NovelToon NovelToon
Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:249.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara, gadis sakti yang muda belia, kini menjelma menjadi Ratu Siluman, pendekar cantik jelita yang memimpin satu pasukan pendekar sakti dan besar.

Berbekal senjata pusaka yang bernama Bola Hitam, Alma Fatara langlang buana demi mencari kejelasan siapa sebenarnya kedua orangtuanya.

Sejumlah kedudukan istimewa sudah dia raih di usia belia itu, menjadikannya sebagai pendekar muda yang fenomenal, disegani sesama pendekar aliran putih dan membuat pendekar jahat ketar-ketir, ditaksir banyak pemuda dan dihormati oleh pendekar tua.

Kali ini, Alma Fatara akan menghadapi dua kerajaan besar dan melawan orang yang tidak terkaalahkan. Petunjuk yang mengarahkan mendekati orangtuanya semakin terbuka satu demi satu.

Sampai di manakah kemampuan Alma Fatara dalam perjalanannya kali ini? Temukan jawabannya hanya di novel “Alma3 Ratu Siluman”.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akarmani 34: Menyergap Pasukan Khusus

*Api di Kerajaan Jintamani (Akarmani)*

 

Lima puluh pasukan berkuda berlari cepat mengejar pergerakan bayangan hitam yang juga cepat. Bayangan hitam itu tidak lain adalah Alma Fatara yang sedang menggendong anak perempuan, bukan anak monyet.

Sementara pasukan pelari yang awalnya berlari di belakang pasukan berkuda, memilih berhenti berlari karena tidak mungkin mereka mengikuti pasukan berkuda yang berlari kencang, terlebih pasukan berkuda itu justru berbelok mengejar penampakan yang entah manusia atau setan, sebab sosok itu muncul dari dalam kegelapan.

Banyaknya obor yang dibawa oleh pasukan berkuda, masih belum bisa melihat jelas sosok yang masih jauh dari jangkauan kuda mereka, terlebih sosok itu berlari kencang seperti setan sungguhan.

Sementara itu di atas benteng Istana, Panglima Belut Ireng memerintahkan pasukan panah belalangnya bersiaga ketika melihat pasukan berkuda di depan sana melakukan manuver. Panglima Belut Ireng dan pasukannya tidak begitu bisa melihat keberadaan satu sosok hitam di dalam keremangan cahaya obor.

“Heah heah!” Komandan Sikut Karam dan pasukan khususnya menggebah kencang kuda-kudanya mengejar Alma Fatara yang kini memilih menjauhi pasukan berkuda, alias kabur.

Namun ternyata, Alma Fatara yang menggendong Ning Ana di punggungnya, memilih kabur karena ingin memancing pasukan berkuda lewat dekat dengan area gelap di mana ada sebagian Pasukan Pembebas Jintamani bersembunyi.

“Apa itu?” pekik Komandan Sikut Karam terkejut, ketika cahaya api obor-obor mereka menerangi samar-samar sesuatu yang membuat merinding di dalam kegelapan.

Penampakan yang pasukan itu lihat adalah barisan sosok yang sangat jelas sedang menarik senar busur.

“Panah!”

“Panah!”

“Panah!”

Tiba-tiba terdengar tiga kali seruan tiga jenis suara yang berbeda dari jauh.

Set set set ...!

Setelah tiga komando dari area kegelapan itu, penampakan barisan pasukan panah yang bersembunyi di dalam kegelapan melepaskan anak-anak panahnya.

Maka, hujan panah pun melesat di angkasa yang gelap. Hujan panah itu nyaris tidak terlihat karena gelap.

“Awas serangan panaaah!” teriak Komandan Sikut Karam memperingatkan pasukan berkudanya.

Ceb ceb ceb ...!

“Akk! Akh! Akk ...!”

Seperti sekawanan serigala di dalam kegelapan yang menyerang anak kecil pembawa obor, seperti itulah perumpamaannya. Para prajurit berkuda hanya bisa terkejut tanpa bisa melakukan hal banyak karena mereka tidak bisa melihat jelas hujan panah yang terjadi.

Untuk kesekian kalinya Pasukan Pembebas Jintamani menggunakan taktik seperti itu. Ternyata setelah beberapa kali, taktik itu masih sukses memakan korban banyak dari kubu musuh.

