Sanaya Angelina Franca harus terpaksa menikah dengan David Jonathan menggantikan kakanya yang mati karena sebuah kecelakaan.
Padahal Sanaya sudah memiliki seorang kekasih yang sangat Sanaya cintai tapi demi nama baik keluarganya ia terpaksa menerima pernikahan ini.
Derita dan perkelahian datang melanda sili berganti dalam rumah tangga David dan Sanaya karena David belum menerima Sanaya sebagai istrinya pasalnya David masih mencintai Anaya saudara kembar Sanaya.
" Apa kamu pikir hanya kamu yang tersiksa di sini Tuan David, lihat lah saya, hati saya masa depan saya banyak yang saya korbankan demi keluarga saya dan kamu pikir hanya kamu yang tersiksa, " ucap Sanaya lantang dengan tatapan marah pada David.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34" Canada"
William sudah berada di pasar gelap atau mungkin bisa di bilang serang mafia Yang begitu terkenal. Bosnya dulu sangat berteman baik saat bersama David. Namun, sejak ia masuk ke dalam dunia gelap mafia, lelaki itu sangat jarang berkomunikasi kembali atau mungkin tidak pernah mengubungi David.
William duduk menatap seseorang lelaki yang tak lain teman lama mereka saat di kampus bersama Reno dan David. Namanya Derik seorang Bos mafia yang sangat di takuti. Banyak tangan meminta pertolongan padanya tentu dengan jumlah uang yang tak main-main jika meminta bantuan dari seorang mafia.
Derik menarik sudut bibirnya menatap William yang sejak tadi menatapnya dengan wajah yang begitu tumpul. Sungguh seorang William yang tak berubah sejak dulu saat terakhir mereka bertemu.
"Wah William! Apa yang membuat mu kemari untuk menemui ku?," Tanya Derik sambil memegangi gelas minuman di tangannya.
Lelaki itu bersilang kaki menatap angkuh William, sepertinya sejak Derik masuk ke dalam dunia mafia sifatnya sedikit berubahd dari sikap sebelumnya.
"Apa kau tidak ingin menyapa ku dulu Derik?, Sudah sangat lama kita tidak mengobrol seperti ini dengan mu," balas William menatap ke arah Derik.
"Aku tau apa tujuan mu ke sini William! Kau harus membayar mahal jika menginginkan informasi penting dariku," Derik mengangkat sudut bibirnya membentuk senyum sambil menaruh gelas di meja sampingnya lelaki itu duduk.
William mengeluarkan sebuah foto yang tidak lain adalah Sanaya. Derik memandang dari jarak jauh foto itu. Wanita yang tidak begitu asing baginya.
"Bukankah ini temannya Citra,"batin Derik.
"Apa kau bisa mencari wanita ini untuk David!" Ujar William.
Derik melirik ke arah William, mengambil foto Sanaya. Derik mengerutkan keningnya melihat detail foto Sanaya seakan lelaki itu tidak mengenal Sanaya sama sekali.
Namun, kenyataannya Derik lah yang menyembunyikan Sanaya atas permintaan Citra adik kesayangannya. Entah harus bagaimana saat ini, Derik sangat tau William sangat jeli dalam melihat tingkah laku jika Derik berbohong.
Derik harus bersikap senatural mungkin jika berhadapan dengan William.
"David!, Apa hubungannya David dengan wanita ini?," Tanya Derik, seakan lelaki itu tidak mengetahui apapun.
"Wanita itu istri David!, Kami sudah mencarinya sampai ke penjuru negara tapi tidak menemukannya!" Terang William.
"Istri, kenapa dia harus meninggalkan David?," Tanya Derik mengerutkan keningnya melirik ke arah William.
"Itu sangat panjang jika aku bercerita untuk saat ini! Aku mewakili David meminta mu untuk mencari wanita yang ada dalam foto itu, dan sepertinya itu bukan masalah yang sulit untuk mu kan?," Ucap William menyandarkan tubuhnya di sofa menatap Derik dengan begitu intens.
Sepertinya insting lelaki itu mulai curigai kepada Derik. Namun, Derik berusaha bersikap santai agar William tidak menyudutkan dirinya.
"Padahal David memiliki banyak uang dan team pelacak terbaik, kenapa mencari istrinya harus meminta bantuan ku?," Tanya Derik menarik satu alisnya ke atas.
"Aku tidak ingin berbasa-basi lagi dengan mu Derik! Aku akan membayar mahal jika kamu mendapatkan keberadaan istri David," William mengambil sebuah kertas dari dalam jas nya, bertuliskan nominal jumlah uang yang akan di berikan kepada Derik jika bisa menemukan Sanaya.
Derik melihat angka nol yang begitu banyak di belakang membuat lelaki itu tersenyum menyinggung, menatap kembali ke arah William dan menyerahkan kertas itu kembali kepada William.
"Maafkan aku William! Sepertinya aku tidak bisa membantu mu," ujar Derik menolak permintaan William. Lelaki itu tidak ingin memberitahukan kepada William keberadaan Sanaya, jika dia melakukannya entah apa yang akan Citra lakukan kepada sang Kaka.
"Sejak tadi aku memerhatikan mu, sepertinya kau mengetahui sesuatu hal Derik! Apa kau mengenal istri David?," Tanya William serius. Wajah tegasnya dan rahangnya mulai mengeras menatap wajah Derik.
Derik tertawa kecil memegang pelipisnya. Yah sangat susah jika harus berbohong kepada William. Pengamatannya yang begitu tajam bak elang tidak bisa di bohongi oleh siapapun.
"Untuk saat ini aku tidak bisa memberitahukan mu William! Tetapi aku akan memberikan satu kata kunci dan kalian bisa mencari istri David di sana!" Derik beranjak dari duduknya berjalan ke arah William dan membisikkan sesuatu di telinga lelaki itu
William melirik ke arah Derik dan hanya anggukan kepala yang William dapatkan dari Sabahat lamanya itu.
"Semoga kalian berhasil! Dan berikan salam ku pada David, aku sudah lama tidak menyapanya," ucap Derik.
"Baiklah akan ku sampaikan! Terimakasih untuk informasinya Derik!," Balas William.
Lelaki itu segera beranjak dan langsung pergi meninggalkan ruangan dan Derik sendiri. Derik terduduk lemas di sofa meraih ponsel yang tak jauh dari jangkauan.
Trrut....trut...trut...
"Hallo Citra! Sebaiknya kalian berpindah lah ke Canada hari ini! Kaka akan membelikan tiket untuk kalian! ... 📞📞.." ujar Derik.
.........
"Kaka akan menjelaskannya nanti! Ikuti arahan Kaka, aku tidak ingin kau kecewa pada Kaka! Ok ....📞📞".
Tit...tit..
Derik memutuskan sambungan telfonnya, lalu beranjak dari sofa berjalan'ke arah jendela melihat William sudah berlalu pergi meninggalkan halaman rumahnya saat ini.
"Maafkan aku William! Tapi adikku lebih berharga dari segalanya," gumam Derik.
*****
Di Paris Sanaya bersama Citra dan Aruna merapikan pakaian mereka di dalam koper. Awalnya Sanaya masih bingung menatap Citra menyuruhnya untuk berkemas. Hingga, Citra menceritakan semuanya kepada Sanaya.
Sambil merapikan pakaiannya, wanita itu melihat lukisan wajah David, sungguh rindu yang begitu membelenggu di dada Sanaya. Ingin rasanya Sanaya pulang dan memeluk David. Namun, senja itu cuma hayalan Sanaya.
"Apa kau sedang mencari ku saat ini? Seperti apa yang di katakan Citra padaku! Kenapa kau mencari ku?, Apa sungguh kau sudah mencintai ku kak David atau kau mencari ku karena rasa tanggung jawab mu kepadaku?," Ujar Sanaya menatap lukisan sang pemilik hatinya.
Sanaya menetaskan air mata mengusap perutnya yang kini sudah mulai membuncit kedepan.
"Sayang, apa boleh Mommy merindukan ayah mu?. Mommy sangat merindukannya sayang hiks...hiks..!," Ucap Sanaya.
Citra dan Aruna melihat Sanaya di ambang pintu kamar wanita itu. Mereka berdua ikut meneteskan air matanya jika melihat kepedihan Sanaya. Namun, saat bersamaan seseorang dari arah belakang memegi bahu Aruna dan Citra membuat kedua wanita itu tersentak kaget dan berbalik ke arah belakang.
"Kak Darrell," Citra dan Aruna menatap Darrell begitu kaget.
"Ada apa dengan kalian, aku memanggil tapi tidak ada yang menyahut!," Terang Darrell, namun saat bersamaan ekor mata Darrell mengarah ke dalam kamar Sanaya yang sudah rapi dengan tumpukan koper.
Darrell menatap Citra dan Aruna meminta penjelasan dari kedua wanita itu.
"Kami akan pindah ke Canada, David sudah mengetahui keberadaan Sanaya!" Jelas Citra.
Darrell yang mengerti dengan masalah Sanaya hanya mengangguk kepalanya. Lelaki itu berjalan masuk ke dalam kamar Sanaya, memeluk erat tubuh Sanaya dari arah belakang.
Sanaya yang mendapatkan pelukan dari Darrell sontak kaget. Reflek tubuh Sanaya menolak pelukan Darrell.
"Kak Darrell!,"....
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
❤️ Favorit
🎟️vote
🥀,☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
catatan:
maafkan author baru up 🤧🤧🤧
terimakasih yang sudah mau menunggu eps Istri Pengganti CEO 🥰🥰🥰 love untuk kalian semua 🥰🥰🥰
lanjut kak🙏