NovelToon NovelToon
Jangan Panggil Aku Janda

Jangan Panggil Aku Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:195.2k
Nilai: 5
Nama Author: Duajempol

Pikiran Nara masih saja penuh dengan ajakan menikah dari direktur gilanya itu, Nara jadi tidak begitu konsen dalam bekerja.
Kenapa aku bisa sesial ini pergi ke perjodohan malah ketemu sama bos sendiri?!

Masalahnya Nara hanya wanita yang menyamar sebagai sahabatnya.

Akankah perjalanan cinta Nara dengan statusnya sebagai janda berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duajempol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Presdir Giordan!

Bahkan setelah membagikan brosur siang tadi, sampai dengan malam tutupnya bakery Rey tetap membantu Nara mengurus semuanya. "Direktur terimakasih juga untuk hari ini." Nara mengantar Rey sampai ke jalan depan dimana Rey memarkirkan mobilnya setelah menutup bakery tadi.

"Kamu bisa berhenti berterimakasih?"

"Mungkin saja anda lelah, membagikan selebaran dan bekerja keras di bakery kan tidak semudah itu." Nara menjawab canggung.

"Hanya segitu saja kok, aku tidak lelah apalagi bersama dengan Nara." Rey tersenyum menatap Nara.

Nara berdehem canggung, "Direktur memang benar benar pandai melakukan apa saja yah, bisa menggoreng roti, membagikan selebaran dan yang paling terkejut juga direktur bisa menghias kue dengan baik. Ah iya direktur juga membagikan selebaran dengan cepat, hehe mungkin karena senyum hangat direktur yah semua jadi meminta selebaran pada direktur." Nara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Hangat?" Rey menaikkan alisnya, lalu sudut bibirnya terangkat. "Apa aku terlihat hangat saat tersenyum?? Padahal aku belum memperlihatkan senyuman hangatku yang sebenarnya loh.." Rey benar benar menghipnotis Nara dengan senyumannya sampai wanita itu tergugu.

"Direktur." Nara tersadar akan bahaya jika dirinya terjatuh lebih dalam, lalu dia mendorong badan Rey untuk menciptakan jarak. "Saya sangat berharap jika anda bisa berhenti mengatakan hal hal seperti ini." Nara menundukkan kepalanya.

"Maksudmu?" Tanya Rey bingung.

"Akting anda."

"Akting??"

Dengan sedikit emosi Nara mendongak dan meremas baju Rey, "Anda berperan seperti pacar sungguhan..!"

"Apa karena pria bernama Hansen itu??"

"Apa?" Nara tersikap.

Rey sedikit berdecih, "Alasan aku tidak boleh hangat, apa itu karena Hansen??"

Nara memandang Rey sedikit tak percaya,

Direktur sepertinya tau aku mempunyai perasaan pada Hansen, tapi.. itu sudah berlalu. Dan dia mengira aku masih tetap menyukai Hans? Tidak! Yang aku suka itu direktur!!!

Nara menundukkan kepalanya kembali.

..Lagi pula.. itu tidak akan penah tercapai, jadi buat apa aku meluruskan kesalahpahaman ini.

"Jadi apa benar karena Hansen?" Tanya Rey ulang.

"Be..nar." Nara menjawab sedikit ragu.

Rey mengernyitkan alisnya, Aku memang sudah menduga ini tapi kenapa mendengar langsung dari mulutnya cukup menyakitkan hatiku yah..

Dan kenyataannya aku tidak bisa tenang jika bukan Naranika!!

"Oke kalau begitu teruskan saja, tapi aku juga akan melakukannya dengan caraku. Karena aku ga akan melepaskan kamu Naranika!" Rey membalikkan badannya dan akan segera pulang.

Nara merasa situasi ini akan terus membebaninya jika tidak selesai. Bagaimanapun juga hubungannya dengan Rey harus selesai. "Direktur!" Nara mengejar dan menahan tangan Rey. "Hentikan cara membalasa dengan anda seperti ini!"

