NovelToon NovelToon
ELARA

ELARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:525.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: CibulXie

Elara, gadis muda yang berhasil menjadi model terkenal dan baru memulai karir aktingnya. Dia di beritakan menjadi artis bayaran sampai kehilangan segalanya.

Aries, pria muda dingin dan tidak bisa di sentuh oleh wanita merasa penasaran dengan Elara yang menjadi satu-satunya wanita yang bisa bersentuhan dengannya setelah almarhum mantan pacarnya.

Side story tentang Lusia, gadis polos dan galak jika bertemu dengan Kenny, sutradara terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CibulXie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Ciuman Pertamamu

"Heh.. gadis miskin, sudah jadi cinderela malam ini?" Ejek Carina melihat penampilan Lusia yang sangat berbeda, dia sedikit iri dengannya yang ternyata sangat cantik.

"Memangnya kenapa?" Tanya Lusia ketus.

"Sekarang sudah mulai jual diri juga, bisa memakai barang mahal begini." Sindir Carina karena baju tas dan sepatu yang dipakai Lusia memang dari merek terkenal.

"Bukan urusanmu." Balas Lusia.

"Kau itu harusnya tidak perlu banyak tingkah Lusia, kau kira bisa menggoda Ken dengan tubuhmu itu." Lusia sudah menatapnya marah, sedangkan Carina menatapnya sinis dan merendahkan.

"Aku tidak sepertimu yang sudah tidur dengan banyak pria! Kau kira Ken senang tidur denganmu? Harusnya dirimu malu Carina." Balas Lusia membuat Carina semakin emosi dan ingin menamparnya.

"Apa yang kau lakukan?" Ken sudah ada disana memegang tangan Carina yang telah naik ingin melayangkan ke wajah Lusia. Untung dia tadi mencari Lusia yang berjalan sendiri ke arah toilet, dan Carina mengikutinya, karena cemas dia ikut saja setelah berbincang dengan beberapa temanya.

"Pak Ken.. saya.." Belum sempat Carina berbicara Ken sudah membentaknya.

"Pergi dari sini, kau sangat menjijikkan Carina!" Bentak Ken dengan wajahnya yang sudah merah padam karena emoi, dia telah mendengar semua ucapan Carina ke Lusia tadi. Carina yang tak berkutik langsung keluar dari sana dengan hati yang penuh amarah.

"Kau tak apa gadis kecil?" Tanya Ken memandang ke Lusia yang masih dengan metode galaknya.

"Gak.. kau ngapain kesini?" Tanya Lusia karena ini toilet wanita dan seenaknya saja Ken masuk kesini.

"Aku tadi ikuti kamu karena melihatmu jalan kesini sendirian, trus ada Carina yang mengikutimu." Jelas Ken dan Lusia mengangguk mengerti.

"Kau keluar dulu, ini toilet wanita, aku ada urusan sendiri disini." Usir Lusia dan Ken pun harus keluar karena memang dia ada di toilet wanita.

Setelah urusan di toilet selesai, Lusia keluar dan masih melihat Ken disana menunggunya, "Masih disini?" Tanya Lusia sambil berjalan meninggalkan Ken.

"Hei bocah, kau itu... bikin gemas saja." Ken menarik lengannya dan membuat Lusia berbalik dan menempel padanya. Kini tubuh mereka menempel dan Ken mengangkat tubuh Lusia agar wajahnya sejajar dengannya.

"Ihh apaan sih, turunin." Lusia menggeliat tetapi tidak bisa bergerak karena tangannya juga dihimpit oleh pelukan Ken.

"Gak.. kamu itu galak dan cerewet, harus dihukum." Ujar Ken dan Lusia masih ingin melepaskan diri namun tidak bisa bergerak sama sekali.

"turunin nanti jatuh, ini tinggi Ken! Dasar pria kejam, mesum!" Bentaknya membuat Ken tambah gemas lalu mencium bibir Lusia.

"Akhirnya diam juga." Ken lalu tersenyum melihat Lusia yang diam tak berkutik memandangnya, dengan wajah terkejut. Ken lalu menurunkannya, segera Lusia ingin berlari tapi masih ditahan oleh Ken.

"Mau kemana? Santai saja jalan sini." Ajak Ken agar Lusia jalan bersama disampingnya.

"Gak mau, pria mesum, awas lepaskan." Lusia memberontak lagi dan Ken langsung menangkap tengkuknya dan menciumnya lagi, kali ini lebih lama sampai Lusia memukul lengan dan mendorong tubuhnya tapi Ken masih ******* bibirnya dengan lembut tetapi menuntut membuat Lusia pasrah dan akhirnya diam tak berkutik.  Ken adalah pemain wanita dan berciuman adalah salah satu keahliannya. Sedangkan Lusia yang baru saja kehilangan ciuman pertamanya tidak tau cara membalas ciuman itu dan memilih diam dan menerima.

"Kalau diam gini kan manis.." Ken mengusap lembut bibir Lusia karena basah akibat ulahnya. "Ini ciuman pertamamu kan?" Tanya Ken membuat Lusia kini menunduk malu.

"Kau itu sangat menggemaskan kalau diam begini, aku suka." Ken lalu memeluknya, Lusia seakan hilang dalam pelukan Ken karena tubuhnya yang mungil dan didekap tubuh besar Ken yang gagah. Tanpa mereka sadari Elara mengintip mereka dari jauh dan tertawa dengan bahagia melihat pasangan baru itu.

\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

Elara kini berada dipelukan Aries di dalam kamar, tetapi Elara masih tidak bisa tidur dan tersenyum sendiri sejak tadi.

"Kenapa istriku? Dari tadi senyum-senyum begitu?" Tanya Aries yang mulai penasaran melihat Elara sejak tadi dan terlihat aneh.

"Hehehe tadi melihat adegan romantis di dekat toilet." Jawabnya dan Aries kini melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Elara untuk menatapnya.

"Adegan romantis?"

"Iya, Kak Ken tadi mengambil ciuman pertamanya Lusia."

"Wah.. Ken sudah mulai beraksi."

"Eh.. kau tau Ken suka pada Sia?"

"Hahaha sudah, tapi tak sangka secepat ini dia mulai."

"Soalnya tadi aku sengaja make over Sia biar jadi makin cantik."

Kini mereka sudah saling berpelukan lagi, "Tapi, apa Kak Ken serius ya? Soalnya dia selalu dikelilingi wanita cantik, aku takut Sia akan sakit hati nanti." Suara Elara sudah sedikit melemah dan wajahnya sudah sendu, mengingat kelakuan Ken selama ini dengan banyak wanita.

"Tenang saja, selama ini Ken tidak pernah menggoda wanita, tapi dia yang tergoda." Ujar Aries tetapi Elara malah semakin cemas.

"Sama aja, kalau dia nanti tergoda oleh wanita lain kan Sia juga yang kasihan."

"Aku yakin tidak, Ken itu hanya butuh seseorang yang memperhatikannya dia itu kesepian." Jelas Aries membuat Elara jadi penasaran dan ingin bertanya lebih banyak tapi Aries malah tidak mau menjawabnya lagi.

"Nanti pasti Ken akan menceritakannya sendiri, jadi tunggu saja ya.. cepat tidur sudah hampir pagi." Aries mencium puncak kepala Elara.

Lusia yang ada di kamar Elara kini masih belum bisa memejamkan mata, kejadian tadi masih terbayang dibenaknya dengan sangat jelas. Jika tadi tidak diganggu Elara entah apa yang akan terjadi lagi, karena dia hanya diam dengan perlakukan Ken padanya. "Huh.. pria mesum itu, menyebalkan!" Pekik Lusia yang kini menendang semua selimut dan bantal guling dari kasur. Dia gerah mengingat ciuman pertamanya.

\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

Siang di kantor Aries, Gian datang dengan membawa hal yang diinginkan oleh Bosnya itu. Semua jadwal Elara yang sudah disusun oleh Gian untuk seminggu ini. Aries melihatnya dan dia menarik napas panjang, ternyata sudah penuh saja.

"Gian, kosongkan hari kamis karena ada rapat pemegang saham Bellatrix dan jumat undur semua ke siang hari atau malam. Lalu untuk jadwal setelah ini, susun 1 hari hanya boleh pemotretan maksimal 2 dan syuting iklan maksimal 2, dalam seminggu harus ada 2 hari libur untuk Elara." Perintah Aries dan membuat Gian pusing untuk mengaturnya, apalagi dia sendirian saja masih harus bertemu para produser dan marketing perusahaan produk yang mengontrak Elara.

"Aku tau kau sibuk dan lelah, besok akan ada yang membantumu, sudah aku siapkan." Sambung Aries lagi.

"Baik Tuan Aries, saya mengerti." Gian lalu keluar lagi dari kantor Aries untuk mengerjakan perintahnya, dia sibuk memundurkan jadwal Elara, tapi nyatanya tidak bisa, malah semua dimajukan dalam waktu 1 hari syuting, untung saja Elara menyanggupinya.

