NovelToon NovelToon
Cinta Dua Batas

Cinta Dua Batas

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: Linda sagita

Kejadian malam itu, sungguh mimpi buruk bagi Ais. Bagaimana tidak, ia terpaksa menerima tawaran untuk dinikahi secara siri oleh laki-laki beristri.

Pernikahan itu tak lebih hanya sebatas pertanggung jawaban atas kesalahan satu malam.

Hal yang lebih menyakitkan selama pernikahan ia di batasi dengan SURAT PERJANJIAN.

Perlakuan yang selalu menyakitkan dirinya, membuat Ais bangkit dari keterpurukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. I Love you

"Tok...tokkk....." suara pintu diketuk disaat acara perkenalan itu berlangsung. Sofia dan semua yang ada ditempat itu menoleh ke arah pintu. Ada laki-laki gagah nan ganteng berdiri di sana, siapa lagi kalau bukan "HAFIZ".

"Abang?" Suara Ais pelan, matanya membulat sempurna, detak jantung pun semakin tak beraturan.

Terlebih saat tatapan elang Hafiz bertubrukan dengan pandangan Ais.

"Sayang.....!" suara manja Sofia menyadarkan keduanya. Sofia tersenyum bahagia, hatinya semakin berbunga-bunga, tak menyangka Hafiz akan sebucin itu padanya.

Panggilan itu menarik Hafiz kedunia kesadaran, ia palingkan pandangan pada Sofia, padahal niat awal ingin menemui istri sirinya, ternyata ada Sofia disana.

Ais membuang pandangan, Sofia mendekat ke arah Hafiz yang masih mematung diambang pintu, bersikap kaku, terasa maling yang tertangkap tangan.

Sofia merangkul mesra lengan Hafiz, dan mengajaknya masuk ke dalam kelas, tanpa di duga ia kembali bersuara.

"Dia adalah laki-laki yang selalu mengisi ruang hati ini tanpa sisa. Menjadi cahaya di kala gelap datang menyapa. Dia adalah duniaku, tak ada aku tanpa dia. Dia adalah cinta dunia akhiratku, kemarin, hari ini dan sampai nanti cinta kami akan abadi" tatapan penuh cinta tak lepas dari keduanya, saling mendamba, seakan raga ikut bicara, bahwa cinta mereka tak ada duanya. Satu untuk selamanya.

"I love you" kata ampuh dari Hafiz untuk wanitanya.

Gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan, saat Hafiz mengakhiri dengan mengecup mesra kening Sofia, dan setelahnya ia memberikan setangkai bunga mawar putih untuk Sofia. Sejatinya bunga itu milik Ais. Aislah yang menyukai mawar putih, dan itu Hafiz beli khusus untuk Ais, namun irama tak sesuai nada, takdir bekerja diluar nalar manusia. Hafiz tak berdaya, mau tak mau bunga itu ia berikan pada Sofia.

Semua yang ada dikelas dibuat baper oleh pertunjukan mereka berdua, tapi tidak dengan Ais, tubuhnya bergetar hebat, dadanya kembali terasa di ikat sekuat-kuatnya, sesak.......

Sedikit saja Ais berkedip dapat dipastikan, buliran bening itu akan lolos menganak sungai.

Nia juga sama baper dengan yang lainnya, ia hampir tak percaya, ternyata dosen cantiknya ini milik si ganteng tuan Hafiz majikan Ais.

"Ais, kok kamu nggak cerita sih, kalau dosen kita itu istrinya majikanmu" Nia berkata tanpa melihat kearah lawan bicaranya, karena saat ini matanya setia menikmati adegan romantis di depan sana. Dengan kedua tangan menyanggah dagunya.

Jangankan untuk menjawab pertanyaan Nia, menelan liur saja rasanya Ais tak bisa.