"Balas dendam??" Rey menoleh pada Nara bingung.

Nara masih menahan tangan Rey dan dia menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Rey. "Saya tau kenapa direktur bersikap baik pada saya itu hanya karena direktur sangat marah pada saya. Saya juga sadar saya punya kesalahan makanya saya bersabar dan menerimanya..." Nara sedikit menjeda, "Tapi sekarang saya sudah tidak bisa menahannya lagi!!!"

"Aku ga ngerti apa yang kamu omongin, bisa tenang dulu..."

"Aku tau aku sudah bersikap kurang ajar menipu direktur di acara perjodohan itu! Lalu direktur yang tidak punya perasaan mengajak saya menikah bukan karena ada rasa cinta, lalu juga direktur berbuat baik semua pada saya sehingga saya goyah!!! Anda jahat sekali!! Tau tidak balas dendam dan berbuat jahat dengan memakai cara baik itu kejam sekali!!" Nara mengoceh tanpa jeda.

"Naranika, coba kamu tenang dulu. Ini..."

"Direktur!!!! Sudah jangan pernah kesini lagi! Lebih baik kita sudahi ini! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan anda, tapi sungguh saya berharap dan akan sangat baik jika kita tidak perlu saling bertemu baik dikantor maupun diluar kantor!! Karena.. balas dendam anda sudah berhasil! Dengan sangat sempurna!!" Mata Nara sedikit berkaca kaca akibat emosinya yang meluap.

"Kalau begitu selamat tinggal." Nara masuk ke dalam rumahnya tanpa menunggu jawaban dari Rey yang cukup shock dan terkejut.

Rey menautkan kedua alisnya bingung, "Berhasil balas dendam apa sih maksudnya??"

"Anda bilang Nara 'milikku' hehe." Tiba tiba Hans muncul dari arah depan karena dia juga masih bertahan membantu di bakery Nara hingga malam tadi. Hans seakan menahan tawa, "Pfft.. bagaimana mungkin. Sepertinya Nara bukan wanita yang akan dinikahi oleh direktur yah."

****

'Braaaakkk!!' Mendengar suara meja dipukul dengan keras membuat Bastian tergesa masuk kedalam ruang kerja Rey. "Direktur anda baik baik saja?? Saya mendengar suara tadi."

Rey menopang dagunya dan wajahnya menggerut sepanjang hari. Hansen sudah tau perasaan Nara yah... ini adalah percobaan yang berat! Benar pasti ada sesuatu pada si Hansen itu!!

Bastian mengaduk gelas kopi tergesa melihat wajah Rey saat ini. "Ini saat yang tepat untuk memberikan kopi pada direktur." Gumam Bastian.

Selesai membuat kopi, Bastian langsung meletakkan diatas meja Rey. "Apa anda hari ini juga akan ke toko nona Naranika lagi?"

Rey mengambil gelas kopinya, "Jangan suka bertanya sesuatu yang sudah pasti!" Dengusnya tak suka.

"Direktur!" Bastian menghela nafas kasar menjeda, "Jika anda begini terus akan ada banyak pekerjaan yang tertunda! Anda setiap hari memanggang roti disana, bakery itu akan maju dan bekembang besar hingga sukses. Tapi perusahaan akan dalam masalah!"

"Cari orang lain saja!" Acuh Rey

"Apa??"

"Kenapa kamu suka membuat aku berkata dua kali sih!"

"Tapi pekerjaan ini bukan yang bisa di kerjakan oleh orang lain." Bastian mulai gelisah.

"Memangnya yang bekerja disini hanya aku saja!!!" Semprot Rey emosi.

Bastian menganga tak percaya, dia benar benar tidak percaya yang di hadapannya ini Reynold yang dia kenal apa bukan. Beberapa bulan lalu Bastian pernah meminta Rey untuk menambah jumlah divisi sekretaris untuk membantu Rey dan dia namun dengan acuh Rey menajwab dia bisa mengerjakan semuanya sendiri karena memang Rey yang Bastian kenal adalah seorang workaholic.