Para prajurit itu hanya bisa terkejut di atas keterkejutan, ketika panah-panah tahu-tahu menancap di tubuh mereka, bahkan di tubuh kuda-kuda mereka. Banyak prajurit yang jatuh terkena panah, banyak pula kuda yang jatuh tersungkur oleh tusukan anak panah.

“Menjauh dari serangaaan! Munduuur!” teriak Komandan Sikut Karam yang lolos dari serangan panah. Dia pun mempelopori memacu kudanya berbalik arah kembali menuju benteng, sekaligus mengejar Alma Fatara yang terus berlari menuju benteng yang tinggi.

“Seraaang!” teriak satu suara wanita menggelegar dari dalam kegelapan.

“Seraaang!” teriak satu suara lelaki pula dari posisi yang hampir sama.

Pasukan pelari dari Pasukan Khusus yang berhenti karena bingung, terkejut berjemaah mendengar komando yang terdengar tidak terlalu jauh dari posisi mereka.

“Seraaang!” teriak ratusan orang serempak sambil terdengar suara lari kaki yang banyak di dalam kegelapan sisi kanan Pasukan Khusus.

Semua prajurit Pasukan Khusus yang telah mencabut pedang di tangan kanan dan memegang obor di tangan kiri, berdiri tegang menghadap ke arah kanan, di mana sumber suara ratusan orang itu muncul.

Tidak sampai lima tarikan napas ketegangan, ratusan orang prajurit muncul berlari kencang dari dalam kegelapan. Mereka bisa terlihat setelah mendekati sumber cahaya.

“Peraaang!” teriak seorang pajrit Pasukan Khusus memberi komando rekan-rekannya untuk menghadapi serangan.

Pasukan Khusus memiliki kepercayaan diri tinggi karena kwalitas kemiliteran mereka lebih unggul dibandingkan prajurit biasa.

“Majuuu!” teriak pajrit tadi berkomando.

“Seraaang!” teriak seratus lima puluh prajurit yang semuanya berpedang, tetapi sebagian memegang obor dan sebagian lagi memegang tameng.

Zerzzz!

“Aak! Panaaas!” teriak seorang prajurit Pasukan Khusus, ketika tiba-tiba dari ratusan pasukan musuh yang datang melesat selarik sinar hijau panjang, lalu mengenai dan membakar tubuhnya.

Selarik sinar hijau itu dilesatkan oleh Keris Petir Api milik Garam Sakti.

Satu serangan pembuka dari pasukan yang dipimpin oleh Adipati Lalang Lengir dan Adipaksa itu, cukup mengejutkan Pasukan Khusus. Tidak hanya serangan sinar hijau yang kemudian menyerang kali kedua dan mendapatkan korban kedua, serangan jenis lain pun datang dari kubu Pasukan Pembebas Jintamani.

“Apa itu?!” pekik para prajurit Pasukan Khusus yang berlari maju saat melihat puluhan telapak tangan pasukan musuh menyala merah seperti lampu neon.

Sess sess sess ...!

Tiba-tiba dari hentakkan tangan-tangan murid Perguruan Pisau Merah berlesatan puluhan sinar merah berwujud pisau.

Jus jus jus ...!

“Akh! Akh! Akh ...!”

Para prajurit Pasukan Khusus berjeritan dengan tubuh terlempar ke belakang ketika tubuh-tubuh mereka dijebol oleh sinar-sinar merah berwujud pisau.

Jangankan prajurit yang tubuhnya langsung terkena ilmu Pisau Penghancur, para prajurit yang berlindung dengan tamengnya saja masih kejebolan dan tubuhnya jebol pula, memberi kerusakan pada kulit, daging dan tulang. Banyak prajurit khusus yang langsung bertewasan.

Serangan pra pertemuan fisik itu cukup membantu Pasukan Pembebas Jintamani dalam mengurangi lawan.

Brak! Tang ting tong! Bak bik buk!

“Akk! Akh! Akk ...!

Akhirnya dua pasukan berbeda jumlah itu saling bertemu fisik. Adipati Lalang Lengir yang didampingi oleh dua pengawal tampan dan gagahnya, ikut langsung bertempur dalam perang. Dia bersama pasukan kadipatennya dari elemen prajurit yang juga bersenjata tombak, pedang, dan tameng.

Sementara itu, Adipaksa memimpin pasukan murid-murid Perguruan Pisau Merah yang memiliki kwalitas lebih tinggi dari pasukan prajurit biasa.

