NovelToon NovelToon
Cinta Adrian & Nisa

Cinta Adrian & Nisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Bad Boy / Playboy / CEO / Tamat
Popularitas:600.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nurlila

cinta adrian dan nisa

Nisa adalah gadis biasa, dari keluarga serdahana, yang memiliki cita-cita yang tinggi, ingin melanjutkan kuliah di kota, ia membulatkan tekadnya untuk pergi ke kota dan menempuh pendidikan disana, tetapi kehidupan di kota tidak semudah yang ia bahayangkan, ia harus berkerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya


Adrian malik adalah pria tampan, kaya, cuek, cool, dan arogan ia merupakan salah satu pewaris tatah perusahan ternama di kota B. Siapa saja yang melihatnya akan terpanah dengan ketampanannya, dengan wajah tampan membuatnya menjadi playboy ķelas kakap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurlila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Ceklek

Adrian masuk didalam ruangannya. Tiara yang dari tadi menunggu kedatangan Adrian langsung menghampiri Adrian.

"Kak Adrian," Kata Tiara dengan suara yang sengaja dibuat seksi.

"Hmmmm," Jawab Adrian singkat.

Adrian melangkah menuju kursi kebesaraannya tanpa peduli dengan Tiara. Tiara sangat kesal, Adrian selalu bersikap dingin dengannya. Tiara tidak putus asa ia mengeluarkan segala jurus seribu bayangannya. Ia melangkah menuju meja kerja Adrian.

"Bagaimana keadaanmu kak Adrian?" Tanya Tiara.

"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja." Ucap Adrian dingin.

"Syukurlah, aku sangat khawatir saat mendengar kabar bawah kak Adrian mengalami kecelakaan."

Adrian sengaja menutupi kejadian saat dirinya di serang oleh orang yang tak dikenal. Dan menyampaikan ke publik bahwa dirinya mengalami kecelakaan.

"Maaf, waktu itu aku tidak menjenguk kak Adrian, karena aku ada pemotretan di Negara xx." Ucap Tiara dengan memasang wajah yang sendu.

"Tak perlu minta maaf, dan lagian aku tidak kenapa-kenapa kan.? Ucap Adrian datar. "Kalau tidak ada keperluan lain silahkan keluar kerana aku sangat sibuk."

Adrian dan Tiara tak memiliki hubungan spesial. Mereka sering bertemu di acara-acara jamuan dan kebetulan ibu Adrian dan Ibu Tiara merupakan teman arisan. Kedekatan orang tua mereka menjadi peluang Tiara untuk mendekati Adrian.

Tiara begitu kesal karena Adrian mengusirnya. Ia pun keluar dan menutup pintu dengan kasar. Setelah kepergian Tiara, Adrian menyuruh Nisa masuk di ruangannya. Dan tak lama kemudian di susul Kevin

Disofa ruangan presider Adrian, Kevin dan Nisa sedang duduk disana membahas tentang kontrak kerja.

"Kevin." Panggil Adrian.

Kevin sudah mengerti maksud Adrian, ia membuka tas yang ia bawah tadi dan mengambil map berwarna coklat dari dalam sana.

"Ini boss." Kevin menyerahkan map itu kepada Adrian. Adrian mengambil map tersebut dari tangan Kevin yang duduk disampingnya.

"Ini, " Adrian melempar map itu di atas meja. "Silahkan dibaca, itu adalah kontrak kerja yang harus kamu tanda tangani.

Nisa mengambil map tersebut, membuka dan membaca satu persatu poin-poin pernyataan di surat perjanjian bermaterai itu. Lengkap sekali. Isi dari point-point tersebut antara lain, Nisa harus merahasiakan setiap masalah pribadi dan masalah perusahaan, tidak mencurangi masalah keuangan hingga menjaga kerhomatan dan norma kesopanaan selama bekerja di perusahaan. Dan di akhir kalimat. Pelanggaran berakibat pembayaran denda 10x gaji. Jadi kalau Nisa membuat pelanggaran maka ia akan di denda 350 juta.

Deg!

Nisa menelan salivanya setelah melihat angka 350 juta.

"Setuju dengan syarat yang aku berikan." Adrian melihat Nisa sambil memajukan badan nya dan mengetuk-ngetuk pena mahalnya dimeja.

"Saya setuju tuan." Ucap Nisa sedikit gugup.

"Kamu sudah bisa kerja hari ini." Ucap Adrian.

"Terima kasih tuan."

"Nanti assisten Kevin yang memberi tahu kamu apa saja tugasmu dan mengajarimu semuanya."

"Baik tuan,"

"Pergilah ke mejamu dan mulailah bekerja." Ucap Adrian.

Nisa mengangguk dan memutar badannya kemudian pergi meninggalkan ruangan Adrian. Kini tiba ia dimeja kerjanya. Nisa membersihkan meja menglap dan menaruh beberapa barang-barangnya.

Sekitar pukul 9.00 Kevin datang di meja Nisa dengan tangannya memegang kardus yang terlihat didalamnya ada beberapa tumpukan berkas.

"Hei, cantik kita bertemu lagi." Ucap Kevin mencoba menggoda Nisa. Suara Kevin mengagetkan Nisa, ia bangkit dari duduknya.

"Selamat pagi pak." Ucap Nisa sembari membungkukkan badan.

"Pagi cantik." Kevin menaruh kardus yang ia pegang tadi di atas meja kerja Nisa.

"Ini adalah dokumen-dokumen yang harus kamu pelajari." Lanjutnya.

Mata Nisa membelalak ketika melihat begitu banyak berkas yang harus ia pelajari, ia menelan salivanya beberapa kali. Kevin mengambil kursi dan duduk di sampingnya.

"Ok, mari kita mulai." Kevin mengeluarkan satu persatu dokumen-dokumen itu dan menjelaskan secara terperinci manfaat dan kegunaan setiap dokumen-dokumen. Nisa hanya mendengarkan, mengangguk jika ia mengerti dan bertanya jika ada sesuatu yang tidak ia pahami.

Sekitar dua jam akhirnya perkuliahan panjang itu selesai juga. Kini Kevin telah kembali keruangannya.

*****

Adrian keluar dari ruangannya.

"Kau ikut aku." Ujar Adrian. Nisa menatap Adrian sebentar, setelah itu pandangannya kembali pada berkas-berkas yang menumpuk di hadapannya.

"Apa telingamu bermasalah.?"

"Tidak tuan. Memangnya kita mau kemana, tuan?" Tanya Nisa

"Bertemu klien."

"Kenapa aku? Bukannya anda akan pergi bersama pak Kevin.? Ujar Nisa masih fokus pada berkas-berkas didepannya.

Aku sangat sibuk, apa kamu tidak bisa lihat itu tuan. Nisa

Adrian menatap Nisa tidak percaya. Kenapa Nisa yang akan memutuskan bukannya dia boss nya disini.

"Kau sekarang sekretarisku jadi kau yang akan menemaniku setiap bertemu klien."

Nisa menghela napas kasar. "Baik tuan." Nisa pasrah. Hari ini ia menemani Adrian bertemu dengan klien walau pekerjaannya juga belum selesai.

Meeting dan makan siang berjalan dengan lancar ini semua berkat Nisa yang cakap. Klien Adrian malah tertarik berbicara dengan Nisa dibandingkan dengan dirinya. Adrian akui Nisa patut diberi dua jempol hampir semua kerja sama dibicarakan kepada Nisa. Adrian sampai bingun siapa boss sebenarnya. Dirinya atau kah Nisa.? Setelah bertemu klien Adrian dan Nisa kembali kekantor.

🍃Kantor🍃

Adrian terlihat sibuk di ruangan kerjanya dengan tumpukan berkas yang harus ia tanda tangani ataupun direvisi. Sepertinya hari ini mereka akan lembur.

Pukul 17.00

"Kamu boleh pulang." Ucap Adrian kepada Nisa yang baru saja mengantarkan beberapa berkas.