Siapa dulu yang ngomong kalau banyak pekerjaan bisa di kerjakan sendiri dan merasa tertantang??!

Meski panik dan kesal Bastian tetap mengontrolnya,

"Apa direktur akan berhenti bekerja??"

"Apa sekarang pekerjaan yang menjadi masalah utama??!" Semprot Rey lagi.

Bastian kembali menganga.

Masalah.. masalah.. masalah... kalimat itu terngiang ngiang di kepala Bastian. Benarkan dia Reynold yang aku kenal??!

"La.. lalu apa masalahnya??" Bastian sepertinya harus mempunyai stok segudang sabar untuk direkturnya ini.

"Naranika!" Jawab Rey cepat.

Bastian menghela nafas panjang, "Direktur, izinkan saya menyampaikan sesuatu." Bastian bersiap seakan ingin menyampaikan presentasi besarnya.

"Jika anda ingin menghukum seseorang jangan memacarinya, anda juga tidak boleh menikah karena balas dendam. Begitupun jika anda ingin tidur dengan seseorang harus ada rasa cinta." Bastian menyampaikan isi pikirannya selayaknya profesor berpendidikan.

Rey menyeruput kopinya dan menatap Bastian, "Menghukum? Balas dendam? Memangnya kamu pikir aku ingin menikahi Naranika hanya karena balas dendam??"

"Ah? Memangnya bukan??"

Rey meletakkan gelasnya diatas meja, "Sudah berapa kali aku bilang, sejak awal aku memang sudah memilih Naranika."

Bastian menyipitkan matanya, "Apa yang anda maksud saat berkata akan menikah dengan siapapun yang di jodohkan oleh anda?"

"Orang itu adalah Naranika."

"Tapi kan anda marah saat mengetahui nona Naranika berbohong."

"Siapa bilang begitu." Acuh Rey.

"Anda bilang anda akan menghukumnya!" Bastian tidak mau kalah.

"Kapan?? Aku tak merasa." Rey lebih tak mau kalah.

"Lalu..." Rey menatap Bastian, "Siapa bilang aku mau menikah tanpa cinta."

"Hah? Maksud direktur.."

"Aku suka dengan Naranika." Ucap Rey tegas.

"Aku??? Menikah tanpa cinta?? Anda sudah gila Bastian!"

Bastian seakan ingin menangis dan mengeluarkan semburan api dalam mulutnya namun dia hanya bisa diam.

Yang gila itu anda direktur!!!!!! Sabar sabar sabarr... huhu.

"Tapi direktur, tidak akan bisa jika cinta sepihak saja. Nona Naranika itu.."

"Ada pria yang disukainya." Potong Rey cepat.

"Hah? Direktur sudah tau?! Tuh kan anda sudah tau tapi masih begini!" Kesal Bastian.

"Aku mau berjuang sampai akhir!"

Bastian berdecak semakin kesal, "Meski anda mendapatkan nona Naranika tapi akan ada banyak masalah lainnya dan rintangan yang lebih berat lagi!!!"

"Contohnya?"

"Presdir Giordan!" Jawab Bastian menggelegar dan langit seakan bergemuruh disertai kilat dan angin kencang mendukung aura menyeramkan yang Bastian keluarkan saat menyebut nama itu.

"Nona Naranika tidak memenuhi syarat yang di keluarkan oleh presdir, terlebih dia.... seorang." Bastian ragu sekali untuk melanjutkan kalimatnya.

Rey bangkit berdiri dan terkekeh pelan, berdiri di hadapan Bastian dan menepuk pundaknya. "Terimakasih Bastian kamu sudah mengkhawatirkan diriku, tapi... apa ini saat yang tepat untuk menkhawatirkan aku??"

"Apa?"

"Kita tau sendiri bahwa persdir Sung Ji Wan seperti apa itu adalah final boss mu." Rey tersenyum lebar membuat Bastian merinding. "Sudah, perdebatan besar ini sudah selesai. Aku pergi dulu yah, semangat!!"

