Kisah tentang seorang gadis muda yang membuat seorang pria kaya jatuh cinta, nama gadis itu Zanitha Ananda Zahira..gadis cantik yang ceria dan humoris berhasil menakhlukan pria dingin yang bernama Vincent Pramuja Utama,..
"gue kerja sama bapak lo bukan sama lo, cuma bapak lo yang berhak mecat gue!!!...ucap zanitha lantang menatap tajam kearah vincent..
Vincent berbalik berjalan mendekati zanitha, tanpa ada rasa takut dia terus menatap tajam pada vincent yang berjalan menghampiri nya..
"aku suka padamu, bagaimana apa kau berminat menjadi kekasih ku???..ucap vincent mendekatkan wajah nya pada wajah zanitha, zanitha menginjak kaki vincent dengan kuat...
"dalam mimpi mu...weehhh...sahut zanitha menjulurkan lidah nya seraya mendorong troli yang tadi dia bawa..
AKANKAH ZANITHA MENERIMA CINTA VINCENT???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon merry yend, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 2 part 9
Matahari mulai tenggelam saat Erickson mengakhiri ceritanya, Erickson memandang wajah cucunya yang kini memakai wajah kekasihnya. Dia bahkan menitikan airmata di wajah yang terkesan dingin karena sudah tak mampu menahan rindu akan wajah kekasihnya.
"Semua yang ku lakukan pada nenekmu akan aku tebus dengan menyayangimu sepenuh hati...jadi...bisakah kamu memberiku kesempatan untuk memperbaikinya?" Kata Erickson di iringi isak tangis penyesalan.
Zanitha masih tidak percaya pria tampan ini adalah kakeknya, bagaimana bisa wajahnya tidak ada keriput sama sekali serta postur tubuhnya yang atletis walaupun terbalut kemeja biru.
"Apakah benar semua yang kamu ceritakan barusan? Jika kau kakek ku mengapa wajahmu tidak ada keriput sama sekali?" Tanya Zanitha penasaran.
"Hahahaa...kamu bukan yang pertama, kamu wanita yang kesekian kali yang tidak percaya usia ku karena wajahku..." tawa Erickson seraya berkata.
"Iya wajar istriku tidak percaya kau ini kakeknya, sedangkan akupun masih tak mempercayainya..." Vincent ikut angkat bicara.
"Ini...foto ku dulu dengan nenekmu Ambar atau biasanya aku memanggilnya Liliana..." Erickson menyerahkan dompetnya pada Zanitha, di dompet milik Erickson ada foto hitam putih, foto Erickson dengan Ambar neneknya di sebuah studio foto.
"Bagaimana? Apa kamu masih tidak percaya?" Erickson tersenyum.
"Wah...ini benar kamu kakek? Kamu sangat tampan sampai detik ini juga wajahmu tidak berubah sama sekali..."
"Iya...memang benar yang istriku bilang, kau sangat tampan kek..." sahut Vincent tersenyum.
"Aku mengalami kelainan genetik yang membuat hormon pertumbuhan berhenti di usiaku yang ke 28 tahun, dari usiaku segitu sampai sekarang seperti yang kalian lihat aku tak menua seperti seharusnya, begitu juga dengan kondisi kesehatanku, aku baik-baik saja tidak ada penyakit apapun yang seharusnya ada pada orang tua seusia ku ini..."
"Jadi begitu rupanya...pantas saja kamu masih sangat tampan kek..." puji Zanitha.
"Jadi...apakah kamu mau memberikanku kesempatan cucuku?" Tanya lagi Erickson dengan tatapan penuh harap.
Zanitha menoleh pada suaminya, Vincent mengangguk tanda mengiyakan. Zanitha beralih pada Erickson kemudian berkata."Baiklah kek...aku akan memberimu kesempatan, tapi ingat hanya sekali, aku tidak akan memaafkanmu lagi jika kamu mengecewakanku lagi..."
"Aku berjanji padamu cucuku, aku tidak akan mengecewakanmu lagi..." Erickson meraih tangan Zanitha lalu mengecupnya. Vincent kini sudah tahu bahwa Erickson adalah kakek kandung Zanitha jadi dia tidak cemburu walaupun sedikit kesal saat Zanitha memuji wajah Erickson.
"Kalau begitu, aku pergi dulu, masih ada urusan yang harus aku selesaikan..." Erickson memeluk Zanitha sekilas kemudian pergi keluar bangsal Zanitha.
Setelah Erickson pergi, Zanitha merasa ada yang aneh pada Vincent yang tiba-tiba jadi pendiam.
"Yank..." panggil Zanitha pada Vincent yang sedang meniup makanan miliknya.
