Jia Li seorang gadis cantik yang tidak sengaja menemukan sebuah cincin keramat yang ternyata adalah sebuah cincin dimana sang kaisar hantu tertidur dalam kurun waktu 5000 tahun lamanya dalam segel yang membelenggunya.
Dan sejak dimana Jia Li menemukan cincin itu dan membuka formasi yang melindungi cincin bermata merah itu. Hidup Jia Li seakan berubah, ia tiba-tiba menjadi seorang istri dari kaisar hantu dalam satu malam.
Mampukah Jia Li bertahan dengan hubungannya bersama kaisar hantu? Ikuti kelanjutannya dalam kisah Cincim Keramat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CK. Episode 34, Serangan Kabut Hitam.
"Si...siapa a..anda?" tanya Jenderal dengan nada terbata karena tekanan aura dari orang itu yang begitu kuat.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Tapi kau telah membuat ku marah dan ingin sekali aku membunuh mu!" kesalnya dengan nada yang mengerikan.
Jenderal Chang Li dan Yang Li yang mendengar tentu saja terkejut. Pikirnya, apa yang telah mereka perbuat hingga membuat orang tersebut marah. Sungguh mereka sama sekali tidak ingat. Jika hanya masalah cincin, seharusnya tidak sampai seperti ini. Lama berpikir, Jenderal dan Yang Li memiliki pemikiran sama, cincin itu memiliki penunggu.
"Tuan, maafkan saya karena mengganggu istirahat anda. Jika boleh saya meminta, bisakah anda melepas diri dari putri saya? Saya janji akan memberikan tempat terbaik untuk anda agar anda tenang tanpa gangguan apapun," ucapnya mencoba bernegosiasi agar penunggu dalam cincin itu mau pergi meningalkan Jia Li.
Mendengar itu pria yang hanya memiliki suara tertawa keras.
"Hahahahaha.......Kamu pikir aku bodoh? Tidak! Dan jangan harap aku akan menuruti kemauan mu. Karena itu tidak akan pernah aku lakukan. Aku sudah terlalu nyaman tinggal bersama putri mu," jawabnya membuat Yang Li dan Jenderal saling pandang sejenak. Sungguh mereka menjadi bingung. Ingin memaksa, namun mereka sama sekali tidak memiliki kekuatan, dan akhirnya mereka berdua hanya bisa diam.
"Jika kalian masih ingin melepas cincin itu, akan ku hancurkan tubuh kalian," ancamnya membuat Jenderal dan Yang Li menelan ludah dengan kasar.
Jika biasanya mereka orang kuat di kekaisaran, lain hal nya jika mereka berhadapan dengan Kaisar Hantu, mereka berdua seolah menjadi anjing kecil yang takut pada tuannya.
Setelah berbicara seperti itu, Asap hitam jelmaan Kaisar Hantu menghilang dan kembali masuk kedalam cincin merah itu, atau di sebut Cincin Keramat yang di gunakan nya untuk mengikat pernikahan dengan Jia Li.
Jenderal Chang Li dan Yang Li yang melihat asal itu telah hilang langsung bernafas dengan lega.
'Hah... Sungguh menakutkan," gumam Yang Li sambil mengusap peluh di dahinya.
Jenderal Chang Li hanya diam sambil mengatur napasnya, mengingat apa yang terjadi barusan. Ia menatap putrinya yang terpejam karena obat bius yang di berikan Tabib tadi.
Jenderal mendekati Jia Li menatap cincin merah yang melingkar itu. "Jika pria itu tidak melepas Jia'er, apa yang akan terjadi dengan masa dengan nya? Pria itu mengatakan sudah terlalu nyaman dengan Jia',er. Jika di teruskan, apakah Jia'er akan baik-baik saja?" batinnya memikirkan apa yang terjadi setelah itu.
Cukup lama Jenderal dan Yang Li ada di kamar itu, menunggu Jia Ki sadar. Kini Jia Li perlahan membuka matanya. Jenderal yang melihat langsung menghampiri dan duduk di samping Jia Li, membantu nya untuk bangun.
"Ayah," panggilnya dengan lirih.
"Hati-hati," ucapnya membantu Jia Li bersandar.
"Apa yang terjadi?" tanya Jia Li lupa apa yang terjadi dengan nya. Ya, Kaisar Hantu telah menghapus ingatan tentang apa yang di alami barusan. Jika Jia Li mengingat sudah di pastikan Jia Li akan marah dengan Kaisar Hantu dan mungkin saja Kaisar Hantu tidak akan bisa menyerap aura bulan lagi di tubuh permaisuri nya itu.
Jenderal yang melihat Jia Li seolah lupa apa yang di alaminya, mengerutkan kening, bingung. "Apa yang terjadi? Kenapa Jia'er melupakan rasa sakit itu? Mungkinkah___?" batinnya bertanya-tanya.
Namun karena tidak ingin membahas hal itu, Takut jika dia bicara, pria yang menunggu cincin mendengar dan akan membunuh dirinya dan Yang Li. Oleh sebab itu mungkin lupanya Jia Li memang di lakukan oleh pria itu. Maka dari itu lebih baik dia tidak membahas atau bertanya.
"Kamu tiba-tiba pingsan tadi. Jadi ayah menemani mu takut terjadi apa-apa dengan mu," jawabnya membuat Jia Li mengangguk.
.
.
Di tempat lain, orang yang di perintah kaisar untuk melamar Jia Li di kediaman Jenderal tiba-tiba di serang oleh kabut hitam.
"Berhenti," teriak pria itu saat melihat kabut hitam menghadang perjalanannya.
Beberapa pelayan dan prajurit yang menemaninya bersiap untuk menyerang. Namun sebelum mereka menyerang, kabut hitam itu menyerang lebih dulu, mengerubungi mereka hingga membuat mereka sesak nafas.
Argh!
Semuanya yang tertutup kabut tidak bisa bernafas, mereka seakan tercekik. Mencoba lepas, namun tubuh mereka seakan berat. Dan akhirnya dalam sekejap mereka semua langsung mati di tempat.
Tubuh mereka semuanya tumbang di jalan. Dan setelah itu kabut hitam itu menghilang dalam sekejap, meninggalkan beberapa mayat tergeletak begitu saja.
Tak lama setelah kejadian itu, beberapa warga yang melihat tentu saja terkejut dengan adanya beberapa mayat yang mati mengenaskan dalam keadaan kering, sama hal nya dengan iblis, mereka menyerap aura kehidupan dalam tubuh manusia.
Kejadian yang terjadi langsung menggemparkan seluruh warga kekaisaran tentang adanya mayat kering. Hingga berita itu langsung terdengar di telinga Kaisar dan Putra Mahkota. Mereka berdua yang mendapatkan berita dengan cepat pergi melihat kejadian itu. Dan sesampainya disana, kaisar meminta penjelasan dari orang kepercayaannya yang memeriksa keadaan orang-orang tersebut.
"Bagaimana?" tanya Kaisar sambil menatap beberapa mayat di depannya.
"Sepertinya mereka adalah orang istana Yang Mulia. Dari pakaian yang mereka kenakan, mereka adalah pelayan dan juga prajurit istana. Sedangkan seorang diantara mereka adalah orang yang anda utus ke kediaman Jenderal untuk melamar Nona Jia Li," jelasnya membuat Kaisar dan Putra Mahkota diam.
Kaisar diam, berpikir keras. Kenapa setiap kali ada yang datang menginginkan Jia Li, orang-orang tersebut mengalami hal aneh. Seperti sebelumnya banyak pemuda yang ikut sayembara untuk menjadi calon suami Jia Li, mereka berakhir dengan racun iblis dan kutukan zombi. Dan sekarang setelah ia meminta orang untuk mengantarkan lamaran, orang yang di utusnya mati mengenaskan.
Kaisar menatap putranya, entah kenapa dirinya menjadi takut jika terjadi sesuatu dengan Yi Guan. Ia berharap semoga tidak terjadi hal buruk dengan putranya setelah ini.
"Bakar mayat mereka," perintah Kaisar dan di angguki orang kepercayaan nya.
"Baik Yang Mulia," jawabnya dan langsung memerintahkan beberapa prajurit mengangkat mayat kering itu, membawanya ke suatu tempat untuk di bakar.
Kaisar Lue Yi dan Putra Mahkota Yi Guan kembali ke istana, mereka akan mengumpulkan para Menteri, Jenderal dan orang penting lainnya untuk membahas penyerangan di dalam kekaisaran yang di lakukan oleh kabut hitam itu. Mereka berpikir, bahwa semua itu adalah ulah dari ras Iblis, dan oleh sebab itu mereka harus membahas hal itu secepatnya, sebelum para iblis menyerang Kekaisaran.
.
.
.
Bersambung