merupakan gadis cantik dan baik hati namun semuanya berubah ketika terjadi pembantaian terhadap keluarganya siapakah dia
ikuti alur ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anti Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Albert menunggu
Selama di dalam mobil Mita memikirkan keadaan adiknya Reza"kamu cepat sembuh yah setelah kamu sembuh kakak akan membawa kamu dan Iki pergi dari sini hanya karena kalian berdua kakak masih sanggup hidup di dunia ini"membatin.
"Mita kita sudah sampaikan"ucap wiliem.
Seolah terkejut dengan ucapan wiliem Mita langsung bertanya"sejak kapan sampai nya"
"Ih kak Mita aneh kan kita baru sampai kok kayak orang kebingungan sih kak?"tanya Iki heran.
"Iya kita baru sampai sepertinya kamu banayk pikiran?"bertanya kepada Mita.
"Ah nggak kok kak yaudah Mita masuk dulu ya da Iki"kemudian mencium kening Iki.
"Kamu dengan kak wiliem jangan nakal-nakal ya dan jangan ngerepotin paham!"ucap Mita memberi tahu Iki.
"Iya kak Iki paham da"ucap Iki kemudian mobil wiliem segera menghilang dari mansion itu.
Saat Mita membuka pintunya terlihat lah Albert yang sedang duduk di sofa sambil memandang ke arah Mita yang baru datang.
"Ah kakek mengagetkan ku saja, oo iya kenapa kakek di sini?"tanya Mita.
"Maaf mengagetkan mu kakek hanya menunggu mu saja dan ya bagaimana mana kabar adikmu?"menanyakan keadaan Reza.
"Kakek tidak perlu meminta maaf apalagi menunggu Mita, keadaan adik mita sudah ada kemajuan"menjelaskan kepada Albert.
"Dan ya apa kakek sudah makan?"tanya Mita.
"Belum saya sedang tidak selera untuk makan"ujar Albert.
"Ayo kita makan,Mita masakan ya soalnya nggak baik kalau nggak makan malam"sambil tersenyum.
"Seterah kamu saja jika tidak merepotkan"memandang ke arah Mita.
" Tidak merepotkan justru Mita senang jika memasak ,ya sudah ayo"ajak Mita kepada Albert kemudian mereka berdua menuju ke ruang dapur dia sana masih terdapa para maid.
"Nona,tuan ada yang bisa saya bantu?"tanya maid.
"Tidak perlu kalian istirahat lah biarkan dia yang memasak kan untuk ku"ucap Albert.
"Tapi tu-"ucap maid dengan ragu.
"Tidak apa-apa istirahatlah lagian ini sudah malam kalian boleh pergi ke kamar masing-masing!"perintah Albert tidak ingin di bantah
"Baik tuan terimakasih"setelah mengatakan itu para maid segera pergi tinggal lah Mita dan Albert di dapur.
"Kakek tidak mau menunggu di meja makan?"tanya Mita.
"Tidak perlu saya ingin makan di meja makan ini saja"ucap Albert.
"Baiklah Mita masak dulu ya"memberitahu kan kepada Albert.
"Ya masak saja tidak usah sungkan kepada ku"ucap Albert.
Setelah Albert mengatakan itu Mita mulai memasak, memotong bahan-bahan yang akan di masak dengan lincah sehingga dari tadi Albert memandang nya pun ia tidak sadar karena keasikan memasak.
"Saya harap kamu bisa mengubah nya"sambil tersenyum ke arah Mita.
Setelah beberapa menit bertempur di dapur akhirnya Mita pun selesai memasak dengan segera ia menaruh makanan yang di buatnya, ke meja makan minimalis yang ada di dapur tersebut.
"Wah wangi sekali masakan mu"puji Albert.
"Tidak usah terlalu memuji kek ini hanya masakan sederhana"jawab Mita.
"Baiklah ayo makan"ucap Albert.
"Iya,sini biar Mita ambilkan"dengan tersenyum.
Mita mengambilkan Albert nasi dan lauk pauknya.
"Ini makanannya" memberikan kepada Albert.
"terimakasih"setelah itu mereka makan dengan hikmat tanpa mengucapkan sepatah kata pun karena memang itu adalah aturan yang sangat penting sehingga yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu.
Setalah selesai makan Mita membersihkan meja makan dan mencuci piringnya dan piring Albert.
Saat sudah menyelesaikan semua tugasnya Mita meminta izin kepada Albert untuk menuju ke kamarnya.
"Kek Mita duluan ke kamar ya"meminta izin.
"Tunggu sebentar ada yang ingin saya tanyakan"
"Iya silahkan sebisa mungkin Mita akan menjawab"ucap Mita.
"Apa kamu tidur di kamar Angga?"tanya Albert.
"Iya kek,jika kakek keberatan Mita akan pindah kek kamar kosong untuk maid"ucap Mita dengan sopan.
"Tidak! saya hanya bertanya ,ya sudah kalau begitu silahkan".
"Iya kek Mita duluan,kakek jangan lupa untuk tidur juga karna hari sudah malam"memberitahu Albert.
"Iya"setelah Albert menjawab Mita segera pergi meninggalkan nya menuju ke kamar Angga.
"Aneh tidak biasanya Angga mau tidur dengan sembarang orang,semoga semua ini belum terlambat jadi aku bisa menyelamatkan nya dari dendam yang mendalam ini"ucap Albert dalam hati.
Kamar Angga
Saat Mita membuka pintu kamar terlihat lah kamar yang masih gelap gulita seperti tidak ada orang di dalamanya.
"Aneh kenapa kamar ini gelap"ucap Mita.
setalah itu Mita segera menghidupkan lampu kamarnya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena hari ini baginya cukup melelahkan.
Setalah beberapa menit dengan ritual mandinya,Mita segera keluar dengan menggunakan handuk kecil karena sudah terbiasa jadi ia tidak mempermasalahkan nya.
Dengan segera ia mengambil piyama berwarna biru muda setelah itu ia mengeringkan rambutnya dan memakai skincare dari mulai krim malam hingga hembodi agar ketika bangun pagi, wajah dan tubuhnya masih fresh dan tidak terlalu berantakan.
Setalah selesai dengan semua ritualnya Mita menuju tempat tidur yang berukuran king size dan merebahkan dirinya. Kemudian ia sadar akan sesuatu.
"Keman tuan?"bertanya dalam hati.
"Apa mungkin dari mengantarkan ku pulang hingga saat ini ia belum juga pulang ke mansion,aneh tidak biasanya"ucap Mita kepada dirinya sendiri.
"Ah lagi pula aku kan baru mengenalnya mungkin dia sudah sering tidak pulang lagiankan mungkin dia banyak pekerjaan lebih baik aku tidur"ucap Mita dalam hati kemudian segera tidur.
Tidak terasa bulan berganti dengan matahari bergitu cepatnya di mana semua aktivitas akan dimulai dari awal lagi.
klo bisi jngan dkit thor
sory thor di tunggu up nya lgi
di tunggu up thor