NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Romansa / Tamat
Popularitas:506k
Nilai: 4.3
Nama Author: Humairah_bidadarisurga

MALAM INI HUJAN MENGGUYUR BUMI

Malam ini hujan mengguyur bumi,
dan suami tercinta tak ada di sini
dia mungkin sedang bercanda dan tertawa
bersama istri yang lain..
aku ingin menangis..
aku ingin sedih..
tapi dia berpesan padaku bila ini terjadi
maka kembalilah kepada cinta pada Allah
gelar lagi sajadah dan bersujudlah
baca lagi Al Quran penuh kecintaan
dan tetap genggam bahwa Allah adalah cinta teragung..
lalu kulakukan semua nasehatnya
hingga kudengar langkah kaki syaitan menjauh
syaitan itu sangat-sangat kecewa padaku
sebab tetap Allah tujuanku
di saat penuh rindu seperti malam ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Setengah jam mereka berdua menyusuri jalanan aspal hitam yang begitu panas hingga suara adzan dzuhur sudah terdengar di beberapa masjid dan mushola di sepanjang jalan yang terlewati.

Panggilan adzan itu seolah membuat hati Kirana dan Syakir bergetar mendengarnya.

"Mas Syakir, lebih baik kita berhenti sejenak dan melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di masjid sekitar sini," ucap Kirana dengan suara pelan didekat telinga Syakir.

Syakir tidak menjawab secara lisan, namun hanya ada anggukan pelan yang menandakan persetujuan.

Motor matic itu sudah memasuki halaman masjid dan sudah terparkir cantik disana.

Kirana dan Syakir sudah turun dari motor dan berjalan menuju tempat wudhu lalu melaksanakan sholat dzuhur berjamaah.

Dua puluh menit sudah mereka berdua menyelesaikan sholat berjamaah di masjid. Kirana sudah duduk di kursi panjang dekat parkiran menunggu Syakir, suaminya yang belum selesai melaksanakan sholat dzuhur. Seperti biasa Syakir banyak melakukan dzikir dan doa setelah melaksanakan sholat wajib ataupun sunnah.

"Sudah lama duduk disini, sayang?" tanya Syakir dengan suara pelan lalu ikut duduk disebelah Kirana.

Kirana menoleh ke arah Syakir yang mengajaknya bicara. Sempat terkejut dengan suara khas Syakir, karena Kirana sedang menatap ke arah depan masjid. Ada seorang Ibu yang menggendong anak balitanya sambil menjajakan berbagai jenis di gerobak kaca miliknya. Kue itu cukup banyak dan terlihat sangat enak.

"Eh, Mas Syakir, belum ada sepuluh menit. Lihat Ibu itu Mas?" ucap Kirana pelan sambil menunjuk ke arah Ibu yang ada di depan masjid dengan perasaan kagum.

Syakir menatap ke arah depan, sesuai dengan arahan Kirana dan menatap ke arah Ibu yang menggendong anak balita itu sambil menjual kue-kuenya.

"Beli beberapa kue Ibu itu Kirana, kia makan disini sekalian beristirahat, lalu beli dan bungkus buat Nenek," ucap Syakir menitah kepada Kirana dan memberikan selembar uang merah kepada istrinya itu.

Kirana menerima uang itu lalu dengan segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju arah depan mesjid untuk memilih kue-kue yang enak itu.

"Assalamu'alaikum Ibu, ini harganya berapa?" tanya Kirana dengan suara pelan sambil menunjuk ke arah beberapa kue yang ingin dibelinya.

Ibu itu menatap Kirana sambil mengucap Alhamdulillah dari gerak bibirnya lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya. Sejak tadi memang tidak ada yang membeli kue-kue itu. Orang yang berlalu lalang hanya melewatinya tanpa meliriknya sedikitpun.

Kirana menatap bahagia, senyumnya melebar menatap Ibu tersebut, terlebih anak balitanya terlihat sangat lucu dan menggemaskan berceloteh sendiri dengan mainan boneka kecil yang dipegang dan digigitnya sesekali dengan gemas.

"Waalaikumsalam, iya Kakak, mau yang mana, untuk kue basah semuanya sama harganya seribuan," ucap Ibu itu dengan suara pelan sambil menunjuk ke arah kue-kue itu.

Kirana tersenyum, rasanya ingin sekali memborong semua dagangan kue-kue Ibu itu dan dibagikan kepada anak-anak yang kurang mampu di pinggir jalan atau di setiap lampu merah.

Kirana merogoh kantong baju gamisnya mengeluarkan satu lembar uang merah untuk menambahkan pembelian kue-kue itu. Uang itu disatukan menjadi satu hingga berjumlah dua ratus ribu rupiah.

"Ibu, uang Kiran hanya ada dua ratus ribu, bisa tolong bungkuskan seharga uang ini," ucap Kirana pelan menitah Ibu itu.

Ibu itu menatap Kirana dengan senyum lebar dan penuh semangat. Kue-kuenya habis diborong oleh Kirana. Padahal sejak pagi dirinya duduk di depan masjid itu bahkan tidak ada yang melirik dagangan itu.

Dengan gerak cepat Ibu itu membungkus dua ratus kue basah ke dalam plastik. Raut wajahnya tampak bahagia sekali, kue-kue itu langsung habis seketika.

"Rumah Ibu dimana? Apakah kue-kue ini, Ibu yang membuatnya sendiri?" tanya Kirana dengan suara pelan bertanya karena rasa penasarannya.

Ibu itu terlihat masih muda, mungkin kisaran usianya sekitar tiga puluh tahunan. Pakaiannya rapih dengan dres panjang berwarna kuning pucat dengan hijab panjang. Raut wajahnya terlihat cantik tanpa make up dan rona bahagianya terpancar.

"Ibu tidak memiliki rumah, dan tinggal dibelakang masjid ini, ada sebuah gudang tua yang tidak terpakai, untuk melanjutkan hidup maka Ibu membuat kue-kue ini kemudian dijual disini," ucap Ibu itu bercerita dengan pelan, kedua matanya sembab dan terlihat basah.

Kirana menatap kedua mata Ibu itu, nampak sekali kegelisahannya saat Kirana bertanya tentang hal pribadinya.

"Suami Ibu? Kerja dimana? Lalu anak Ibu ada berapa?" tanya Kirana pelan sambil menatap ke arah Ibu itu.

"Suami Ibu ada di gudang tersebut, sebentar lagi datang untuk membantu Ibu menemani disini, beliau sedang sakit, anak Ibu hanya satu," ucap Ibu itu dengan pelan menjelaskan.

"Oh," ucap Kirana pelan saat menyimak dan mendengarkan Ibu itu bercerita.

Bungkusan itu sudah rapi dan diberikan kepada Kirana.

"Terima kasih, sudah membeli semua kue-kue saya, semoga Allah SWT memberkahi keluarga Kakak," ucap Ibu itu pelan dan tulus.

Kirana menerima bungkusan itu dan mengucapkan terima kasih juga karean sudah baik dalam melayani.

"Terima kasih juga untuk Ibu, semoga sehat selalu, dan suaminya cepat sembuh," ucap Kirana pelan dan kembali ke kursi panjang di dekat parkiran.

Kirana berjalan dengan suasana hati yang terlihat sedih dan kasihan. Dari kejauhan Syakir sudah menatap Kirana dengan senyum yang lebar dan manis. Senyumnya itu membuat kebahagiaan tersendiri di hati Kirana.

"Maaf ya Mas, lama," ucap Kirana pelan saat sampai di kursi itu dan duduk di sebelah Syakir, suaminya.

Suaminya hanya menggelengkan kepalanya pelan.

"Tidak apa-apa sayang, Mas lihat kamu berbincang dengan Ibu nampak serius sekali ada apa?" tanya Syakir dengan suara pelan sambil mengambil satu kue basah dari kantong plastik itu lalu memakan satu risol dengan cabai rawit mentah dengan sangat nikmat.

Kirana hanya tersenyum melihat Syakir, suaminya itu. Begitu perhatian sekali suaminya itu hingga detail memperhatikan Kirana sejak tadi.

"Ibu itu bercerita tentang suaminya yang sesnag sakit dan menanggung beban hidupnya hanya dengan berjualan kue, dan Ibubiti tidak memiliki rumah, kasihan sekali Mas," ucap Kirana dengan cepat.

Syakir hanya tertawa pelan dan mengambil satu kue dari plastik itu dan menyuapkan kepada Kirana yang sedang berbicara panjang lebar tentang kehidupan Ibu penjual kue itu.

Kue basah itu didekatkan di bibir Kirana agar memakan kue suapan Syakir.

"Makanlah dahulu, nanti cerita lagi," ucap Syakir pelan kepada Kirana.

Kirana tersenyum lalu memakan kue itu dengan pelan.

"Makasih Mas," ucap Kirana pelan dan mereka tertawa bersamaan karena malu.

Terkadang hal-hal kecil karena suatu bentuk perhatian dan kasih sayang itu perlu dilakukan, walaupun hanya menyuapi pasangan kita, atau menyiapkan makanan kesukaan pasangan kita, atau duduk di dekat pasangan kita lalu mencium pipinya secara tiba-tiba. Nikmatnya dapat pahalanya pun dapat.

1
Shifa Burhan
authornya kayak seorang wanita muslim yang tau akan hukum ajaran agam islam tapi miris nya dia malah membenarkan semua kelakuan menjijikan Kirana dan fahad

miris pola pikir mu thor

belajar lagi ajaran islam
*islam melaknat pelakor dan pebinor
*islam melaknat lelaki mendekati istri orang
*islam melaknat istri mencerita masalah rumah tangganya pada lelaki lain
*islam melaknat istri yang dekat dengan pria lain
*islam melaknat istri yang membela pria lain didepan suaminya
*islam melaknat istri menjatuh kan kehormatan suaminya didepan pria lain
*islam melaknat istri yang tidak bisa menjaga kehormatan suaminya
*islam melaknat istri yang bisa membuat fitnah dengan dekat dengan pria lain

belajar agama lagi dengan benar, ingat thor walaupun ini hanya novel tapi cara kau membenarkan sebuah kesalahan niscaya kau akan diminta pertanghunh jawaban

renungkan lah
Shifa Burhan
sefatalnya kesalahan syakir tapi lebih menjijikan kelakuan Kirana yang seorang istri, curhat pada lelaki lain, tinggal dengan lelaki lain, pergi dengan lelaki lain, mengunbar aib rumah tangganya pada lelaki lain, merendahkan harga diri suaminya didepan pria lain, memilih pria lain didepan suami

kelakuan Kirana lebih menjijikan dari seorang pelacur sekalipun, tapi miris, tidak bermoral nya, munafik nya novel ini dan pemikiran author malah membenarkan semua kelakuan Kirana

mudah mudahan saja author punya suami yang sifatnya kayak Kirana dan punya teman wanita yang baiknya kayak fahad, amin
Shifa Burhan
yang membuat novel ini jadi munafik adalah
*melaknat kelakuan pelakor fatma tapi kalian memuja kelakuan pebinor fahad
*kalian melaknat intrkasi syakir dan fatma tapi kalian malah membenarkan intrkasi Kirana dan fahad
soesi soesi
Kecewa
soesi soesi
Buruk
Ira Sulastri
Kl jd istrinya udah saya tinggalkan, bukan mau durhaka tp realita jg kebutuhan banyak. Untuk apa mempertahankan rumah tangga yg tak sehat jg
Ira Sulastri
Alloh tak akan menurunkan rejeki kl hanya bersholawat saja tp di barengin dg ikhtiar/ usaha, kl pernikahan dr awal sdh di awali dg kebohongan hidup tak akan damai karena akan terbiasa dg kebohongan2 selanjutnya
Ira Sulastri
Suami mmg harus di ingatkan kewajiban, jangan mau enaknya saja. Kebutuhan banyak dan harga serba ganti harga bukan naik lg
Ira Sulastri
Lebih baik pergi cari kerja untuk anak2 drpd berharap dg suami sampah, g ada usaha untuk keluarga
Ira Sulastri
Jangan kasih ampun untuk Sinta, jangan pernah jenguk dia di hotel prodeo. Biarkan dia menghabiskan sisa hidupnya disana, merenung kejahatan yg SDH di lakukan nya
Ira Sulastri
Daniel harusnya rumah di pasangi cctv supaya kamu mudah memantau keadaan rumah di saat Melati kau tinggalkan, kasih penjaga an untuk Melati. Gugatan cerai ga usah ngomong ke Sinta, toh Sinta ga jauh dr Melati karena dia sama aja sebagai alat oleh Baskoro
Ira Sulastri
Lah Daniel gimana sih udah punya bukti kejahatan Sinta dan keluarganya kok ga cerai kan Sinta dr kemarin2, malah di diamkan saja. Kan jd berlarut-larut masalah nya
Jue
Lelaki seperti Syakir di panggil dayus , Nafsu berbini dua tapi mampu berlaku adil , Setiap solat mahupun segala amalan tidak di jadikan tiang untuk kehidupan seharian , Jangan sembang soal derhaka pada orang tua lah , Saat kamu menikah dengan Kirana janji pada tuhan untuk menjadikan Kirana tulang rusuk tanpa tersakiti aja kamu abaikan ,
Orang lelaki ketika kamu menikah keluarga kecilmu adalah tanggungjawab utama , Anak-anak boleh patuh pada orang tua tapi itu berlaku kalau orang tua masih hidup berlandaskan syariat agama , Ini orang tua seperti ibu bapa Syakir tak wajib ditaati lelaki itu boleh bersikap keras kerana mereka nakhoda setiap bahtera rumah tangga .
falea sezi
karma buat orang tua syakir ngerii
falea sezi
uda jd pelakor ngambil suami Kirana skg jd pelakor lagi hadeh
falea sezi
hadehh mending cerai lah kasian Kirana syakir egois keluarga egois Fatimah sama aja ma fahad aja
falea sezi
halah km emank mau dimadu kah bunda ayu egois sadar
Pipit Suciati
Luar biasa
Hanipah Fitri
Syakir sepertinya ketabrak mobil
Hanipah Fitri
yg sangat bersalah dari hal ini adalah bunda Ayu dan Ayah nya Syakir, karna tidak berterus terang mengenai Syakir yg telah mempunyai istri, seandainya terus terang kepada umi Amirah dan Abi Fatih tdk akan seperti ini kondisi nya.
ibu ayu terlalu memaksakan dan telah memisahkan antara Syakir dan Kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!