NovelToon NovelToon
SEBATAS TEMAN TIDUR

SEBATAS TEMAN TIDUR

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:172.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Chyntia R

Medeline Arcela Forza, dijual oleh Kakak tirinya di sebuah tempat judi. Karena hal itu pula, semesta kembali mempertemukannya dengan Javier Antonie Gladwin.

Javier langsung mengenali Elin saat pertemuan mereka yang tak disengaja, tapi Elin tidak mengingat bahwa dia pernah mengenal Javier sebelumnya.

Hidup Elin berubah, termasuk perasaannya pada Javier yang telah membebaskannya dari tempat perjudian.

Elin sadar bahwa lambat laun dia mulai menyukai Javier, tapi Javier tidak mau perasaan Elin berlarut-larut kepadanya meski kebersamaan mereka adalah suatu hal yang sengaja diciptakan oleh Javier, karena bagi Javier, Elin hanya sebatas teman tidurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Maafkan aku (Author POV)

Karena kondisi Elin sudah membaik, ia diizinkan untuk pulang oleh Dokter. Hal ini kembali menyadarkan Elin bahwa ia tidak memiliki tempat untuk kembali kecuali hanya pada Javier.

"Aku bahkan tidak punya rumah," batin Elin yang kepikiran dengan tempat tinggalnya selanjutnya. Mengingat ibunya yang telah tiada, tidak ada kesempatan untuk Elin kembali ke rumah orangtuanya. Lagipula, disana ada Liam yang sangat dihindari oleh Elin.

Meski Elin sangat ingin membalas segala perlakuan Liam kepadanya, tapi ia sadar bahwa sampai saat ini ia belum memiliki power untuk melawan kakak tirinya itu. Karena hal itu pula, Elin mana mungkin berani untuk menuntut hak atas rumah yang dulu ia tempati bersama Liam dan keluarganya.

"Ayo kita pulang!" Tiba-tiba suara Javier terdengar, ia baru saja selesai mengurus administrasi untuk Elin di Rumah Sakit tersebut, sekarang saatnya membawa gadis itu kembali ke Apartmen.

"Apakah kesepakatan kita masih berlanjut?" tanya Elin, karena lagi-lagi Javier mengajaknya untuk pulang bersama, itu artinya Elin benar-benar akan kembali ke Apartmen pria tersebut dan menyambung kesepakatan mereka untuk menjadi teman tidur Javier lagi.

"Tentu saja, kecuali jika kau sudah menjawab ajakanku untuk menikah."

Elin membuang pandangannya ke arah lain, ia tidak mau melihat Javier diujung sana.

Javier pun tak ingin membahas hal ini lebih lanjut, mengingat kondisi kesehatan Elin yang baru saja pulih. Ia tak mau memaksakan gadis itu. Yang jelas, ia akan tetap menunggu jawaban dan keputusan Elin terkait hal ini, selama Elin belum menolaknya maka ia dan Elin masih memiliki kesempatan untuk menyambung kesepakatan mereka. Setidaknya, itu akan berlanjut hingga kurun waktu sebulan, dimana tenggang waktu itulah yang diberikan oleh Ayah Javier agar bisa membebaskan Elin selamanya.

"Apakah jika aku menolakmu maka kesepakatan kita akan berakhir?" ujar Elin yang kembali menanyakan hal itu, padahal Javier sudah terdiam cukup lama dan tak mau membahasnya lebih lanjut.

"Ya. Aku hanya diberi waktu satu bulan untuk tetap bisa bersamamu. Sembuh atau tidak dari trauma itu, maka aku harus tetap membebaskan mu."

Elin mencerna kalimat Javier baik-baik. Dia dapat menyimpulkan jika ia tak memiliki banyak waktu untuk menjawab ajakan Javier. Pilihannya hanya ada 2. Iya atau tidak. Jika ya, maka mereka akan menikah meski tanpa cinta dari pria itu. Tapi jika tidak, maka Javier akan membebaskan Elin seperti yang sudah disepakati dengan Ayahnya. Dan kalau itu terjadi maka Elin akan hidup seorang diri tanpa siapapun didunia ini.

"Baiklah, aku akan menjawabnya, Kak."

Javier menatap Elin dengan sorot terkejut. Tidak tau kenapa dia merasa berdebar menunggu jawaban dari gadis itu. Ia juga tak menyangka jika Elin akan menjawabnya sekarang.

"K-kau akan menjawabnya?" Perasaan Javier mendadak tidak enak, padahal ia berharap Elin jangan menjawab secepat ini karena ia masih tenang dalam posisi seperti sekarang dimana mereka tidak diharuskan untuk segera menikah ataupun segera berpisah. Javier ingin memanfaatkan waktu satu bulannya dengan baik dan berharap untuk sembuh. Dengan begitu, ia tak perlu menikah dengan Elin, pun tak usah membebaskan gadis itu sesegera mungkin.

"Aku tau kau tidak mengharapkan pernikahan itu," kata Elin memulai.

Javier terdiam di depan hospital bed dimana Elin masih berbaring disana.

"... aku juga tau jika kau sulit melepaskan aku disaat kondisi traumamu belum sembuh."

Kini Elin menatap lekat pada mata Javier. Ia teringat akan ucapan Cassie yang memintanya untuk lebih jeli dan melihat perasaan pria itu dari sorot matanya.

"Aku ... sangat berterima kasih padamu karena pernah menebusku dari tempat perjudian. Jadi, anggaplah kebersamaan kita selama ini sebagai bentuk rasa terima kasihku atas kebaikanmu itu."

Entah kenapa perasaan Javier mencelos saat kalimat itu tercetus dari bibir Elin. Sekarang, ia semakin merasa tak enak hati. Javier tidak siap menikah, namun ia juga tak siap jika ditolak oleh Elin karena itu berarti Elin akan meninggalkannya selamanya.

"Aku sudah mendapat keputusan untuk penawaranmu, Kak." Elin tiba-tiba meraih tangan Javier dan menggenggamnya, tidak ada penolakan dari pria itu, justru Javier merasa sikap Elin ini mengisyaratkan sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

"... aku menolak untuk menikah denganmu," sambung Elin kemudian.

Tatapan Javier langsung tertumpu pada mata Elin saat itu juga, ia tidak percaya jika Elin benar-benar telah menolaknya. Ada sorot kecewa dimatanya namun ia juga lega karena tidak harus menikahi Elin secepatnya. Javier seperti berada ditengah-tengah kebimbangan sekarang.

"K-kau menolakku?" tanya Javier dengan suara yang terdengar bergetar.

Elin mengangguk, ia masih menggenggam jemari Javier dan kini tatapan mereka saling tertautt satu sama lain.

"Aku tidak bisa menghancurkan masa depanku dengan menikahi pria yang tidak mencintaiku, Kak."

Javier menggeleng, ingin membantah perkataan Elin tapi ucapan gadis itu ada benarnya. Dia memang tidak mencintai Elin, kan?

"Lalu, bagaimana dengan aku, Elin?" Entah kenapa lagi-lagi suara Javier bergetar saat mengucapkan hal itu.

Elin mengulas senyum tipis yang nampak getir. "Kenapa kau menanyakannya padaku? Tentu saja kau akan baik-baik saja. Apa kau pikir aku menolak ajakan menikah ini hanya karena memikirkan diriku sendiri? Tidak, kak. Aku melakukan ini juga karena memikirkan mu, aku tidak mau kau menikahi aku dengan keterpaksaan. Itu akan memberatkanmu," ujarnya panjang lebar.

"Tapi, Elin ..."

Elin melepas genggaman tangannya pada Javier, lalu ia menggeleng pada pria itu.

"Sudah, Kak. Aku juga tau, jikapun aku menerimamu kau tetap tidak akan bahagia."

"Tapi setidaknya kita masih bisa bersama," lirih Javier.

"Bersama dalam ikatan tanpa rasa? Maaf, aku tidak bisa."

"Baiklah. Sekarang apa rencanamu?" tanya Javier yang tidak mau memaksa Elin lagi.

"Bebaskan aku, Kak. Kau tidak perlu menunggu sebulan untuk melakukan itu. Biarkan aku pergi," tukas Elin.

Mata Javier terbelalak. Ia belum siap untuk hal ini meski tadi ia yang mengatakan pada Elin bahwa jika gadis itu menolaknya maka Elin akan terbebas darinya.

"... aku akan sangat berterima kasih jika kau membiarkanku hidup tanpa rasa sakit hati. Kebersamaan kita yang semakin lama akan membuat hatiku semakin sakit karena perasaanku hanya bertepuk sebelah tangan padamu."

Javier manggut-manggut. Satu tangannya terkepal erat entah untuk mengekspresikan emosinya yang mana. Atas penolakan Elin atau karena permintaan gadis itu yang ingin segera bebas darinya. Dia tidak pernah menyangka jika ternyata rasanya sangat berat seperti saat ini.

"Baiklah. Aku akan membebaskanmu, Medeline Forza."

Sudut mata Elin mendadak terasa berair, ia yakin bahwa saat ini juga ia tidak dapat membendung hujan yang akan segera jatuh dipipinya.

"Thank you, Kak. Terima kasih karena kau benar-benar membebaskanku sekarang," ujar Elin dengan suaranya yang sangat pelan. Itu karena ia memaksakan untuk bicara padahal sejatinya ia sudah sangat ingin menangis saat ini juga.

