NovelToon NovelToon
Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Romansa / Chicklit
Popularitas:69.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dreamalfs

Putri Anne adalah putri yang baik hati, berbeda dengan Putri Dekieta yang angkuh dan haus kekuasaan.
Ada banyak kejadian yang membuat Putri Anne ingin mendapatkan hak nya sebagai seorang putri.
Dekieta yang tidak menyukai Anne berusaha untuk membuat Anne terluka bahkan sampai keluar dari Istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dreamalfs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anne *

"Dayang disini sudah cukup bukan tuan putri?" Dayang senior bertanya.

Anne kembali memperhatikan para dayang yang tersisa.

"Kalau aku minta sendiri disini, apakah boleh dayang senior?" Anne bertanya.

Dayang senior menggeleng, "tidak bisa tuan putri."

"Yah, kenapa?"

"Kita dibayar dengan bekerja kepada tuan putri, tapi jika tuan putri menyuruh kita tidak bekerja maka kami memakan gaji buta."

Anne menggeleng. "Hanya sebentar dan satu kali ini saja. Yah, yah aku benar benar ingin sendiri."

Dayang senior menggeleng. "Tetap tidak bisa tuan putri."

Karena sudah kesal akhirnya Anne memilih untuk melanjutkan kegiatannya yang membaca buku.

Anne bahkan tidak sadar jika Dayang senior meninggalkan kediaman Anne.

Dayang senior berjalan menuju kekediaman Yang Mulia Raja.

Sampai didepan ruang kerja Raja, pengawal pribadi segera membukakan pintu karena pengawal pribadi tau jika yang berkunjung adalah dayang senior.

Melihat kedatangan dayang senior membuat Raja penasaran.

"Ada perlu apa kamu kemari?" Yang mulai raja bertanya.

Dayang Senior melakukan penghormatan terlebih dahulu.

"Saya datang ingin mengungkapkan sesuatu Yang Mulia." ucap Dayang senior.

Kening Raja Artira mengkerut. "Apa itu?"

Dayang senior menghirup udara terlebih dahulu. "Selir hari memberikan hukuman kepada Tuan putri Anne karena telah meninggalkan kerajaan tanpa sepengetahuannya. Rencananya hari ini Putri Anne akan menjalani hukumannya tapi karena kondisi putri Anne yang tidak memungkinkan, apakah hukumannya bisa ditunda terlebih dahulu?" Dayang senior merasa kasihan dengan putri Anne. Dayang senior melakukan ini agar keadaan Anne bisa membaik.

"Dihukum? Selir hari menghukum Anne?" Raja tampak terkejut.

Dayang senior mengangguk. "Benar yang mulia, Selir hari menghukum tuan putri."

"Saya kesini hanya ingin menyampaikan itu dan meminta keringanan, saya sangat kasian dengan keadaan tuan putri yang kelelahan." lanjut Dayang senior.

Mendengar bahwa anaknya dihukum membuat Raja Artira kesal dengan selir hari. Tangan Raja Artira mengepal.

"Kamu boleh pergi, bicaralah dengan Anne bahwa hukumannya sudah tidak ada." perintah dari Raja.

Dayang senior mengangguk dan meninggalkan ruangan kerja Raja.

*Raja Artira berjalan tergesa gesa, pelayan dan para dayang mengikuti langkah Raja dengan perasaan was was, biasanya kalau Raja berjalan seperti ini maka akan ada masalah besar. Raja sudah jarang berjalan seperti ini, membuat orang yang melihatnya menjadi takut.

Raja Artira berhenti melangkah didepan pintu kamar Selir Hari. Raja Artira menatap pintu kamar dengan tatapan tajam, entah kenapa Raja Artira begitu kesal dengan Selir Hari.

Dayang senior yang bertugas melayani Selir hari segera mendekat kearah Yang Mulia Raja. Dayang senior tidak lupa untuk memberi penghormatan terlebih dahulu.

