NovelToon NovelToon
Gairah Pria Siluman

Gairah Pria Siluman

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:325.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: linda huang

Veronica Alexa yang berlibur bersama teman-temannya di bangkok. tanpa sengaja Veronica menjalin kasih dengan pria tampan yang bukanlah seorang manusia.

Siapakah pria tampan itu yang tertarik pada Veronica yang adalah manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Promo.Novel

Setelah persidangan dijeda selama satu jam, semua kembali berkumpul di pengadilan. Ruangan pengadilan dipenuhi dengan ketegangan saat Hakim Devlin dengan tatapan serius membaca keputusan untuk keduanya.

Udara tegang terasa di ruangan karena keputusan ini sangat penting bagi masa depan Daisy.

"Detektif Daisy dinyatakan bersalah setelah menabrak mobil detektif Almost atas kesengajaannya. Diwajibkan mengganti rugi kerusakan mobil detektif Almost sesuai biaya perbaikan," ucap Hakim Devlin dengan suara tegas.

"Dasar Hakim, sama saja aku harus keluar sejumlah uang. Aku berharap kamu diculik, diikat dan diperkosa oleh nenek-nenek," gumam Daisy dengan nada yang tertahan, ekspresinya campur aduk antara kesal dan putus asa.

Devlin, yang memiliki pendengaran tajam, mendengar gumaman gadis itu. Tatapannya tajam memandang Daisy sejenak sebelum dia berbicara lagi.

"Detektif Almost, kasus Anda akan diserahkan kepada pihak atasan kepolisian. Sebagai senior dan atasan, Anda harus bisa membimbing anak buah Anda dengan cara yang benar dan tidak dengan hinaan. Saya tidak peduli siapa yang ada di belakang Anda. Jaga ucapan Anda selama berprofesi sebagai polisi negara!" ucap Devlin dengan keras, menutup persidangan. Ia tidak peduli walau mertua Almost adalah seorang pejabat.

Setelah persidangan berakhir, Daisy mendatangi kantor Hakim Devlin dengan langkah cepat, tanpa memperdulikan cegahan dari Kian dan Emil.

"Daisy, jangan timbulkan masalah, jangan menyinggung Hakim setelah kamu menyinggung atasan kita!" tegur Murder, mencoba menahan tangannya.

"Aku tidak puas, kenapa hanya aku yang kena tanggung jawab, dan si tua itu tidak diskors!" jawab Daisy dengan nada tegas, menepis tangan Murder yang mencoba menahannya.

Mereka akhirnya berhenti saat melihat Hakim Devlin mendekati pintu ruangannya.

"Hakim Devlin, berdiri di sana, jangan bergerak!" perintah Daisy dengan suara tegas, langkahnya menuju ke arah hakim.

"Jangan!" pintu Kian yang mencoba menahannya, tapi gagal.

"Berbahaya! Kalau dia sampai menyinggung Hakim itu, riwayatnya akan segera tamat," ucap Emil sambil menggelengkan kepala.

"Habis sudah kalau Hakim itu tersinggung," tambah Kian.

"Siapa yang tidak kenal dengan Hakim Devlin, bahkan aku sebagai polisi pun takut padanya," ucap Luis, mengingatkan teman-temannya.

"Paman!" seru mereka serentak, melirik Murder yang berdiri di samping mereka.

"Jangan melirikku, kalau ada yang terjadi, aku akan lari dulu," jawab Murder.

"Hakim Devlin, kenapa kamu begitu tega padaku? Biaya ganti rugi begitu tinggi, aku tidak sanggup dan tidak akan melakukannya!" ujar Daisy dengan suara tegas, langkahnya semakin cepat. Terlihat tatapannya penuh emosi saat mendekati hakim.

Daisy lalu duduk di lantai, memeluk kaki Hakim Devlin sambil menangis seperti anak kecil. "Yang Mulia! Anda adalah hakim yang hebat dan paling tampan di dunia ini. Kenapa begitu tega padaku yang masih muda ini? Kalau aku membayar uang itu, aku tidak ada uang untuk beli makan lagi, aku harus tinggal di mana? Aku tidak ada uang untuk membayar sewa. Apakah Yang Mulia tega melihatku tidur di tepi jembatan gantung?" tangis Daisy, pura-pura menangis.

Orang-orang yang keluar lalu lalang di koridor pengadilan memperhatikan ulah Daisy dengan rasa ingin tahu dan kebingungan.

Murder dan rekan-rekannya terbelalak kaget melihat tingkah Daisy yang menangis sambil memeluk kaki hakim tersebut.

"Apa dia sudah gila?" tanya Emil dengan bingung.

"Aku tidak tahan melihat sikapnya lagi," gerutu Kian.

"Paman, apakah Paman yakin dia bukan berasal dari rumah sakit jiwa?" tanya Luis, dengan nada khawatir.

"Bukankah tadi kamu berharap, aku akan diculik, diikat, dan diperkosa oleh nenek-nenek?" tanya Devlin, mengulangi gumaman Daisy.

"Aku hanya bercanda, mana mungkin aku tega melihat hakim setampan dirimu dirugikan oleh nenek-nenek. Yang Mulia, tolong tarik keputusanmu. Aku tidak ada uang untuk ganti rugi. Tidak mungkin aku harus tidur di luar. Lihatlah wajahmu yang begitu tampan, walau usiamu tidak muda lagi, hampir seumuran dengan paman Murder. Tapi pesonamu sungguh luar biasa. Tidak seperti paman itu yang sudah beruban dan gemuk," kata Daisy sambil mengguncang-guncang kaki hakim itu.

"Kenapa si-jahanam itu melibatkan aku?" tanya Murder menahan emosi.

1
Dasirah Yuna
Luar biasa
lily
duh ngeriii
lily
emang bner ucapannya cwe murhan ,gk takut kena penyakit apa
Frianty Frianty
kecewa sama aston
Jennifer Jatam
Lumayan
Jennifer Jatam
Kecewa
Susan Utami
Seru...
Serevina Simanjuntak
Luar biasa
Julima Ahaya
👍
Rasyid Ramadhan
lanjutin LG dong ceritanya tentang ular hijau nya LG seru nih
Pikachu: silakan mampir kak, sudah tamat juga kak
total 1 replies
Julima Ahaya
👍
Rasyid Ramadhan
sangatbagus
Rasyid Ramadhan
bagus banget
Rasyid Ramadhan
bagus
Rasyid Ramadhan
sangat bagus
Rasyid Ramadhan
wooow serunya
Rasyid Ramadhan
aaaaaaah seru banget
Rasyid Ramadhan
bsgus
Rasyid Ramadhan
sangat seru
Rasyid Ramadhan
sangat tegang membacanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!