"Iya yank...nih..." sahut Vincent sambil menyodorkan sendok berisi bubur pada Zanitha.
Zanitha memakan satu suapan bubur ke dalam mulutnya."Kamu dari tadi kakek pergi kok mulutnya kayak di kunci gitu?" Tanya Zanitha sambil mengambil mangkuk bubur dari tangan Vincent.
"Aku gak pa-pa yank, sini buburnya aku suapin kamu lagi..." jawab Vincent datar.
"Kalau gak apa-apa senyum donk yank! Di tekuk gitu muka nya kayak bungkusan nasi warteg!"
"Nih senyum..." Vincent bukan senyum malah nyengir terpaksa.
"Hahhh...aneh kamu yank..." gerutu Zanitha.
"Apa nya yang aneh sih yank? Sini aku suapin lagi..."
"Aku gak mau makan!" Zanitha menaruh mangkuk bubur di atas nakas.
"Kenapa?" Vincent bertanya.
"Kamu yang kenapa yank? gak ada hujan gak ada petir tiba-tiba diam kayak patung pancoran!"
"Iya deh maaf...aku cuma kesel aja kok! Habis kamu puji-puji kakek terus! Aku cemburu..." ungkap Vincent yang di hadiahi pukulan pelan di lengannya dari Zanitha."Aw...sakit yank..."
"Siapa suruh punya otak sengklek? Dia kan kakek aku yank! Masa cemburu sama kakek?" Kata Zanitha kesal.
"Maaf yank...namanya juga aku cinta sama kamu, aku mau kamu cuma puji aku jangan puji pria yang lain!" Rajuk Vincent manja.
Zanitha menggelengkan kepalanya, ia tidak habis fikir dengan apa yang ada di otak suaminya."Ampun deh yank...masa harus aku bilang kamu ganteng juga biar kamu gak cemburu? Aneh kamu yank! Aku cinta dan sayang sama kamu bukan karena wajah, tapi karena kamu pria yang berhasil mengisi hatiku, memuji bukan berarti menyukai dalam tanda kutip kan? Jadi hubby ku yang ganteng, hanya kamu yang aku cintai dan yang akan selalu aku cintai seumur hidupku..." Zanitha meraih tangan Vincent mengecupnya lembut sesudah mengatakan apa yang ada di benaknya.
"Maaf yank, aku juga cinta banget sama kamu..." Vincent mengecup balik tangan Zanitha.
"Oh ya...kok kamu bisa ada disini yank?"
"Soal itu...;
Flashback
Tiga hari yang lalu setelah mengantarkan Zanitha, Vincent kembali ke kantor, di dalam ruang kerjanya Vincent dan Joshua sedang diskusi soal pertemuan Vincent dan Erickson yang akan berlangsung di Inggris. Erickson yang meminta langsung pada Vincent agar menemuinya.
"Apa yang dia rencanakan kali ini?" Tanya Vincent pada Joshua.
"Aku rasa ini semua ada hubungannya dengan ibu Zanitha, tuan Erson sudah lama menjadi stalker nya ibu Zanitha dan...
Belum tuntas Joshua berbicara datang Jusuf dan seorang pria muda bermata biru.
"Dede???" Mata kamu pakai soflens???" Terkejut Vincent.
"Jangan kaget Cent, ini mata aslinya si Dede, dia anak tirinya Erick..." Jusuf menjawab pertanyaan Vincent, sedangkan Dede hanya tersenyum tipis.
"Kok bisa sih? Lantas selama ini kamu mengenakan soflens menutupi mata biru mu?"
"Maaf tuan...saya sengaja menjadi supir di tempat anda, guna nya...saya ingin melindungi Zanitha dari ayah tiri saya, sekarang bukan waktunya anda terkejut tuan, kita harus cepat menyusul ibu Za, saya memberitahu pada ayah saya jika ibu Zanitha pergi ke Inggris, saya sengaja memberitahunya karena ingin beliau tahu yang sebenarnya siapa Zanitha..." jelas Dede.
"Maksud kamu???"
"Sudah Cent...kita ke bandara sekarang, kita harus menyusul Zanitha sebelum terlambat..." kata Jusuf.
Tanpa pikir panjang Vincent mengikuti intruksi dari Jusuf, dia dan Jusuf menyusul Zanitha ke Inggris.
Begitu mereka sampai di Inggris, mereka menunggu kapan Erickson bertindak, sehari dua hari masih belum ada pergerakan dari Erickson, tapi setelah hari ketiga Jusuf mendapat laporan dari manager hotel tempat Zanitha menginap, manager itu memberitahu jika Erickson memaksa masuk ke kamar Zanitha, sayangnya langkah Jusuf dan Vincent kurang cepat, maka terjadilah hal yang Vincent dan Jusuf takutkan.
