan anak itu.

Suara pintu ruang kerja Bayu terdengar dibuka dan tampak Gandari menatap Ajeng tajam membuat gadis itu sedikit keder melihat raut wajah ibu suri. Jebule mas Kal-el nurun emaknya kalau soal judes perjudesan ...

"Kamu masih ada pekerjaan yang penting tidak Jeng?" tanya Gandari dingin.

"Errr hanya hendak memberikan berkas ini ke pak Bayu, Bu Gandari" jawab Ajeng sopan dan formal dengan bahasa Indonesia karena Gandari bertanya menggunakan bahasa Indonesia juga.

"Kamu kasih ke Bayu sekarang lalu ikut saya!"

"Kemana Bu?" tanya Ajeng.

"Makan siang!"

Ajeng tertegun.

"Kenapa? Kamu sudah ada janji?" selidik Gandari.

"Sejujurnya saya sudah ada janji dengan Alesha, divisi desain tapi jika saya harus makan siang dengan ibu, saya bisa rain check ( menundanya ) ke dia" jawab Ajeng tenang.

Dalam hatinya Gandari memberikan nilai plus ke Ajeng yang mengatakan apa adanya.

"Ya sudah, kamu serahkan itu ke Bayu, lalu ikut saya. Kamu kan bisa bilang ke Alesha di perjalanan." Gandari memberikan kode ke Ajeng untuk masuk ke dalam ruangan Bayu untuk menyelesaikan tugasnya.

"Pak Bayu, ini semua permintaan pertemuan dengan semua orang yang sudah menghubungi saya pada saat bapak pergi. Untuk jadwal Minggu ini, sudah saya kirimkan ke kalender digital bapak di iMac bapak. Mohon diperiksa kembali" ucap Ajeng ke Bayu yang berdiri di ruang kerjanya dengan terus menatap ibunya.

"Thanks Ajeng" ucap Bayu sambil menerima map tebal dari beludru itu.

"Ajeng, ayo!" ucap Gandari tidak sabaran.

"Baik Bu." Ajeng pun keluar dari ruang kerja Bayu dan mengambil tasnya yang sudah dia siapkan karena hendak makan siang dengan Alesha tadinya tapi perubahan cuaca... eh acara membuat semuanya harus dischedule ulang.

Ajeng pun mengekor Gandari yang pergi tanpa mengatakan apapun pada Bayu. Disaat hendak masuk lift, Alesha melihat Ajeng bersama dengan Gandari dan gadis itu hanya mengangguk ke Ajeng paham bahwa mereka harus membatalkan makan siang berdua karena ibu Bayu O'Grady datang.

***

Di dalam mobil Gandari

"Kamu sudah bekerja dengan Bayu berapa lama?" tanya Gandari saat berada di dalam mobil.

"Hampir tiga bulan Bu."

"Bagaimana? Betah? Atau karena iming-iming bonus enam digit?" selidik Gandari.

"Bolehkah saya berbicara jujur Bu?" Ajeng menatap Gandari serius.

"Silahkan. Saya lebih suka kamu bilang apa adanya." Gandari sengaja bersikap seperti ibu yang menyebalkan demi mengorek siapa gadis di hadapannya meskipun Astuti sudah bilang kalau Ajeng gadis yang baik.

"Munafik jika saya tidak tergiur dengan tawaran kompensasi enam digit di dollar Amerika untuk bisa bertahan setahun dengan pak Bayu. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saya sangat mencintai pekerjaan saya. Meskipun terkadang saya harus mengelus dada membaca tulisan tangan pak Bayu yang bentuknya melebihi jelek nya ceker ayam dan dokter sekalipun!" Ajeng membasahi bibirnya. "Baru kali ini saya mendapatkan pekerjaan yang lingkungannya sangat kondusif dan kekeluargaan. Setidaknya saya hanya mengurus Pak Bayu, tidak seperti pada saat saya bekerja di butik."

"Jika kamu bisa bertahan setahun, apakah kamu akan keluar dan mengambil kompensasi enam digit itu?" tanya Gandari.

"Bisa jadi Bu. Sebab dengan uang sebanyak itu, saya bisa kembali ke Solo dan berwirausaha disana. Meskipun di New York saya mendapatkan banyak cuan tapi bagaimana pun hujan batu di negeri sendiri itu lebih nyaman."

Gandari tertegun mendengar jawaban Ajeng. Alamat si Twister bisa patah hati kalau gadis ini kembali ke Solo. "Kalau misalnya Bayu meminta kamu tetap menjadi sekretarisnya, meskipun kamu sudah mendapatkan uang kompensasi itu, bagaimana?"

Ajeng terdiam. "Saya belum bisa menjawabnya sekarang, Bu."

"Kenapa?"

"Kita tidak tahu kedepannya nasib saya usai setahun kontrak bagaimana. Dan untuk sementara, saya memang berkeinginan untuk kembali ke Solo usai saya menyelesaikan pekerjaan disini." Ajeng tersenyum manis. "Dan saya bukan seorang gambler karena saya tidak pernah beruntung soal gambling."

Gandari mengangguk. Satu lagi nilai plus Gandari ke Ajeng yaitu gadis satu ini realistis dan tidak ada tendensi apapun ke Bayu.

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Ira Resdiana
jantungnya ga aman ya pak?
Henny Saraswati
nah ini nih yg namanya ngomongin orang di depan orangnya langsung 🤣🤣
Lusy Aristiani
Dan di masa depan, ternyata ada yg berhasil membuat seluruh anggota klan Pratomo pake beskap n kebaya 😝😝😝😝
Lengkap dgn berbagai insiden heboh membagongkan 🤣🤣🤣🤣
Lusy Aristiani
Baru sadar, pak Pandu Dewanata kemana ya? 🤭🤭🤭🤭
Gak ikut jd team penengah anak²? 🤪🤪🤪🤪
Lusy Aristiani
Dan Aizen di masa depan akan jadi
pimpinan klan Pratomo Jakarta ☺️☺️☺️☺️
Dan bakalan jadi tukang tendang menteri, literally,,,, harfiah 😄😄😄😄😄
Lusy Aristiani
Mas Lisus msh bilang, lihat aja sampai kapan kamj tahan!
Tp setelahnya, gak bisa ditinggal 😝😝😝😝
Ani
😱😱😱😱😱 jadi itu anaknya Doogie..
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ǝs
wangsit nya belum datang ya tor
Hana Reeves: iyaaa ... belum ada
total 1 replies
ǝs
suka alur cerita bayu ajeng, nuhun tor
Hana Reeves: mamaciihhh... sama2
total 1 replies
Ani
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi lebih enakan sirup Kurnia loh Jeng
Ani
lah aku masih proses di rahim emak ku. Soalnya aku baru brojol 1982
ǝs
Luar biasa
Ani
visual pemerannya gak kaleng kaleng bikin mata emak emak langsung melek
Ani
itu kan istilah yang sering aku pake kalau lagi kesel 😄😄😄😄 dan sering kena tegor sama anakku 😉😉😉😉
muhammad ibnuarfan
kok gak selesai ya
Hana Reeves: iyaaa. maaf.
total 1 replies
muhammad ibnuarfan
sumpah...ngakak aku...kecelek tenan tho...JEK nuakale...adik2 e tho Yo...🤣🤣🤣...gemeshhh....aku...🤣🤣🤣
beybi T.Halim
luar biasa...,cuma masih ngegantung ternyata😄
Hana Reeves: iyaaa. maapkeun wangsit ku yg menghilang
total 1 replies
beybi T.Halim
nadya blair bukannya memang sdh muslim dari jaman oma buyut yuna pratomo??bahkan edward blair sdh mualaf juga sebelumnya knapa nadya belum mualaf???🤔sedikit bingung ini
beybi T.Halim: aaa...stepen blair,I see😃 sedikit terlupa adek edward..,trims pencerahannya hana👍
total 2 replies
beybi T.Halim
astagjfirullah🤣🤣🤣🤣🤣🤣bengek parahhh aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!