Steven adalah seorang pria Psychopath di mana masa lalunya yang kelam terlebih ada keturunan psychopath dari ke dua orang tuanya membuat perasaan Steven mati.
Hingga dirinya dipertemukan oleh seorang gadis yang bernama Leona Alexander putri dari pasangan Jessica Alexander dan Lemos Alexander yang juga ternyata keturunan psychopath.
Akankah mereka bersatu dalam ikatan pernikahan mengingat Steven sudah merusak Leona akibat dirinya salah menuduh Leona.
Ikuti novelku yang ke 32
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pistol
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini Leona dan Steven bertunangan dengan dihadiri keluarga besar Alexander, beberapa anggota keluarga Alvonso dan keluarga dari pihak Steven.
Leona sedang di hias dengan di temani Soraya dan Ibu nya Steven yang bernama Sherly.
"Putriku sangat cantik." Puji Soraya dan Sherly bersamaan.
"Terima kasih Mom." Jawab Leona sambil tersenyum bahagia karena sebentar lagi dirinya akan bertunangan.
"Aduh perutku kok mules ya?" ucap Soraya sambil memegangi perutnya.
"Lebih baik ke kamar mandi saja." ucap Sherly.
"Baiklah kalau begitu tolong titip Leona sebentar." Pinta Soraya sambil turun dari ranjang.
"Kok nitip? Leona kan putriku juga." Ucap Sherly.
Soraya hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut meninggalkan Sherly, Leona dan dua penata rias. Tanpa sepengetahuan mereka berdua dua penata rias tersenyum menyeringai ketika melihat Soraya pergi meninggalkan mereka berdua.
Bugh
"Akhhhhhhhh..." Teriak Leona.
Bruk
Salah satu penata rias menekan tombol dan setelah lima menit kemudian tiba-tiba salah satunya yang tadi menekan tombol memukul bahu Leona membuat Leona berteriak kesakitan bersamaan dirinya tidak sadarkan diri.
Hal itu membuat Sherly sangat terkejut melihat penata rias memukul Leona dan dirinya bertambah terkejut ketika melihat satunya lagi mengeluarkan pistol dan diarahkan ke Leona.
"Kamu tidak boleh menembak putri kesayanganku." Ucap Sherly sambil berjalan ke arah wanita itu untuk merebut pistolnya agar Leona tidak tertembak.
dor
"Akhhhhhhhh..." teriak Sherly.
Bruk
Sherly yang ingin merebut pistolnya membuat wanita itu menarik pelatuknya hingga terdengar letusan tembakan dan mengenai perut Sherly. Sherly berteriak kesakitan bersamaan tubuhnya ambruk sedangkan orang yang tadi menembak Sherly meletakkan pistolnya ke tangan Leona.
"Sudah beres sebentar lagi wanita tua itu ma ti dan gadis mu ra han ini akan di tuduh karena telah menembaknya." ucap wanita pertama.
"Sekarang kita pura - pura pingsan dan mengikuti skenario yang sudah di susun.'' ucap Wanita ke dua sambil berbaring yang tidak jauh dari Leona dan Sherly.
Sherly dapat mendengar percakapan dan melihat apa yang dilakukan oleh ke dua wanita itu hingga ke dua wanita itu pura-pura tidur di lantai. Tidak berapa lama dirinya tidak sadarkan diri karena darah segar terus mengalir dari perutnya.
Ceklek
Soraya yang sudah selesai melakukan panggilan alam membuka pintu kamar tersebut dan masuk ke dalam kamar.
"Lho kok kosong," Ucap Soraya sambil menatap ke sekeliling ruangan.
Mata Soraya membulat sempurna melihat Leona tidak sadarkan diri sambil memegang pistol dan calon besannya terluka terkena luka tembak sedangkan ke dua penata rias juga tidak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi?" Tanya Soraya sambil mengambil pistol dan memegangnya.
Ceklek
Tiba - tiba pintu ruangan tersebut di buka membuat Soraya membalikkan badannya dan melihat Lemos dan Lucifer berjalan ke arah dirinya.
"Sayang, kenapa kamu memegang pistol?" Tanya Lemos yang belum mengetahui apa yang terjadi.
"Aku juga ti ..." ucapan Soraya terpotong oleh Lucifer.
"Sayang, siapa yang yang melakukan ini?" Tanya Lucifer sambil berjalan ke arah istrinya.
Lemos menatap ke arah lantai dan melihat putrinya tidak sadarkan diri bersama ke dua penata riasnya membuat ke dua mata Lemos membulat sempurna. Sedangkan Lucifer menggendong tubuh istrinya yang sedang terluka.
"Apa yang terjadi?" Tanya Lemos sambil berjalan ke arah Leona kemudian menggendongnya.
"Aku juga tidak tahu pas aku masuk ke dalam sudah seperti ini." Jawab Soraya jujur.
"Lalu pistolnya dari mana?" tanya Lucifer dengan nada dingin sambil melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar.