NovelToon NovelToon
IKHLASKAN AKU PERGI SUAMIKU

IKHLASKAN AKU PERGI SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cerai / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:259.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sutihat Basti Wibowo

Pernikahan yang bahagia adalah impian setiap rumah tangga. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Andhira, gadis berusia 21 tahun yang dipaksa menikah oleh keluarganya dengan seorang lelaki bernama Daffa, yang ternyata adalah seorang lelaki yang keras dan kasar terhadap Andhira.

Perlakuan Daffa yang kian hari semakin menjadi membuat Andhira mengalami depresi dan kondisi kesehatan jiwa yang buruk hingga dia divonis mengidap bipolar. Rumah tangga yang bagai neraka itu membuat Andhira mengguggat cerai suami jahatnya tersebut.

Akankah Andhira terbebas dari pernikahan yang penuh siksa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutihat Basti Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 Jangan Khianati Kepercayaan Kami

Kala itu, Daffa mempersilakan tamu tersebut untuk masuk. Dia menjadi demikian terkejut dan gugup karena dia tidak menyangka sama sekali tamunya akan datang tiba-tiba, tanpa pembeitahuan atau mengabari terlebih dahulu. Apa lagi, saat itu keadaan dirinya dan Andhira sedang kacau.

"Silakan duduk, Bu," ucap Daffa tatkala mereka sampai di ruang tamu.

Ya, tamu itu ternyata adalah ibu mertuanya, Salamah. Entah ada angin apa sehingga Salamah mengunjungi mereka hari itu. Dia belum mengatakan sepatah kata pun kecuali hanya mengangguk sesekali, ketika Daffa mempersilakannya untuk masuk dan duduk.

"Ada apa sebenarnya, Nak?" tanya Salamah sembari menoleh ke Arah Andhira yang hanya diam sedari tadi.

"M-maaf, Bu, kondisi Dhira sedang tidak baik," gagap Daffa yang juga ikut menoleh kepada Andhira.

Salamah mengangguk pelan. "Mungkin karena itu Ibu jadi ingin ke sini terus sejak beberapa hari yang lalu," ungkap Salamah.

"Maaf, Bu, Daffa buatkan Ibu teh dulu, ya." Gegas Daffa bangkit dari duduknya.

"Tidak perlu, Nak Daffa. Duduklah, Ibu ingin bicara," ujar Salamah menahan langkah Daffa yang sudah hendak pergi ke dapur.

"Baik, Bu," jawab Daffa kembali duduk.

"Sudah berapa lama Dhira seperti ini?" tanya Salamah dengan nada bicara yang sangat lembut.

DEG!

Jantung Daffa berdegup dengan sangat kencang. Bagaimana dia akan menjelaskan hal ini kepada Salamah? Sedangkan dirinya saja tidak tahu persis kapan hal tersebut menimpa Andhira. Lelaki itu semakin tampak gugup dan bingung.

Salamah bisa menangkap bahasa tubuh dan mimik wajah Daffa yang terlihat rumit. Akhirnya, dia berinisiatif untuk mengalihkan topik pembicaraan. "Nak, sepertinya Andhira perlu istirahat, boleh Ibu antarkan dia ke kamar? Biar dia tidur saja," tutur Salamah.

"Tentu, Bu. Mari ... Kamarnya ada di sebelah sana," jawab Daffa sambil menunjuk jauh ke arah kamarnya dan Andhira.

Salamah langsung menuntun Sang Putri yang sudah seperti raga tanpa nyawa itu untuk masuk ke kamarnya. Sementara, Daffa menjadi penunjuk jalan yang membersamai mereka ke arah kamar. Sungguh, hati Salamah sebenarnya sedang tidak baik-baik saja mendapati keadaan Andhira demikian memprihatinkan.

"Di sini, Bu," seloroh Daffa sembari membukakan pintu kamarnya.

Salamah mengangguk sambil terus menuntun Andhira sampai ke tempat tidur. Daffa juga tak kalah sibuk, dia turut merapikan posisi bantal dan bed cover yang sedikit berantakan. Sekarang, Andhira sudah berbaring di sana. Entah keajaiban apa yang terjadi, hanya dengan beberapa kali usapan lembut di kepala Andhira dari Salamah, mampu membuat Wanita itu langsung tertidur dengan lelap. Kemudian, Salamah dan Daffa memutuskan untuk melanjutkan obrolannya di ruang tamu.

Setelah keduanya kembali ke ruang tamu, Salamah mengulangi pertanyaannya yang tadi. "Maaf, Nak Daffa. Ibu tidak bermaksud mencampuri rumah tangga kalian, tapi rasanya Ibu perlu tahu apa yang terjadi kepada anak Ibu," imbuh Salamah dengan bahasa yang teramat santun.

Mata Daffa berkaca-kaca mendengar Salamah berbicara demikian. Pasalnya, di awal waktu kunjungan Daffa dan Andhira ke rumah Mertuanya itu, Daffa sedang memakai topeng kepalsuan untuk menarik simpatik Salamah terhadapnya. Dia malu sekaligus bingung akan menjelaskan apa kepada Salamah saat ini, setelah ketahuan bahwa kenyataannya Andhira tidak baik-baik saja selama bersama dengannya.

"Katakan saja, Nak Daffa. Ibu akan mendengrkan," sambung Salamah lagi.

"Begini, Bu. Daffa tidak tahu persis kapan tepatnya Andhira mengalami hal ini. Akan tetapi, Daffa sendiri merasa bahwa belakangan ini sikap Andhira sering berubah dengan sangat drastis," papar Daffa.

"Maksudnya bagimana, Nak?"

"Dia bisa terlihat sangat senang, lalu tiba-tiba menjadi sangat sedih dan kacau dalam tempo waktu yang sangat berdekatan," jelas Daffa.

Salamah diam sembari berpikir. "Apa ada hal buruk yang terjadi pada Andhira sebelum ini, Nak?" tanya Salamah menatap Daffa penuh selidik.

Seketika Daffa langsung tertunduk lesu. "Bagaimana aku akan mengatakan dosa-dosaku terhadap Andhira pada ibunya?" batin Daffa.

"Ya sudah, Nak Daffa. Kalau memang kamu belum bisa menjelaskan sekarang tidak apa-apa. Ibu akan menunggu sampai kamu bersedia mengatakannya. Hanya saja, tolong jangan khianati kepercayaan kami, ya. Selama ini Ibu dan kakak-kakak Andhira menumpukan harap kepada kamu untuk mejaga dan menyayangi Andhira selayaknya seorang suami terhadap istrinya," papar Salamah.

Tutur kata Salamah yang begitu santun dan penuh kelembutan itu, justru menjadikan Daffa semakin merasa berdosa karena perbuatannya kepada Andhira di awal pernikahan mereka. Beban hatinya kini bertambah, dia merasa bersalah bukan hanya pada istrinya saja, melainkan pada seluruh keluarganya yang sudah begitu berharap. "Maafkan Daffa, Bu."

Hanya kata itu yang keluar dari mulut Daffa dan dibalas dengan anggukkan kepala oleh Salamah. Tidak lama setelah itu, Salamah pun pamit untuk pulang dari sana. "Baiklah, Nak, Ibu masih harus mengurus sesuatu di rumah. Ibu titip Dhira, ya. Dia masih suka manja, jadi harap dimaklumi," ucap salamah yang sebenarnya menahan sakit di dalam hatinya.

"Iya, Bu," jawab Daffa patuh.

Daffa pun mengantarkan Salamah sampai ke depan pintu, dan menunggu Salamah hingga naik ke taksi yang sudah dipesannya. Lantas, Daffa kembali ke dalam setelah memastikan taksi yang Salamah tumpangi sudah tidak terlihat lagi.

"Dhira," sebut Daffa teringat akan istrinya.

Lelaki itu pun berlari menuju kamar untuk melihat keadaan Andhira. "Dhiraaaaaa!!" jerit Daffa saat sampai di dalam kamar dan melihat hal yang mengerikan di sana.

Bersambung ....

1
falea sezi
true kah
Safa Almira
sukaA
Perempuan Terindah: terima kasih, Kak ❤
total 1 replies
id IG: sabia.sky
adhira temennya author?
Perempuan Terindah: begitulah, Kak. 🙂
total 1 replies
Pucca Riana
Bagus ceritanya thor, smg semakin ramai yg baca
Perempuan Terindah: terima kasih, Kak. 🤗❤
total 1 replies
Hotma Gajah
ceritanya sungguh membagongkan🤣
Perempuan Terindah: Huum, kek komentarnya. 🤣🔥
total 1 replies
Hotma Gajah
cerita jadi aneh jgn lari dari koridor🤣🤣🤣
Perempuan Terindah: Iyaaa. Seaneh komentarnya. 😆
total 1 replies
Hotma Gajah
Dira bodoh nggak up date kali ya nggak tau kdrt oneng
Perempuan Terindah: Huum, Kak. Silakan baca bab selanjutnya. ❤
total 1 replies
Hotma Gajah
wsnita lemah bodoh wajar di tindas lanjutkan ampe modar😏
Perempuan Terindah: Sungguh teganya. 🤣
total 1 replies
Hotma Gajah
jgn pernah buat cerita wanita yg gampang di tindas buatlah cerira wsnita kuat cerdas dan tangguh buat motivasi bagi wanita"yg kurang beruntung ok.
Perempuan Terindah: Oke, Kak. Jangan tersinggung. Meski diangkat dari kisah nyata, semoga bukan ini kisah Kakak. ❤
total 1 replies
Evy
selain kasar pelit pula.
Perempuan Terindah: Valid. 🍃
total 1 replies
Nismawati
good
Perempuan Terindah: 🌹🌹🌹🍃🍃🍃
total 1 replies
Yuantusha
apa ada udang dibalik bakwan
Perempuan Terindah: Hai, Kak, terima kasih sudah baca. Semoga suka. ❤❤
total 1 replies
Yuantusha
kabur trs cerai
Yuantusha
50 untuk 3 hri mana cukup
bùat sehri aj g kañ çùkup
Perempuan Terindah: Betul, Kak.
total 1 replies
Yuantusha
apapun alasannya g hŕus kasar gitu kli
Yuantusha
daffa itu manusia ap iblis ci
Yuantusha
apa sebenere maya udah tau sifat dava sebelumnya
Yuantusha
seharusx gak usah dimasakin
Yuantusha
pengen remes remes otaknya dafa
Yuantusha
sakitnya hatiku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!