NovelToon NovelToon
Retak Mimpi

Retak Mimpi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Balas Dendam / Obsesi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:526.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anissah

Bagaimana jika pasanganmu, merasa bahwa dirinya seperti korban dari lagu Joji Glimpse of Us?

"Mas, yang setia. Ingat mimpi kita, katanya ingin menua bersama?"

Sesederhana itu mimpi mereka. Namun, bisakah mereka mempertahankan hubungan mereka sampai mimpi itu tiba?

Memiliki enam orang anak, tidak menjamin membuat mereka menjadi orang tua yang baik. Lika-liku rumah tangga, bahkan perceraian sekalipun, mereka sudah alami dan akhirnya memutuskan untuk kembali. Nyatanya, semua itu tidak mampu mendewasakan diri mereka.

Tetapi ada satu nama, yang mengukir sejarah di hati Ananda Givan. Seorang wanita, yang kembali dengan kondisi yang begitu memprihatinkan. Ia disebut-sebut, sebagai perempuan yang paling dicintai Ananda Givan. Tapi, apakah benar demikian?

Hingga Canda Pagi Dinanti, istri yang setiap hari memanjatkan doa untuk keberhasilan suaminya, mempercayai tentang kabar burung yang mengatakan bahwa Ananda Givan masih begitu mencintai perempuan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RM34. Penginapan

"Ndhuk, ayo pulang ke Jawa."

Ibu Ummu begitu kecewa, saat anaknya yang berusia tiga puluh empat tahun tersebut malah menggeleng. Ia sayang pada anaknya, ia ingin Canda mengakhiri semua penderitaan ini dan memulai kehidupan baru.

"Ini belum ending, Bu." Canda melamun di ruko milik ibunya ini.

Ia tidak akan pergi jauh, sekalipun bebas dari izin Givan. Ia hanya pergi ke orang tuanya, kemudian ke beberapa orang terdekatnya saja.

"Givan gak hargai kamu, Ndhuk. Kalau dia sayang kamu, dia gak bertingkah begini."

Pikir Canda pun sama, tapi ia yakin ada alasan terbesar yang membuat kejadian yang menghancurkan rumah tangganya seperti ini. Ia tidak yakin suaminya jujur, ia pun tidak yakin bahwa yang dikandung Ai adalah anak suaminya. Ia penuh dengan keragu-raguan dan kebimbangan.

"Kita tak akan pulang ke Jawa, Bu. Kalau memang kita harus pergi, ya kita cari kehidupan baru." Canda teringat akan permintaan bibinya yang memaksanya menikah dengan pelaku pemerkosaannya. Membuatnya terbelenggu dengan laki-laki berego besar dan merasa selalu benar itu.

"Berapa lama, Ndhuk? Kamu harus kasih waktu."

Canda belum memikirkan hal ini. Ia pun akhirnya berpikir untuk memberikan suaminya batas waktu. Namun, bagaimana jika akhirnya ia harus bertahan dengan partner orang tua saja? Apa ia akan bahagia menghabiskan sisa hidupnya? Canda kini memikirkan hal-hal yang bisa membahagiakannya.

"Nanti aku pikirkan lagi, Bu." Canda tidak merasa nyaman berada di dekat ibunya, karena ia merasa ditekan dan di-support untuk pergi.

Bukan ia tak mau pergi, hanya saja ia tidak ingin gegabah lagi. Sudah cukup dua kali, ia meninggalkan masalahnya yang belum selesai. Hal itu akan berbuntut panjang dan menguras emosinya.

"Canda...," seru seseorang dengan begitu lepas.

Canda langsung tertuju seorang laki-laki yang baru turun dari mobil yang terparkir di depan Riyana Studio, ia melambaikan tangannya pada Canda agar Canda melihatnya.

"Kenapa, Bang?" Canda bangkit dari duduknya di teras ruko galon tersebut.

"Ikut dulu sini." Ken membukakan salah satu pintu mobilnya, untuk mengajak Canda pergi.

"Ke mana?" Canda melangkah meninggalkan ruko galon tersebut, dengan kebingungan ibunda Canda yang melihat anaknya hendak pergi tanpa pamit.

"Mau ke mana, Ndhuk?" tanya ibu Ummu cepat.

Canda menoleh ke arah ibunya. Ia mengedikan bahunya dan berucap, "Tak tau, Bu. Nanti aku telpon, kalau aku pergi agak jauh."

Ibu Ummu mengangguk, ia membiarkan anaknya pergi dengan laki-laki yang ia kenal tersebut. Sosok Kenandra, dikenal baik dan membawa hal positif untuk yang mengenalnya.

"Mau ke mana, Bang?" Canda duduk di sebelah Kenandra yang mengemudi.

"Kau tak apa kah pergi tanpa izin ke Givan? Nanti dia nyariin." Kenandra belum menyalakan mesin kendaraannya.

"Tak apa, aku udah tak serumah lagi. Ini kita mau ke mana?" Canda sebenarnya memiliki ketakutan tersendiri jika pergi dengan laki-laki lain, apalagi bukan anggota iparnya. Ditambah lagi, jejak Kenandra yang pernah membuat khilaf salah satu iparnya. Sampai akhirnya status ipar tersebut dicabut di pengadilan agama, cek ceritanya dalam novel Istri Sambung.

"Lah?" Kenandra terkejut dengan mulut terbuka. Ia tidak berkedip beberapa saat, sampai akhirnya diingatkan kembali dengan tujuannya pergi membawa Canda.

"Ke basecamp rahasia dong. Ada anggota keluarga baru, kau pasti belum tau." Kendaraan keluarga tersebut mulai berjalan perlahan.

"Ai ya?" Canda yakin Ai sudah menarik simpati banyak keluarga besar karena kondisinya.

"Kok Ai sih?"

Canda yang kini membuka mulutnya bodoh, karena mobil tersebut hanya memutari rumah mertuanya saja. Mobil tersebut berhenti di penginapan milik mertuanya, yang berada di belakang rumah mertuanya. Tentunya disekat dengan tembok beton yang menjulang tinggi.

"Aduh, Bang Ken. Kau buat perut aku kram aja. Kau cuma bawa aku naik mobil sebentar betul, tau begini jalan kaki aja." Canda menggerutu hebat.

Kenandra tertawa lepas, kemudian ia turun dan membukakan pintu untuk Canda. Canda mengedarkan pandangannya, sebelum akhirnya dituntun untuk masuk ke salah satu kamar paling mewah di situ.

Canda bingung, melihat anak kecil yang berjalan merambat dengan berpegangan pada daun pintu. Bayi laki-laki berusia sembilan bulan tersebut bergerak cepat, ia tergesa-gesa saat ada orang asing yang datang ke arahnya.

"Ada apa, Lang?"

Canda mengenali laki-laki yang memeluk cepat anak laki-laki tersebut. Tawa Canda terdengar, dengan menunjuk Gavin.

"Ngapain di sini?" sapa Canda pada Gavin.

Canda tidak tahu, bahwa kekasih hati Gavin dan anaknya berada di kampung ini. Canda tidak tahu apa-apa, tentang kabar dari luar.

"Ngerumpi dong. Sini masuk, Kak. Kita ngerujak." Gavin membuat pintu kamar itu cukup lebar.

Canda mengangguk dan melepaskan sandalnya. Ia kembali dikejutkan dengan seorang perempuan yang tengah mengikat rambutnya tersebut, Canda merasa asing dengan rupa itu.

"Aduh, buru-buru ikat rambut. Abis kelonan ya rupanya?" Kenandra berada di belakang Canda.

"Siapa itu, Vin?" Canda duduk di dekat pintu.

"Dek, kenalin nih Kakak Ipar." Gavin menoleh ke arah wanitanya, kemudian menunjuk Canda.

Ajeng tersenyum manis, dengan menutupi rambutnya asal. Ia tidak sempat mengenakan hijabnya dengan rapi, ia langsung berkenalan dengan Canda.

"Ajeng, Kak. Dengan Kakak siapa?" Ajeng menjabat tangan Canda.

"Canda. Kau siapa?" Canda benar-benar tidak tahu, dengan perempuan yang selalu diundur untuk dikenalkan pada orang tua Gavin tersebut.

"Namanya Canda, Kak? Aku ibunya anak laki-laki ini." Ajeng mengusap kepala Elang. Ia takut terlalu percaya diri, jika mengaku bahwa dirinya adalah wanita dari Teuku Gavin.

Canda mengangguk beberapa kali. "Ya, Canda Pagi Dinanti. Memang siapa anak ini?" Canda kebingungan, lantaran tidak mendapat jawaban tentang siapa perempuan ini untuk Gavin.

