NovelToon NovelToon
Bukan Istri Pengganti

Bukan Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Anak Genius
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Bagaimana jadinya jika kamu harus menikah dengan musuh kamu, itu yang di rasakan Haziqa Elvarreta Shanum atau kerap di sapa Hazi.

Seorang Dokter umum di salah satu rumah sakit di Jakarta ,anak kedua dari pasangan Kiyia Luqman dan Nyai Khodija.
Hazi harus menikah menggantikan sang kakak, apakah Kehidupan Hazi, akan baik- baik saja setelah menikah, tunggu updatenya hanya di novel ini yaa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Istri Pengganti 32

Hazi, Lyora dan juga Aminah baru saja tiba di rumah sakit kembali, karena sudah bergantian shift,.Aminah dan Lyora memutuskan untuk langsung pulang.

Sedangkan Hazi memilih untuk menunggu di ruangan istirahat bersama untuk para dokter , yang biasanya di gunakan untuk para dokter dan perawat yang sedang berjaga di igd.

Namun di tengah jalan ia bertemu dengan Xylan, "Dokter Hazi" sapa Xylan.

"Mari Dokter Xylan" jawab Hazi yang kemudian hendak menuju ke ruangan istirahat Dokter.

" ehhh Dokter Hazi, adik anda di rawat di bangsal Catteleya, tadi pingsan ,suami anda juga di sana" ucap Xylan memberi tahu Hazi soal Hanzzah.

" Hah? adik saya? adik saya di jogja itu dok " jawab Hazi.

" Iya.... tapi tadi dia kesini cari dokter sama Arras, terus pas mau ke ruangan Arras dia pingsan, sekarang Arras sedang ada di kamar inap adik anda" jawab Xylan.

" ohh Terim kasih dok, infonya ... saya lihat keadaan adik saya dulu, Mari" sahut Hazi yang kemudian berlari ke bangsal yang di maksud Dokter Xylan .

Perasaan Hazi campur aduk dan banyak pertanyaan yang muncul di kepala Hazi, kenapa sang adik bisa sampai jakarta? kenapa sang adik atau palek dan buleknya tidak memberi tahu dirinya jika sang adik pergi ke Jakarta.

Sesampainya di lantai yang di tuju, Hazi berlari ke arah nurse station dan menanyakan tentang adiknya, setelah mengetahui kamar sang adik,ia segera berlari ke arah kamar adiknya.

Brakk....

Semua orang yang ada di dalam menatap ke arah Hazi yang baru saja membuka pintu dengan sedikit keras.

Hazi melihat di dalam ruangan sang adik sudah ada suaminya , umi Aisyah dan juga Abi kholid dan tentunya sang adik.

" umi, abi" panggil Hazi yang lebih dulu memanggil umi dan abi pada umi Aisyah dan juga Abi kholid.

" Sudah kenyang nduk?" tanya Abi Kholid.

" sampun ( sudah ) abi" jawab Hazi.

"ini kenapa Han bisa kesini? bukannya kemarin abi dan umi bilang Han di rumah dan kenapa bisa sampai pingsan ?" tanya Hazi yang khawatir dengan sang adik.

" Hah.... baper aku mbak, Mbak Hazi khawatir sama aku ?" sahut Hanzzah.

" suttt kamu ini? kenapa bisa kayak gini?" omel Hazi pada sang adik.

" Jadi gini nduk.................................................." abi kholid mulai menceritakan tentang Mila dan apa yang terjadi selama seminggu ini, termasuk keluarga ustadz yusuf yang melamar.

" Jadi mbak Mila kabur dengan Ustad Yusuf?" tanya Hazi kembali memastikan.

" Iya.... dan kami ke sini, juga mau kasih tau kamu setelah acara abi dan umi selesai, ehh di pertengahan acara kami dapat kabar dari suami kamu, Han kw Jakarta dan masuk rumah sakit " jawab umi Aisyah.

" berarti umi sama abi enggak tau Han ke jakarta?" tanya Hazi.

" enggak, kita baru tau pas di kasih kabar suami kamu " jawab Abi kholid.

Hazi melayangkan tatapan tajam ke arah sang adik, Hanzzah yang sudah tau akan mendapatkan omelan dari sang kakak memilih untuk memejamkan matanya dan berpura- pura untuk tidur.

" Bagus..... pergi enggak izin.... sakit kan, pintar banget ,terus gimana kamu pesen.tiketnya hah, bagusan banget......" ujar Hazi yang menarik telinga sang adik hingga memerah.

Hanzzah yang kesakitan membuka matanya dan memohon ampun pada sang kakak, " Ampun mbak..ampun, enggak di ulang lagi, lagian aku kesini karena udah muak sama mbak Mila yang jelekin mbak terus " jawab Hanzzah.

" Tapi dia tetep kakak kita, kamu enggak boleh gitu jelekkkkk" sahut Hazi yang tanganya masih setia menarik telinga sang adik.

" Udah- udah, kasian adek " ujar Arras yang menengahi Hazi dan juga Hanzzah.

" Mas..... tolong mas..., istrinya galak banget " ujar Hanzzah yang mengadu ke Arras seperti anak kecil.

" Hanzzalah " geram Hazi.

" Sudah ndukk... kasihan adik mu, biar istirahat dulu " ucap Abi Kholid.

" Abi.... umi..... Arras sama Hazi, pamit dulu ya... nanti kami kesini lagi, kami mau ganti baju dan bersih- bersih dulu, soalnya Hazi juga sedari tadi di Igd , banyak pasien" pamit Arras .

" ehhh mas aja yang pulang, Hazi jaga Hanzzah aja, kasihan umi dan abi pasti juga lelah ,dari acara " sahut Hazi.

" Gapapa ndukk.... pulang dulu aja, biar umi sama abi yang jaga adik mu, bersih - bersih dan istirahat sebentar ,pasti kamu juga capek kan " sahut Umi Aisyah.

" Pulang sana, dari pada di sini berisik " usir Hanzzah pada Hazi, begitu lah interaksi keduanya walau sering bertengkar namun mereka juga saling sayang satu sama lain.

" Awas kamu kalau udah sembuh, liat aja" sahut Hazi menatap tajam ke arah Hanzzah.

" Udah yuk..... " ajak Arras.

" Ya sudah kalau begitu kami Pamit dulu ya... mi, bi"pamit Arras dan juga Hazi mencium tangan umi Aisyah dan juga Abi kholid.

" Iya hati- hati ya..." sahut Umi Aisyah.

" Assalamualaikum "

" Waalaikumsalam "

Hazi dan Arras keluar dari kamar inap Hanzzah, banyak pasang mata menatap ke arah mereka, apalagi saat mereka melewati nurse station.

Para suster dan Dokter menyapa mereka berdua dengan ramah, yang membuat Hazi tau, orang- orang yang bermuka dua, karena banyak juga yang menyapa mereka sekarang, tadi menyinyir di depan wajah Hazi.

" Mari Dokter Arras, Dokter Hazi" sapa salah satu suster yang tadi pagi menyindir Hazi tepat di depan Hazi, bahkan bisa di bilang dia lah asal muasal gosip itu.

" Mampir makan dulu ya...." ujar Arras ketika mereka berada di lift dan hendak turun ke basement.

" kemana?" tanya Hazi.

Obrolan mereka cukup canggung, bukan mereka namun hanya Hazi, karena ia masih takut untuk berinteraksi dengan suaminya, di area rumah sakit, dimana banyak orang yang mengenal mereka.

" Kamu mau makan apa?" tanya Arras dengan lemah lembut, namun masih bisa di dengar oleh suster yang menyapa mereka tadi.

" Aku ngikut mas aja" Jawab Hazi yang kemudian tersenyum kikuk.

" okey " jawab Arras menggengam tangan Hazi dengan begitu erat.

Hazi ingin menepis,namun ia sudah berjanji akan menjadi istri yang berbakti pada suaminya, walau kepalanya banyak ketakutan yang akan terjadi ke depannya walau belum tentu itu semua akan terjadi.