Ken juga sudah mulai sibuk dengan project barunya, dia akan menggarap film baru bertema action kali ini. Meeting dia lakukan dengan kru produksi dan menggunakan alat canggih yang telah disiapkan oleh tim khusus di Saros studio dan banyak alat baru telah datang untuk mendukung film ini. Casting akan dilakukan minggu depan dan kali ini dia akan memilih sendiri aktor dan aktrisnya.

Ken berjalan sendiri di lorong Studio untuk ke toilet dan melihat ada Lusia yang sedang menerima panggilan di ponselnya, dia jalan mendekat dengan pelan agar Lusia tidak tau dia ada disana.

"Gak bisa bu.. itu milik Elara bukan punyaku." Terdengar suara lirih dan hampir menangis.

"..........."

"Bu tolong jangan lagi... dia sudah banyak bantu kita, aku malu bu."

"..........."

"Kenapa kakak tidak kerja juga unt..."

"..........."

"Kenapa selalu aku yang jadi korban kalian bu, aku tidak mau."

"..........."

"Pokoknya tidak mau!"

Bentak Lusia lalu terduduk dan menangis, Ken yang melihat itu menjadi terdiam tidak tega melihat gadis kecilnya begitu sedih, dia ingin mendekat lagi tapi Lusia sudah berdiri dan menghapus airmatanya dan pergi dari sana. Ken hanya bisa menatapnya menjauh.

Lusia keluar dari toilet setelah mencuci mukanya, dan kini sudah terlihat fresh meskipun matanya masih sembab. Tidak tau apa yang dikatakan oleh ibunya hingga dia menangis begitu sedih. Ken yang sejak tadi menunggunya di depan toilet langsung menghampirinya.

"Hai gadis kecil.. kenapa wajahmu begitu?" Tanya Ken pura-pura tidak tau.

"Jangan ganggu." Ketus Lusia dan melewatinya tapi Ken malah berjalan cepat menghalang di depan Lusia membuatnya berhenti sebelum menabrak Ken.

"Jangan galak-galak dengan pacar sendiri." Ucap Ken membuat Lusia mendongakkan kepalanya melihat heran ke wajah Ken.

"Siapa, pacar?" Lusia menatapnya dengan tatapan galak lagi.

"Aku pacarmu."

"Sejak kapan kamu pacarku?"

"Sejak tadi malam."

"Jangan ngaco, minggir." Usir Lusia namun Ken malah memeluknya, tubuh Lusia yang kecil, kepalanya hanya sampai bebatas dada Ken tak dapat banyak bergerak dan dia juga sedang tidak ingin memberontak karena sedang sedih.

"Hei pacar, jangan terlihat sedih begitu, nanti orang kira aku membulimu." Ken sudah melepaskan pelukannya dan kini menunduk melihat wajah Lusia yang masih terlihat muram.

"Pergilah.." Lusia mengusirnya lagi dan kali ini Ken langsung menciumnya lagi seperti kemarin, dan Lusia tidak berkutik. Lama ******* diberikan Ken, dia menggigit pelan bibir bagian bawah agar Lusia membuka mulutnya dan setelah itu dia memainkan lidah didalam membuat Lusia akhirnya merespon permainannya dengan kaku.

"Dasar pendek, leherku sakit menunduk terus." Goda Ken setelah melepaskan ciumannya membuat Lusia kesal lagi.

"Aku memang pendek, kan kau sendiri yang menciumku, kalau mau yang tinggi disana banyak model seperti tiang listrik cari saja mereka!" Lusia sudah marah-marah lagi melihat Ken dengan tatapan galaknya, membuat Ken tersenyum.

"Nah gitu baru bocah galakku yang biasanya, bye.. aku kerja dulu." Ken mengusap kepala Lusia lalu mengecupnya lagi sebentar lalu pergi kambali ke ruang meeting yang sudah dia tinggalkan sejak tadi.

"Aiisshh.. bikin kesal saja." Gerutu Lusia dan kembali ke ruang tunggu Elara.

"Sia.. kok lama, ada apa?" Tanya Elara yang melihat Lusia akhirnya kembali dan menatap wajahnya yang terlihat muram.

"Ada apa Sia, kau menangis ya? Dan ini bibir kenapa merah-merah? Hah.. pasti kak Ken lagi pelakunya." Tebak Elara membuat Lusia kesal.

"Trus nangis karena kak Ken juga?"

"Bukan."

"Lalu...? Ceritakan kalau gak, awas." Ancam Elara membuat Lusia harus menceritakannya.

"Jadi kamu terima aja?" Pekik Elara yang sudah kesal dengan permintaan ibunya Lusia.

"Nggaklah! Pria tampan seperti Ken aja aku tolak apalagi itu pria tua udah punya 4 istri lagi." Kesal Lusia yang ingat ibunya menyuruhnya nikah dengan pria tua untuk menebus hutang ayahnya.

"Ayahmu kenapa sih Sia? Uang 500 juta itu tidak sedikit loh, mengingat dia hanya pekerja biasa." Tanya Elara yang sudah tidak paham lagi dengan keluarga Lusia, sejak dulu selalu Lusia yang membayar hutang ayahnya, tetapi masih jutaan atau puluhan juta paling banyak.

"Aku juga gak paham, mereka mau jual tas 1 lagi yang kamu belikan waktu itu tapi sudah aku pindahkan ke apartemenmu, makanya ibuku tanya tadi. Ah aku pusing cari uang sebanyak itu." Lusia sudah memijat dahinya sendiri yang sudah tidak tahan dengan keluarganya.

"Sabar ya.. kalau memang tas itu bisa di jual lakukan saja, dari pada kamu nikah sama orang tua dan jadi isri ke-5." Lusia menatap nanar dan mulai menangis lagi.

"Aku gak mau jadi istri ke-5 El..." Isak tangisnya sudah terdengar pilu, membuat Elara juga ikut menangis, kapan sahabatnya ini bisa merasakan hidup tenang dan tidak diganggu oleh keluarganya sendiri.

"Sudah-sudah, jangan ikut nangis, kamu masih ada 5 syuting hari ini." Lusia sudah menghapus airmatanya dan sekarang sudah membenahi makeup Elara dan juga pakaiannya.

"Siap-siap saja, aku akan tegar, aku kan Lusia hehehe.." Elara mulai tersenyum melihat Lusia yang memang sangat tegar dalam menjalani hidupnya selama ini.

"Lagian Gian ada-ada saja, masa 5 syuting iklan dalam sehari dan besok lebih gila lagi sampai 7 karena nambah pemotretan 3. Kau memang ratu iklan kita El.."

"Kata Gian karna si kambing suruh dia mundurin tapi para produser ga bisa jadi dimajuin semua demi liburku seharian penuh itu."

Kini Elara sudah menjalani syutingnya yang sangat padat, saat ini saja seluruh televisi di dominasi oleh wajah Elara di iklan berbagai produk, dari shampo, sabun, snack, minuman ringan, salah satu band kecantikan dan kesehatan, sekarang dia sudah syuting alat dapur, mesin cuci, property, ponsel dan iklan layanan masyarakat. Semua Full wajah Elara di seluruh stasiun tv. Belum lagi besok 4, dari iklan mobil, perhiasan dan komputer. Pemotretan 2 majalah fashion dan 1 majalah khusus wanita. Elara sudah bangkit lagi kali ini.

\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

"Suamikuuu... maaf ya, 2 hari ini sangat sibuk sampai melupakanmu dan si junior, apa dia baik-baik saja?" Tanya Elara dengan manja, agar Aries tidak kesal padanya.

"Tidak apa-apa cintaku, besok juga sudah libur kan dan ingat jam makan siang ke kantorku dulu tunggu sepi baru naik." Aries mengingatkan karena besok adalah hari dimana rapat pemegang saham akan diadakan di Bellatrix jam 4 sore dan Elara harus mempelajari segala hal terlebih dahulu.

"Baik, Tuan Aries yang tampan." Ujar Elara lalu naik ke ranjang dan memeluk dada bidang Aries untuk bersiap tidur. Padahal sudah hampir pagi karena Elara pulang jam 2 dini hari.

Seperti perintah Aries, jam 12 lewat 10 menit Elara dan Lusia sudah ada di parkiran lantai kantor Aries untuk menemuinya, dan Lusia terpaksa mengungsi di tempat lain untuk menunggu.

"Aries.. " Panggil Elara begitu membuka pintu ruangan itu, Aries sudah menunggu dan tersenyum melihat istrinya yang datang dengan tampilan sederhana tapi sangat elegant, cocok untuk rapat nanti dengan dress office look.

"Sini.. duduk disini, baca semuanya dulu dan pelajari, di sheet ini sudah ada artinya jika tidak mengerti kosa kata yang sulit." Aries sudah mendudukkan Elara dipangkuannya dan membuka file di laptopnya untuk dipelajari oleh istrinya.

