NovelToon NovelToon
Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:645.2k
Nilai: 4.4
Nama Author: adhilla

Aisha Aileen Nathania, gadis yang harus terpaksa hidup dengan kerasnya dunia. Aileen harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan juga keponakan yang di tinggalkan oleh almarhumah kakaknya yang sudah pergi bersama kedua orang tuanya akibat kecelakaan yang menimpa keluarganya beberapa waktu lalu.

Kehidupan Aileen perlahan berubah setelah dia bertemu dengan orang gila yang dia tolongin saat orang gila itu tengah di kerjain oleh anak anak kecil.

~

Sagara Xavier Xu, CEO di perusahaan ternama yang kekayaannya berlimpah ruah.

Gara mengalami kecelakaan saat dia hendak pergi meninjau proyek yang ada di pinggiran kota.

Entah nasib s1al apa yang menimpa dirinya, hingga anak anak kecil itu bukannya menolong dirinya yang tengah kelaparan, mereka malah mengatakan dirinya orang gila.

Hingga akhirnya ada seorang gadis yang mau menolong Gara dan mengajak ke rumahnya.

~

Kejadian yang tak terduga pun terjadi, hingga membuat keduanya harus hidup dalam ikatan pernikahan......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KCG#34

Pagi harinya, entah kenapa hari ini Gara sangat semangat memulai harinya, apa mungkin karena semalam dia bisa tidur sambil memeluk Aileen? Ah sepertinya begitu.

Gara bangun jam 4 pagi, tapi dia tidak langsung beranjak bangun dari tidurnya, dia malah anteng tiduran di samping Aileen sambil memandangi wajah Aileen yang damai dalam tidurnya.

"Kamu cantik banget sih ai, mana mungkin aku rela melepaskan dirimu." ucap Gara terus menatap wajah cantik Aileen.

Cup.

Karena saking gemasnya, Gara sampai mencium bibir Aileen lagi. Bibir Aileen sekarang sudah menjadi candu baginya.

Setelah puas menatap wajah cantik Aileen, Gara pun beranjak bangun dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mengambil wudhu.

Setelah itu dia tidak langsung membangunkan Aileen, karena setahu Gara Aileen mulai dari kemaren malam lagi datang bulan, jadi Gara lebih memilih untuk membangunkan Fatin untuk mengajaknya sholat subuh berjamaah.

"Fatin bangun yuk, kita sholat subuh bareng." ucap Gara membangunkan Fatin yang masih anteng dengan tidurnya.

"Jam berapa yah?" tanya Fatin.

"Sudah jam setengah lima, ayo cepat bangun ambil wudhu dulu baru kita sholat berjamaah." suruh Gara.

Fatin pun dengan patuh langsung bangun dan berjalan dengan sempoyongan karena memang masih ngantuk menuju kamar mandi.

Selesai mengambil wudhu, Fatin dan Gara pun langsung menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah di dalam rumah.

"Kamu siap siap sekolah ya, ayah mau masak dulu." suruh Gara selesai mereka sholat.

"Ayah gak bangunin Buna?" tanya Fatin.

"Biarkan Buna istirahat, Buna sudah capek kerja jadi sekarang biar Buna istirahat saja." jawab Gara dengan lembut sambil mengelus rambut Fatin.

"Sudah gih sana mandi, ayah mau masak dulu." lanjut Gara menyuruh Fatin agar segera mandi dan bersiap untuk pergi sekolah.

Fatin pun menurut, dia langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil handuk dan setelah itu dia pergi lagi ke kamar mandi untuk mandi.

"Untung aja kemaren aku beli sayur agak banyak." ucap Gara mengeluarkan sayuran dari dalam lemari es.

Pagi ini Gara ingin membuat sayur sup dan membuat sambal terasi sama menggoreng tempe, ingat Gara tidak boleh membuat masakan yang mewah nanti Aileen bisa curiga.

Dengan cekatan tangan Gara berperang dengan peralatan dapur, dan setelah hampir satu jam akhirnya semua masakan yang Gara buat pun selesai.