Flashback off
"Begitu yank ceritanya, ternyata Dede anak tirinya kakek kamu dan aku juga terkejut saat om Jusuf bilang bahwa Erickson adalah kakek kandung kamu, semua terjadi di luar dugaan aku yank, sumpah demi apapun aku masih gak percaya..." Vincent mengengam tangan Zanitha erat sampai selesai bercerita.
"Hm...yang penting sekarang kita bisa bernafas lega, karena aku tahu stalker aku adalah kakek aku sendiri, kalau dipikir-pikir lucu ya yank? walaupun aku ketakutan tapi entah kenapa ada yang berasa lega disini..." ucap Zanitha sambil memegang dada nya.
"Iya yank...sekarang kamu makan lagi ya..."
"Gak mau!"
"Loh kok gak mau makan? Kasihan anak kita yank..." Vincent mengelus perut rata Zanitha.
"Aku gak mau makan bubur yank..." rengek Zanitha membuat Vincent gemas melihatnya.
"Terus mau makan apa sayangku???" Tanya Vincent mencium gemas pipi tirus Zanitha.
"Aku mau makan kebab yank..." jawab Zanitha.
"Cari dimana yank? Kalau di Indonesia aku tau tempatnya, kalau disini aku gak tau yank..."
"Aku gak mau tahu! Pokoknya aku mau kebab yank...kebab...ih...ihhh..." rengek Zanitha lagi sambil menghentakkan kakinya di atas bangkar.
"Cep...cep...iya aku belikan ya, jangan merajuk gitu, nanti aku makan kamu baru tahu rasa!" goda Vincent memajukan kepalanya ke arah wajah Zanitha.
"Mesum akut!!!!" Zanitha mendorong kepala Vincent dengan telapak tangannya. Vincent malah mencium telapak tangan Zanitha sampai si pemilik tangan tersipu malu.
"Ih...nyebelin!!!" Dengus Zanitha sambil tertawa kecil.
"Sudah...tunggu disini, aku akan kembali membawakan kebab untukmu..." Vincent memakai kembali mantel nya lalu pergi mencari pesanan istrinya.
"Don...ke restoran Arabian buat beli kebab, biasanya ada disana..." titah Vincent pada Doni.
Saat hendak melajukan mobil sewaannya, kaca mobil di ketuk seseorang.Tok...tok...tok...Vincent menurunkan kaca mobil.
"Kakek!" Seru Vincent terkejut.
"Mau kemana?" Tanya Erickson.
"Mau beli kebab kek, buat Za..."
"Tidak perlu keluar, kamu temani Zizi saja, biar aku menelefon koki kenalanku..." titah Erickson.
"Tapi kek..." Vincent keluar dari mobil.
"Tenang saja...kamu temani saja cucuku, aku yang urus sisanya..." ucap Erickson. Dia menelefon seorang koki kenalannya.
"Ok...tkhs bro..." Erickson menutup panggilan telefonnya.
"Ayo kita masuk!" Ajak Erickson sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
Mereka berdua sampai di depan bangsal Zanitha, mereka pun masuk ke dalam. Zanitha melihat kakek dan suaminya datang bersama, sedikit terkejut namun juga senang.
"Kakek...Sayang.. kalian kok bisa barengan???" Tanya Zanitha memandang Erickson dan Vincent secara bergantian.
"Kebetulan ketemu di luar..." jawab Erickson sambil duduk di kursi samping bangkar Zanitha."Apa kamu menginginkan sesuatu Zi?" Erickson bertanya pada Zanitha.
"Hm...iya aku mau kebab kek..." jawab Zanitha dengan nada sedikit manja.
"Sebentar lagi akan datang yang kamu mau..." Erickson merapihkan anak rambut Zanitha menaruhnya di belakang telinga Zanitha.
"Ehem..." dehem Vincent mulai kumat tombol ON cemburunya.
"Masih saja cemburu kamu Cent...aku kakeknya bukan selingkuhannya..." Erickson menggelengkan kepalanya."Dan lagi...aku sudah tidak ada hasrat apapun pada istrimu, biar wajah Ambar ada di dirinya tetap saja dia adalah cucuku, dan yang aku cintai adalah Ambar bukan cucuku..." lanjut Erickson.
"Tuh denger...cemburu di pelihara, kambing pelihara biar gemuk!!!" Celetuk Zanitha membuat mereka bertiga tertawa lepas.
Selang setengah jam datang dua orang pria asing, salah satu dari pria asing itu adalah kenalan Erickson.
"Ini pesananmu Rick..." ucap koki kenalan Erickson.
