NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 SEBUAH PERTEMUAN (Bagian Kedua)

Lelaki itu naik ke dalam salah satu gerbong dari rangkaian kereta yang akan membawanya ke tujuan akhir nanti. Tapi ternyata bangku yang akan ia duduki bukanlah berada dalam gerbong tersebut.

"Wah, kayaknya harus jalan dulu nih beberapa gerbong lagi." gumamnya dalam hati saat menyadari nomor kursi yang tertulis di tiket miliknya tidak sesuai dengan deretan bangku dalam gerbong yang dinaiki.

Akhirnya, ia berjalan menyusuri gerbong demi gerbong. Seiring dengan langkahnya, rangkaian kereta pun kembali berakselerasi untuk melanjutkan perjalanannya. Kadang tubuhnya bersenggolan dengan penumpang lain, kadang juga harus menunggu beberapa penumpang yang sibuk merapikan barang-barang ke dalam laci atas bangku penumpang. Beberapa saat ia terus berjalan. Menuju gerbong yang sesuai dengan nomor bangku di tiketnya.

Tapi, saat tersisa satu gerbong lagi yang menjadi jarak menuju gerbong dimaksud, langkahnya berhenti sebentar tepat di depan pintu yang menghubungkan antar gerbong dalam kereta.

Tiba-tiba saja tubuhnya bisa merasakan sesuatu,

Sensor ghoibnya seketika menangkap sebuah energi yang besar,

Dan... Dia melirik sedikit ke belakang,

Lalu berkata dalam hati tanpa mulutnya bergerak sedikitpun,

"Ada apa ini?"

Entah berbicara dengan siapa, karena tak ada seorangpun di belakangnya saat ini.

Tapi... Pertanyaannya dijawab dengan suara yang hanya bisa didengar olehnya seorang,

"Tak apa-apa, teruslah melangkah..."

Akhirnya lelaki itu melanjutkan langkahnya, kali ini agak lebih berhati-hati. Seolah-olah sensor ghoib dalam dirinya mengatakan ada sesuatu yang tak beres di depan sana. Tepat di gerbong yang akan ia tempati selama perjalanan.

Seiring kedua kakinya melangkah, tatapan matanya juga menjadi lebih waspada dari sebelumnya. Namun tetap dengan hati yang tenang.

Akhirnya... Sampailah ia di depan pintu penghubung antar gerbong lagi. Tepat di balik pintu di hadapannya ini sumber energi dan aura yang dia rasakan.

Semakin besar auranya...

Semakin kuat energinya...

"Kenapa kamu ragu? Bukalah pintu itu..." suara dari sosok ghoib di belakangnya kembali berucap.

"Hehe... Iya-iya, sabar dong..." jawabnya dalam hati.

Dan, dengan membaca kalimat Basmalah, dibukalah pintu penghubung antar gerbong di depannya itu.

Seketika itu juga, terasa hembusan energi yang cukup kuat menerpa tubuhnya. Namun, hanya dirinya saja yang bisa merasakan itu dan juga sosok ghoib di belakangnya.

Sambil melangkah, mencari bangku penumpang dengan nomor E-14, ia terus mencoba menenangkan pikiran dan hatinya yang sedikit mulai was-was.

Dan tampak seorang petugas pemeriksa tiket sedang memeriksa beberapa penumpang. Dengan inisiatifnya, lelaki itu segera menunjukkan terlebih dahulu tiket miliknya kepada sang petugas tersebut.

"Silahkan Mas, bangkunya ada di barisan ujung sebelah kanan ya..." ucap sang petugas saat sudah memastikan tiket lelaki itu asli dan benar.

"Oh, iya Pak, terima kasih ya." jawabnya dengan sopan dan senyuman.

Ketika ia memandang ke arah bangku yang ditunjuk sang petugas, kedua matanya menangkap sesuatu. Ada aura berwarna kuning keemasan yang menyala di sana.

"Masya Alloh..." gumamnya.

Lalu sosok ghoib di belakangnya kembali berkata,

"Jangan takut, duduklah, selebihnya serahkan padaku."

Lantas, ia pun segera melangkah lagi. Menuju bangku nomor E-14 yang akan ia duduki, tepat di mana aura kuning keemasan itu berada.

Ketika sampai, ia dibuat kagum...

Kagum dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya...

Sudah ada seorang wanita dengan paras wajah yang cukup cantik dan manis, berjilbab cukup panjang, berbaju gamis, sedang tertidur lelap di bangku E-13, tepat di depan bangku E-14 miliknya.

Ia langsung menaruh tas biru tua di bangku, dan tubuhnya segera duduk. Diikuti oleh sosok ghoib yang juga duduk di kursi sebelah kirinya.

Mungkin memang semesta sudah mengatur semuanya, sehingga hanya dirinya saja dan si wanita itu yang duduk di rangkain bangku E-13 dan E-14 ini. Tak ada penumpang lain. Hanya mereka berdua.

Ia mencoba duduk santai, bersama sosok ghoib di sebelahnya itu. Dan, ia memandang sesekali wajah si wanita tersebut. Wajah dari wanita di hadapannya itu terkena sinar matahari sore yang menembus jendela gerbong, ditambah dengan semilir angin dari laju kereta yang juga menembus sela-sela jendela gerbong bagian atas, sedikit membuatnya tersenyum.

Seakan-akan, lelaki itu sedang menatap seorang bidadari... 🤭🤭🤭

Beberapa saat ia terus menatap wajah si wanita tersebut, sampai-sampai dia bertanya kepada sosok ghoib di sebelahnya yang terus menemani.

"Dia cantik gak?"

Sosok ghoib itu menjawab, "Tentu..."

Beberapa detik kemudian, sosok ghoib itu balik bertanya padanya, dengan gestur tubuh berpakaian warna merah cerah yang mendekat, dan kepalanya yang bermahkota emas itu mulai bersandar di bahu lelaki itu...

"Lebih cantik siapa? Aku, atau dia?"

"Halaaah... Kenapa tanya begitu? Cemburu ya?"

"Hihihi... Tidak... Aku tidak cemburu."

"Huuu... Bilang aja kalau kamu cemburu, iya kan Sekar Mayang?"

Sosok ghoib itu tak menjawab, malah ia kembali duduk seperti sebelumnya dengan tersenyum anggun, lalu menyilangkan ke dua tangan di depan dadanya, dan menyilangkan ke dua kakinya yang ditutupi kain jarik cokelat bermotif batik itu.

"Aku merasa dirimu akan aman bersamanya selama perjalananmu ini." ucap Sekar Mayang.

"Kenapa? Kok kamu bisa ngomong begitu?" tanya lelaki itu sambil melirik santai.

"Karena... Yang mendampingi dia pun sama sepertiku... Bahkan aku mengenalnya sejak ratusan tahun lalu. Tapi, sekarang pendampingnya sedang tak bersamanya." jelas Sekar Mayang.

"Maksudmu?"

"Aku sudah tahu kalau kamu paham maksudku."

Lantas, lelaki itu pun tersenyum manis, kemudian kembali menatap wajah si wanita yang masih terlelap tidur di depannya ini.

Senyuman lelaki itu menandakan bahwa akhirnya ia paham, bahwa si wanita di hadapannya ini juga memiliki pendamping (perewangan) yang mungkin setingkat dengan perewangan miliknya.

"Aku pun tahu siapa nama pendampingnya..." tambah Sekar Mayang.

"Eh? Jangan sok tau kamu! Gak sopan kayak begitu!" jawab si lelaki.

"Hihihi... Ingat, kamu tak banyak tahu tentang duniaku jika aku tak memberi tahu dirimu!" jawab Sekar Mayang sambil menatap wajah dan menunjuk ke arah dada lelaki itu.

"Iya deh, iya... Emang siapa nama pendampingnya?" tanya lelaki tersebut.

Sekar Mayang pun tersenyum...

Dan Sekar Mayang kembali menatap wajah si wanita yang masih terlelap tidur itu...

Lalu disebutlah sebuah nama olehnya...

...

...

...

...

...

"DAYANG PUTRI..."

1
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
SecretS
Lanjut kak, 👍👍👍😁😁😁 ternyata wanita dekat toilet itu sekar mayang toh aku kira kuntilanak penunggu 😅
SecretS
Ooh, jadi ya buat tiket Nisa hilang itu sekar mayang toh. Buat yang punya kebingungan nyari tiket nya untung tuanya mau mbalikin dan kejadian nya sebelum Dayang Putri datang kalau ngak.... 😅😅 buat tuanya malu aja sekar mayang, pasti karena sekar mayang Zaki bayarin makanan nisa😁sedikit merasa bersalah akibat perewangannya. Lanjut kak 👍👍👍👍
Yeni Yeni: kodam zaki usil
total 1 replies
SecretS
Cover nya kok buat yang baca merinding ya kak 😅😅, tapi lanjutanya bagus 👍👍👍semangat 😀
Deni Komarullah: Hehehe... Terima kasih Kak atas dukungan dan komentarnya... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!