"Tapi tuan...," Ujar Nisa ragu-ragu.

"Ada apa..?"

"Hmmm, pekerjaan masih banyak dan besok akan ada rapat direksi saya ingin membantu anda akan lebih cepat kita mengerjakaan bertiga." Ucap Nisa sambil melihat Kevin.

Kevin tersenyum seringai tanda setujuh dengan ucapan Nisa.

"Baiklah," Adrian juga setuju.

Mereka mengerjakan semuanya didalam ruangan Adrian. Kevin yang sudah lama menjadi assisten pribadi CEO terlihat cekatan dan lihai mengerjakaan semuanya. Adrian juga terlihat fokus melihat layar komputer didepannya. Sedangkan Nisa mendapatkan pekerjaan mengcopy dan menyusun beberapa berkas.

Adrian melirik alrloji yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Kevin." Panggil Adrian

"Yah boss."

"Beli makanan buat kita." Perintah Adrian sambil mengeluarkan dompet dan memberikan kartu kepada Kevin.

Kevin langsung mengambil kartu dan pergi meninggalkan Adrian dan Nisa.

Sesekali Adrian melihat Nisa. Nisa terlihat sibuk menyusun dokumen, dia yang duduk didepan Adrian, tanpa ia sadari Adrian terus menatapnya.

"Istrahat dulu." Ucap Adrian membuat Nisa kaget.

"Ah, tidak perluh tuan. Sedikit lagi selesai." Jawab Nisa sambil tangannya sibuk menyusun beberapa berkas.

Dengan cepat Adrian memegang kertas yang ada di tangan Nisa. Nisa kaget melihat Adrian yang hampir saja menyentuh tangan nya. Sesaat mereka saling bertatapan.

Nisa tersadar, ia langsung menurunkan pandangannya dan melepas kertas yang di pegangnya. Seperti kehilangan akal Adrian terus menatap Nisa yang salah tingkah, ia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya, ia terus menikmati wajah cantik sekretaris barunya itu.

Nisa merasa tidak nyaman.

Adrian tersadar dengan segera ia memalingkan pandanganya, kembali melihat layar kompeter di depannya.

1
Indah Alifah
jadi rebutan ni yeh🤭
Indah Alifah
seruuuuuuuu
Nuri Nurianti Nurianti Nurianti
cerita bagus tapi kok gakdi lanjuut lagii....padahal banyak yang masih nunggu upnya sampai sekarang
Cat Lasamahu
ceritanya seru
update terus yaaa ka
Aska Askar Kasmi
knp gak lanjut.???
Rika Rahim
lanjut donkk seruuu bngtt....smgaa bahagia nisa SM Adrian
Yani Sumaryani
kenapa ga ada lanjutan nya thor
Riani Sangkot
ya allah.thor lanjut dong ceritanya.lagi seru kok digantung sih.lanjut dong sampai tammat
Romo Mahendra
penulis jelek, membuat penasaran gue ogah baca..
Dian Ndari
lanjutkan kakak sayang.... kenapa berhenti di saat kisah ini sedang indah indahnya...😭😭😭😭
Jaliana Amel
novelnya bagus. kq gk dilanjutin lagi
Sumi Atun
ceritanya gak jelas kok tamat padahal bagus novelnya sungguh sangat di sayang kan.
Ayu Sulistiyo
knpa jln ceritanya kok nanggung sich.
Siti Nuraisah
terus dong thorr
Helen Apriyanti
kok gk da lnjutan nya thorr...
msih gntung ini critanya thorr blum selesai kpn up nya..
crazy up pliss...
Helen Apriyanti
iya ada yg slah Author.. HRD hrsnya bukan HDR thor hee
Helen Apriyanti
awal pertama brtmu clon ibu mrtua ni hee
Iren Lusia Tarigan Sibero
katanya tamat kog nanggung sih thor
Helen Apriyanti
kerennnn Nisa hjar truz jgn mau dvrendhkn ..
Helen Apriyanti
psti boss restaurant pak adrian yh thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!