Menceritakan seorang gadis Indigo yang bernama Gisella. Waktu itu Gisella tidak sengaja menemukan sebuah kucing yang berada di tengah jalan dan akhirnya memutuskan untuk menolong kucing itu. Namun Gisella justru secara tidak sengaja menyaksikan sebuah insiden kecelakaan , dari insiden kecelakaan itu ada sosok arwah yang menemui dirinya, kemudian menyuruh Gisella untuk menjaga seorang pria yang terlibat dalam kecelakaan itu. Karena tidak memiliki pilihan lain, Gisella akhirnya membawa pria itu ke rumah sakit. Dan ternyata pria itu mengalami amnesia sehingga dia tidak tahu harus pergi kemana karena dia tidak mengingat apapun. Pria itu bernama Chan. Chan sendiri memiliki seorang kekasih yang sudah dia belikan sebuah kamar untuk dia tinggali. Namun setelah insiden kecelakaan itu, Chan bahkan tidak mengingat tentang kamar nomor 126 yang dia pesan khusus untuk kekasihnya.
Akankah Gisella mau untuk menjaga Chan sampai ingatannya kembali atau malah justru sebaliknya?
Dan ada rahasia besar apakah dibalik kamar nomor 126 yang dipesan khusus oleh Chan untuk kekasihnya itu?
SINOPSIS
"Akhh kepalaku sakit sekali?!!" Ucap Chan sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Gisella terkejut melihat mobil yang tadinya mengemudi dengan kecepatan penuh kini tiba-tiba mengerem mendadak, dan kebetulan lampu di perempatan itu sedang padam.
"Astaga, apa yang dilakukan pengemudi itu?! kenapa dia berhenti di tengah-tengah perempatan?!" Ucap Gisella yang melihat heran dengan apa yang dia lihat.
Mata Gisella terbelalak saat melihat ada truk yang melaju dengan kecepatan penuh, menuju ke arah mobil itu yang tak lain adalah mobil Chan.
"HEY PERGI DARI SANA!!!!!!" Teriak Gisella saat truk itu mulai mendekat. Namun, Chan tidak mendengar teriakan Gisella, dia masih memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
Karena jarak Gisella dengan mobil Chan cukup jauh, Gisella berlari dengan tujuan menyelamatkan Chan. Namun terlambat, truk itu telah lebih dulu menghantam mobil milik Chan.
Mobil Chan tertabrak hingga terbalik. Gisella hanya bisa diam membeku melihat kejadian itu.
"To-tolong!!!" Chan yang masih membuka matanya merintih meminta tolong.
_____________________
Novel ini sengaja dibuat oleh Author supaya pembaca juga dapat membaca CS Author dalam versi Novel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Wendy
"Akhirnya kamu kembali sayang, aku akan bergegas dan segera menemui kamu , Chan!" Ujar Wendy di dalam hatinya.
Gisella yang masih berada di sofa saat itu tiba-tiba saja merinding dan merasakan adanya aura mistis di kamar itu.
"Aura kamar ini masih sama seperti saat aku mencari Chan di dunia lain, Wendy pasti sangat tersiksa di sini, mungkin kamar ini perlu di pagari supaya iblis tidak bisa masuk ke kamar ini! Beruntung Wendy tidak sensitif terhadap mereka, jadi dia tidak merasakan ketakutan yang teramat sangat di sini!" Ujar Gisella di dalam batinnya.
Mata Gisella seperti melihat sekeliling ruangan yang ada di sana. Dan pandangan Gisella mengarah pada sebuah jendela. Perlahan Gisella mengamati lebih jelas lagi, dan benar saja ada sosok yang sedang tersenyum seringai ke arahnya dari balik jendela itu. Hal itu sontak membuat Gisella terkejut dengan membelalakkan matanya.
"Gisella, ada apa? Kau baik-baik saja?" Tanya Chan yang melihat Gisella mendadak membelalakkan matanya.
"Aku tidak apa-apa" jawab Gisella sembari menggelengkan kepalanya.
"Hantu tadi? Sebelumnya aku tidak pernah melihatnya di sekitar sini, apa jangan-jangan dia iblis itu? Tapi dia bukanlah hantu yang sama dengan yang membawa roh Chan ke dunia lain!" Batin Gisella penuh dengan tanya.
Gisella kembali diperlihatkan satu sosok yang ada di sana, tepatnya di cermin. Hantu itu terlihat sedang mengaca di cermin.
"Astaga!" Ujar Gisella yang setelahnya menutup mata dengan kedua tangannya.
"Gisella, ada apa?" Tanya Chan.
Gisella lupa kalau di sebelahnya ada Chan yang sedang duduk juga di sofa.
"Ah,, anu ,,,it,,,itu tad,,,," belum sempat melanjutkan bicaranya yang gugup. Ucapan Gisella sudah terpotong karena mengingat.
"Kalau aku bilang di sini ada iblis dan juga hantu, pasti Chan tidak akan percaya padaku!" Ujar batin Gisella.
"Hey, ada apa? Kenapa kau malah melamun?" Tanya Chan.
"Itu, Chan tadi ada kecoa" ucap Gisella berbohong.
Chan pun hanya percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh Gisella saat itu.
"Tempat ini terlalu berbahaya untuk Chan dan juga Wendy, apa aku harus mengatakan pada mereka tentang tempat ini yang sebenarnya? Tapi apa mereka akan percaya padaku?" Batin Gisella yang terus ingin mengungkapkan.
Beberapa menit kemudian, Wendy keluar dengan anggunnya dan berjalan ke arah Chan yang sedang duduk di sofa. Namun Wendy terkejut ketika melihat Chan yang tidak sendiri, melainkan bersama dengan wanita lain yaitu Gisella.