"Wow, unik sekali namanya." Ajeng menangkupkan kedua telapak tangannya sendiri dengan tersenyum lebar. Baru kali ini ia mendengar nama seunik itu.

Canda membalas hanya dengan senyuman saja. "Adik aku pun namanya unik, Ceria Sekalane Waktu." Canda menyebutkan nama perempuan yang sudah dikenalkan lebih dulu pada Ajeng tersebut.

"Itu kan?" Ajeng menunjuk tempat tidur dengan ranjang besi mewah tersebut.

"Loh?" Canda terkejut melihat adiknya pulas dengan posisi tengkurap dan mulut yang terbuka. Ria tengah membuat pulau bersejarah di salah satu bantal tersebut.

"Iya betul, Kak Canda kakaknya Ria. Mereka adik kakak, Dek. Kak Canda ini istrinya abang sulung aku, bang Givan itu loh. Yang semalam Abang kenalin," terang Gavin, dengan membantu anak sambungnya untuk meraih tembok.

Elang belum bisa berjalan tanpa berpegangan pada suatu benda.

"Mas Givan ada ke sini?" Canda merasa suaminya tidak meninggalkannya setelah dirinya pulang dari rumah sakit.

"Ada, ke kamar yang di sudut sana." Ajeng menunjuk kamar yang letaknya paling sudut. Kamar itu terlihat dari tempatnya menginap ini.

"Heh!" Gavin menyikut lengan wanitanya

Canda memutar lehernya ke arah yang ditunjuk oleh Ajeng. "Memang itu kamar siapa? Mas Givan tak ada pamit pergi semalam," tanyanya mengarah pada Ajeng dan Gavin.

Mereka saling melempar pandangan.

Kenandra yang duduk di ambang pintu, menjadi merasa bersalah dan takut sendiri karena menggiring Canda ke tempat ini. Tujuan awalnya ingin mengenalkan wanita dari adik iparnya itu pada Canda, sekaligus mengobrol dan makan cemilan bersama. Karena ia membeli beberapa manisan buah, saat ia pulang dari berpergian tadi. Bukan malah ingin membuat Canda shock kembali, karena kemungkinan Canda bertemu dengan biang masalahnya itu sangat besar.

...****************...

1
Hi Dayah
kangen canda jadi kesini baca lagi🥰
falea sezi
aib ma perempuan lain di ceritain ke istri najis bgt tau
falea sezi
pernah ada yg telfon g ada nomernya suara nya jg kek aneh
Lismardiana
ngk malu si ainya
Yunia Spm
kayaknya yg lebay mbak nisa deh ini
Yunia Spm
karakter nya ai bikin gemes banget
Yunia Spm
eng ING eng.... konflik di mulai 😁
Red Velvet
yang penasaran langsung aja baca jgn lupa subscribe
Rosita💖
Merujuk dari cerita sebelumnya aku mulai suka dengan pengokohan karakter Canda yang tegas dan lugas...

Pokoknya suka banget deh sama ceritanya...
Siti Latifah
keren
Ai Oncom
bagus banget ceritanya..
Mafa
ih modusnya yayah givan , beraksi dibalik alasan cemburu😂
Febrians
iq canda jongkok betul wkwkwkwk
Novalia Fatmawati
sehat sll kak Annisah, karyamu sll dinanti dan dihati 🤗
IG : anissah_31: terima kasih kak 🥰 bantu dukung subscribe favorit
total 1 replies
Red Velvet
Yayah harus bisa membimbing anak2nya, karena disini papah Adi dan mamah Dinda udh gak ada. 🥺
Edelweiss🍀
gak akan pernah bosan sama karya2 kak Nissah😘
chaia
makasih kak Nisa...sehat selalu😍
Komsatun Komsatun
terima kasih buat kak nisa atas cerita yang banyak hikmahnya ini.....
Yuli Amoorea Mega
Alhamdulillah ya mujabiddu....
mudah"an kak nissa ku di tangtayunan ku gusti Allah sehat" selalu biar lanjut cerita"nya...hatur nuhun author....
IG : anissah_31: terima kasih kembali kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Nirwana Fabil
gk papa tamat d cerita retak mimpi..
aku tunggu d cerita seanjutnya....
sehat" selalu kak nissa🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!