Gwen adalah seorang model dan artis peran yang terkenal di jagad hiburan. Kehidupan yang gemerlap dunia keartisan dimilikinya, anak dari keluarga kaya raya, meskipun orang tuanya berpisah, namun dia tetap memiliki kehidupan yang bahagia sebagai seorang anak.
Memiliki tunangan seorang pengacara yang terkenal dan tampan.
Kehidupannya yang dimiliki seorang Gwen adalah impian hampir semua wanita.
Namun, semua berubah setelah kecelakaan maut membuatnya harus merelakan raganya dikuburkan. Jiwanya melayang ke dunia lain dan akhirnya masuk ke tubuh orang lain yang berbeda 180 derajat dari dirinya.
Mampukah Gwen menjalani semuanya? Bagaimana hubungannya dengan tunangannya? Konflik baru muncul dari tubuh yang menjadi tempatnya saat ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Pernikahan
Prosesi pernikahan Sekar berlangsung di sebuah gedung. Acara adat yang kental dengan budaya Yogyakarta mengiringi upacara pernikahan dari awal hingga akhir. Selesai acara waktunya jamuan makan diisi santai diisi dengan lagu lagu campursari dan modern.
Dewa mengajak kakaknya untuk duet di atas panggung. Awalnya Gwen tidak pede, namun naluri artisnya kembali berkobar untuk show up tampil di depan banyak orang. Dewa meyakinkan, jika Laura mempunyai suara yang merdu.
Gwen membuka ponselnya mencari lirik lagu Mencintaimu dari Krisdayanti, penyanyi favoritnya.
Dewa memetik gitar akustik memulai lagu, jantung Gwen berdegup kencang saat alunan gitar terdengar. Kemampuan menyanyi Gwen amat sangat buruk, ditambah suaranya yang cempreng, bahkan merusak suasana orang yang mendengarnya.
Gwen memberanikan diri mengeluarkan suaranya perlahan mengikuti petikan gitar Dewa. Ajaib..!! Suara yang keluar dari rongga mulut terdengar merdu, bukan cempreng seperti biasanya.
Gwen semakin percaya diri untuk melanjutkan menyanyinya. Suaranya menyanyikan lagu Mencintaimu mengiringi tamu tamu menikmati makan siang di acara. Selesai menyanyi, terdengar tepuk tangan dari para tamu untuk Gwen dan Dewa. Gwen tersenyum senang dan bangga. Ia sangat berterima kasih pada raga Laura yang memiliki talenta menyanyi.
Dewa menyodorkan lirik lagu Akad dari Payung Teduh, ya, ini lagu favorit Ben. Gwen sering mendengar lagu itu di radio. Lagu itu pula yang dipakai Ben untuk melamar Gwen saat menonton konser band indie. Ben secara khusus meminta pada Payung Teduh untuk menyanyikan untuk Gwen, karena ia akan melamar pujaan hatinya.
Ia ingat sekali di layar besar di panggung ada tulisan
MAUKAH KAMU MENIKAH DENGANKU, GWEN? I LOVE YOU...
Gwen, sangat terkejut, ia tak percaya Ben melamarnya di hadapan banyak orang, apalagi di acara konser seperti ini.
Ben berlutut di hadapannya, sambil menggenggam jemari Gwen, seraya menunjukkan kotak berisi cincin.
Para penonton berteriak "Terima.. terima..terima...!"
Gwen hanya mengangguk sambil menjawab " Ya." Lalu Ben memasang cincin itu di jari manis Gwen. Diiringi lagu Akad, dari Payung Teduh.
Semua penonton bertepuk tangan pada Ben dan Gwen, dan banyak yang mengabadikan momen tersebut kala itu. Ya itu setahun yang lalu.
Gwen mengakhiri lagu, diiringi riuh tepuk tangan orang orang di dalam gedung itu.
Senyum Ibu tersungging di bibir menyaksikan kedua anaknya menghibur para tamu.
Keluarga besar memuji penampilan Laura dan Dewa. Ternyata dulu mereka sering tampil saat ada acara-acara seperti itu, saat Bapak masih hidup.
Gwen baru sadar, jika besan Bulik Tiwi adalah Pak Tedja, salah satu orang kaya dari Surabaya yang memiliki hotel bintang lima dan beberapa mall di sana. Gwen pernah beberapa kali menjadi bintang tamu di mall tersebut. Sebagai Laura, ia pernah bekerja sama, karena usaha milik Bu Sisil salah satu tenant di mall itu.
"Loh, ini kan orang kepercayaan Bu Sisil ya?" Sapa Pak Tedja saat Ibu mengenalkan anak anaknya.
Gwen hanya tersenyum sambil mengangguk sopan sambil menyalami Pak Tedja dan istrinya.
"Kabarnya PT Persada tutup ya?" Tanya Pak Tedja.
"Akan tutup sementara Pak, nanti akan dirombak ulang konsep penjualannya, target market dan produknya." Gwen menerangkan.
"Semoga sampai ke Surabaya ya."
"Semoga Pak."
Hari itu di pesta pernikahan Sekar, Gwen menjadi bintang. Hampir semua keluarga besar menyapa dan mengobrol dengannya. Terkadang Gwen menjawil Dewa, karena tidak tau siapa yang mengajaknya mengobrol. Gwen mengikuti Dewa kemana mana, sampai Dewa ke toilet pun ditunggu oleh Gwen.
"Mbak, gimana aku bisa kenalan sama cewek, kalo diikuti gini?" Gerutu Dewa, membuat Gwen akhirnya menyingkirkan menjauh dari keramaian pesta, ia keluar gedung mencari udara segar.
Gwen memeriksa ponselnya, ada beberapa pesan masuk dari Winda, Lisa, dan Bu Sisil. Gwen memutuskan untuk menambah satu hari lagi cutinya dari yang dia minta. Gwen menghubungi Bu Sisil.
"Maaf Bu Sisil, apakah saya boleh menambah satu hari lagi cutinya. Jadi Lusa saya baru kembali. Saya tidak tahu, jika sepupu saya menikah." Ucap Gwen perlahan dengan sopan.
"Loh, anak siapa yang menikah? Anak Tiwi ya?"
"Iya, anak Bulik Tiwi."
"Wah, gimana ini, kok aku gak dikabari? Bilang sama Bulikmu ya, saya marah ga diundang!"
"Iya, nanti saya sampaikan ke Bulik."
"Oke, kamu boleh menikmati liburanmu. Kerjaan aman, tenang saja. Oya, kemarin Ben ke kantor mencarimu, katanya mau menyerahkan surat rumahmu."
"Oh, iya Bu. Terima kasih informasinya. Terima kasih untuk ijinnya. Selamat siang."
Gwen menutup telponnya, ia termenung dengan informasi dari Bu Sisil bahwa Ben mencarinya. Mengapa ia tidak mengubungi langsung, pikirnya.
Gwen berjalan menyusuri teras luar gedung, hingga ke area band pengiring yang masih setia mengiringi, meskipun para tamu undangan satu persatu telah pulang setelah selesai sesi salaman dan foto bersama.
Gwen memberanikan diri untuk uji nyali bernyanyi.
"Mas bisa iringi lagu ini gak?" Ia menyodorkan lagu Ini Love You 3000 dari Stephanie Poetri.
"Bisa Mbak, mau pakai gitar atau keyboard?" Tanyanya.
"Terserah Mas, yang bagus yang mana." Jawab Gwen sambil mengambil napas dalam-dalam. Seperti akting! Gwen menyemangati dirinya untuk memulai uji nyali.
Intro sudah dimainkan, Gwen bersiap siap sambil memegang ponsel membaca liriknya.
Baby, take my hand
I want you to be my husband
'Cause you're my Iron Man
And I love you 3000
Baby, take a chance
'Cause I want this to be something
Straight out of a Hollywood movie
I see you standing there
In your hulk outerwear
And all I can think
Is where is the ring
'Cause I know you wanna ask
Scared the moment will pass
I can see it in your eyes
Just take me by surprise
And all my friends they tell me they see
You're planning to get on one knee
But I want it to be out of the blue
So make sure I have no clue
When you ask
Baby, take my hand
I want you to be my husband
'Cause you're my Iron Man
And I love you 3000
Baby, take a chance
'Cause I want this to be something
Straight out of a Hollywood movie
Gwen seakan menikmati saat menyanyi, tak menyadari bahwa keluarga besarnya masih berada di sana menatapnya yang menyanyi.
Saat selesai bernyanyi, suara riuh tepuk tangan terdengar. Gwen membungkukkan badannya memberi hormat dan berterima kasih.
"Terima kasih Mas." Ucap Gwen pada Mas mas yang mengiringinya.
"Keren Mbakku ini!" Puji Dewa sambil merangkul pundak Gwen.
"Habis kamu ga mau aku ikuti sih!" Gwen pura pura kesal.
"Bu, masa Mbak Laura ngintili aku terus loh! Kapan aku bisa kenalan sama ceweknya ini!" Dewa mengadu pada Ibu.
"Emang kamu sudah dapat cewek?" Tanya Ibu meledeknya.
Dewa hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ibu dan Gwen tertawa melihatnya.
Ternyata dikejauhan keakraban keluarga Laura dilihat dengan pandangan tidak suka oleh sepasang mata.
Yg ga kenal Radit itu Gwen bukan Laura😜