Garam Sakti pun terjun langsung dengan bersenjata keris pusakanya.

Saling tabrak tameng terjadi, saling bacok pedang, saling tendang dan pukul. Pasukan perguruan bertarung dengan senjata pisau beracun yang bisa diterbangkan dan bisa dipakai langsung.

Pertemuan dua pasukan itu langsung memakan korban dari kedua belah pihak. Para prajurit tumbang susul-bersusulan, baik yang langsung mati atau yang sebatas terluka.

Jumlah Pasukan Khusus kalah jauh dari jumlah pasukan Adipati Lalang Lengir dan pasukan pimpinan Adipaksa.

Melihat pasukan pelarinya mendapat serangan, Komandan Sikut Karam terkejut. Ia pun membatalkan niatnya untuk mundur dan memilih pergi untuk membantu pasukannya karena jelas mereka kalah jumlah.

“Bantu pasukan kitaaa!” teriak Komandan Sikut Karam sambil membelokkan kembali kudanya menuju spot pertarungan bersosoh antara Pasukan Khusus dan Pasukan Pembebas Jintamani.

Ada sebanyak sekitar tiga puluh prajurit berkuda yang selamat dari penyergapan pasukan panah yang sebelumnya terjadi. Mereka mengikuti ke mana kuda komandan mereka pergi.

“Pasukan tombak, serang pasukan berkuda!” teriak satu suara lelaki lantang dan membahana. Dari jenis suaranya, itu bukan suara seorang penyanyi, tapi itu suara milik Panglima Pulung Seket.

“Majuuu!” teriak Pajrit Gandul Kulon, sahabat Pajrit Kukus Asmara.

Dia memimpin seratus pasukan tombak bersama satu kepala prajurit lain.

Drap drap drap ...!

Pajrit Gandul Kulon dan pasukannya muncul keluar dari dalam area yang gelap dengan berlari kencang membawa tombak masing-masing. Mereka muncul dari arah samping pasukan berkuda yang akan mereka potong lintasannya.

Ketika posisi pasukan tombak tinggal beberapa tombak dari pasukan kuda yang akan melintas, Pajrit Gandul Kulon dan rekannya segera berkomando.

“Lempar tombaaak!” (RH)

1
asta guna
hahaha Q bisa bayangkan
asta guna
gaya tulisan om Rudi benar2 diluar Nurul hahah
Om Rudi: jiahahaha
total 1 replies
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
aku udh serius baca wkwk malah akhir kalimat bikin ktawa🤣🤣🤣 ga ada yg ngajak kopi bersama🤣
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
awokaowk keliatan klo ompong🤣🤣🤣 berjendela giginyanitu🤣🏃‍♀️
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
lah kirain sunat beneran 🤣🤣🤣 ternyata surat wwkk
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
hebat ya debur sama ayu Wicaksana membela ratu mekar Arum
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
namanya debur ku kira🤧ayang ayu Wicaksana
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
mampir di karya thor
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Hihihi... Gusti Senopati melongo gak jelas, pengen marah ya harus marah 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
itu pukulan kasih sayang paman, biar paman mau manggilku perempuan cantik.. Ha ha ha
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Sabar Ning Ana, kak Alma emang seperti itu, lempar kaki sembunyi tangan 😅
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
kocar kacir dah semua pasukan karena seorang Alma gadis cerdik dan pintar... ih si Ana bahagianya
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
masih kecil lo si Ana nekat banget sih dia apalagi jatuh cinta sama om" 😁
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
aku suka dengan tingkah konyol Ayu... pacarnya Debur dipanggil bubur 🤣
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah ternyata alma fatara sangat hebat dalam mengalahkan musu. dgn seorang diri dia berani menyerang walau wanita
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, jangan maju kalau gitu, prajurit berkuda saja semua kalah, kalau kamu berani berdual alamat bisa mati ditangan wanita itu
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
iya, nih mana ada sih musuh ngecoh memakai daun. mungkin dia hanya ingin bermain saja
R. Yani aja
yang ini kunci slotnya karatan nggak?
R. Yani aja
rak kayunya, isinya apa om?
R. Yani aja
otak gue ngeleg. baca "personel pembawa obor" jadi ponsel pembawa obor... lah maksudnya gimana??? 🤣🤣🤣✌✌✌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!