Elara mulai membaca 1 persatu kalimat per kalimat dan jika ada yang tidak paham dia akan mecari artinya seperti arahan Aries. Sementara Aries sudah memeluk pinggang Elara sambil memantaunya dari belakang.

"Ah..." Teriak Elara begitu Aries membuka 3 buah kancing depan dressnya. Tangannya sudah menjalar kemana-mana.

"Aduh.. Aries, ini tangan udah nakal aja." Elara menepuk lengan Aries yang sudah bermain di benda kenyal miliknya, bra nya sudah turun ke perut tanpa dia sadari.

"Lanjut saja bacanya.." Titah Aries, namun tangannya tetap bermaiin di dua benda kenyal kesukaannya.

"Ga bisa konsentrasi dong suamiku.." Bantah Elara dan Aries menghentikan tangannya dan Elara melanjutkan bacaanya.

"Ahh ssttt aaahhh.." Des*h Elara lagi tak lama setelah tenang\, kini tangan Aries sudah menj*mah bagian bawah setelah meny*lipkan jarinya kedalam segitiga pengamannya Elara\, jarinya sudah menari-nari disana dan Elara sudah gerah menahan gejolak dan darahnya mulai memanas.

"Ahh.. Aries..." Elara menyadari dibawah tempat duduknya sudah ada sesuatu yang mengeras\, dia menggoy*ngk*n pingg*lnya karena tidak nyaman\, dan malah membuat Aries meringis. Aries lalu mengangkat tubuh Elara dan menundukkan tubuhnya di atas meja dan mengangkat p**ggulnya\, menarik turun setitiga pengaman Elara dan dia sudah berjongkok untuk menikmati isi dalam setitiga pengaman itu. L*dahnya sudah menari disana dan membuat Elara semakin tak terkontrol\, desah**nya memenuhi seluruh ruangan dan kini Aries mengarahkan jun*ornya yang sudah bangun sejak tadi.

"Aahhh..." Des*h Elara begitu j*nior mel*sak masuk perlahan\, "aahh...kenapa jadi sempit begini aakkkhh..baru seminngu loh tidak masuk sudah sempit lagi." Desah Aries saat jun*onya telah masuk sempurna. Dia bergerak maju mundur di belakang Elara yang tengah telungkup diatas meja kerja suaminya\, semua file disana telah berantakan dan jatuh\, karena ulah panas mereka berdua.

Des**an dan nafas memburu terdengar begitu dasyat dan Aries mengeluarkan jun*ornya dan membalikkan tubuh Elara lalu meng**gkat kaki istrinya kemudian mengarahkan jun*or masuk lagi sambil memb*ka lebar kaki Elara\, permainan Aries membuat Elara tak sanggup menahannya\, dia bergetar hebat mengeluarkan ca*ran cintanya dan miliknya sudah berk*dut mer*mas juni*r yang masih gagah menghuj*mnya\, puncak pendakian Elara yang kedua dan Aries masih dengan perkasa memainkan juni*rnya. Hingga mereka saling berpelukan dan telah berganti posisi dengan Elara duduk diatas Aries\, menari menggoy**gkan pingg*lnya agar Aries cepat mencapai puncaknya\, tak lama terdengar d*sahan panjang Elara dan Aries bersamaan. Mereka akhirnya mendaki puncak bersama\, dan Aries melepaskan benihnya berharap salah satunya akan berhasil didalam sana.

Suara nafas memburu mereka akhirnya mulai tenang, Aries melepaskan seluruh dress Elara yang masih dipakainya yang sudah berantakan, kemudian menaikkan tubuh istrinya itu agar terlepas dari j*nior yang masih didalam lalu membopongnya sebelum sisa cairannya keluar dan berantakan dilantai kantor.

Kini mereka ada di kamar mandi dan membersihkan diri, Elara yang kelelahan membiarkan Aries yang melakukan semuanya, tetapi gairah Aries naik lagi dan 1 ronde pun terjadi didalam kamar mandi itu.

Elara yang sudah sangat lelah memilih tetap duduk di pangkuan Aries, menyandarkan kepalanya dibahu suaminya. Aries dengan lembut membelai kepala Elara, mengelusnya mesra membuat Elara mengantuk. Tetapi dia tak jadi tidur karena Jem yang masuk kesana, "Tuan.." Jem berhenti karena melihat kekacauan di sana dan Nyonya-nya sedang duduk manja di pangkuan Tuan-nya dan terlihat lelah, dia sudah tau apa yang terjadi.

"Tuan, waktunya sudah tiba, kita harus berangkat." Jem menunduk tidak berani memandang kemesraan mereka dan Elara tentu saja sangat malu makanya dia tidak bergerak sama sekali dan memilih membenamkan wajahnya di leher Aries.

"Jem, keluar dulu nanti kami menyusul." Titah Aries karena dia tau kalau Elara sedang malu saat ini. Jem pun mengerti dan keluar dari sana, dia tau Aries itu sangat hebat di ranjang karena dulu sering tak sengaja melihat Lyra dan Aries bergulat sewaktu masih bersama. "Kali ini Tuan dapat yang lebih hebat dari pada Lyra, semoga ini akan berakhir bahagia." Ucap jem pelan setelah keluar dari ruangan itu.

~TBC~

1
Yulianto
ceritanya menarik
Eroh Maesaroh
lanjut thor
Eroh Maesaroh
next
Tea2n
ceritanya bagus, penuturannya juga santai utk dinikmati 👍🏻
Dewi Indrianti
si kambing 😂
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
THE BEST ON YOU..🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sulaiman Efendy
BAGIKU MKANAN KHAS INDONESIA LBH ENAK... AKU JG PRNH K MALAYSIA, MSKI SCARA UMUM KURANG LBH DGN KULINER INDONESIA, TPI INDONESIA PNY CITA RASA YG LBH...
Sulaiman Efendy
TERNYARA JEM, DIANDRA MSH SEPUPU DGN LUSIA...
Sulaiman Efendy
NGEJRENG BANGET TU LOLIPOP NYA SI KEN, NURUN KE MORGAN JUGA BESARNYA LOLIPOP..,😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
SOLO KARIR AJA DLU KEN😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
KNP GK DIHAJAR AJA KEN ORTU ANGKAT LUSIA TUU..
Sulaiman Efendy
SHASA SI MICIN MMANYA SHENNA YG KEJAR2 MORGAN ANAK BUNGSU NYA LUSIA & KEN,, GARA2, SHASA KASI MINUMAN YG TELAH DIKASI OBAT PERANGSANG, TPI TRMINUM OLEH KEN, UNTUK ADA LUSIA ISTRINYA TMPT PLAMPIASAN, TPI YAA ITU, LUSIA SAMPE KOLAP KELEHAN, MAKANYA LUSIA BENCI SAMA SHASA & ANAKNYA SI SHENA..
Sulaiman Efendy
ITU SI PRAKASA & SUWANDI TANGKAP JUGA SEKALIAN, BANDOT TUA PENJAHAT KELAMIN MEREKA ITU...
Sulaiman Efendy
BENAR2 WANITA IBLIS SI CARINA, LBH IBLIS DARI OLIVIA DN SHENNA...
Sulaiman Efendy
KENNY MMG JODOHNYA LUSIA,, HINGGA MELAHIRKAN 4 ORANG ANAK, DEMIAN, ANA, FANO DN MORGAN..., TU KEN JDI BUCIN ABIS SAMA LUSIA.... DARI 4 ORANG ANAKNYA, HNY DEMIAN & ANA YG DPT JODOH ENAK,, SDGKN FANO DPT ISTRI YG PRNAH DIPERKOSA AYAH TIRINYA, SDGKN SIBUNGSU MORGAN DPT JANDA ANAK 2... ANAK YG PERTAMA JUGA HASIL PERKOSAAN BKAS PACAR ISTRINYA..
Sulaiman Efendy
KENNY, SUAMINYA LUSIA... .
Sulaiman Efendy
SAKIT ARIES SAMA DGN RUBY ANAK HAZEL, TPI BEDA KASUS...
Sulaiman Efendy
MMG IBLIS TU HELEN & ANAKNYA.....
Sulaiman Efendy
FIRST KISS ELARA TERCURI OLEH ARIES, BRRTI EVAN MMG GK PERNAH CIUM ELARA....
BAGUSLH, KLO EVAN CIUM ELARA, PASTI ELARA TRBUAI DN AKHIRNYA EVAN BSA ENTOT ELARA, SYUKURLH SKRG MRK UDH PUTUS
Sulaiman Efendy
SELAIN ELARA YG MSH AMAN, APAKAH PARA PEMAIN WANITA2 TRSEBUT SDH PERNH DIPAKAI OLEH PRAKASA & SUWANDI, SERTA PRODUSER2 YG LAINNYA...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!