NovelToon NovelToon
A Thousand Flowers

A Thousand Flowers

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:179.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lathifah Nur

Terlahir dari keluarga sederhana tanpa ayah, Izzah tumbuh menjadi gadis tomboy, cerdas, mandiri dan multitalenta.

Sayangnya, karena trauma masa lalu, ia tak percaya cinta meski hidup dikelilingi banyak pria kaya yang diam-diam jatuh hati padanya.

Suatu hari, setelah tak sengaja ia memperoleh kemampuan khusus dan terdampar di negeri asing, ia bertemu dengan ayah kandungnya yang terkurung selama puluhan tahun. Ia pun bertekad untuk membebaskannya.

Namun, ketika ia berhasil keluar dari tempat itu dan bekerja sebagai dokter magang di Korea Selatan, ia malah dijodohkan dengan lelaki yang tak diketahui identitasnya.

Bagaimanakah kehidupan rumah tangganya setelah menikah?
Akankah pandangannya tentang cinta berubah?
Dan bagaimana pula dengan usahanya untuk menyatukan ayah dan ibunya?

Ikuti kisahnya sampai tamat ya ...
Jangan lupa dukung penulis dengan vote dan klik iklan ya 😊

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lathifah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34. Merasa Terancam

Aneka macam seni visual dan pameran khusus menyambut Izzah dan rombongannya begitu memasuki museum lantai pertama. Puas mengagumi semua itu, mereka menjelajah lantai kedua.

Izzah tampak serius mempelajari sejarah Yonsei. Tiba-tiba ia merasa seolah tengah diawasi dari kejauhan.

Merasa kehadirannya dicurigai, Shin Seo Hyun bersembunyi. Merapikan topi dan membetulkan posisi masker yang dikenakannya.

“Kok aku jadi seperti penguntit ya?” pikir Shin Seo Hyun garuk-garuk kepala, merasa aneh dengan dirinya sendiri.

Izzah mengedarkan pandangan mengamati seluk beluk ruang museum. Tak ada yang mencurigakan. Hampir satu jam Izzah menghabiskan waktu mencerna prasejarah dan sejarah Korea serta mengagumi keindahan jade Cina.

Di lantai tiga, Izzah dan rekan-rekannya disuguhi aneka tembikar, donasi artefak dan tak lupa mereka menyempatkan diri mengunjungi kantor museum.

Sebelum meninggalkan museum, mereka juga melihat pameran lainnya berupa Sugyongwon, yaitu rumah berbentuk T untuk pengorbanan di depan Makam Kerajaan atau rumah Monumen, dan Rumah Memorial keluarga Underwood.

Lelah mengitari benda-benda purbakala di dalam museum, kini saatnya menikmati keindahan bagian luar Yonsei University Museum.

Jalan-jalan yang panjang dan lebar terbentang luas di seluruh bagian Yonsei University Museum.

Izzah dan Riris berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan. Ketika orang-orang yang berlalu lalang menatap aneh ke arah mereka, Izzah melepaskan genggaman tangan Riris. Mereka berdua sama-sama tertawa. Di Indonesia, hal seperti itu biasa. Namun, di Korea ternyata bisa mengundang penilaian yang berbeda mengenai

orientasi seksual mereka.

Dari pohon ke pohon, Shin Seo Hyun mengikuti ke mana pun Izzah pergi. Lagi-lagi Izzah merasa diawasi. Mendadak ia balik badan, ingin menangkap basah si penguntit.

Lagi-lagi Izzah kecele. Gerak Shin Seo Hyun lebih cepat. Shin Seo Hyun menahan tawa diam-diam. Merasa berhasil mengecoh Izzah.

Tak ingin liburannya ternodai oleh hal-hal yang tidak jelas, Izzah mengabaikan kecurigaannya. Pada titik-titik tertentu di mana Yonsei University Museum menyajikan keindahan yang tiada tara, Izzah mengabadikan tempat itu dengan kamera ponselnya. Sesekali mereka berpose bersama, mengabadikan momen langka yang mungkin tak akan pernah terulang.

