Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si cupu
..."Woy cupu beliin gue makanan gih di kantin, gue laper!" Vian menghampiri meja kiara dan duduk di atas mejanya....
...roy adalah seorang kumbang sekolah, selain tampan, dia juga keturunan dari keluarga kaya raya yang hartanya tak akan habis tujuh turunan....
...Banyak para gadis yang akan berlomba-lomba untuk menjadi pacarnya, bahkan mereka tidak akan keberatan memberikan kehormatan mereka hanya untuk dekat dengan roy....
...Namun sayangnya, roy memiliki sifat yang amat buruk, dia memanfaatkan ketampanan dan harta nya hanya untuk hiburan sesaat nya....
......"Maaf roy,tapi ini masih jam pelajaran." kiara menunduk tidak berani menatap mata roy.......
..."Gue gak peduli! Gue laper, dan Lo harus beliin gue makanan sekarang!" roy menunduk, menatap kiara dengan tajam....
..."Ta-ta-tapi, aku gak punya uang buat beli makanan kamu." kiara semakin menunduk, dia meremas tangan nya yang mulai dingin....
..."Pffttt... Hahaha... Guys ternyata si cupu gak punya uang, Hahaha..." roy berdiri dari duduknya dan tertawa terbahak-bahak di ikuti oleh para siswa yang berada di kelas itu, mereka semakin mengucilkan dan mencemooh kiara....
..."Wah... Ternyata selain cupu dia juga miskin"...
..."Pantesan penampilan nya kaya gitu, ternyata dia memang kurang biaya guys..."...
..."Hahaha...."...
..."Emang ya.. Kalo cupu ya cupu aja!"...
..."Aneh ya, miskin kok bisa sekolah di high school gini."...
..."Iya, dia main dukun kali."...
..."Hahaha...."...
...Cemoohan dari teman-teman nya itu membuat kiara semakin menunduk kan kepala nya, dia merasa amat malu dan langsung berlari ke luar kelas. Melihat kepergian kiaraa, bukan nya berhenti menghina nya, mereka justru semakin tertawa besar dan terus mengolok nya....
...***...
...kiara pulang dengan tergesa-gesa, dia membanting pintu kamarnya dan menangis sesenggukan sendiri....
...Karena kelelahan, dia akhirnya tertidur dalam keadaan masih berseragam sekolah....
...kiaraa memang terbiasa sendiri, orang tua nya dari pagi sibuk bekerja dan baru selesai malam hari, itu membuat kiara menjadi anak yang pemurung dan kekurangan perhatian dari orang tuanya....
...Sekitar pukul dua dini hari, kiara terbangun....
...Dia merasakan lapar yang teramat sangat, dia baru ingat bahwa dia belum makan apapun sejak pagi tadi saat hendak ke sekolah....
...Dia mengambil sebungkus roti dan susu dari laci di meja rias nya. Duduk di depan cermin, dia memakan roti pelan-pelan sambil menatap bayangannya sendiri....
..."Apa yang salah dari aku? Kenapa mereka tak menyukai ku?" kiara bertanya pada diri nya sendiri. Suaranya datar. Terlalu tenang untuk anak yang baru dihina seharian....
...Dia menghabiskan roti dan susu nya lalu berganti baju. Saat hendak kembali tidur, dia tak kunjung bisa tertidur. Matanya seakan-akan tak bisa terpejam. Di kepalanya terus berputar wajah roy yang tertawa, tangan-tangan yang menunjuk, suara "cupu" yang menggema....
...Akhirnya dia memutuskan untuk bermain game di handphone nya. Namun baru saja membuka handphone, banyak notifikasi dari sebuah grup di WA. Ternyata dia dimasukkan ke dalam grup Kelas....
...Matanya langsung menelusuri satu persatu chat yang dikirim teman-temannya:...
...[Apaan sih Lo, masukin si cupu kesini? bikin kotor aja.]...
...[lya nih...bete deh...]...
...[Gak papa kali, dia kan teman kita juga.]...
...[Aduh bikin bad mood aja.]...
...[Udah paling bentar lagi dia keluar. ]...
...Jempol kiaraa berhenti di atas layar. Sudut bibirnya naik, " cupu ...?" ucap kiara sembari meremas hp yang ada ditanganya...
...Setelah itu dia membanting hp nya ke lantai hingga pecah berserakan....
...***...
...Paginya, kiara kembali masuk kelas seperti biasa, dia duduk di bangku nya sambil membuka bukunya, dia tetap fokus membaca dan menghiraukan tatapan dan omongan sinis teman-teman nya....
...Tak berapa lama, bel masuk berbunyi, guru masuk dan menjalankan kelas seperti biasa nya. Setelah kelas selesai Bu saras, guru bahasa Inggris yang selesai mengajar menatap kiara dengan lekat....
..."kiara , kenapa semalam kamu pulang sebelum waktunya? Apa kamu lupa kalo itu juga bolos?"...
...Bu Saras berbicara lantang sambil menatap kiara sinis....
..."Maaf Bu, semalam saya sakit perut, dan juga saya hanya pulang tiga menit lebih awal." kiara menatap mata Bu saras dengan tatapan iba, dia berharap Bu saras mengerti keadaan nya....
..."Saya tidak mau tau ya kiara, pokoknya kamu harus di hukum, supaya kamu tidak keterusan. Dan hukuman kamu adalah, kamu harus membersihkan toilet wanita sampai bersih, mengerti kamu?!" Bu saras menggerebek meja dengan kuat, membuat Kiara hanya bisa mengangguk tanpa bisa bicara apapun....
...Saat bel istirahat benar saja, kiara di tarik oleh Bu Saras menuju toilet wanita. Bu saras lalu melemparkan pel dan sapu ke kiara dengan kasar....
..."Ini, kamu harus siap sebelum istirahat selesai, kamu mengerti?!" Bu saras kembali membentak kiara dengan keras, dan lagi-lagi Kiara hanya bisa mengangguk....
...Bu saras langsung meninggalkan kiaraa. Saat di luar toilet, Bu saras bertemu dengan Bu Sri, guru matematika....
..."Bu saras, kok kiara di hukum begitu, emangnya ada apa?" Terdengar Bu Sri bertanya, namun dengan suara yang agak pelan, dan kiara masih bisa mendengarnya...
..."Aduh Bu Sri, kemarin dia itu pulang tiga menit lebih awal, saya kan kesel jadi saya kasih hukuman, biar dia jera." terdengar suara Bu saras yang sengaja di kuat kan supaya kiara mendengar nya....
..."Emang kenapa Kiara bisa pulang lebih awal, bukannya tinggal tiga menit lagi pulang ya?" Bu Sri bertanya lagi....
......"Katanya sih sakit perut, tapi saya tidak percaya." Bu saras berkata sambil memalingkan matanya.......
..."Astaga, seharusnya gak harus sampai di hukum Bu, kan alasannya jelas karna sakit perut, lagi pula hanya tiga menit kan jaraknya." Bu Sri mencoba meluluhkan hati Bu saras, namun memang dasarnya hati Bu saras terbuat dari batu, dia tak akan mempan di nasehati....
..."Aduh, udah deh Bu Sri, gak usah belain si cupu, dia itu anak orang miskin, percuma ibu belain, ibu gak akan dapat apa-apa, orang kemarin si roy minta di beliin roti aja dia gak punya duit" ucap Bu saras sambil menepuk pundak Bu Sri pelan mencoba merayunya menjauhi kiara....
..."Astaghfirullah Bu, kita disini kan sudah di gaji, jadi saya tidak perlu mengharapkan uang dari orang tua siswa lagi," ujar Bu Sri geleng-geleng...
......"Alah Bu Sri itu munafik, siapa sih di dunia ini yang tidak suka duit, ya saya sih gak masalah, yang penting saya sudah pernah bilang sama Bu Sri. Kalo ibu tidak mau ya tidak apa-apa." Bu saras meninggalkan Bu Sri dengan sombongnya, Bu Sri juga hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.......
...Sementara itu, Kiara terus saja menatap pintu yang tertutup dengan dingin....
...Selang beberapa menit kiara membersihkan toilet, ada tiga siswi masuk sambil terus menatap nya sinis, itu adalah dewi , Monica dan angel sang primadona sekolah. Dia tidak jauh berbeda dari roy, mereka sama-sama berasal dari keluarga kaya, namun kekayaan roy jauh lebih banyak daripada mereka....
...Dan mereka bertiga adalah teman sekelas nya kiara....
..."Heh cupu! Lo kenapa liatin kita begitu, gak pernah liat orang kaya yang cantik kaya kita ini ya Lo?" Monica mendorong tubuh kiara....
..."Bukan Monica, aku masih membersihkan toilet, bukannya kalian belum boleh masuk dulu ya?" kiara menghela nafasnya karena merasa emosinya mulai naik, namun dia mencoba menahannya....
..."Alah kebanyakan bacot Lo!" Monica hendak mendorong alena kembali, namun tangannya di halang oleh angel....
..."Stop babe, kita kesini mau memberikan penawaran buat si cupu, bukan mau bertengkar." angel menatap kiaraa dengan tersenyum miring....
...Monica hanya membuang nafasnya kasar....
..."Penawaran apa?" kiara dengan cepat bertanya, dia tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya...
..."Kalo Lo mau bebas dan gak di bully lagi, Lo harus jadi suruhan kita, Lo harus nurut dengan apa yang gue dan kedua temen gue minta, Lo gak boleh menolak apapun yang kita suruh, APAPUN... !"...
...Bersambung......