Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan Kamu Bahagia
🫀🫀🫀
Marah yang tidak beralasan, semua kesalahan nya di limpahkan nya untuk orang lain, apalagi untuk bayi yang tidak tahu apa apa.
..." Syukurlah kalau kamu sudah tertidur jadi kamu tidak akan merepotkan apalagi mengganggu waktuku berdua dengan Mas Ray. Sudah ah ngapain aku pusing dengan bayi ini, lebih baik aku membersihkan diri agar terlihat segar di mata Mas Ray, aku tidak boleh kalah dengan wanita itu yang nampak kumal gara gara ngurusin bayi penyakitan itu " Batin Nadia....
Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ancaman yang di lontarkan Arya padanya terus saja terngiang di benak nya.
Mulai saat itu Nadia harus merelakan uang belanjanya berkurang demi untuk menutup semua perbuatan nya, menutup mulut Pria itu agar rahasia nya yang sudah di ketahui nya tidak sampai terbongkar, kadang Ia harus membuat berbagai alasan agar bisa meminta uang lebih pada Rayyan. Semua itu Ia lakukan semata mata agar dirinya tetap aman dengan segala status nya sebagai Nyonya besar.
Sementara di tempat lain Ayu selalu mendapati bingkisan yang sama di tempat yang berbeda beda setiap akan mendekati akhir bulan, Ia bingung dari mana asal bingkisan itu. Aneh nya lagi pengirim misterius itu bahkan tahu nama Putri nya, dari mana Ia tahu nama Putri nya itu karena bingkisan yang selalu Ia terima dua bulan terakhir ini bertuliskan nama Putri nya.
Seperti kali ini Ayu mendapati bingkisan yang sama di pagi hari.
..." Untuk Hanna....! ...
...tapi siapa yang memberikan nya untuk nya, ini untuk yang kedua kali nya bingkisan yang sama dengan isi yang sama juga " Batin Ayu....
Ia membuka bingkisan itu dan ternyata isinya pun sama, sejumlah uang yang jumlah nya sama juga hal itu membuatnya sangat bingung namun Ia tetap memutuskan untuk mengambilnya karena barang itu ada di halaman rumah nya dan juga bertuliskan nama Putri nya.
..." Apa ini dari Mas Ray, tapi tidak mungkin. Bukan nya Mas Ray selalu mentransfer uang belanja bulanan lewat rekening, tapi kalau ini bukan dari Mas Ray lalu dari siapa, dia juga tahu nama Putriku. Ah sudahlah dari pada pusing pusing memikirkan ini semua lebih baik aku simpan saja dulu, siapa tahu nanti ada petunjuk atau ada orang yang mencari nya aku bisa mengembalikan nya kembali " Batin Ayu....
Ia melangkah masuk dan menyimpan pada tempat yang aman, matanya memandang Putri tercintanya yang sudah mulai nampak tenang tidak rewel lagi seperti dulu. Ia begitu menyayanginya apalagi Putrinya itu punya kelainan jantung yang kapan saja bisa merenggut nyawanya, Ia tidak ingin berpisah dengan Putri kecil nya itu.
*
*
*
2 Tahun berlalu
Ayu nampak panik kala melihat seseorang tengah berinteraksi dengan Putri kecil nya, Ia segera berlari keluar dan menghampiri Putri nya itu.
" Sayang kenapa disini " Tanya Ayu
Ayu memandang Pria yang bersama dengan Putri nya itu, wajah yang sangar tapi nampak baik pada Putri nya.
" Maaf Pak, anda siapa. Kenapa sampai ada disini " Tanya Ayu .
Pria itu nampak tersenyum ramah
" Kebetulan aku hanya lewat saja disini dan melihat Putrimu, dia sangat cantik dan juga menggemaskan, rawat dan sayangi dia dengan baik ya. Jangan biarkan dia keluar sendiri, karena ada banyak orang jahat di luar yang bisa saja menyakiti nya. Kelak Ia akan menjadi alasan kebahagiaan mu "
Walau pun heran tapi Ayu tetap mengangguk dan mengucapkan Terima kasih atas peringatan nya pada Ayu.
" Iya Pak, saya pasti akan menjaganya dengan baik dan menyayangi nya dengan sepenuh hati. Terima kasih ya "
" Siapa dia, kenapa dia berbicara seperti itu, ah sudahlah "
" Ayo sayang, kita masuk "
Ayu mencoba menepis kegelisahan nya bahwa semuanya akan baik baik saja.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat