kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.
ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.
semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.
mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.
#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. about luxery
Kembali diingatkan untuk jangan lupa beri vote dan komentarnya reader
Happy reading
______________________________________
Terlihat seorang pria gagah memakai pakaian hitam formal berlari kearah kiano dan Alvin yang tertidur digedongannya.
Bocah itu tertidur tadi karena terlalu lelah menangis mungkin.
"Tuan,anda tidak papa?"tanya pria itu yang diketahui bernama luxer orang yang sempat dihubungi oleh kuno tadi.
Luxer sedikit menunduk sebagai bentuk hormat kepada tuannya,ia juga menerisik kiano, apakah sang tuan mendapat lecet dari permainan nya tadi.
Luxer yakin tuannya terlihat masalah sebelum ia datang, dilihat dari tubuh dan wajahnya yang dipenuhi darah sepertinya itu bukan darahnya atau darah orang orang yang berada digendongnya.
"hm"balas kiano singkat lalu pergi meninggalkan luxer menuju mobil yang terletak tak jauh dari tempatnya berada.
Luxer yang melihat sang tuan meninggalkan nya memilih mengikuti kiano dari belakang.
Tanpa banyak bicara, ia segera masuk ke mobil dan menyalakan mesin, meninggalkan hutan yang kini terasa semakin sunyi.
Posisi mereka saat ini adalah luxer sebagai pengemudi lalu kini yang duduk tenang disamping luxer dengan mata terpejam ditambah Alvin yang ditidurkan di bangku belakang mobil.
"Tuanku... apa kita langsung ke rumah sakit dulu?” tanya Luxer pelan, memecah keheningan yang sudah cukup lama memenuhi mobil.
"hm, terdekat"balas kiano Tanpa membuka matanya.
"Baik"ucap luxer lalu melajukan mobilnya lebih cepat menuju rumah sakit cempaka, karena itu adalah rumah sakit terdekat.
Sesampainya dirumah sakit cempaka Kiano segera turun disusul luxer yang sekarang berada disebelahnya.
"Bawa dia kedalam"perintah kiano pada luxer menunjuk Alvin yang Masi berada dalam mobil dengan dagunya.
Tanpa berlama lama luxer mengangkat tubuh kecil Alvin dengan mudah lalu mengikuti tuanya yang sudah pergi duluan.
Bukan apa-apa,tapi Kiano khawatir Alvin akan mendapat trauma setelah melihatnya membunuh di hutan tadi. Ia takut bocah itu justru akan jadi beban di kemudian hari.
Kiano berdiri didepan ruang pemeriksaan menunggu hasil nya,ia juga menyuruh para dokter itu memeriksa psikis Alvin bukan hanya memeriksa fisiknya.
Disampingnya terdapat luxer yang masih setia berdiri disamping kiano,pria itu hanya diam dengan wajah datarnya persis seperti kiano.
Luxer adalah bawahan kepercayaan kiano,orang yang pernah disematkan nya saat berumur 16 tahun.
Luxer ia temukan dijalan sepi ketika terjadi pertarungan.
Luxery gerdan nama lengkapnya,anak bungsu keluarga sederhana dan ia memiliki seorang kakak perempuan dan tinggal digang-gang sempit ditepi kota.
Berawal dengan kehidupan luxer yang bahagia walaupun ia tak memiliki uang atau barang barang bagus seperti anak seusianya.
Luxer tidak mendapatkan pendidikan yang layak ia hanya belajar dari buku buku bekas yang ia temukan.
Berbeda Dengan sang kakak yang bersekolah umum dengan uang hasil kerjanya atau mungkin kakak nya mendapatkan uang dari cara tak baik.
Dulu luxer adalah anak yang ceria tapi itu semua berubah ketika ia berumur 16 tahun,tahun dimana penderitaannya dimulai.
Saat itu luxer baru saja selesai menjual barang bekas,luxer yang pada saat remaja itu terhenti didepan pintu rumah gubuk tua netranya terus melihat pada tiga pria yang berada didalam rumahnya.
Sepertinya mereka sedang membicarakan suatu hal yang penting,
Luxer yang bersembunyi sambil mendengarkan apa yang dibicarakan oleh keluarganya minus sang ibu dengan orang tak dikenal itu.
"Bagaimana apa kau setuju dengan persyaratan nya?"tanya salah satu pria itu yang sepertinya adalah pemimpin nya.
"Saya setuju tapi saya ingin harganya lebih dimainkan"balas seorang pria yang diketahui sebagai ayah luxer.
"Baiklah saya akan menjadikan 10 milyar"putus pria asing itu.
"Baiklah kau boleh membawa nya dan anak itu bernama luxery kau boleh melakukan apapun padanya termasuk menyiksa"ucap sang ayah dengan menyeringai.
"Ayah apa kita akan jadi kaya raya setelah ini?"tanya kakak dari luxer.
"Tentu saja sayang kita akan kaya"balas sangat ayah sambil memeluk pinggang sang putri mesra.
"Tapi aku tak melihat nya yah,apa kuat harus mencarinya dulu?"balas sang putri memelas.
"Tak perlu dia ada disana mendengar semua pembicaraan kita" yang bersembunyi.
Luxer yang sedang bersembunyi memutuskan keluar dari tempat persembunyiannya.
Dadanya bergejolak marah melihat pemandangan didepannya ini,dimana sang ayah memeluk mesra kakaknya.
Apa apaan ini kenapa jadi begini,lalu bagaimana dengan ibunya,luxer mendekat tanpa aba aba langsung meninju wajah ayahnya.
Ia sangat marah,dari pembicaraan mereka tadi dapat ia simpulkan bahwa dirinya sudah dijual oleh ayah dan kakak nya,lalu bagaimana dengan ibunya?.
"Dimana ibu, sialan"tanya luxer dengan tatapan tajam nya.
Ayah dan kakak yang mendengar pertanyaan luxer menyeringai.
"Wanita sudah pergi bersama prianya"balas ayah luxer tanpa beban.
"Dan kau tak lagi dibutuhkan bocah"ucap sang kakak memandang jijik luxer.
"Cepat bawa dia pergi dari hadapanku"perintah ayah luxer lalu menarik pinggang kakanya masuk kedalam rumah.
"Bawa dia"perintah orang asing itu lalu pergi meninggalkan muxer dan dua anak buahnya.
Mereka yang diberi perintah tentu saja langsung melaksanakan nya,dua orang itu menyeret paksa luxer yang terus memberontak.
Selama tinggal dengan pria asing yang dipanggil dengan sebutan tuan v,luxer selalu disiksa bahkan dijadikan anjing oleh orang orang sialan itu.
bukan hanya itu ia juga jadi pelampiasan kekesalannya sang tuan ketika marah.
Ketika luxer berusia 20 tahun ia berhasil kabur dari siksaan orang gila itu dan melarikan diri ketempat yang jauh.
Tapi ketika dalam pelarian ia dijadikan target oleh sebuah organisasi gelap karena kerja sama pria gila itu dengan salah satu dari mereka untuk menangkapnya.
Ketika ia mulai kewalahan melawan 10 orang dari organisasi itu,tiba tiba datang seorang remaja yang yang menolongnya.
Remaja itu adalah kiano,ia melawan sepuluh orang tersisa dengan santainya tanpa rasa takut.
Sementara luxer hanya terdiam kaku merasakan aura remaja yang sedang bertarung didepannya.
Setelah pertarungan usai kiano yang hendak pergi harus tertahan karena luxer yang tiba tiba menghadangnya.
"T-tuan,apa saya boleh menjadi bawahan anda?"tanya luxer gugup melihat tatapan datar dan dingin kiano.
"Saya berjanji akan setia kepada anda tuan"lanjut luxer dengan tatapan berharap.
Kino yang mendengar itu terdiam ia sedang memikirkan nya, sepertinya akan sangat berguna nanti.
Kembali kemasa sekarang kiano yang berdiri didepan ruang pemeriksaan dengan luxer yang masih setia disamping nya.
Cklekk
Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Kiano menatap dokter yang berada didepannya dengan datar dan menurut penjelasan.
Dokter yang biasa di panggil dengan dokter Dion tersebut berdehem beberapa kali untuk mengurangi rasa gugup nya.
"Pasien baik baik saja,ia hanya butuh lebih banyak istirahat dan lukanya sudah diobati"jelas dokter Dion dengan profesional.
"Tapi dilihat dari luka luka yang terdapat pada tubuh pasien sepertinya ia sering mendapatkan kekerasan apa benar?"lanjut dokter Dion diakhir pertanyaan.
Kiano yang mendengar penjelasan dokter Dion terdiam ia seperti sedang memikirkan seseorang.
"Pindahkan ruang VVIP"ucap Kiano Tanpa membalas pertanyaan dokter Dion tadi.
"Awasi ruangannya dengan baik"ujar kiano kepada luxer Lalu pergi meninggalkan rumah sakit.
"Baik tuan"balas luxer memandangi tuannya yang perlahan semakin menghilang.
Bersambung......