NovelToon NovelToon
Cleaning Servis Milik CEO

Cleaning Servis Milik CEO

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Cerai / Tamat
Popularitas:744.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Zaenab Usman

Mengisahkan kisah seorang gadis yatim piatu yang bernama Ana Rehana. Umurnya baru sembilan belas tahun. Ana adalah gadis yang sangat cantik dan baik hati.

Dengan bersenandung kecil Ana terus mengerjakan tugasnya. Namun, tanpa sengaja gadis itu tersandung oleh kakinya sendiri dan.


"Aaaghkk"

Jerit Ana saat tubuhnya akan terhempas pada lantai keramik yang masih basah. Tapi dia tidak merasakan apapun. Lalu Ana pun membuka matanya dengan pelan.


Deg..

"Apa Kau belum puas melihat wajah tampan ku?" tanya Pria tersebut seraya membantu Ana untuk berdiri.

Laki-laki itu bernama Alvaro Nizar Ravindra yang sudah berumur dua puluh lima tahun. Semenjak pertemuan pagi itu Varo selalu memikirkan Ana. Lalu dia mencari cara agar Ana menjadi miliknya. Entah itu dengan pernikahan atau hanya sekedar memiliki. Akankah Varo berjuang untuk mendapatkan Ana? Apalagi setelah mengetahui kalau Ana sudah lama menyukainya. Bisakah cinta keduanya bersatu? Sedangkan Varo sudah memiliki tunangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaenab Usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyiapkan kejutan.

🌾🌾🌾🌾🌾

.

.

Setelah menutup pintu mobilnya. Varo berjalan masuk ke perusahaan. Bagitu melihat kedatanganya semua karyawan menyapa dengan hormat. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Varo adalah bos yang tidak terlalu sombong. Hanya saja dia jarang berbicara.

"Selamat pagi Tuan Muda." sapa Sekertaris perusahaan. Dia seorang wanita yang sudah berumur dua puluh delapan tahun.

"Iya, selamat pagi juga. Apa Sekertaris Arsad sudah datang?" tanya Varo sebelum masuk kedalam ruangannya.

"Sudah dari dua puluh menit yang lalu, Tuan. Katanya dia lagi memeriksa dokumen buat dibawa ke kota B." jawab si Sekertaris.

"Oh, yasudah! Lanjutkan saja pekerjaan mu." kata Varo langsung masuk kedalam ruangannya.

Tiba di dalam ruangannya. Varo buru-buru mengambil sesuatu didalam laci kerjanya. Setelah itu dia pun keluar lagi dari sana dan menuju ruangan Sekertaris pribadinya.

"Ar, ayo kita berangkat sekarang." ajak Varo pada Arsad yang ternyata juga sudah berdiri dari kursi kerjanya.

"Iya, Tuan. Jepri juga sudah datang. Sekarang dia menunggu kita di dekat mobil Anda." jawab Arsad mengikuti sang bos dari belakang.

"Baguslah, biar kita tidak menunggu lagi." setelah itu Varo dan Sekertaris pribadinya tidak ada yang bicara lagi. Mereka sama-sama diam sampai kedekatan mobil Varo.

"Selamat pagi, Tuan Muda. Maaf Saya terlambat." kata laki-laki bernama Jepri. Dia orang kepercayaan Varo.

"Iya, pagi juga. Tidak apa-apa, Arsad sudah mengatakan kenapa kamu bisa terlambat." jawab Varo berhenti sesaat. Setelah itu dia kembali lagi berbicara. "Ayo masuk, kita berangkat sekarang."

Lalu Sekertaris Arsad pun meng-iyakan karena mereka berdua mengetahui, kalau di dalam mobil tersebut ada nona muda mereka.

Braaak!

Bunyi Varo menutup pintu belakang. Dia dan Ana duduk dibelakang, sedang Arsad dan Jepri duduk di depan.

Cup!

Tersenyum dan mengecup bibir sang istri sekilas. "Maaf, sudah membuat mu menunggu." ucap Varo tanpa rasa bersalah dan malu pada dua pria yang ada dikursi depan.

"Tidak apa-apa, tapi bisakah jaga sikap mu. Jangan asal kecap-kecup saja," tegur Ana merasa malu.

