NovelToon NovelToon
Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Epik Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Tamat
Popularitas:102.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lora Orphee

Blurb

Setiap Perdamaian memiliki harga yang harus dibayar.

Sebagai Ketua dan Pendiri Sekte Jalan Surgawi, benteng terdepan sekaligus pertahanan terakhir yang dimiliki oleh umat manusia, Li Yao membawa seluruh murid terkuatnya untuk berperang habis-habisan melawan Suku Iblis.

Darah tumpah, daging tersayat dan terpotong bersama tulang. Tanpa harapan, kematian terlihat dimana-mana.

Kemenangan baru muncul setelah Li Yao membunuh Raja Jurang Maut Chenyu, akan tetapi harga yang harus dibayar untuk kemenangan itu adalah kematian Li Yao dan seluruh murid-muridnya.

Seratus tahun berlalu, Li Yao hidup kembali sebagai pelayan saudagar kaya. Dunia tidak banyak berubah, namun tidak ada yang mengetahui pengorbanan Sekte Jalan Surgawi.

Nama Sekte Jalan Surgawi hilang, bangunannya hancur, dan seni beladiri-nya telah dicuri. Sekte yang pernah berada di puncak kini jatuh ke jurang.

Dapatkah Li Yao mengembalikan kejayaan Sekte Jalan Surgawi? Sebenarnya apa yang telah terjadi?

Ikuti perjalanan Li Yao membalas perbuatan Aliansi Surgawi sembari memecahkan misteri dunia!

***

Jangan lupa klik tombol like, favorit, dan comment agar Author semakin semangat menulisnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lora Orphee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 ~ Kebetulan Janggal

Hawa dingin segera menyergap tulang punggungnya, pria berseragam putih tersebut bisa merasakan nada kebencian yang teramat dalam pada ucapan orang di belakangnya.

"Siapa saja orang yang membakar perpustakaan dan menghancurkan istana Sekte Jalan Surgawi?" lanjut Li Yao, pedang dinginnya ia lewatkan ke leher pria berseragam putih.

Tidak bisa menahan diri untuk meneguk ludah, pria itu sadar bila Li Yao serius akan membunuhnya jika jawabannya tidak memuaskan.

Setelah memutar otaknya selama lebih dari satu menit untuk mengingat sebutir informasi, sebuah nama alhasil muncul di dalam pikiran pria berseragam putih tersebut.

"Wu Hua, Kepala Keluarga Agung Wu! Aku pernah membaca berkas kejatuhan Sekte Jalan Surgawi, di sana nama Wu Hua tercatat sebagai orang yang memimpin perundingan terhadap Sekte Jalan Surgawi," jawab pria berseragam putih, kulit pusatnya berkeringat dingin.

Saat ini ia sudah menghambat pengeluaran darahnya dengan Qi agar tidak keluar melalui lukanya. Andaikan tidak, sekarang pria itu pasti sudah pingsan karena kekurangan darah.

Hening sesaat.

Sosok Li Yao seketika menghilang dari ruangan tersebut. Li Yao keluar melalui jendela. Menyadari keberadaan Li Yao sudah tidak ada di ruangannya, pria berseragam putih itu menggerakkan giginya lalu mengutuk.

"Sampaikan kepada semua orang di Aliansi Surgawi, Yang Membelah Surga sudah bangkit kembali dan akan membalas dendam!"

Suara Li Yao menggema di dalam telinga pria berseragam putih. Pria tersebut lekas menutup mulut, khawatir kata-katanya barusan di dengar oleh sosok Li Yao.

Waktu itu ia benar-benar ketakutan, seakan nyawanya berada di ujung tanduk hanya karena mendengar suara tersebut

***

Di jalan menuju pinggiran Kota Awan Biru, Li Yao tengah berada dalam suasana hati yang sangat buruk. Banyak informasi ia dapatkan dari pria berseragam putih, semua itu adalah informasi yang sangat menguntungkannya.

Walau demikian Li Yao tetap merasa tak tenang. Wu Hua adalah seorang Raja Pendekar, orang sekuat itulah target pertama yang harus merasakan amarah darinya.

Belum lagi Wu Hua adalah kepala keluarga Wu, salah satu keluarga agung. Sudah jelas sangat sulit untuk bertarung apalagi mengalahkannya.

Li Yao menghela napas, dirinya ingin sekali menaikkan tingkat kultivasinya secepat yang ia bisa. Kepala Li Yao menggeleng, jangan terburu-buru atau hasilnya nanti tidak maksimal dan kacau. Ia masih muda dan memiliki banyak waktu.

Yang perlu Li Yao lakukan hanyalah berlatih dengan lebih keras dan lebih giat.

"Nak, tenangkan amarahmu! Tidak ada hasil yang baik jika kamu terpaku pada emosi itu. Sebagai yang tertua, kamu seharusnya bisa mengendalikan diri dengan lebih baik!"

