Pegang aku erat-erat, peluk aku dan percaya padaku.
***
Story by MTMH18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Saga bersama orang tuanya dan orang tua Aellys menunggu dokter yang memeriksa keadaan Aellys. Leo menatap lurus pintu ruangan Aellys, Saga mengusap lembut kepala putranya. Dokter yang memeriksa Aellys menyuruh mereka semua masuk, perawat membuka alat-alat yang terpasang di tubuh Aellys.
“Aellys! Nak,” mama Aellys membelai rambut putrinya, Aellys hanya menatap ibunya dengan bingung. Dia membuka suaranya, namun di urungkan. Aellys mengernyit dan menatap dokter yang masih di dalam ruangan.
“Aellys masih susah dalam berbicara, karena hampir satu tahun dia koma dan otot sendinya masih lemah, sehingga dia tidak begitu leluasa melakukan aktivitas normal seperti biasanya. Dia harus menggunkan kursi roda dan terapi, agar tubuhnya tidak kaku,” jelas dokter membuat mereka semua mengerti kenapa Aellys tidak berbicara dan menggerakkan tubuhnya, kecuali matanya saat memandang seseorang.
“Kalau begitu saya permisi dulu,” pamit dokter ke luar dari ruangan bersama para perawat.
Saga tersenyum menatap mata indah Aellys kembali terbuka, dia menghela nafas dan membuangnya dengan perlahan. Saga merasakan tepukan di punggungnya, dia menoleh dan menatap mertuanya yang tersenyum bangga dengannya, Saga membalas senyum tersebut.
“Bawa Leo ke Aellys!” perintah mertuanya kepada Saga, dengan anggukan cepat Saga melangkah mendekati Aellys bersama Leo di gendongannya.
“Bunda,” Aellys melirikkan matanya menatap Leo yang tersenyum lebar menatapnya.
“Kamu minum dulu!” Saga mengambil air di nakas untuk Aellys, Leo berada di gendongan mama mertuanya. Saga membantu Aellys minum, dia menopang badan Aellys dengan satu tangan dan tangan satunya membantu Aellys meminum air di gelas. Setelah Aellys meminum hampir separuh gelas, Saga meletakkan gelas dan membantu Aellys kembai berbaring.
Aellys menatap semua orang yang mengelilinginya, dia mengernyit dan terus berkedip. Apalagi Saga yang terus menatapnya sambil tersenyum lebar, itu sangat aneh untuknya.
“Ka—kalian!” seru Aellys dengan suara terputus-putus dan semuanya dengan sabar menunggu Aellys kembali bersuara. Suara yang sudah sekian lama tidak di dengar itu membuat semuanya merindukannya.
“Ka—kalian siapa?” pertanya yang ke ;uar dari mu;ut Aellys membuat semuanya terkejut. Apalagi Saga yang menatap Aellys tak percaya, apa dia sudah melupakan Saga? Apa selama dia tidak sadarkan diri, dia bertemu lelaki lain yang lebih tampan darinya? Ah—bukan, Saga adalah lelaki tertampan di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya.
“Aku Saga!” seru Saga dengan mendekatkan wajahnya pada Aellys dan Aellys hanya menatap Saga dengan alis berkerut.
“Si—siapa?” tanya Aellys membuat Saga menganga tak percaya, wajah tampan yang selalu di agungkan oleh orang lain tidak di kenali oleh istrinya sendiri. Padahal dia sudah mandi tadi pagi, seharusnya wajah tampannya ini berkali-kali lipat bersinar dan bertambah tampan.
“Sebaiknya kita tanya dokter dulu!” seru mama Aellys membuat Saga dengan cepat memencet tombol di dekat Aellys. Selang beberapa waktu dokter dan beberapa perawat datang dan semuanya memberi ruang untuk doter memeriksa Aellys.
Saga menatap tajam dokter muda yang baru menyentuh wajah Aellys. Dokter ini benar-benar belum berpengalaman, pikir Saga. Kenapa dia begitu gencar menyentuh wajah Aellys? Dokter baru saja sudah berani. Saga akan memecatnya nanti, tunggu saja surat pemecatan dari Saga.
“Kalau gak nyentuh memangnya tidak bisa?” tanya Saga sarkas membuat papihnya memukul kepalanya dengan ponsel yang di pegangnya.
“Cemburunya di tunda dulu! Dokter lagi meriksa keadaan Aellys!” ingat papihnya membuat Saga mendengus dan tatapannya bertambah tajam dari sebelumnya.
“Bagaimana keadaan Aellys?” tanya mamih Saga setelah dokter selesai memeriksa Aellys, sedangkan Saga langsung beralih di sisi Aellys menggeser doketr tersebut.
“Aellys, mengalami hilang memori jangka pendek, karena cidera di kepalanya dan koma yang dia alami,” jelas dokter membuat Saga mendesah dan menatap Aellys yang juga menatap dirinya bingung.
“Tapi, dia bisa kembali mengingat semuanya kan?” tanya Saga yang tak mengubah pandangannya dari Aellys.
“Dia hanya akan mengalaminya sementara dan untuk saat ini dia cuma mengingat sedikit dari memorinya, sekitar dua puluh menitan saja,” terang dokter.
“Oke, kau boleh pergi!” usir Saga terang-terangan kepada dokter tersebut, Saga hanya mengendikkan bahu acuh dengan tatapan papihnya. Dia tidak suka dengan dokter itu dan tambah tidak menyukainya saat dokter itu mencuri-curi pandang ke istrinya.
“Pih!” panggil Saga yang mengalihkan pandangannya ke arah papihnya sekilas dan kembali menatap Aellys yang terus menatap Saga.
“Hm,” papihnya hanya menggumam menjawab panggilan putranya, dia sedang fokus dengan laptop yang di peganggnya.
“Saga minta Papih pecat dokter tadi!” seru Saga membuat tangan papihnya yang hendak mengetik terhenti dan menatap putra satu-satunya yang ternyata menatapnya serius.
“Tidak!” tegas papih Saga.
“Ta—,” belum sempat Saga berbicara papihnya terlebih dulu mencelanya.
“Kamu kurangi cemburumu! Papih, gak mau rumah sakit ini bangkrut kalau menuruti kemauanmu!” cela papihnya membuat Saga membungkam bibirnya dan memilih menatap wajah cantik Aellys yang bertambah cantik.
“Bunda!” panggil Leo yang berbaring di sebelah Aellys. Aellys menolehkan kepalanya untuk melihat Leo, dia sudah bisa menggerakkan tubuhnya meskipun masih begitu kaku.
“I—iya?” jawab Aellys. Dia tidak lupa dengan Leo setelah mengamati wajah putranya itu, sepintas ingatan terbesit dalam benaknya. Dia ingat saat di mana dia melahirkan Leo dan saat Leo pertama kali memanggilnya dengan sebutan bunda, meskipun tidak begitu jelas.
“Kapan kita berenang lagi? Leo bosen berenang sama Om Reynad. Leo mau berenang sama Bunda dan Ayah?” tanya Leo dengan jemari kecilnya memainkan rambut Aellys yang terurai.
“Leo! Bunda masih belum sembuh sepenuhnya. Jadi, Bunda belum bisa berenang sama kita. Untuk sementara, Leo berenang sama Ayah, setelah Bunda kembali pulang ke rumah. Nanti kalau Bunda sudah benar-benar sembuh, kita berenang bersama, Oke?” Saga mengelus rambut putranya dengan lembut, dia menatap putranya yang juga menatapnya saat dia menasihatinya.
“Oke, Leo berenang sama Ayah dulu. Nanti kalau Bunda sudah sembuh, Bunda bereang sama kita ya?” pinta Leo kepada Aellys.
“I—iya, sayang,” jawab Aellys dengan mengukir senyum kecil di wajahnya yang masih terlihat pucat.
“A—apakah aku sudah menikah?” tanya Aellys menatap Saga, Saga tersenyum kecil dan mengambil tangan Aellys yang tersemat cincin pernikahan mereka.
“Kita sudah menikah, sayang. Ini buktinya!” Aellys melihat cincin di jari manisnya, dia mengingat sedikit kalau dia belum menikah.
“Kamu jangan membohongiku!” Aellys menatap Saga dengan pancaran takut.
“Aku belum menikah dan aku mengingat hal itu! Kamu tidak dapat membohongiku! Kamu pasti pembohong kan? Siapa sebenarnya kamu? Cepat katakan!”
Kalau aq sih nggak masalah tak dibls koment aq.. yg penting aq senang baca, ksh like, ksh hadiah.. kadang gak komentar... saking asiknya baca.. 😂😂😂
Semangat terus ajah Thorr.. bikin novel lagi yg lbh seru.. Aktor pake nm yg blm dipakai di novel" sini.. kek Antonio Candra, Bonifatius, Cherryl, Gladhis, Joel, atw Sukiran, Paijo, Parno... wkwkkk.. 😂😂😂😂🙈🙏
Tetap lanjut ahhh.. penasaran cerita halunya.. 😄😄😄🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