"Chan, aku sudah selesai mandi!" Ujar Wendy dengan perasaan yang bahagia namun mendadak berubah ketika melihat Chan datang bersama dengan wanita lain.
"Wendy!" Kata Chan.
Chan dan juga Gisella pun berdiri dari posisinya yang awalnya duduk.
"Chan, dia siapa?" Tanya Wendy sembari menunjuk Gisella.
Gisella merasa tidak asing dengan wajah Wendy dan sepertinya Gisella sebelumnya juga pernah bertemu dengan Wendy, namun entah di mana.
"Sepertinya aku pernah bertemu dengannya! Tapi di mana?" Tanya Gisella di dalam hatinya.
"Oh itu dia,,,,,," jawab Chan yang terpotong.
"Tunggu! Jangan katakan kalau kamu selingkuh! Dan jangan bilang kalau kamu akhir-akhir ini menghilang karena bersama dengan wanita ini?!" Ucap Wendy yang sedikit marah.
"Hey, tenanglah!" Pinta Chan sembari berjalan ke arah Wendy.
"Kamu jangan salah faham dulu, aku yang akan menjelaskannya sama kamu!" Kata Gisella.
"Katakan, Chan!" Ujar Wendy dengan nada marah.
Chan pun akhirnya menjelaskan pada Wendy tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Kau mengalami kejadian yang sangat mengerikan ,Chan! Kau sakit dan bahkan aku tidak ada untuk kamu , ku mohon maafkan aku!" Ujar Wendy yang sedih karena tidak bisa ada untuk Chan di saat Chan sedang mengalami hal seperti itu.
"Tidak, Wen! Aku yang seharusnya meminta maaf padamu!" Jawab Chan yang setelahnya memeluk hangat Wendy. Begitu juga dengan Wendy yang membalas pelukan Chan.
"Ternyata aku tidak bisa membohongi hatiku, rasanya sangat sakit saat melihat Chan memeluk wanita lain" batin Gisella.
"Ekhem, Chan!" Panggil Gisella.
Chan pun melepaskan pelukannya lalu menghadap ke arah Gisella.
"Kalau begitu aku mau pulang dulu" ujar Gisella.
Wendy pun berjalan mendekat ke arah Gisella lalu berkenalan dengan Gisella. Tak lupa untuk berterima kasih kepada Gisella yang sudah menjaga dan merawat Chan selama Chan mengalami amnesia.
"Kalau begitu aku permisi?!" Kata Gisella yang setelahnya pergi begitu saja.
Sebenarnya Chan ingin mengantar Gisella walaupun hanya sampai depan saja, namun Wendy menghalangi Chan untuk mengantarnya. Hal itu di lakukan Wendy karena dia memang sudah sangat merindukan Chan bahkan dia sangat bahagia saat bisa melihat Chan lagi.
Gisella segera bergegas keluar dari hotel itu dan segera mencari sebuah taksi. Hatinya sungguh hancur melihat Chan memeluk wanita lain, namun itu adalah pacarnya sendiri ,dan Gisella tidak bisa berbuat apa-apa. Gisella tahu perasaan yang dia miliki tidak sepenuhnya salah, tapi nyatanya sesakit itu rasanya ketika melihat orang yang kita sayangi di peluk oleh wanita lain,dan juga melihat dia pergi begitu saja dengan wanita yang sudah menjadi pilihannya.
Karena tak kunjung menemukan taksi, Gisella memutuskan untuk berjalan kaki ke arah sebuah pertokoan yang sudah tutup. Bahkan sampai malam menjelang pun, Gisella masih belum ingin kembali ke mansion nya.
Gisella duduk di depan teras toko yang sudah tutup dan melamunkan apa yang sudah terjadi di kehidupannya.
"Kenapa ini terjadi padaku? Andrian apa kau mendengar ku? Aku sangat merindukanmu, bisakah kau kembali? Bahkan ketika ada orang yang masuk ke dalam hatiku, justru dia malah pergi, sekarang apa yang harus aku lakukan?" Ujar Gisella di dalam hatinya.
Tiba-tiba saja, ada sebuah mobil yang perlahan mendekat ke arah Gisella dan berhenti tepat di depan Gisella duduk. Akan tetapi Gisella tidak menyadari kalau adanya mobil yang berhenti di sana.
Seorang pria keluar dari mobil itu dan berjalan menghampiri Gisella.
"Hey, apa yang kau lakukan di sini?" Tanyanya.
Suara tersebut sontak membuat Gisella tersadar dari lamunannya, lalu segera mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Pria itu melihat Gisella yang sedang menitihkan air matanya.
"Apa kamu menangis?" Tanya pria itu.
"Kamu siapa?" Tanya Gisella.
Pria itu pun memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan namaku Byun," mengulurkan tangannya tanda perkenalan.
"Aku Gisella, kalau begitu aku permisi!" Ujar Gisella setelah menjabat tangan Byun.
"Hey, kau mau kemana?" Tanya Byun yang tidak di gubris oleh Gisella. "Aku akan mengantarmu!"
"Itu tidak perlu, aku bisa pulang sendiri"
"Tapi aku memaksa, kau bukanlah orang jahat!" Ucap Byun.
Gisella yang sudah berjalan menjauh pun berbalik dan berkata,,,,,
"Orang jahat tidak pernah berkata bahwa dirinya jahat, jadi aku tidak bisa percaya begitu saja padamu!" Kata Gisella.
"Haish, kau mau jalan kaki?" Tanya Byun lagi yang tidak di gubris oleh Gisella.
kasian nasib Gisella