Adakalanya Fadhil menjahili Izzah dengan menabur daun-daun maple dan gingko yang berguguran di atas kepalanya, lalu berlari mengelak kejaran sang adik dan mendapatkan hadiah cubitan ketika berhasil tertangkap. Hari itu, Izzah dan teman-temannya benar-benar bersenang-senang.

Lelah lari-larian, Izzah dan Riris duduk di atas bangku di tepi jalan. Menyaksikan keseruan Fadhil dan yang lainnya berpose bak bintang ternama.

“Copeeet … tolooong .…” Teriakan seorang wanita mengejutkan Izzah dan teman-temannya.

Tampak seorang lelaki membawa lari sebuah tas milik wanita itu. Spontan Izzah berdiri melepaskan tas yang disandangnya dan meletakkannya di bangku. Tangannya dengan gesit membuka ritsleting di kiri kanan rok untuk memberi ruang gerak yang lebih bebas, lalu berlari mengejar si pencopet. Tak ingin tertinggal jauh, yang lain ikut menyusul Izzah.

Napas Fadhil memburu. Ia berhenti, tak sanggup melanjutkan pengejaran. Ihsan menguatkan langkah menyusul Izzah. Ia takut Izzah kenapa-napa. Yudha, Johny dan Riris mengikuti jejak Fadhil.

“Wuish, gila. Lari Izzah kencang banget,” kata Yudha dengan napas terengah-engah.

“Lah iyalah … kamu lupa kalau Izzah mantan atlit sprinter dan maraton?” balas Johny tersengal-sengal.

“Aku bisa mati kehabisan napas kalau begini,” keluh Riris terduduk lemas.

Fadhil melanjutkan pengejaran.

Di jalanan yang sepi, si pencopet mendadak berhenti. Tepat saat Izzah berhasil menyusulnya. Ia seperti sengaja menunggu gadis yang mengejarnya.

“Kembalikan tas itu!” pinta Izzah datar.

Lelaki itu senyum mengejek. Tiba-tiba dua lelaki lain keluar dari balik pohon dan berdiri di belakang lelaki itu.

“Ah, ternyata lelaki ini sengaja memancing ke dekat rekannnya,” batin Izzah.

“Ini? Ambil sendiri kalau bisa!” tantang lelaki itu sambil mengacungkan tas yang dipegangnya kepada Izzah.

Belum sempat Izzah menjawab, dua lelaki yang berdiri di belakangnya langsung menyerang Izzah secara bersamaan.

Refleks Izzah menangkis serangan dua lelaki itu. Ihsan yang baru tiba langsung turun tangan membantu Izzah. Meski kemampuan bela dirinya tidak sehebat  Izzah, ia tidak ingin Izzah terluka.

Kemampuan bela diri komplotan pencopet itu tidak bisa dianggap remeh. Beberapa kali serangan mereka bersarang di tubuh Ihsan, membuat konsentrasi Izzah sempat terpecah.

WUUUS!

Nyaris saja Izzah kena tendangan. Izzah tidak setengah-setengah lagi mengeluarkan kemampuan bela dirinya. Terlebih ketika ia melihat Fadhil ikut bertarung melawan si pencopet.

Shin Seo Hyun berdiri mematung melihat perkelahian Izzah. Ia seperti deja vu. Tiba-tiba kepalanya berdenyut sakit. Kembali ia menyaksikan seorang remaja lelaki terkapar di jalanan, di mana seorang gadis bertarung dengan sengit

melawan tiga lelaki muda.

Lama-lama gambaran yang awalnya terlihat samar itu tampak semakin jelas. Kini ia dapat melihat bahwa dirinyalah remaja lelaki yang terkapar itu. Dan gadis yang sedang bertarung itu tidak lain adalah Izzah. Lamat-lamat ia mendengar gadis itu berteriak memberi perintah.

“Safitri, cepat bawa sepupumu pergi dari sini! Aku akan mengadang para begundal ini!”

