NovelToon NovelToon
Kelopak Bunga Dan Duri Jiwa

Kelopak Bunga Dan Duri Jiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:31
Nilai: 5
Nama Author: kawaichanopi

🌹 Kelopak Bunga dan Duri Jiwa

Shen Yue, dokter psikologi tegas berusia 25 tahun, berpindah jiwa ke tubuh Su Xinyi, gadis penjaga toko bunga yang hidup menderita di bawah kekejaman kerabatnya. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, penguasa mafia kejam yang menyimpan rahasia: ia mengidap gangguan kepribadian ganda—berubah dari sosok dingin mematikan menjadi pemuda ceria yang memuja bunga.

Di tengah bahaya, intrik musuh, dan tingkah laku Xiao Chen yang sering kali konyol, Shen Yue berusaha menyeimbangkan jiwa orang yang dicintainya. Di antara kelopak bunga indah dan duri tajam, tumbuhlah cinta gelap antara penyembuh jiwa dan pria yang terbelah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abadi Di Antara Bunga Dan Senja

Senja perlahan berubah menjadi malam yang lembut. Langit di atas Pulau Pusat tidak sepenuhnya gelap; ia berwarna ungu kemerahan yang pekat, berpadu dengan semburat merah muda gelap yang menyelimuti seluruh lembah dan istana tua itu. Cahaya bulan yang baru muncul memantul lembut di permukaan kolam teratai dan daun-daun pohon, menciptakan suasana yang tenang, magis, dan sangat romantis.

Di atas hamparan bunga peony, mawar, dan teratai liar yang tumbuh subur di halaman belakang istana kuno itu, Shen Yue dan Xiao Chen berbaring berdampingan. Tubuh mereka beristirahat di atas rumput yang empuk, di antara kelopak-kelopak bunga yang mekar sempurna. Gaun Shen Yue yang berwarna merah muda gelap dengan sulaman benang emas dan hijau menyatu indah dengan warna langit, sedangkan jubah Xiao Chen yang berwarna biru tua dengan motif awan dan naga halus tampak gagah di bawah cahaya remang.

Mereka tidak berbicara banyak. Keheningan di sekitar mereka bukanlah sunyi yang hampa, melainkan kedamaian yang penuh makna. Suara gemericik air dari sumur suci, desiran angin yang berhembus lembut membawa wangi bunga, dan suara ombak yang kini berirama tenang di kejauhan menjadi melodi yang menenangkan hati.

Shen Yue memiringkan kepalanya, menatap wajah Xiao Chen yang tampak damai di sampingnya. Cahaya samar dari sisa energi kehidupan masih menyelimuti tubuhnya, membuat kulitnya tampak bersinar lembut.

"Kau tahu," bisiknya pelan, suaranya hampir tertelan angin, "dulu aku selalu merasa takut. Takut dengan kekuatan yang aku miliki, takut dengan takdir yang menuntunku sendirian. Aku pikir aku harus menanggung semuanya seorang diri, seperti yang dilakukan nenek moyangku selama ribuan tahun."

Xiao Chen menoleh, menatap mata bening kekasihnya. Ia mengangkat tangannya, dengan lembut menyisir rambut hitam panjang yang tersebar di atas bunga-bunga di bawah mereka.

"Tapi sekarang?" tanyanya pelan, senyum tipis terukir di bibirnya.

"Sekarang..." Shen Yue tersenyum, matanya berbinar penuh kebahagiaan. "Sekarang aku mengerti. Kekuatan terbesar bukanlah apa yang bisa kau lakukan sendirian. Kekuatan terbesar adalah memiliki seseorang yang selalu ada di sampingmu, yang mau berjalan bersamamu, dan yang membuatmu merasa lengkap meski dunia terasa berat."

Ia menggenggam tangan Xiao Chen, menyatukan jari-jari mereka. Di dalam genggaman itu, energi kehidupan dan aura pelindung mereka perlahan menyatu, menciptakan cahaya merah muda-hijau yang hangat dan lembut, menyebar perlahan ke sekeliling dan membuat bunga-bunga di sekitar mereka mekar lebih indah lagi.

"Dulu kerajaan ini hancur karena perpecahan dan keserakahan," lanjut Shen Yue, matanya menatap reruntuhan istana yang kini diselimuti keindahan alami. "Tapi sekarang, tempat ini hidup kembali bukan karena batu atau emas, tapi karena keseimbangan. Sama seperti kita."

Xiao Chen mengangguk pelan. Ia menarik tubuh gadis itu sedikit lebih dekat, membiarkan kepalanya bersandar di dadanya, mendengarkan detak jantung yang berirama selaras dengan detak bumi di bawah mereka.

"Benar. Dua jiwa yang terpisah ribuan tahun akhirnya kembali bersatu. Dua takdir yang terjalin sejak zaman dahulu akhirnya menemukan jalannya. Kerajaan Akar Dunia, Pegunungan Beku, Gurun Pasir, dan kini Kepulauan Timur... semuanya telah kita pulihkan. Dunia telah kembali seimbang."

Ia menatap langit yang berwarna merah muda gelap, di mana bintang-bintang mulai bermunculan satu per satu.

"Dan sekarang, tidak ada lagi misi yang harus diselesaikan, tidak ada lagi musuh yang harus dilawan. Hanya ada kita, tempat ini, dan keindahan yang akan kita jaga selamanya."

Di kejauhan, penduduk desa yang kini hidup makmur mulai menyalakan lentera-lentera tradisional bergaya Tiongkok kuno, cahayanya berkelap-kelip bagaikan bintang yang turun ke bumi. Tidak ada lagi rasa takut atau kekhawatiran di wajah mereka, hanya rasa syukur dan kedamaian.

"Apakah kita akan tetap tinggal di sini selamanya?" tanya Shen Yue lembut.

"Jika kau mau," jawab Xiao Chen segera. "Atau kita bisa berkeliling lagi, melihat keindahan yang telah kita ciptakan. Kita bisa pergi ke mana saja, tinggal di mana saja. Rumah kita bukan lagi tempat yang tertulis di peta. Rumah kita ada di mana pun kita berdua berada."

Shen Yue mengangkat wajahnya, menatap mata lelaki di hadapannya. Di bawah cahaya langit merah muda gelap, wajah mereka saling mendekat, dikelilingi oleh hamparan bunga yang mekar sempurna, dengan latar belakang istana kuno yang megah namun penuh kelembutan.

"Maka biarlah kita tinggal di sini untuk sementara waktu," bisiknya. "Di tempat yang menjadi saksi akhir perjalanan kita. Di tempat yang menjadi awal dari selamanya."

Xiao Chen tersenyum lebar, senyum yang paling tulus dan damai yang pernah ia tunjukkan. Ia mencium keningnya, lalu bibirnya dengan lembut, diiringi hembusan angin yang membawa kelopak bunga beterbangan di sekeliling mereka.

"Baiklah. Di sini. Di tengah bunga-bunga ini. Di bawah langit senja ini. Kita akan tinggal, kita akan hidup, dan kita akan mencintai... selamanya."

Mereka kembali berbaring, berpelukan erat di atas hamparan bunga yang harum dan empuk. Langit yang berwarna merah muda gelap perlahan berubah menjadi malam yang bertabur bintang, namun kehangatan dan cahaya lembut dari kedua jiwa itu tetap menyala, menjadi mercusuar kecil yang abadi di tengah taman kerajaan kuno yang telah bangkit kembali.

Kisah Penjaga Kehidupan dan Pelindung Abadi memang telah selesai ditulis dalam buku sejarah. Namun kisah cinta, kedamaian, dan kehidupan yang mereka ciptakan... akan terus tumbuh dan mekar selamanya, sama seperti bunga-bunga di sekeliling mereka, abadi dan tak akan pernah layu.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!