"Apakah yang mulia ingin bertemu dengan Selir?" dayang senior bertanya.

Tidak ada jawaban dari mulut Artira. Artira menatap dayang senior dengan tatapan malas.

"Beri tahu kepada majikan mu untuk keluar dari kamarnya." ucap Raja Artira dingin. Sifat Raja Artira yang dingin membuat siapa saja menelan ludah saking takutnya.

Dayang Senior segera mengangguk dan langsung membukakan pintu untuk Raja Artira. Selir hari tentu terkejut dengan kedatangan Raja Artira yang begitu mendalam, bukannya Raja Artira selalu datang saat malam hari? kenapa sekarang datang dipagi hari seperti ini?. Selir Hari menatap wajah Raja Artira, Selir hari was was melihat wajah kaku dari sang pujaan hati.

Selir hari segera berdiri dan memberikan penghormatan.

"Ada perlu apa yang mulia datang kesini?" dengan suara lembut Hari bertanya.

"Kamu benar menghukum Anne?" Artira tidak ingin basa basi.

Selir Hari mendongak menatap Artira dengan tatapan kaget, dari mana Artira tau jika Hari menghukum Anne?

Selir hari mengangguk. Tangan Artira mengepal.

"Sejak kapan kamu berani menghukum putri ku?" Artira kesal.

Mulut Hari tercekat tidak bisa berkata kata. Hari benar benar ketakutan sekarang.

Artira meraih tangan dari Hari. Artira mengengam tangan Hari dengan erat. Tangan Hari kesakitan.

"Lepas." ucap Hari

Namun bukannya terlepas Artira malah mempererat genggamannya.

"Aku peringatkan kamu sekali lagi Hari, kalau kamu berani seperti ini maka akibatnya kamu yang akan terkena masalah dengan Rimba." ucap Artira.

Hari jadi kesal karena Artira mengucapkan nama Rimba. Hari tidak suka dengan Rimba. Hari menyentak tangan Artira. Hari menatap tajam Artira.

"Ingat yang mulia, aku tidak akan kalah dari kalian berdua."

Setelah itu Hari meninggalkan kamarnya. Artira menatap kepergian Hari dengan hari yang sedih, Hari masih belum bisa menerima Rimba.

Artira meninggalkan kamar Hari. Artira tidak lupa meninggalkan pesan untuk Hari, pesan tentang pembebasan Anne dari hukumannya. Kalau Hari semakin membenci Artira maka akan Artira terima dengan lapang dada, dari jauh jauh hari yang ada bukan rasa sayang yang berkumpul dari Hari hanya rasa sakit yang semakin bertambah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dayang senior segera kembali kekediaman Anne. Disana Anne masih sibuk dengan buku bukunya.

"Tuan putri." Dayang senior Yeni menyapa Anne.

Anne menatap Dayang senior, kemudian Anne kembali fokus pada buku bukunya.

"Ada apa Dayang senior?"

"Tuan putri bisa beristirahat, hukuman dari Selir Hari sudah tidak berlaku." ungkap Dayang senior.

Mata Anne tidak lagi fokus pada tulisan sekarang Anne fokus menatap Dayang senior. Anne terkejut dengan berita yang disampaikan dayang senior.

"Apa? hukumannya sudah berakhir? apa sekarang sudah sore? tapi sepertinya masih siang?" Anne menatap langit, langit masih cerah jadi masih siang.

"Saat ini masih siang tuan putri."

Anne menatap Yeni dengan tatapan kebingungan.

"Lalu kenapa hukuman ku sudah berakhir?"

"Saya datang kepada Yang Mulia Raja, saya meminta keringanan untuk tuan putri agar tidak dihukum." ungkap Dayang Senior.

Anne semakin tidak percaya. "Kamu datang kepada Yang Mulia Raja? hanya untuk hal seperti ini?"

"Apa Yang Mulia raja marah saat mendengar aku dihukum?" Anne penasaran.

Yeni mengangguk, "Yang Mulia terlihat murka."