Hazi menatap ke arah kaca, Arras membawa istrinya ke salah satu pusat perbelanjaan di dekat apartemen mereka, Arras mengajak Hazi untuk makan masakan sunda.

Setelah makan Arras mengajak Hazi untuk berkeliling dan masuk ke salah satu store baju dengan brand yang cukup terkenal.

" Mas mau cari baju tidur ?" tanya Hazi pada Suaminya.

Bukannya menjawab Arras hanya tersenyum dan merangkul sang istri untuk masuk ke dalam store tersebut.

Setelah cukup lama, Arras dan Hazi keluar dari store tersebut dengan tiga tote bag yang berisi lebih dari tujuh baju yang di beli.

Arras keluar dengan wajah berbinar sedang Hazi dengan wajah sedikit kesal, karena ulah suaminya saat di store.

" kok cemberut? senyum dong " ujar Arras menarik kedua sudut bibirnya sang istri.

" lagian mas, ngapain sih bilang gitu ke mbaknya kan malu " jawab Hazi yang masih cemberut.

Arras melihat sisi manja istri barusan yang membuat Arras gemas , " kan bener baru pertama kali kita, enggak salah kan? " sahut Arras.

" Udah ah.... aku mau cari baju dulu" sahut Hazi yang kemudian masuk ke store, ia membeli beberapa rok dan celana serta baju untuk kerja.

Ia sudah mengetahui apa yang di lakukan Atthaya, Saat hendak membayar Arras dengan cepat mengeluarkan kartu miliknya untuk membayar belanjaan sang istri.

" Mas, aku ada kok " ujar Hazi yang hendak mengambil debit milik suaminya yang sudah di pegang oleh kasirnya.

" Mbak , udah mbak pakai kartu saya aja " pinta Arras pada Kasir.

" simpan uang kamu, itu kebutuhan kamu tanggung jawab mas, uang mas uang kamu, uang kamu simpan saja, selama kamu pergi sama mas, harus mas yang bayar, kecuali kalau kamu sudah mau mengaatur keuangan keluarga kita dan Mau pegang uang mas " bisik Arras.

Malam ini, malam yang panjang bagi Arras dan Hazi, mereka menumpahkam segalanya, Arras membuktikan cintanya dan Hazi membuktikan ke taaatanya pada suaminya .

1
Umi Kolifah
jangan bikin hazi kenapa Napa ya thor kemungkinan hazi hamil itu, dan semoga dengan kejadian ini si Athaya d buka mata hatinya agar bisa menerima hazi
muthia
cantik ama Hazika
Umi Kolifah
siapa ya yg d lihat dokter aras , apa dia kepikiran mau menghamili si hazy agar gak pergi ninggalin aras
Umi Kolifah
tak pikir Attaya itu laki2 ternyata cewek
muthia: ia sama nama cucuku Atayah tp cowok 🙏
total 1 replies
falea sezi
lanjut
falea sezi
g tau diri ini mila 😒klo g mau mending g uda taaruf bloon😒
falea sezi
Athaya ini minta di tampar ya😒
pilay
Hazi namanya sama dgn tetangga aku
Rahmi
Double up Thor
Aning Melindasari
aaa aku selalu nunggu up an nyaa thor😍😍
Aning Melindasari
aku nunggu bab berikutt nyaa thorr, ceritanya seruuu paraaahhh😍
Nana Ningrum: terima kasih kak🙏 di tunggu yaa kak bab berikutnya 😄👍
total 1 replies
Elly Maryani
lanjut Thor .
Nana Ningrum
bagus
Elly Maryani
yg kamu bilang nyebelin itu jodoh kamu arras
allana
thorr kalau ada waktu luang mampir dongg
Nana Ningrum: okey kak 😍 semangat terus💪
total 1 replies
allana
semangat thorr💪
Elly Maryani
sama2 nyebelin nanti JD bucin😅😅
allana: bener banget biasanya gitu🤭
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiirr😍semangat up tiap hari ya thooorr🤣👍👍
Nana Ningrum: terima kasih sudah mampir kak 🙏 di tunggu update selanjutnya yaa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!