Area dewasa❗
Demi menyelamatkan ayah angkatnya yang sakit keras, Zivanna Mahavira terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Zivarra, yang kabur sebelum pernikahannya dengan anak sulung keluarga Sadewantara, Keenan Sadewantara.
Tanpa sepengetahuan Zivanna, Keenan ternyata sudah mengetahui sejak awal bahwa wanita yang menikah dengannya bukanlah Zivarra.
Mereka akan menjalani pernikahan selama enam bulan, sesuai kontrak yang diberikan Keenan di awal pernikahan. Selama itu, Zivanna harus mempertahankan kebohongannya demi keluarga dan ayah angkatnya.
Semakin lama hidup bersama, keduanya justru saling jatuh hati.
Sampai pada bulan kelima, semuanya berubah ketika Zivanna menolak hubungan suami istri dan akhirnya meminta maaf atas kebohongannya.
“Kamu pikir aku baru tahu siapa kamu? Aku sudah tahu sejak awal, Zivanna,” ucap Keenan dengan senyum miring.
Mata Zivanna langsung membesar. “A-apa?”
Keenan mengangkat dagu Zivanna. “Kalau kamu ingin aku maafkan, lakukanlah dengan tubuhmu.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman dari Keenan (21+)
Harap bijak dalam membaca 🔞
...-------...
“M-Mas... Oh, itu bukan apa-apa. Cuma aku nggak bisa nemuin tas yang Mas kasih ke aku,” ujar Zivanna.
Keenan refleks menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Tas milik Zivanna itu kini memang berada di tangannya.
Sesuai perintahnya, Victoria telah berhasil mengambil tas tersebut tanpa sepengetahuan Zivanna.
“Nggak usah dipikirin. Nanti aku beliin tas yang baru. Yang lebih bagus dari itu,” ucap Keenan setenang mungkin.
Zivanna menggeleng pelan. “Tapi itu kan hadiah pertama dari Mas...”
Sesaat Keenan terdiam. Ada rasa bersalah yang menyelinap di hatinya, tetapi ia segera menyembunyikannya.
“Nanti aku ganti. Jadi kamu nggak usah khawatir,” katanya Tegas.
“Uhmm... baiklah,” balas Zivanna pelan.
Meski mengangguk, Zivanna masih merasa sedikit kehilangan. Namun, yang lebih membuatnya tertegun adalah sikap Keenan yang kini tampak jauh lebih lembut daripada sebelumnya. Apa pria itu sudah tidak marah lagi padanya?
“Sudah. Ayo, kita tidur,” ucap Keenan sambil menunjuk ranjang.
Mata Zivanna langsung membulat. “Apa? Mas mau tidur di kamar aku?”
“Jangan banyak bicara!” gerutu Keenan. Pria itu langsung menarik pergelangan tangan Zivanna hingga wanita itu kehilangan keseimbangan. Dalam sekejap, mereka berdua sudah sama-sama berbaring di atas ranjang.
“Kenapa kamu tidur membelakangi ku?” protes Keenan saat melihat Zivanna sengaja memunggunginya.
“Itu karena suasana hati Mas lagi buruk,” keluh Zivanna.
Keenan mendengus pelan. “Apa kamu yakin? Bukannya justru kamu yang sedang bad mood?”
Belum sempat Zivanna menjawab, tangan Keenan tiba-tiba menyusup ke balik ujung gaun piyama yang dikenakannya, lalu perlahan menyingkap kain itu. Seketika tubuh Zivanna menegang.
“A-Apa yang Mas lakukan?!” pekik Zivanna.
“Aku nggak akan makan kamu hidup-hidup,” ucap Keenan santai sambil melepaskan kait bra yang dikenakan Zivanna.
“Terus kenapa Mas buka pakaian aku?!” protes Zivanna.
“Karena itu nggak diperlukan,” balas Keenan singkat.
Keenan kemudian berpindah ke bagian bawah ranjang, tepat di dekat kedua kaki Zivanna. Ia mengecupnya beberapa kali dan sesekali meninggalkan tanda merah di sana.
“Ngghh... Tunggu, Mas,” ucap Zivanna.
Keenan mengangkat kepalanya dan menatap Zivanna.
“Aku mau tanya sesuatu sama kamu,” ujar Zivanna.
“Apa?”
“Besok kamu mau makan apa?” tanya Zivanna sambil menutupi dadanya dengan kedua tangan.
Keenan berdecak. Kenapa wanita itu masih sempat menanyakan hal yang menurutnya tidak penting.
“Nggak perlu,” tolaknya sambil melepaskan ikatan jubah tidur yang dikenakannya.
“Kamu serius? Bilang aja mau makan apa, nanti aku buatkan sebagai hadiah ulang tahunmu,” sahut Zivanna. Wajahnya semakin memanas saat menyadari kini tak ada lagi sehelai kain pun yang menutupi tubuh Keenan.
“Nggak perlu membuat apa pun. Semua yang aku butuhkan darimu adalah tubuhmu,” ucap Keenan sambil menatap Zivanna lekat.
Tatapannya dipenuhi hasrat ketika ia kembali mengungkung tubuh istrinya itu membuat tubuh Zivanna meremang.
“Mas suka semur daging kan? Haruskah aku membuatkan itu?”
Keenan tidak menjawab ucapan Zivanna, ia membalasnya dengan ciuman yang panas hingga membuat Zivanna kewalahan.
“Ngghhh Mas...” desah Zivanna begitu merasakan kejantanan Keenan di gesekkan ke lubang miliknya.
“Hari ini aku hanya ingin memasukkan ini,” ucap Keenan.
“Ugh... Tapi milik aku masih nyeri Mas,” keluh Zivanna.
“Ini tidak akan sakit. Kamu jangan tegang dan rileks saja,” ujar Keenan menenangkan Zivanna.
Ia bangkit, lalu melebarkan paha Zivanna dan membawa kedua kaki wanita itu melingkari pinggangnya.
“Tapi ini–Akkhhh!” jerit Zivanna begitu kejantanan Keenan memasuki tubuhnya.
“Kan udah bilang ke kamu untuk rileks,” sahut Keenan sambil memacu pinggulnya dengan cepat, membuat Zivanna mengerang keras.
“Ngghh... Mas bilang ini nggak bakal sakit. Tapi ini sakit banget!”
Keenan tidak peduli dengan apa yang dirasakan Zivanna. Dengan cara ini, Keenan melampiaskan rasa amarah dan cemburunya ketika mengingat Zivanna yang berbincang dengan Langit waktu itu, serta Rafael di rumah utama tadi.
“Zivanna... Apakah kamu ingat apa yang aku katakan sebelumnya?” ujar Keenan.
“Ngghh... apa?” tanya Zivanna sambil menatap Keenan. Sorot matanya tampak sayu.
“Aku pernah bilang, aku akan menghukum mu jika kamu bertatapan mata dan mengobrol dengan laki-laki lain, kan? Tapi kamu tadi malah melanggarnya,” ujar Keenan dengan tatapan serius.
Zivanna mengernyit. Sejak kapan ia melanggarnya? Apa ketika tadi ia mengobrol dengan Rafael?
“M-maksud Mas? Waktu aku mengobrol dengan Raf—”
“Jangan sebut nama bajingan itu. Benar, kamu sama sekali tidak boleh melakukannya. Jika kamu melakukannya lagi, aku akan menjinakkan mu dengan nafsu ini.” potong Keenan, tangan besarnya merayap ke dada Zivanna dan meremasnya dengan keras.
“Akhhh sakit Mas!” pekik Zivanna.
“Kalau kamu menggunakan tubuh ini untuk menarik perhatian laki-laki lain, aku mungkin akan berakhir membunuhmu,” ancam Keenan dan kembali memacu pinggulnya dengan keras.
“Akkhhh pelan-pelan Mas!” erang Zivanna.
“Kamu mengerti kan? Ingat kamu itu adalah milikku,” ucap Keenan.
Zivanna tidak menjawab. Ia hanya bisa mengerang dan mendesah, merasakan sakit yang bercampur dengan kenikmatan.
Keenan tersenyum miring begitu Zivanna terlelap di dalam pelukannya setelah kelelahan. Napas wanita itu terdengar teratur, sementara wajahnya tampak damai meski masih menyisakan gurat lelah.
Keenan mengusap lembut anak rambut yang menutupi dahi Zivanna. Tatapannya sulit diartikan, bercampur antara rasa puas, posesif, dan kecemburuan yang belum benar-benar mereda.
“Teruslah melanggarnya, agar aku bisa menghukum mu seperti ini,” gumam Keenan pelan.
😩😩😩
takut bgt nanti kasih hukuman ke Zivanna😅 karena gk jujur
Ahhh sudah lah😭😭😭 salah paham trss,onengnya si Keenan jg..gengsi betul g'di ungkapin Secra jelas lantang dan menggema??
biar mantul sampai ke Hatinya si ZiiVanna.
duh si keenan, bikin deg deg ser kalo udah mode singa😫😫
di bilang suami sodara, la ngapa lu kasih ke zivana, dia aja udah di obok-obok ama keenan, ya kali gk tidur bareng. Dikira mainan rumah-rumahan, ini kan rumah tangga beneran, walo awalnya kontrak. tapi udah di itu....
dih Grace, gue iket lu ntar😫😫