"Tidak, aku tidak bisa! Lagian apa salahnya aku mencium Istriku sendiri." jawab Varo yang malah merengkuh pinggang kecil sang istri agar bersandar pada tubuh tegapnya.

"Biarkan seperti ini," seru Varo karena Ana ingin duduk biasa tidak perlu saling menempel seperti saat ini.

"Tuan Muda, Saya membeli tiket kalian secara terpisah. Jadi saat ingin chek in nanti, biarkan nona muda berjalan sendiri. Saya akan membatu nona sampai masuk ke dalam pesawat." ungkap Jepri karena dia melihat bos-nya seperti perangko.

Meskipun benar, seharusnya jangan seperti itu juga. Jepri dan Arsad kan masih jomblo.

"Apa, bagaimana mungkin? Perjalanan dari sini ke kota B. Hampir tiga jam lamanya," seru Varo begitu mendengar meraka harus berpisah.

"Soal itu Anda tidak perlu khawatir, karena saat didalam pesawat, kalian tetap duduk berdekatan. Saya sudah mengatur semuanya." jawab Jepri. Dia adalah orang kepercayaan Varo.

"Oh, seperti itu! Tidak apa-apa bila berpisahnya saat melakukan cek-in saja." ujar Varo merasa lega.

Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi. Ana sendiri juga hanya diam karena adanya Arsad dan Jepri membuat dia merasa cangung.

"Kau sudah pernah naik pesawat 'kan?" tanya Varo karena dia lupa menanyakan hal tersebut.

"Heum, sering. Dulu saat ayah dan ibu masih hidup, kami sering pergi liburan." saat menyebut kedua Almarhum orang tuanya. Dapat Varo lihat, jika wajah istrinya langsung berubah muram.

"Maaf, aku tidak bermaksud"---"

Kata Varo merasa bersalah dan tidak melanjutkan lagi ucapannya. Namun, dia langsung menarik tubuh Ana kedalam pelukannya. Ia dekap sambil memberikan kecupan pada pucuk kepala gadis itu.

"Maafkan aku, sayang! Aku berjanji akan menyelidiki kematian kedua orang tuamu. Tapi beri aku waktu, karena sekarang begitu banyak permasalahan yang belum bisa aku selesaikan."

Ucap Varo didalam hatinya. Ya, tadi pagi saat dia berpamitan pada Martin ayahnya. Beliau sudah menceritakan pada Varo. Bahwa Ana dulunya bukanlah gadis biasa.

"Kita sudah sampai Tuan Muda," ucap Jepri membuat Varo dan Ana membuka mata. Mereka berdua tidak tidur, tapi saling meresapi pelukan masing-masing.

"Baiklah, sayang ayo kita turun." ajak Varo pada sang istri.

"Tapi... bukannya ada yang sedang memata-matai dirimu? Jika kita turun bersama, nanti ada yang melihatnya." tanya Ana yang tadi sempat mendengar pembicaraan Varo, Arsad dan Jepri.

"Soal itu tidak perlu khawatir. Jepri pasti sudah mengurus semuanya. Mereka pasti hanya memeriksa jadwal penerbangan ku saja. Sudah, ayo turun!" ajak pemuda itu untuk kedua kalinya.

"Iya, ayo kita turun." jawab Ana menyetujui.

Setelah tiba di dalam. Jepri membantu nona mudanya. Sedangkan Varo bersama dengan Arsad. Mereka langsung berpisah seolah-olah tidak saling kenal. Padahal memiliki arah dan tujuan yang sama.

Semua itu dilakukan guna berjaga-jaga. Varo tidak takut dengan keselamatannya. Tapi yang dia khawatirkan keselamatan sang istri.

Tiba di dalam pesawat.

Seorang pramugari yang sudah tahu langsung menuntun Ana untuk duduk di bangku sebelah Varo, karena Jepri tidak pergi bersama mereka. Dia hanya mengantar sampai bandara.

"Kalau kau takut, pejamkan matamu." ucap Varo yang saat ini sudah duduk bersama istri kecilnya.

Ana tidak menjawab, dia hanya menggunakan kepalanya, dan melakukan seperti apa kata Varo.