"Terima kasih will..maaf mengganggumu malam-malam begini..." sahut Erickson menghampiri Willeon koki kenalannya.
"Santai saja Rick...aku senang membantumu..." Willeon melirik Zanitha sekilas."Bukankah dia model itu? Model yang kau kejar-kejar itu?" Bisiknya pada Erickson.
"Iya...tapi sebenarnya dia adalah cucuku, bukankah itu lucu? Selama ini aku mengejar-ngejar cucuku sendiri..." bisik balik Erickson.
Willeon terpikat akan kecantikan Zanitha, sampai tak sadar matanya tak berpaling sedikit pun dari Zanitha.
"Will...ingat! Jangan coba-coba macam-macam!" Sentak Erickson menyadarkan Willeon dari lamunannya.
"Hei...santai bro..." seru Willeon.
Vincent dan Zanitha hanya memandangi dua sahabat itu tanpa berkata, Zanitha mulai ngiler dengan makanan yang di bawa oleh sang koki Willeon."Kek...boleh Za makan sekarang???" Tanya Za sudah tidak sabar untuk melahap kebab yang ada di depan matanya.
"Tentu..." jawab Erickson."Ini Cent...kau juga harus makan, dan masalah pekerjaanmu biar kakek yang urus, tinggal bayar finalti kamu bisa langsung kembali ke Indonesia..."
Erickson memberikan kebab pesanan Zanitha pada Vincent, setelah itu ia pun pamit."Kakek pulang ya Zi, setelah pulih langsung saja kamu kembali ke Indonesia..."
Erickson dan Willeon pergi meninggalkan bangsal Zanitha.
"Ini yank...makan dulu..." Vincent memberikan kebab pada Zanitha, Zanitha langsung memakannya dengan lahap.
"Pelan-pelan yank! Gak ada yang minta juga..." Vincent tersenyum melihat Zanitha makan dengan lahap.
***
Erickson pergi ke Diskotik yang sangat terkenal di Inggris. Ekor mata Erickson menangkap sesuatu."Soraya???" Pekik Erickson dalam hati.
"Soraya!!!" Panggil Erickson Erson.
"Duh...apes banget sih ketemu dia..."
"Eh kakeknya Za..." dengan mengatur nafas Soraya berjalan mendekati Erickson yang sedang duduk bersama Willeon.
"Jangan panggil kakek...kamu bisa memanggilku dengan hanya menyebutkan namaku saja..." ujar Erickson menatap intens pada Soraya.
"Gak ah kek, canggung kalau memanggil namamu..." Soraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kamu bukan cucuku Ay..." Erickson menarik tangan Soraya membawanya duduk di sampingnya."Tadi ada yang bilang aku ganteng..." goda Erickson menatap mata bulat Soraya.
"Gila...dari deket ganteng abiz..."
Tak...Erickson menyetil pelan kening Soraya."Apa aku terlalu tampan sehingga membuat kamu terpesona sampai tidak mampu bersuara..." kata Erickson tersenyum penuh arti.
"Argghhh...inget Soraya! Dia itu kakeknya Zanitha..." Soraya merutuki dirinya karena terpesona akan senyuman Erickson.
"Pede lo!" Sungut Soraya mengalihkan perhatian.
"Ay..." panggil Doni dari kejauhan.
"Don...sini..." Soraya melambaikan tangannya.
Doni menghampiri Soraya dan lainnya, dia duduk di samping Willeon.
"Lo udah kelar Don?" Tanya Soraya pada Doni.
"Udah...tadi ada yang bikin semua jadi lebih mudah..." jawab Doni senyum melirik ke arah Erickson.
"Jangan melirikku Don..." ucap Erickson tersenyum pada Doni.
"Hahhahaa...tenang tuan Erick saya masih normal kok..." tawa Doni.
"Don...balik yuk, gue udah ngantuk!" Ajak Soraya sambil berdiri lalu menarik tangan Doni."Maaf kek...aku duluan..." pamit Soraya masih memegang tangan Doni.
Erickson hanya memandangi Soraya, sampai Soraya hilang dari pandangannya.
"Cantik dan imut...kayaknya cocok sama Djabar..." batin Erickson tersenyum smrik.
***
NANTIKAN SELANJUTNYA...
ATHOUR MAU KASIH JODOH UNTUK SORAYA...
BOLEH KITA TEBAK-TEBAKKAN NANTI SORAYA JADI SAMA SIAPA???
ADA TIGA KANDIDAT
~DONI
~DJABARUL
~ERICKSON
JANGAN LUPA LIKE AND COMENT JUGA MINTA DUKUNGAN VOTE NYA YA GUYS...SEE YOU...😘😘😘