Suara ramah itu menyadarkan Li Yao untuk keluar dari dunianya sendiri. Li Yao menoleh ke segala arah, mencari asal suara yang menyapanya dengan ramah.

Suara itu ternyata berasal dari seorang pemuda berusia 15 tahun yang berada persis di sebelah kirinya. Punggung Li Yao merinding, ia gagal menyadari keberadaan pemuda itu.

Tidak ada yang aneh dari pemuda tersebut. Pemuda itu memberikan perasaan nostalgia yang nyaman kepada Li Yao. Seumur hidupnya dahulu, belum pernah Li Yao merasakan perasaan itu selain dari gurunya.

Hal tersebut sudah menunjukkan seberapa anehnya pemuda itu. Li Yao memeriksa pemuda tersebut dengan lebih teliti. Penampilan pemuda itu tergolong biasa saja, wajahnya tidak tampan ataupun jelek, hanya rata-rata.

Pemuda itu berkulit agak pucat, dengan rambut hitam sepanjang bahu yang diikat rapi. Satu-satunya yang mengganggu Li Yao mengenai penampilan pemuda tersebut adalah matanya.

Mata hitam pemuda itu kosong, tidak ada sedikitpun cahaya di dalam sana. Ketika Li Yao memandangi mata tersebut, Ia bisa merasakan ketiadaan yang mengerikan. Mata itu seakan jurang maut yang dapat menghisap jiwa.

"Apakah dia buta?" tebak Li Yao di dalam hati.

Ada kegelisahan di dalam hati Li Yao tatkala melihat pemuda itu. Kenapa Li Yao gelisah hanya karena melihatnya? Li Yao sendiri tak tahu. Kultivasi pemuda tersebut juga tidak bisa Li Yao rasakan, mungkin saja itu alasan kegelisahannya.

"Apa kamu berbicara denganku?" tanya Li Yao kepada pemuda misterius tersebut. Langkah kaki mereka sudah berhenti sejak pemuda itu menyapa dirinya.

"Menurutmu?" Pemuda tersebut balas bertanya, senyum tipis yang sangat lembut melunturkan keseriusan di wajahnya.

"Apa maksudmu mengatakan itu?" Li Yao bertanya lagi, mengabaikan pertanyaan pemuda itu. Mengapa dia memanggil Li Yao dengan sebutan 'Nak'? Bagaimana bisa dia mengetahui bila Li Yao sedang diliputi kemarahan besar?

Penyamaran Li Yao sangat luar biasa. Seorang Pendekar Surga saja kesulitan melihat penyamarannya, bagaimana bisa seorang pemuda 15 tahun mengungkap penyamarannya?

Apalagi Li Yao sama sekali tidak menunjukkan kemarahannya. Raut wajah dan hawa keberadaannya tetap terlihat tenang dan santai. Li Yao harus menyelidiki pemuda misterius itu, demi keamanan dan masa depannya.

"Hmm... Terserah, anggap saja aku tidak pernah berbicara denganmu! Toh barusan aku cuma asal ngomong."

Selesai mengatakan kalimat itu, pemuda misterius tersebut melanjutkan langkah kakinya ke depan, meninggalkan jejak penasaran di dalam pikiran Li Yao.

Apakah pemuda itu cuma asal bicara? Li Yao memandangi kepergian pemuda tersebut dalam diam. Sosok pemuda itu segera membaur dengan orang-orang di jalan lalu menghilang.

Seharusnya Li Yao menghentikan pemuda itu atau mengikutinya, tapi ia tak melakukannya. Entah kenapa, Li Yao merasakan perasaan yang sangat membahayakan dari pemuda tersebut.

***

Pemuda itu masuk ke dalam Penginapan Rongrong, penginapan yang tadinya dimasuki oleh Li Yao. Ekspresi Mu Rong Buruk sekali, seakan ada penyesalan dan masalah besar yang menimpanya.

Setelah menunjukkan identitasnya kepada MU Rong, wanita dewasa yang cantik itu langsung mengizinkan pemuda tersebut untuk masuk menemui seseorang. Ada keterkejutan di wajah Mu Rong, tatkala mengetahui identitas pemuda itu.

Berjalan menuju kamar nomor 29 di lantai 2, pemuda tersebut melihat banyak pelayan sedang bergosip. Inti dari pembicaraan mereka adalah, seseorang yang menginap di penginapan ini telah di serang oleh pengunjung misterius.

Setibanya di depan pintu kamar nomor 29, pemuda itu langsung mengetuk pintu. Pintu di buka oleh seseorang, sepertinya orang itu adalah tabib. Pemuda itu berbincang sebentar dengan tabib tersebut, namun seruan marah dari dalam kamar segera menyuruh tabib tersebut untuk kembali.

Pemuda itu mengikuti sang tabib dari belakang, ia akhirnya melihat seorang pria berseragam putih sedang terbaring lemah di atas kasur. Kondisi pria tersebut sangat menyedihkan, satu tangannya telah buntung.