Safitri berlutut membantu Shin Seo Hyun berdiri. Dalam kondisi setengah sadar dan dipapah oleh sepupunya, ia meninggalkan Izzah seorang diri menghadapi preman-preman yang telah memerasnya.

“Aaargh.” Shin Seo Hyun meredam pekiknya.

“Hah!” Ia merasa aneh lantaran tidak kehilangan kesadaran seperti sebelumnya. Setelah mengingat semuanya, kepalanya terasa begitu ringan.

“Apakah ini efek pengobatan yang dilakukan gadis aneh itu?” bisik Shin Seo Hyun.

Teringat Izzah dalam bahaya, ia segera menghubungi polisi.

Polisi datang sesaat setelah Izzah, Ihsan dan Fadhil berhasil merobohkan komplotan pencopet itu.

“Terima kasih, Nona, Tuan,” ucap salah satu polisi setelah memborgol si pencopet.

“Kami harap kalian tidak keberatan memberi kesaksian di kantor polisi,” pintanya.

“Baik, Tuan,” jawab Izzah, Fadhil dan Ihsan serentak.

Izzah mengambil tas yang tergeletak di tanah, lalu menyerahkan tas itu kepada pemiliknya. Izzah tidak tahu sejak kapan wanita itu tiba di sana.

“Terima kasih, Nona.” Wanita itu membungkuk hormat.

“Tidak apa-apa, Nyonya. Lain kali harap lebih hati-hati,” jawab Izzah membalas penghormatan wanita itu.

“Mari ikut saya! Saya akan mentraktir Nona dan teman-teman Nona,” ajak wanita itu menunjukkan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih, Nyonya. Nyonya tidak perlu melakukan itu. Kami senang bisa membantu Nyonya.” Kali ini Fadhil yang bicara.

“Aduuh … jangan begitu Tuan! Saya merasa berutang budi pada kalian semua,” balas wanita itu sungkan.

“Maaf, Nyonya. Saya akan membawa mereka untuk diperiksa. Mungkin lain kali saja.” Tiba-tiba Shin Seo Hyun menyela, membuat Izzah terperangah.

“Sejak kapan si bos di sini?” tanya Izzah di hati.

“Aah … aku kebetulan lewat sini setelah olahraga,” kata Shin Seo Hyun, menggaruk kuping kanannya yang tak gatal. Ia seolah mendengar pertanyaan Izzah.

“Apa dia lihat semuanya?” Izzah jadi gelisah. Ia memasang kembali ritsleting di kiri kanan roknya.

Yudha dan Riris datang membawa beberapa botol air mineral. Entah bagaimana mereka mendapatkannya.

Park Joon Soo memarkir mobil dan mendatangi Shin Seo Hyun dengan membawa kotak P3K karena Izzah, Fadhil dan Ihsan menolak untuk dibawa ke rumah sakit.

Beruntung tak ada yang cedera. Meski Ihsan sempat kena pukul, untungnya tidak pada titik-titik vital. Hanya sedikit luka lecet dan memar.

Kejadian itu tak menghalangi Izzah dan rombongannya untuk melanjutkan rencana mereka mengelilingi Kota Seoul. Bahkan, Shin Seo Hyun dan Park Joon Soo dengan senang hati menjadi guide mereka.

Jika waktu bisa berhenti, Izzah ingin hari itu waktu tak berputar agar bisa lebih lama menikmati pesona keindahan Kota Seoul, mahakarya Sang Maha Pencipta. Sungguh … Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.

***

1
Knight
Ceritanya menarik. Alurnya yang tak bisa ditebak selalu memberikan banyak kejutan. Saya tidak pernah bosan mengulang membaca cerita ini. Karya pertama May Ersa yang telah berganti nama pena menjadi Lathifah Nur. Coba karya lainnya jg tayang di sini, bukan di sebelah 😁
Mus Limah
sudah ku baca berkali2 tp nda ada bosennya,ku tunggu karya selanjutnya thor
Knight: Hehe. Sama. Aku jg suka sama karya author ini. Tp authornya udah gak nulis di sini lagi. Pindah ke sebelah dgn nama pena yg beda. Jd Lathifah Nur authornya setelah kabur dr sini
total 1 replies
Dessy Laela
suka dgn ceritanya👍, semangat thor u cerita selanjutnya💪
May Ersa: Makasih, Kak Dessy 🥰 Yuk baca cerita May lainnya di aplikasi N0v3lm3 atau N0v3laku. Cari aja nama pena Lathifah Nur. Bisa jg follow IG @lathifahnur117 dan cek di link bio. Tinggal pilih mau baca cerita yg mn dl. Sdh ada 2 cerita lain yg tamat lho 😊
total 1 replies
Susi Ana
jempol hadir, mampir yuk
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Susi Ana
jempol hadir, mampir yuk
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
~Nessa
Hadir
jangan lupa selalu mampir di karyaku ya!
makasih.
May Ersa: Mksh, Kak Nessa. Cerita Kk apa?
total 1 replies
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
May Ersa: Mksh, Kak Susi 🥰
total 1 replies
Imah Muslimah
kok baca d sini aq mlh bingung ya thor..nda kayak d noveltoon yak..padahal sama dr mangatoon juga..tp setiap kluar dr bacaan trus masuk lagi..ada aja episode yg tau2 brubah
May Ersa: Mksh, Kk. Kalo Kk punya aplikasi N0v3lM3 atau N0v3l4ku, silakan cari nama pena Lathifah Nur, Kak. udah ada bukuku yg udah tamat jg di sana. Judulnya Lelaki Penakluk Nona Muda. Yg ongoing jg ada 😊. Ditunggu kehadirannya ya, Kak 😊💞
total 3 replies
Ahmad Nur
Mantap jiwa
May Ersa: Terima Kasih, Kk. Klo Kk jg baca di apk sebelah (N*velMe), monggo mampir jg baca novel terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" 😊
total 1 replies
May Ersa
Hai semua...
Maaf ya. udah lama gak up cerita di sini. Bukan berhenti nulis sih, tapi aku hijrah ke lapak sebelah (N*velMe) dengan nama pena yg berbeda (Lathifah Nur).

Udah ada cerita baru di sana, judulnya LELAKI PENAKLUK NONA MUDA. Kalo sobat readers jg punya aplikasinya, kutunggu komen sobat readers di cerita terbaruku 😊
Adining Wuri Kartika
Hai kak,.mampir juga yuk keceritaku.kisah Alia
Blue
syuukkaaa thoor
May Ersa: Makasih, Kk. Klo kk jg suka baca di apk N*velMe, boleh jg baca karya terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" dgn nama pena Lathifah Nur 😊🙏
total 1 replies
Yunita_Ratsa
Hai baca *DUA RANJANG* yuuuk

Ceritanya siap mengaduk-aduk emosimu

❤❤❤❤❤❤❤
Harlindah Mdf
keren.. kyk negri dongeng.. sy syukaa
May Ersa: Makasih, Kk. Klo Kk jg punya Apk Nov*lMe boleh jg baca novel terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" dgn nama pena Lathifah Nur 😊🙏
total 1 replies
Ema Lubis
wauwww
May Ersa: Makasih, Kak 😘
total 1 replies
Ema Lubis
nnti aku mampir thor
May Ersa: Sip! Mksh, Kak. Ditunggu loh... 😊
total 1 replies
TiansePrln🌷
Keren😻😻 kalimat2 nya suka sekali. Terus semangat berkarya 💌💌
May Ersa: Mksh, Kak. Senang Kak Tian merasa terhibur dgn ceritaku. Baca jg novelku yg lain ya, Kak. Boleh jg intip apk sebelah, N*velme, dan nikmati cerita terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" (dgn nama pena yg berbeda) 😊
total 1 replies
Sugiatini
kereennn...
May Ersa: Makasih, Kak. Baca jg novelku lainny ya... klo kk punya apk N*velMe, bisa baca karya terbaruku berjudul "Lelaki Penakluk Nona Muda" (dgn nama pena yg berbeda) 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!