NovelToon NovelToon
The Celebrity CEO

The Celebrity CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:545.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: inkina oktari

Kiev Bhagaskara adalah selebriti lebih atas dari papan atas. Idola remaja itu telah bermetomorfosa sebagai pria idaman setiap wanita. Bukan hanya sukses menjadi musisi serta aktor profesional, pria itu berhasil merajai dunia bisnis dan disebut-sebut sebagai; The Celebrity CEO.

Sementara itu Rembulan Kivianisya mungkin merupakan supir truk paling menawan seantero negeri. Lain hal dengan Kiev yang bertemankan panggung megah, kilat kamera dan sorak penggemar yang bertalu, Kivia bersahabat dengan truk pengangkut hasil tambang, walkie talkie serta debu.

Sepuluh tahun yang lalu takdir memperkenalkan keduanya dalam sebuah pertemuan tak terduga. Dan di sanalah cerita mereka bermula.

----

ternyata kau bukan sekadar bayang yang singgah

kau menetap,
di sini

Inkina Oktari
The Celebrity CEO

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inkina oktari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Answer

“Terus?”

“Terus ... kalau jadi istri aku, gimana?

Kivia langsung terbatuk. Seperti ada serangan dadakan di tenggorokannya.

“Eh, kaget banget, Mbak Bulan.” Lagi dan lagi, Kiev menatap ekspresi Kivia dari spion motor.

“Kamu juga sih, nggak lucu tau nggak?”

“Siapa yang mau ngelucu sih, Ya? Orang aku serius.”

“Apa?!”

Hingga kedatangan mereka di mess, Kivia masih terlihat syok dengan pengakuan mendadak dari Kiev. Kiev sendiri terlihat begitu canggung karena respon Kivia yang hanya diam seribu bahasa. Kiev terus menggerutu mengenai sikap spontannya yang menyatakan perasaan saat berada di atas motor. Apa tidak ada yang lebih romantis lagi yang bisa ia lakukan?

Kini mereka duduk berdampingan di atas tumpukan ban bekas berukuran raksasa.

Kiev menoleh menatap Kivia yang masih tercenung. “Kivia,” panggilnya.

Kivia pun menoleh. Mereka saling tatap tepat di manik mata.

“Aku nunggu moment ini bertahun-tahun lamanya. Aku nunggu perjumpaan kita. Setelah ketemu kamu, aku mulai menyadari apa yang aku rasakan bertahun-tahun lamanya ini bukan cuma penasaran atau rasa bersalah aku nggak bisa melindungi kamu. Tapi ... ada sesuatu yang lain, Kivia.”

Tatapan Kiev berubah semakin intens. “Aku sayang sama kamu.”

Jantung Kivia berdetak lebih cepat dari biasanya. Kalimat demi kalimat yang Kiev utarakan membuat perasaannya menjadi tak karuan.

“Aku ... aku nggak bisa, Kiev. Maaf.” Kivia akan melangkah turun dari tempat ia duduk. Namun, Kiev menahan dengan menggenggam pergelangan tangannya.

“Kenapa, Ya?” tanya Kiev dengan perasaan tak karuan.

Kivia mengalihkan pandangan. “Aku nggak berpikir akan menikah.”

“Kita nggak perlu menikah kalau kamu mau."

"Kamu nggak usah bullshit, Kiev. Kamu jangan mengorbankan kebahagiaan kamu demi bersama aku. Masih banyak perempuan lain yang bisa jadi pendamping hidup kamu."

"Aku cuma mau satu perempuan dan itu kamu."

"Aku nggak ngerti sama kamu."

"Ya, please. Listen to me. Ok, aku minta maaf. Aku nggak mau membebani kamu. Aku ngerti kalau kamu nggak bisa membalas perasaan aku. Tapi please jangan menghilang lagi. Aku akan mencoba menjaga perasaan kamu dan nggak akan membuat kamu nggak nyaman. Tapi kalau kamu butuh aku, kamu tau, aku ada untuk kamu."

“Tanpa atau adanya cowok, aku bisa mengurus diri aku sendiri.”

Kiev sama sekali tidak tersinggung dengan perkataan Kivia. “Aku tau betul tentang itu, Ya. Kamu mandiri. Kamu bisa survive. Tapi gimana tentang perasaan kamu ke aku? Kamu sama sekali nggak punya rasa yang sama? Bahkan sedikit aja?”

Kivia terdiam. Ia nyaman bersama Kiev. Juga hati dan pikirannya selalu dihiasi oleh laki-laki itu. Namun, Kivia terlalu takut untuk mencoba. Kivia tak mau terluka lagi.

"Maaf, Kiev. Aku nggak bisa," ujar gadis itu kemudian. Kiec tercenung menatap punggung Kivia yang semakin menjauh, meski ia berharap gadis itu bisa menoleh sebentar saja. Atau langkahnya terhenti, hingga Kiev punya alasan untuk bisa menahannya lagi.

Namun, gadis itu semakin jauh tanpa menoleh sedikit pun.

Kiev menghela napas berat. Tak apa. Ia bisa menunggu hampir sepuluh tahun untuk gadis itu. Menunggu lagi seharusnya bukan masalah baginya.

Di sisi lain, Kivia yakin ia sudah melukai perasaan Kiev. Matanya memanas. Kedua tungkainya terus melangkah untuk menuju kamarnya sesegera mungkin. Tak sekalipun menengok ke belakang karena walau ia sudah mati-matian menahan air matanya, tetes-tetes air mata itu luruh begitu saja.

Kivia memasuki kamarnya dan langsung mengunci pintu. Lalu duduk di atas kasur sambil memeluk lututnya sendiri. Bahunya bergetar, isakan demi isakan menyayat hati terdengar. Kivia menggigit bibir mencoba meredam isakannya. Tetapi tidak berhasil. Kivia terus memukul-mukul dadanya yang terasa begitu sesak.

Ia tau, perasaannya pada Kiev telah menumbuh dan menumbuh begitu besar.

---

Pi'i heran dan Pakde Bambang heran melihat beberapa hari ini ada yang berbeda dari Kiev dan Kivia. Selama ini, meski juga membaur dengan yang lainnya. Dua sejoli itu biasanya selalu menempel satu sama lain.

Tidak seperti biasanya, makan malam pada hari ini dilaksanakan bersama di kantin mess karena kedatangan beberapa petinggi perusahaan yang meninjau lokasi proyek. Sambil menyiapkan makan malam, Kiev memicingkan matanya melihat keberadaan manajer yang disebut pernah menyatakan cinta pada Kivia saat ini berada di sekitar gadis itu. Kivia menanggapi pria itu secara biasa dan lebih banyak mengangguk sopan.

Kiev membawa baki untuk menyajikan makanan di meja dekat Kivia beserta para petinggi itu. Kiev juga sempat mendengar dari beberapa karyawan wanita di meja lain bahwa Kivia sudah ditandai untuk duduk di sana. Maksudnya, tentang manajer itu yang memang mengejar-ngejar Kivia dari dulu.

"Coba kamu nerima saya, Kiv. Saya jamin kamu nggak perlu banting tulang begini, udah panas-panasan, kena debu," ujar Manajer berumur 35 tahun itu. "Atau apa kamu mau saya naikin di posisi administrasi aja? Nanti saya bantu, kamu nggak usah khawatir. Asal kamu mau jadi istri saya, ya?"

Kivia meletakkan sendoknya malas dan menatap pria di depannya dengan tatapan tegas. "Saya nggak bermasalah sama sekali dengan pekerjaan saya saat ini."

Pria bernama Waskito itu tetap kekeuh. Bahkan menyinggung-nyinggung umur Kivia. "Kivia, ingat umur kamu. Sudah saatnya kamu menikah. Kalau saya laki-laki sih, nggak masalah mau menikah umur berapa saja. Tapi kamu itu wanita ada batasannya. Nanti kadaluwarsa lho. Jangan terlalu pemilih."

Jujur saja, baru kali ini Kivia mendapati pria semenyebalkan Pak Waskito. Selama bekerja di sini walaupun ada beberapa pria yang mendekatinya, semuanya bersikap sopan dan Kivia menunjukkan sikap tegas bahwa ia tidak ingin memberi harapan. Pria-pria itu mundur teratur dan masih menjalin hubungan baik dengannya sebagai rekan kerja. Namun, Pak Waskito ini terlihat memaksa dan bersikap menyebalkan. Bahkan Bapak ini tidak menghiraukan teguran dari Pak Zidan, seseorang yang lebih tua dan memiliki jabatan lebih tinggi dari Pak Waskito. Pak Zidan tentu bisa membaca ekspresi Kivia yang jelas menunjukkan ketidaknyamanan.

"Maaf, perempuan bukan barang yang ada batas kadaluarsanya, Pak. Dan menurut saya, jelas harus memilih. Dengan siapa saya menikah nantinya itu menentukan kehidupan saya selanjutnya. Apakah bahagia atau malah menderita," ujar Kivia lugas.

"Tapi---"

Kalimat pembantahan dari Pak Waskito dipotong oleh Pak Zidan. "Saya setuju dengan pendapat kamu, Kivia. Andai saja saya tidak memilih orang yang tepat, saya mungkin nggak bisa sebahagia ini. Walau istri saya telah tiada, saya sangat bersyukur bisa bersamanya. Dan saya menanti kami akan bertemu lagi di syurga kelak."

Kivia tersenyum tulus mendengar cerita Pak Zidan. Sedikit terbesit dalam benaknya bahwa pernikahan tidak seburuk yang ia pikirkan. Betapa indahnya pernikahan itu dengan orang yang tepat. Namun, bagaimana ia tau bahwa orang itu tepat atau bukan?

-----

Bersambung

Yahhhh cinta babang Kiev ditolak gaessss. Akan tetapi, Mbak Kivia juga menangis menahan rasa iniiiii :"))))

1
ira rodi
ahmad rafi'i bin ahmad rifai ini sama dengan ismail bin mail....
uly@r
balik lagi kesini,, kangen
indahpurnamasari: makasih ya sayaaang
total 1 replies
uly@r
Kecewa
uly@r
Buruk
Ayu Bunda
semangat thor
ira rodi
bagus pake banget ceritanya....pokoknya mantapnya 1000x deh...thor emang the best.....
indahpurnamasari: aaak makasih ya kak udh baca... jangan lupa rekomendasiin temen temen buat baca yaa
total 1 replies
ira rodi
ceritanya sad ending yah.....
ira rodi
kaia kan nama ibu kandungnya kivia yg sudah meninggal....
indahpurnamasari: iya bener kakk tengah tengah baru sadar namanya sama...
total 1 replies
Dara
Gaya bahasanya bagus
indahpurnamasari: makasih udh baca kak 🙏
total 1 replies
D
Cerita yang sangat menarik dan tidak membosankan untuk diulang berkali-kali
tanti nudee
ceritanya bagus
romance.thriler.entertainer
ada unsur budaya kalimantan
pokoknya komplit
alurnya bagus
makasih
tanti nudee
numpang baca lagi ya kak
saya pembaca wp yang terdampar ke sini buat baca kelanjutannya, dan yahhh part ini bikin terhura banget
indahpurnamasari: terimakasih banyak 😘
total 1 replies
Ravistara
pembuka chapter yang bagus, ditambah tata bahasa yang rapi jali, kisah ini menarik untuk diikuti.
Ravistara
wah, bagus. rapi plot dan tata bahasanya.
adekku
cepatan tembak kiev kivianya dan lamar keburu kabur lg dya
SARI MEUTIA
bagusss banget cerita nyaaaa
indahpurnamasari: terimakasih... bantu promosi ke temen temen kakak yaaa
total 1 replies
Rina Hayati
keren banget
anonymous
Kiev keponakannya Ben
Mrs. Kingqueen
bagus bgt
indahpurnamasari: makasih udah baca dan komen ya kakk 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!