Begitu sosok pemuda itu muncul di hadapan pria berseragam putih, pria tersebut otomatis langsung terduduk tanpa menyembunyikan keterkejutannya.

"Langit memberkati anda!" ucap pria berseragam putih itu, sambil menundukkan kepala dan menangkupkan tangannya hormat.

Sekilas tidak ada yang dapat mengenali identitas pemuda tersebut. Penampilan pemuda itu biasa saja dan kultivasinya tidak terlihat, seperti orang-orang normal pada umumnya.

Tidak seorang pun yang baru pertama kali menemuinya akan percaya, bila pemuda tersebut adalah satu-satunya putra Sang Raja Perang Ren Tian, Pemimpin Aliansi Surgawi.

Nama pemuda itu adalah Ren Shun.

1
king Rud
gak ngerti AQ rek...😵‍💫
king Rud
banyak trik ap... paling langka sribu ko pake
king Rud
sering bilang masih lemah Br TDK mau kultivasi... biarpun renkarnasi kalo TDK pernah di olah
Siti aulia syifa Az_zahra
kok gk diterusin,,,, 😭😭😭
padahal aku dah siap siap bayangin Li Yao menggembleng para murid tingkat kedua biar dgn pelatihan yg eksentrik tapi dgn hasil luar biasa. Seperti Ye Qingtang yg mengubah kumpulan murid2 nakal dan bebal jadi luar biasa, seperti Guru Zhang yg mengubah murid2nya yg absurd menjadi pemimpin2 legendaris dieranya, seperti Jun Wu Xie yg membantu pasukan Rui dan temen2nya menjadi lebih kuat dan bikin rencana supaya bisa ngalahin orang alam atas, dan banyak lagi.
Udah bayangin para murid sekte Cahaya Surgawi yg diremehin, bakal buat kehebohan satu persatu, mau liat Deng Xue yg serem tapi baik jadi pemimpin kaum botak biar gk makin rese, pengen liat Huli jadi rubah ekor sembilan, pengen liat Tao Yuhan nemu jalannya sendiri kearah yg lebih baik, pengen liat kemampuan Si Ren Shu yg misterius, gimana nasib musuh utama Li Yao di Chapter pertama yg sebenernya, karena kayaknya masih banyak konspirasi yg belum terkuak, dan jati diri Li Yao sebenernya,,,
padahal seru dan lucu ceritanya,, mungkinkah Authornya kehabisan ide,,???
nasib di php in Authornya,, 😭😭😭
ibarat makan rendang, pas udah selesai dgn atribut sampingannya dan mau makan ikan utamanya yg paling lezat eh,, dicolong kucing, udah deh cuman bisa meratapi,,😢😢
ya udah makasih Thor, dikasih cerita yg menarik, semoga sehat selalu dan lancar rezekinya,, 😇😇
Putra Al Bhuthoni: php sudah nyaman dgn alur ceritanya eee putus asa,,,,ayo tor lanjut lagi
total 1 replies
Siti aulia syifa Az_zahra
bakal diajarin secara pribadi oleh master Li, klo Shao Yahui tau pasti bakal lompat2 guling2 sangking senengnya
Siti aulia syifa Az_zahra
heh,, master pedang dilawan😎😎😎
aning purwasih
kenalin,,calon ketua sekte mu tapi gak jadi🤭🤭🤭
aning purwasih
wuih,, emak emak jaman now ni kayaknya,, 😅😅😅
aning purwasih
upin ipin pasti benci banget sama tuh kaum botak, karena udah mencemarkan nama baik manusia manusia botak lain 😂😂😂
aning purwasih
hahaha,, tos dong kalian😂😂😂
aning purwasih
hayoolooh,, kena kalian anak anak nakal😅😅😅
aning purwasih
hahaha,, ternyata si botak ini to yg di serang Tao Yuhan😅😅😅
Siti aulia syifa Az_zahra
kualat kalian,, kurang ajar sama leluhur😠
Siti aulia syifa Az_zahra
lucu klo dibayangin,,
Siti aulia syifa Az_zahra
terharu,, 😭
Siti aulia syifa Az_zahra
si monster kasihan ternyata, kirain malin kundang ternyata bukan😰.
Jadi penasaran masa lalu Lin Yao sama Tao Yuhan, bisa sadis gitu ye,, 😎
Siti aulia syifa Az_zahra
ternyata malah anaknya sendiri monsternya 😞😞. Mungkin tuh monster kualat gk pernah jenguk ibunya, jadinya tersesat dan terkutuk jadi monster deh,,, ngarang ya😁😁😁
Siti aulia syifa Az_zahra
seru Thor,,
aning purwasih
si ibu pinter milihnya, milih yg paling ganas, siap siap aja,, 🤭🤭🤭
aning purwasih
ini novel terjemahan apa buatan sendiri sih?, kok bagus banget,,?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!