"Astagfirullah..... astagfirullah...... astagfirullah..." Ais tertunduk, beristighfar mencari kekuatan yang sedang hilang. Air mata yang mati-matian ia bendung akhirnya jatuh juga. Secepatnya ia hapus air mata itu, agar tak ada orang yang tau, dan beruntungnya semua tatapan lagi terfokus kedepan, jadi tak ada yang memindai dirinya.

Suasana romantis itu seketika terhenti, saat lagi-lagi pintu diketuk.

Tok...tok....tok....

Hafiz dan Sofia melepas pelukan, mata mereka yang ada disana kembali tertuju kearah kepintu. Kali ini benar-benar luar biasa, ada pangeran tampan berdiri di sana, senyum manis tak lepas dari wajah gantengnya. Ia berdiri bersama satu dosen wanita yang sudah agak berumur yang tak lain bertugas sebagai pendamping pertukaran pelajar nantinya.

"Kak Reza!" Semua mahasiswi wanita berteriak histeris mengumandangkan nama Reza. Mereka sudah mengenal Reza, saat Reza diundang sebagai motivator tiga bulan lalu. Nia sampai harus menutup mulut dengan dua telapak tangan saking terkejutnya melihat kehadiran laki-laki yang ia idolakan.

Begitu melangkah kedalam kelas, sorot Mata Hafiz dan Reza saling bertabrakan, ada sesuatu yang tak bisa digambarkan, yang pasti dari tatapan keduanya membiaskan ketidak sukaan.

Reza berusaha menahan diri, bersikap profesional dengan lawannya. Tidak dengan Hafiz, ia membuang muka saat Reza melempar senyum ke arahnya.

"Dasar laki-laki sombong, tunggu...., kenapa ia bisa ada dikelas ini? Apa dia ada hubungan sama Miss Sofi?" ucap Reza dalam hati.

Reza tak mau larut dalam tanda tanya, satu per satu ia pindai wajah mahasiswa, untuk mencari sosok wanita pujaannya, dan akhirnya.....ia menemukannya.

Kali ini, Hafiz yang dibuat kebakaran jenggot, melihat Reza ada di sana, bagaimana tidak, tatapan Reza begitu lembut saat sorotnya menangkap sosok Ais.

"Mau apa lagi dia?" suara hati Hafiz. Sikapnya berubah siaga, ia yakin laki-laki itu pasti sedang tebar pesona pada Ais.

"Silakan!" Sofia memberi ruang pada kedua orang yang ia yakini pasti akan menyampaikan masalah pertukaran pelajar. Hafiz memilih menggeser posisinya ke samping meja.

"Assalamualaikum....." dosen wanita.

"Walaikumsalam....." jawab semua mahasiswa termasuk Ais yang baru tersadar ada Reza di sana. Bukankah tadi katanya Reza akan pergi ke salah satu restoran miliknya, tapi kenapa laki-laki itu sekarang berdiri disini? apa dia jenis yang bisa berteleportasi?

Reza tersenyum ke arah Ais, begitupun sebaliknya.

Darah Hafiz terasa mengalir bebas dari kepala jatuh ke kaki, dan secepatnya naik kekepala lagi, melihat dua pasang mata yang terlihat saling menggoda.

"Dasar wanita tak tau diri" lagi-lagi, kata itu yang Hafiz umpatkan untuk Ais, saat hatinya kembali dilanda gelombang cemburu.

"Buk Sofi, saya ijin mengganggu waktunya sebentar ya?"

"Silakan buk!" jawab Sofia ramah mempersilakan untuk menyampaikan informasi ke pada mahasiswa.

"Seperti yang sudah diumumkan, hari ini adalah pendataan terakhir bagi mahasiswa yang akan mengikuti pertukaran pelajar ke Indonesia, jadi bagi yang ingin mengikuti program ini Pak Reza, selaku koordinator lapangan akan mencatat nama-nama kalian. Nah setelah nama kalian terdata, tidak langsung bisa lolos ya, akan ada beberapa seleksi lagi, sehingga kandidat yang terpilih bisa mewakili kampus kita dan diharapkan dapat membawa nama baik kampus ini, dosen itu mengakhiri paparannya.

"Pertukaran pelajar ke Indonesia? Apa Ais juga ingin ikut? suara hati Hafiz. Tatapannya langsung tertuju pada Ais, ia sangat tak rela bila Ais ikut kegiatan ini, terlebih yang menjadi koordinator lapangan adalah Reza.

"Baiklah, bagi yang ingin mengikuti program ini, boleh angkat tangan, dan sebutkan namanya!" suara maskulin Reza terdengar menginstruksi. Lagi-lagi senyum manisnya terkembang dari bibir merah yang tak pernah tersentuh nikotin.

Sebagian dari mahasiswa sudah mendaftarkan diri sebagai peserta, termasuk Nia dan Rian di dalamnya.

"Apa masih ada yang lain?" Reza berharap Ais juga bisa ikut kegiatan ini, tatapannya memindai Ais yang terlihat gelisah, sekali-kali ia menangkap tatapan Ais pada Hafiz. Reza tau, ini pasti berkaitan dengan ijin yang belum Ais dapatkan dari Hafiz. Reza yakin, Hafiz tak mengijinkan Ais ikut kegiatan itu.

"Ais, ayo...lah!" Nia merasa kecewa, sahabatnya itu tak kunjung menyebutkan namanya.

Dengan sedikit rasa kecewa Reza kembali berbicara " Baiklah...., jika tidak ada lagi ...."

"Tunggu..! saya juga ikut" ucap Ais dengan tatapan tak lepas dari Hafiz.

"Sayang?" Sofia ingin meminta pendapat Hafiz, siapa yang memberi ijin pada pembantunya itu. Tapi tak mungkin rasanya ia menanyakan itu disaat sekarang ini, jadi Sofia memilih tak melanjutkan.

Sorot mata Hafiz menajam, bertolak belakang dengan Reza yang mengembangkan senyum menandakan kemenangan berada dipihaknya.

Bersambung....

1
Maizaton Othman
hek elehhh,hello kitty la sgt ye hafiz...
Maizaton Othman
Yesss..jangan sesekali tertipu dgn kata2 lelaki itu ice..
Maizaton Othman
aduhh hafiz..malu lah akak ni,orang Malaysia perangai spt awak..
Maizaton Othman
Sarawak...ku kira semenanjung,..tapi yelah,Malaysia jugak..cuma mungkin bhsa agak berbeza,tak pasti...
Maizaton Othman
ye,betul,jika siri pun susah juga tu,didenda dgn kadar yg mahal
Maizaton Othman
Saya dr Malaysia ya author,
nikmati aje jalan ceritanya..ttg bhsa Bm..tentu susah jika author hendak perbetulkan 100%,takpe..apapun,saya faham.
Maizaton Othman
Macam dah biasa guna BM je
Nenieedesu
semangat terus kak, segini dulu iyh nanti mampir lagi
Nenieedesu
jangan banget Fiiz
Nenieedesu
sudah aq favoritkan kak jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Mom Dee🥰🥰
sampe sini ceritanya aku suka bangetttt, Vote untukmu thor 🤗🤗
Mom Dee🥰🥰
ceritanya bagus banget
Mom Dee🥰🥰
keren gak tuh 😁 asal gak hamil aja ye kaaan 🤭
Mom Dee🥰🥰
bacanya dlm hati jadi serasa ikutan berbahasa melayu 🤭
Mom Dee🥰🥰
mampir disini lagi 🤗🤗
auliasiamatir
semoga di lancarkan ya ais
auliasiamatir
serba salh jd ais
auliasiamatir
kasian adam deh thor
auliasiamatir
ja tuhan nahay banget kamu hafis..
auliasiamatir
kira kura hafis atau adam yah,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!