Gara tidak langsung pergi ke kamar untuk membangunkan Aileen, tapi dia lebih memilih pergi ke kamar Fatin untuk melihat keadaan Fatin sudah siap apa belum.

"Sayang kamu sudah siap belum?" tanya Gara membuka kamar Fatin.

"Sudah yah, tinggal kuncirin rambut Fatin aja." jawab Fatin yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.

"Sini biar ayah yang ikat rambut kamu." pinta Gara dan berjalan menghampiri Fatin.

Tangan Gara sangat lihai mengikat rambut Fatin menjadi dua bagian, Gara juga menyisakan beberapa helai rambut di samping kedua pipi Fatin.

"Dah selesai, Fatin cantik banget sih, ayah jadi gemas deh lihatnya." gemas Gara sambil tangannya mencubit hidung Fatin.

"Iih ayah, sakit tau." cemberut Fatin.

"Hahaha... maaf sayang ayah sengaja." tawa Gara.

"Ya sudah yuk, kamu tunggu di meja makan dulu ya biar ayah bangunin Buna dulu." ucap Gara agar Fatin menunggu dirinya yang hendak membangunkan Aileen di meja makan.

"Oke ayah siap." balas Fatin.

Gara yang gemas pun mengelus kepala Fatin lagi dan setelah itu dia pergi ke kamarnya untuk membangunkan Aileen.

"Ai sayang, bangun yuk." ucap Gara membangunkan Aileen.

Cup.

"Gemes banget sih liat kamu tidur." Gara mencium bibir Aileen lagi tanpa sepengetahuan Aileen.

"Ai sayang, ayo bangun ini udah siang, Fatin udah nungguin kita di meja makan." Gara mencolek colek pipi Aileen yang tembem karena saking gemesnya.

Sedangkan Aileen yang tidurnya merasa terganggu pun perlahan membuka matanya. Pandangan pertama yang Aileen lihat adalah wajah tampan Gara.

"Ehh," kaget Aileen dan langsung duduk.

"Kenapa, lupa? Bukannya semalam kita sudah tidur sambil berpelukan?" ucap Gara yang menyadari kalau Aileen kaget dengan keberadaannya yang ada di samping Aileen tidur.

Aileen diam, dia baru ingat kalau semalam mereka sudah melakukan ciu*** yang lumayan panas. Mengingat hal itu pipi Aileen bersemi merah, Aileen malu kalau harus mengingat kejadian semalam.

"Ayo cepat mandi, aku tunggu kamu di luar sama Fatin." suruh Gara dan dia mulai beranjak menuju pintu kamar.

Mungkin Aileen memang belum terbiasa dengan keberadaannya, jadi Gara akan terus membuat Aileen agar bisa menerima dirinya sebagai suami yang sesungguhnya, pikir Gara.

Grep.

Gara menghentikan langkahnya saat tiba tiba ada yang memeluk tubuhnya dari belakang.

"Maaf, aku tadi lupa." ucap Aileen yang memeluk Gara dari belakang.

Gara tersenyum, dia memegang tangan Aileen yang melingkar di perutnya. Gara melepaskan tangan Aileen dan membalikkan tubuhnya menatap Aileen.

Karena postur tubuh Gara yang lebih tinggi dari pada Aileen, membuat Gara harus menundukkan kepalanya karena tinggi Aileen hanya sedadanya saja.

"Aku ngerti kok, kamu tiba tiba peluk aku seperti ini aja aku udah senang." ucap Gara sambil tangannya mengelus rambut Aileen yang berantakan karena baru bangun tidur.

"Mandi gih, habis'itu kita antar Aileen ke sekolahnya terus aku antar kami izin gak masuk kerja." lanjut Gara menyuruh Aileen agar segera mandi, karena hari semakin sidang, Gara takut nanti kalau Fatin harus terlambat masuk sekolahnya.

"Kamu baik banget sih, padahal aku selalu cuek sama kamu." bukannya langsung pergi mandi, Aileen malah mengajak Gara ngobrol.

"Karena aku suami kamu, aku akan menunggu sampai nanti kita berdua sama sama ada rasa satu sama lain. Aku gak yakin aku sudah jatuh cinta sama kamu apa belum, tapi yang pasti aku tidak rela kalau kamu pergi meninggalkan aku." balas Gara dengan lembut dan tangan yang tak pernah bosan mengelus rambut Aileen.

"Terimakasih," setelah mengatakan itu Aileen langsung memeluk tubuh Gara dengan erat.

Gara yang melihat respon Aileen pun kaget, dia sampai terbengong karena Aileen yang tiba tiba memeluk dirinya. Tapi lama kelamaan dia sadar, Gara pun langsung membalas pelukan Aileen sambil mencium wangi rambut Aileen yang sangat menenangkan.

"Ya udah Fatin biar berangkat sekolah sendiri aja, kita di kamar aja pelukan kayak gini." bisik Gara membuat Aileen langsung melepaskan pelukannya.

Tapi tidak semua itu Aileen bisa melewati Gara, Gara langsung menahan tubuh Aileen sehingga mereka tetap berpelukan erat.

"Bentar, aku masih nyaman dengan posisi ini." bisik Gara membuat Aileen merinding.

"Rambut kamu harum banget sih, aku jadi candu." bisik Gara lagi di telinga Aileen.

Aileen yang mendengar itupun merasa merinding, dia mencoba melepaskan pelukan Gara, tapi itu sangat susah, akhirnya dia memilih diam saja menikmati pelukan Gara.

...***...

1
Hasanah
🤣🤣🤣 kbayang gemparx
Hasanah
baru baca di 2025 😀
Catur Rini
agak gak masuk akal
Nhyrlan Marccellyna D'tamatt
nyesel baru mampir di 2025
Nhyrlan Marccellyna D'tamatt
yaaa ampeh lupa like komen
saking seruhnya thor
maaff yaa🙏🙏😁😁😁😁
aya
kok aku jadi kasihan ya dengan almarhum Fenny ibunya fatin, dia dulu pergi karena salah paham sambil memendam rasa sakit hatinya tanpa di ketahui siapapun bahkan dia telah di pandang hina masyarakat dan end anaknya beserta suaminya bahagia bersamaan wanita lain, tapi kembali juga ke takdir yang di buat akthor dalam novel ini sih, tapi lebih baiknya Johan tidak menikah lagi dan fokus sama Fatin sambil meyesali kesalahannya yang tidak tegas hingga mau saja bermain hati dengan perempuan lain hingga membuat istri nya sakit sati karena salah paham. maaf thor jika sudah komen panjang lebar, tapi aku di buat baper dengan kisah mama dan papah nya Fatin dan berharap cinta mereka abadi
VaNiLaLuLaBo
Jika benar gila... ya tak Sahlah nikahnya ... Syarat Sah nikah antaranya Waras .. Seiman... haaaa hahahahahaha
VaNiLaLuLaBo
mudah betul menikahkan org..... memang begitu ya?
Hiema Liquera
asyik
Andini Salean
ceritanya asyk ada lucunya ada sedihnya ada jg percintaan nya tap tidak jorok trims
Sufyan Sauri
👍👍👍
Yuli Yulian
itu papa kandung aknes atau papa tiri sih , knp makan anak sendiri
Hesti Pramuni
akhir.. yg membahagiakan..
thankyuu.. thor...
Hesti Pramuni
pa kabar paman Joko?
Hesti Pramuni
ok, lumayaan...so... SEMANGAT buat othornya!
💪💪💪💪
Hesti Pramuni
hai, thor....
salken dariqu...
lanjuut yaah..
Hesti Pramuni
mm... TKP nya di Malang yah?
Tiwi Rahayu
niat nolong berujung penggerebekan ini mah judulnya 🤭😂😂
Nur Inayah
ko anak sama papa x pada rusak ya otak x
rregizadaralista
menurut saya novel ini bagus dan saya menyukainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!