"Direktur!!!" Bastian kelabakan karena tidak bisa menahan Rey.

Sementara itu d lobby kantor sedikit sibuk dan heboh, sebuah sedan mewah berhenti depan kantor. Beberapa penjaga membukakan pintu mobil. Tongkat jalan itu mendarat duluan, disusul dengan sepatu pantofel coklat mengkilat yang mencerminkan pemiliknya.

"Selamat pagi pak presdir!!" Sapa semua karyawan kompak.

Kakek memicing kumis tebalnya dan membetulkan topi fedora abu tua yang selalu di pakai, melambaikan tangan pada karyawan yang menyapanya. Begitu kakek masuk ke dalam lift dia menghela nafas dan berdecak, "Ckck.. Reynold anak ini, selalu membuat aku kesini. Dasar anak nakal!"

**

Rey berdiri di depan lift menunggu lift terbuka, dia berdiam diri memikirkan perkataan terakhir Nara.

Meski dia melarang aku kesana tapi pasti dia akan kesulitan jika hanya berdua dengan adiknya. Sebaiknya memang aku kesana untuk membantu namun aku awasi dulu dari jauh. Gumam Rey serius.

'Ting' pintu lift terbuka. Begitu Rey akan melangkahkan kakinya dan terhenti, dia melebarkan matanya melihat siapa di hadapannya.

"Sepertinya kamu akan pergi yah, pas sekali aku juga mau pergi dan mampir sebentar." Suara serak itu akan menghentikan semua rencana Reynold pagi ini.

.

.

.

.

Haloooo aku baru sempat nyapa pembaca disini. Makasih banyak yah buat dukungan kalian, like komen vote semua berarti banget buat aku. Apalagi bacain komen kalian yang lucu lucu.. duh mood banget!

Dan buat sedikit info, aku remind lagi kalau akhir pekan aku ga update yah. itu harinya keluarga tapi jika memungkinkan aku pasti update kok. 🥲🙏 maafkan otor recehan ini.

Dan buat temen temen yang baru baca karya aku jgn lupa mampir k 3 novel lainnya yang dijamin juga bakal bikin kamu suka. 🤞😆

Ada shenna love n sequelnya My crazy little girl

sama jangan lupa. Shevanya for Arion.

Makasih banyak yah

superr love buat kalian semua.

Ingat Votenya *teteup yah* haha 😘😘

1
Sisca Audriantie
😍😍😍
Dimas Pradipta
thor maaf ini jiplak dari film proposal ya
Puspa Ayundari
hahhahaha astagaa..kok lucu banget kalo dibayangkan
Binti Rofikoh
modus itu buat deketin nara
Binti Rofikoh
bagus tor,
Rina Asih
bagus banget
dementor
tampaknya kita semua korban k-pop ya?? author pun kayaknya korean wave juga.. 🤭🤭🤭🤭
Maria Aufa
seruu!!
endang sari
ok
Fauziz Juliadri
blom baca sih kayak ny kisah nya Sama ya sama komik yg prh aku baca,?
Erni Nofiyanti
nara kamu ko lucu bget yah
Erni Nofiyanti
bastiar bisa oon jga y
Erni Nofiyanti
aku baru tau kalau ada jantung yg sensitif.
Erni Nofiyanti
dasar Nara somplak
Erni Nofiyanti
asli KK lucu bget.
aku baca bab ini pas lagi makan Ampe keselek,gara2 Nara baca UUD.
Erni Nofiyanti
aku mampir KK
KK jgn sampe Nara dan Natha musuhan karna cowo.
hitamanis
kok q jadi kngen film narnia ya😂😂
sinta patricia
flo sdh sy baca..sngat bgus critanya.. setelah flower sy mampir di crita nara in..smua kisah kereen endingnya.sy sukaaaa..👍👍🙏🙏tq
sinta patricia
😀😀modusnya kereeen direktur..
momy ida
kata nya punya harga diri.... tapi tetep y ujung ujung nya nanyain duit"Kamu berani bayar aku berapa"🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!