"Bila mengantuk, maka tidur saja. Perjalanan kita masih lama." ucap Varo lagi sambil mengelus kepala istrinya. Saat ini pesawat yang mereka tumpangi sudah mulai mengudara dari lima belas menit lalu.

"Iya," jawab Ana, yang belum mengantuk. "Setelah tiba nanti, apa kamu akan langsung bekerja?" mendongak keatas karena tubuh Varo jauh lebih tinggi darinya.

"Tidak, besok pagi saja. Hari ini aku hanya ingin bersamamu." Varo tersenyum karena sebetulnya dia sudah menyiapkan kejutan di hotel tempat mereka menginap.

"Memangnya tidak apa-apa?"

Cup!

"Terlalu banyak bertanya, tentu saja tidak apa-apa. Aku bos-nya. Jadi Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu." semakin banyak istrinya bertanya. Maka Varo semakin gemas dengan istrinya. Sehingga dia selalu mengecup gadis itu.

"Iya, iya kamu bos-nya." sahut Ana tidak ingin melanjutkan lagi pembicaraan mereka. Lalu tidak lama setelah itu, Ana yang tadinya belum mengantuk sudah tidur dengan nyenyak.

"Sudah tidur," Varo tersenyum. Senyum yang jarang dia perlihatkan pada orang lain.

"Ar, apa semuanya sudah dipersiapkan?" tanya Varo pada Sekertaris pribadinya yang duduk di bangku sebelah dia dan istrinya.

"Sudah Tuan Muda. Saya sudah menyiapkan semuanya sesempurna mungkin." jawabnya karena saat mereka masih berada didalam mobil. Arsad sudah menanyakan pada Manejer hotel bintang lima tempat mereka menginap selama enam hari kedepan.

"Baguslah! Aku tidak tahu, kenapa Ana sampai melupakan ulang tahunnya sendiri." ungkap Varo merasa kasihan.

Saat mengurus buku nikah mereka. Varo baru mengetahui kalau hari ini adalah ulang tahun istrinya. Gadis yang dia nikahi kemarin pagi.

BERSAMBUNG...

.

.

.

Hai, hai... Mak author izin promo novel sahabat Mak lagi, ya. Mohon maaf sebelumnya. Mak jarang update karena lagi sakit. Bukan karena tidak konsisten pada pekerjaan.🙏🙏🙏

Jangan lupa untuk memberikan dukungannya juga. Terima kasih.😘😘

1
Sri Puryani
mksh thor ...cerita yg bagus
Sri Puryani
selamat varo ana , semoga sehat smpe melahirkan
Sri Puryani
apa susahnya minta tlg sekertaris/ drivernya ambil hp varo.....ada aja ceritanya
Sri Puryani
lha kenapa lari ana .....lht aja kelakuan uler keket ana
Sri Puryani
di depan umur ana 19, di blkg umur ana jd 18....
Sri Puryani
cucu mu sdh menikah nek....gk usah ngeyel nyarikan pasangan
Sri Puryani
anak pinter varo
Sri Puryani
terima ana
Slamet Harti
Luar biasa
istripak@min
aku ingin visual lelakinya yg coklat kulitnya dn beebulu thor
ZaeV92: Aduh, agak susah ini🤣🤣
total 1 replies
istripak@min
boogg dosa lu vero,,mati bunuh diri ntar siriski
istripak@min
neneknya varo dlu nya rakyat jelata juga ,, OKB mknya teekejut badan
istripak@min
hemmm lg pdkt si varo
istripak@min
kek nya aku pernah lihat flm korea seperti ini
istripak@min
aku maunya visualnya yg berbulu,perut roti sobek,, ini yg kencing pakek tisu ,, jelek thor,, ehh tunggu itu menurutku jgn marahhhh
istripak@min
visual donk author syangg
ZaeV92: sudah ada loh, kak🥰🥰
total 1 replies
Priskha
eng...ing...eng...mak lampir datang
Priskha
good job Varo...jadilah laki2 yg tegas dan jgn mau diperintah2 trs sm mereka
ZaeV92: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
siti rohimnah
Kecewa
siti rohimnah
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!