Anne terdiam, ternyata ayahnya bisa khawatir kepada Anne.

"Lalu apakah Ayah marah kepada Selir Hari?"

"Saya tidak tau tuan putri, tapi sepertinya Yang Mulia Raja murka kepada Selir Hari." ungkap Yeni.

Anne menghela nafas kasar, kasian sekali jika selir hari terkena amukan dari Raja.

"Aku jadi kasian dengan Selir Hari." ucap Anne.

Yeni menatap kebingungan kepada Anne. "Kenapa tuan putri khawatir dengan Selir Hari?"

Anne menunduk. "Walaupun aku dihukum, tapi menurutku hukuman ini ringan. Aku malah ingin berterimakasih karena hukuman selir hari aku bisa full belajar." ungkap Anne.

"Hukuman ku sudah berakhir bukan? aku akan keluar." lanjut Anne.

Anne segera membereskan tumpukan buku. Yeni panik, "tuan putri mau kemana?"

Anne segera memakai sandalnya. "Aku ingin mencari selir hari." jawab Anne.

Yeni segera mendekat, "mau apa? sebaiknya tuan putri beristirahat saja, kesehatan tuan putri menurun."

1
Coco
maafken kemarin ga up, kemarin author sibuk banget, ada kerjaan terus harus kondangan dulu. Mungkin bakal ga rajin up kayak kemarin kemarin.
Tenang saja hari ini up kok, ditunggu saja yah bab terbarunya
Coco
halo author udah up, maaf yah kemarin author libur up karena keadaan author yang lagi galau tidak memungkinkan untuk up
Coco
Cepet juga uploadnya, ga ada sejam wkwkwk 😍😍 selamat membaca readers tercinta, jangan lupa komen dan likenya yah
Coco
Selamat membaca yah, tumben ini lolosnya cepet banget, bab 254 💪, semangatin author dong
Coco
ya ampun kayaknya novel ini babnya bakal mendekati 500 deh, semangat yah yang baca
Coco
hei, author comeback, kyknya tahun depan udah selesai nih karya author yang ini, doain bisa tamat dengan benar yah.
Coco
yuhu author selalu comeback, jangan lupa dibaca yah, untuk novel ini babnya agak panjang yah, semoga author bisa menamatkan cerita ini
Coco
Author udah update hari ini, author udah mulai rajin up tiap hari ini walaupun author super sibuk, jangan lupa yah ikut komen dilapak author, thank y😍u semua
Coco
Author sudah up bab 204 ditunggu yah readers tercinta. Dan jangan lupa doain author biar bisa bertahan yah💪
Coco
Author up bab baru nihh, cuss langsung kepoin
happy 200 bab 😍
Coco
selamat malam semua
author hari ini comeback lagi
doakan author baik baik saja yah untuk kedepannya 😍
Coco
Hola semuanya
selamat malam
hari ini author up, ini mumpung lagi rajin up yah bisa up tiap hari.
yuk jangan lupa tinggalin komentar disini dan gift mawarnya 🤭
Fadila1973 Akbar
aamiin🤗🤲
Coco: terima kasih sudah mampir😍
total 1 replies
Coco
author lagi galau, karena orang yang author suka kayaknya lagi menjauh dari author
Coco
Kali ini author sudah comeback, untuk bulan okt ini author udah up 2 bab, mau lagi ga nih?? tapi kayaknya untuk bulan besok author sibuk nih, jangan lupa lovenya yah 😍
Fadila1973 Akbar
di tunggu selalu thor🤗
Coco
hai author comeback, di bulan ini sudah 4 bab yang author up, mohon doanya semoga novel ini bisa selesai yah. Tolong tunggu author
Fadila1973 Akbar
di tunggu slalu bab selanjutnya🥰
Coco
author upload kembali yah, terima kasih telah menunggu
Coco
author comeback lagi setelah berperang dengan UAS dari dosen, mungkin kedepannya bakal sering upload
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!