Tanpa kata-kata, Javier pun segera berbalik pergi, ia keluar dari ruangan dimana Elin berada.

"Aku hanya berusaha mengabulkan keinginanmu, tidak ku sangka ternyata ini cukup berat bagiku," gumam Javier didepan pintu ruangan.

Sementara disana, Elin akhirnya menumpahkan airmata yang sejak tadi sudah memenuhi pelupuk matanya.

"Maafkan aku, Kak. Maafkan aku," isak Elin.

Elin tau ini sangat berat baginya. Apalagi ia tak memiliki siapapun lagi kecuali Javier. Tapi, ia juga tak mungkin berharap pada pria itu terus karena pada akhirnya nanti, cepat atau lambat Javier akan tetap meninggalkannya dan itu akan jauh lebih sakit ketika perasaannya pada pria itu semakin membesar.

...Bersambung ......

Sampai disini, gimana menurut kalian, guys? Kirim komentarnya ya dan jangan lupa tekan jempol utk berikan like buat bab ini🙏🙏🙏🙏

1
melting_harmony
Luar biasa
Masal Njeber
Biasa
S.Syahadah
menurut aku cerita nya ringan dan ga mau berhenti baca hehe
S.Syahadah
ini udh bab berapa ya aku kenyamanan baca hahaha
COOL_I4N
nice thor. suka endingnya. tp alangkah lebih klimaks kl gak ada adegan javier mengotori tangannya membunuh liam+irina hik hik. membalas nya gak perlu sadis2 thor ky di dunia mafia.
COOL_I4N: tp aku mau baca karya author yg lain. semoga lebih bagus dr novel ini. semangattttt thor
total 1 replies
COOL_I4N
jav+daddy nya sadis amat tho ky mafia aja yg udah biasa haus darah😭😭😭😭😭😭 agak so sad endingnya sadis gini.
COOL_I4N
wah harus nya liam dan irina di adu domba saja biar mereka saling menghabisi/menyiksa satu sama lain. sayang jav harus mengotori tangan nya sendiri
COOL_I4N: apalg irina kan punya keluarga yg notabene adalah keluarga orang kaya jg pasti punya kuasa apa gak resiko kl sampai mereka tau irina dibunuh
total 1 replies
COOL_I4N
wahhh kecewa thor kurang hot wkwkwkkw tp tetep romantis kok. mau thor untuk next ada detailnya. secara ini kan novel dewasa kok sopan amat ky novel teen aja xixixixixixi🤭🤭🤭🤭
COOL_I4N
yeayyyyu ada part extra tq thor. soalnya msh nunggu adegan malam pertama elin dan jav nih 🤭🤭🤭🤭
COOL_I4N
so sweeeeeettt 😍😍😍😍😍😍😍😍
COOL_I4N
thorr adegannya jangan sopan2. buat sampe elin dan javier skidipappappap🤣🤣🤣
COOL_I4N
aku suka detail2 kecil spt ini thor. author gambarkan jav melihat sekitar untuk memastikan ini dunia nyata atau mimpi setelah mendengar perkataan elin
COOL_I4N
huaaa sedihnya jd jav sampe gak bs bedain yg mana mimpi yg mana kenyataan😭😭😭😭 tolong endingnya yg klimaks ya thor. aku suka banget adegan dan dialog novel ini. sampe author bs buat adegan pertemuan elin dan jav dr jeruk nggelinding. surprise bgt pdhl pas baca awal elin udah nyiapin nata2 tempat buat piknik sampe ke dapur dan tau jav sdh datang kesan nya kok jd udah gak surprise. tp sekali lg author kasih surprise ke pembaca bs kasih adegan dan dialog yg bagus. suka suka suka
COOL_I4N
tp aku percaya pdmu thor mau dibawa kemana plot ceritanya
COOL_I4N
harusnya mama jav segera kabarin jav jangan ambil tindakan sendiri takutnya malah nglakuin kesalahan kehilangan kesempatan untuk nyelamatin elin dan bikin jav tambah marah. kan bs sampaikan pesan ke jack kl jav susah diajak omong
COOL_I4N
ya ampunt thor kasian jav 😭😭😭😭 aku bs bayangin kl jav depresi sampe pingin tidur trs. aku sendiri kl stres sedih bgt rs nya kepingin tdr gak bangun2. udah males ngapa2in, makan jg udah gak nafsu
COOL_I4N
ya ampun kasian jav sampe kepisah 2 th sm elin 😭😭😭
COOL_I4N
jahatnya nanggung thor. krn apa yg liam + irina lakukan dg rencana menjual elin bukannya berniat menghilangkan nyawa nya saja itu akan beresiko terbongkarnya kejahatan mereka
COOL_I4N
oh so sweet sekali pembicaraan javier & elin di gedung bioskop
COOL_I4N
so sweeeeeet jav😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!