NovelToon NovelToon
Pengantin Yang Tertidur Dalam Gua

Pengantin Yang Tertidur Dalam Gua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Rani

...Neng..neng..neng...glungg..
Suara alunan gamelan tembang girap kebo giro pengiring pengantin menggema di dalam gua gelap ini.
Tubuh Satya semakin gemetar ketakutan tatkala mendengarnya.
"Si...siapa yang sedang menikah di dalam gua seram ini?", gumamnya sembari memegang ponsel sebagai penerang gua ini.
Ia semakin masuk ke dalam gua yang tak berujung, hingga tiba-tiba kakinya tanpa sengaja menyandung sebuah kaki manusia yang tergeletak bersama badannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sejarah Dewi Sutina Wati

Tubuh lemas Maira di ikat pada sebuah kursi kayu kecil di kediaman eyang. Mulutnya masih terplester rapat. Gadis malang itu masih pingsan dan belum sadar juga.

"Bagus!", ujar eyang dengan bibir yang menyeringai memandangi gadis yang tergolek lemas tak sadarkan diri itu.

Keysa tersenyum sinis. Ia merasa tersanjung karena berhasil menculik Maira.

Gadis itu tiba-tiba mengerjap. Matanya sedikit terbuka. Ia begitu kaget ketika melihat sekelilingnya, apalagi dengan kondisi tubuh yang terikat.

Ia meronta dan mengeliat, berusaha melepaskan ikatan tubuhnya. Namun, bukannya terlepas, ikatan itu malah semakin sulit dan semakin erat.

Eyang tersenyum sambil bertepuk tangan menyaksikan pemandangan langka ini. Hatinya seolah tergelitik.

"Cucunya Dewi, selamat datang di kediamanku", ujar eyang datar.

Keysa hanya bisa bersedekap menyaksikan pemandangan ini.

"Buka plester penutup mulutnya. Aku ingin mendengarkan ocehan sampah nya itu!", perintah eyang kepada kedua preman body guard nya itu.

Kedua body guard itu melepaskan plester Maira dengan kasar.

"Lepaskan aku Wisnu! kau sungguh manusia keji!", teriak Maira.

"Kau...Keysa! ku pikir kau orang baik! ternyata kau juga musuh dalam selimut!", umpat Maira dengan amarah yang menyala-nyala.

Keysa hanya tersenyum sinis tanpa menanggapi Maira.

"Hahahaha.....gadis manis yang malang! wajahmu itu sangat mirip dengan nenekmu, Dewi! wajah yang penuh dengan k*b*dohan!", umpat eyang dengan senyuman menyeringainya.

Maira melotot tajam. Ia sangat marah karena eyang mengatai neneknya seperti itu.

"Kau tua bangka yang g*la!, hatimu benar-benar busuk!", pekik Maira.

Eyang mengendikkan bahunya. Ia mulai risih dengan Maira yang mulai cerewet.

Akhirnya, ia memerintahkan kedua body guard nya untuk memplester mulutnya lagi.

"Plester mulutnya lagi! kupingku terasa sakit mendengar ocehan kampungannya itu!", bentak eyang.

Eyang mendekati Maira yang telah terpasang plester itu. Ia mencengkeram dagu Maira dengan kuat.

"Dengarkan gadis kecil! kau sangat cerewet sekali. Sama seperti nenekmu sewaktu muda... hahahaha", tawa eyang menggema.

"Kau harus tau, nenekmu dulu sangat tergila-gila padaku. Aku memang pemuda yang tampan", ujar eyang dengan sombongnya.

"Gadis b*doh seperti Dewi itu ku terima cintanya. Tapi aku hanya memanfaatkan dia untuk mengorek informasi mengenai Prabu dan memeras hartanya hahahahaha....", tawa eyang kembali meledak.

"Tapi, aku benci nenek kesayanganmu itu! karena dia orang pertama yang memberi tahu bapaknya si Prabu kalau aku hendak memberontak!. Untung saja kekuatanku sangat hebat, sehingga aku berhasil mengalahkan anak buah bapaknya si Prabu tengik itu!", geram Eyang.

Eyang termenung. Ingatan kilas balik masa lalunya masih tercetak jelas dalam pikirannya.

Flashback On..

Tahun 1947.

Dimana saat itu adalah acara lamaran Sekar Kencana dengan Raden Prabu. Saat itu, Wisnu yang hanya bekerja sebagai kuli Pak Lurah Antasena hanya bisa merasakan sakit hati yang mendalam, tatkla ia tahu wanita yang ia cintai tengah di jodohkan oleh putra bangsawan yang rupawan.

Namun, ia sadar diri. Ia tak berani berucap, mengingat ia hanya seorang pelayan dan bertugas untuk memberi jamuan kepada tamu-tamu yang datang.

Pada saat acara lamaran, seorang gadis manis yang bernama Dewi Sutina Wati tak sengaja menumpahkan air teh di atas bajunya Wisnu.

Gadis itu lalu meminta maaf. Namun, ternyata gadis manis itu telah terpesona dengan ketampanan Wisnu, sang pelayan Pak Lurah, bapak Kencana.

Akhirnya dengan sangat berani, selepas acara lamaran, gadis itu memperkenalkan diri sekaligus menyatakan cintanya pada Wisnu, cinta pada pandangan pertama.

Wisnu yang mengetahui bahwa gadis itu adalah sepupu Prabu langsung menerima cinta sang gadis itu. Jiwa liciknya berkobar.

Namun, Wisnu hanya berpura-pura. Ia hanya ingin mengorek informasi tentang Prabu juga ingin memeras harta Dewi saja.

Akhirnya, mereka berdua menjalin hubungan dengan sembunyi-sembunyi, karena Dewi takut ketahuan oleh bapaknya.

Karena rasa cintanya yang besar, Dewi yang merasa iba dengan kehidupan Wisnu itu dengan suka rela memberikan uang dan perhiasan pada Wisnu.

Dan ternyata, Wisnu juga berhasil mengorek infornasi tentang tanggal pernikahan antara Prabu dengan Kencana.

Wisnu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan uang dan perhiasan dari Dewi, ia berhasil menghimpun kekuatan dan mempengaruhi teman-temannya untuk melakukan rencana pemberontakan dan pembantaian saat acara pernikahan Kencana.

Dan pada saat acara pernikahan, Dewi berniat mengajak Wisnu untuk berangkat bersama. Ia pun menjemput Wisnu di rumah tuanya. Namun, ia merasa heran karena tak mendapati Wisnu di rumahnya.

Ia semakin terkejut tatkala memasuki kamar Wisnu dan mendapatkan setumpuk surat-surat yang antara Wisnu dengan teman-temannya. Dahulu, orang masih menggunakan surat untuk berkomunikasi.

Akhirnya, Dewi mengetahui niat buruk dari Wisnu. Ia segera berlari menuju kediaman Kencana dan memberi tahu bapaknya Prabu.

Bapaknya Prabu merasa shok. Ia pun dengan tergesa menghimpun pasukan. Namun, sebelum pasukan terhimpun lengkap, Wisnu bersama teman-temannya sudah datang dan memberontak serta membantai.

Pasukan Wisnu sempat kewalahan melawan Pasukan bapaknya Prabu, mereka juga sempat kehilangan kedua mempelai yang kabur lewat pintu belakang.

Namun, pasukan Wisnu sangat kuat dan berhasil memukul mundur pasukan Bapaknya Prabu.

Wisnu mengejar Kencana dan Prabu menuju hutan Winongo, dan pada saat itu, Dewi mengikuti mereka. Dewi ingin berusaha menyelamatkan sepupu dan isterinya itu.

Namun naas, Wisnu berhasil membunuh Prabu dan hal itu di saksikan oleh Dewi.

Dewi berteriak ketakutan, dan Wisnu pun menyadari jika ada seseorang yang tengah mengikutinya.

Wisnu berusaha mengejar dan hendak membunuh Dewi. Ia tidak ingin Dewi mengganggu rencananya.

Namun, Dewi terpelanting dan jatuh di sebuah jurang, hingga Wisnu menyangkanya Dewi telah mati.

Namun, siapa sangka Dewi masih bertahan hidup merangkak dari jurang dan meninggalkan hutan Winongo dengan sejuta cerita yang ia bawa hingga turun-temurun sampai pada cucunya.

Flashback Off...

Eyang menatap tajam ke arah Maira. Gadis itu mulai menitikkan air mata. Cerita yang di sampaikan eyang benar-benar menguras air matanya. Ia tak sanggup membayangkan jika ada di posisi neneknya di zaman dahulu.

"Jika saja nenekmu tidak ember, maka aku pasti tidak kehilangan Kencana dan aku hari itu juga pasti akan menikahi Kencana. Namun, mulut nenekmu itu sungguh ember sekali sama seperti mulutmu!", hardik eyang.

Eyang mengapus sisa-sisa air mata yang mengalir di pipi Maira.

"Tenang, aku berjanji akan membawamu menemui nenekmu, kamu pasti sudah rindu kan? hmmm kemarin kamu menangisi nenekmu, berarti kamu ingin ikut dia, iya kan?", tanya eyang sembari menyeringai.

Maira merasa ketakutan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali.

"Kamu sungguh nakal. Kamu memegang rahasiaku, dan siapapun yang membahayakanku harus lenyap, sayang. Termasuk kamu hahahaha", tawa eyang semakin menggelegar.

Eyang melirik Keysa. Ia memperhatikan ponsel dan tas milih Maira yang di tenteng oleh Keysa.

"Key, hubungi teman-temannya dengan ponselnya. Bilang jika ia tak jadi bertemu, jangan sampai anak-anak muda itu curiga !", titah eyang.

Keysa segera mengangguk dan menuruti apa kata eyang. Ia mulai menyamar menjadi Maira dan menulis pesan yang isinya bahwa Maira tak jadi bertemu mereka.

"Tunggulah nanti malam, gadis kecil Kau akan bernasib sama seperti nenekmu! kau akan ku tumbalkan hahahahah", manusia sepuh itu merentangkan tangan dan tertawa hingga bulu-bilu jenggotnya yang sudah memutih itu ikut bergoyang.

1
Elli Sahrida
othor...ko lama up nya😢
Elli Sahrida
up lagi thor
Elli Sahrida
semangat ya thor
Elli Sahrida
Cinta...rumit ya...semangat othor💪😁
Bulan Rainbow
maaf ya teman-teman up malam, soalnya siangnya kerjaa. selamat membaca
Bulan Rainbow
Siapp....di tunggu kelanjutannya kakak🥰🥰🥰
AzizaH
lanjuttttttt
Bulan Rainbow: siapp di tunggu lanjutanya kakak🥰🥰🥰
total 1 replies
Cheonma
semangat updatenya thorrr....
Bulan Rainbow: siapp kak makasihh banget dah mampirr😍
total 1 replies
لواء الحمد
smoga sukses
Bulan Rainbow: terimakasih kakak, selamat mangikuti ceritanya🥰😇
total 1 replies
لواء الحمد
calon novel pavorit
Bulan Rainbow: terimakasihh😇
total 1 replies
Bulan Rainbow
selamat membaca, jangan lupa kasih like dan komen ya, semoga bisa membantu penulis menjadi lebih baik lagi😇
Bulan Rainbow
selamat membaca!
Bulan Rainbow
selamat membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!