Pria tampan yang jutek, super bersih dan perfeksionis tak pernah menyangka akan terjebak dalam pernikahan konyol dengan Sheena, wanita jorok, ceroboh dan suka seenaknya saja. Perbedaan 180 derajat di antara keduanya menjadi ujian dalam pernikahan mereka.
Bersama? Atau perpisahan adalah jalan terbaik bagi keduanya? Kisah unik yang pastinya membuatmu penasaran.
**Yukkkk kepoin ceritanya.... Follow IG @dydyailee536
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 MENIKAH??!!!
Lila yang baru saja pulang, melihat keributan di kontrakan Sheena, segera menghampirinya.
''Ada apa ini?'' ucap Lila membelah kerumunan warga. Lila sangat terkejut melihat Sheena dan Arsen duduk di kerumuni warga. Apalagi Arsen mengenakan selimut yang melilit pinggangnya.
''Lila!" seru Sheena. Lila langsung duduk di samping Sheena dan memeluknya.
''Sheen, ada apa? Terus kenapa ada Tuan Arsen disini?'' tanya Lila dengan heran.
''Mereka saja yang bodoh, berasumsi seenaknya.'' Celetuk Arsen dengan mimik wajah kesal.
''Sudahlah anak muda. Kalian jangan membantah lagi. Rata-rata mereka yang sudah tertangkap basah akan berbicara seperti itu. Bersikap seolah-olah tidak melakukan apa-apa. Kalian berdua jangan mencemarkan nama kampung ini ya.''
''Kalian belum tahu siapa aku? Tunggu saja sampai orang tua ku datang,'' ucap Arsen dengan angkuhnya.
''Kami tidak peduli siapapun kamu, sekalipun kamu anak presiden. Yang namanya perbuatan mesum harus di tindak lanjuti.''
''Mesum? Sheen, elo sama Tuan Arsen...,''
''Tidak Lil. Bukan seprti itu. Ini hanya karena masalah celana robek saja. Lihat di meja juga ada jarum dan benang. Arsen memakai itu, supaya aku bisa menjahit celananya. Barusan saja dia terjatuh dan menimpaku, eh kebetulan mereka masuk jadi ya gitu deh,'' jelas Sheena.
''Pak, pasti ini salah paham. Kalian jangan main hakim sendiri,'' kata Lila.
''Kenapa kalau robek tidak pulang saja? Dari wajahnya juga kamu pira kaya, mobil mu juga bagus, apalagi kalau bukan modus.''
''Sudah-sudah, jangan main hakim sendiri. Kita tunggu orang tua Tuan Arsen ini datang. Lalu orang tua kamu Sheena? Kamu baru mengontrak disini kan?'' tanya Pak RT.
''Iya Pak Rt. Saya sudah tidak punya orang tua.'' Jawab Sheena.
''Hei, anak muda pasti kamu melakukan modus dengan para gadis miskin dan lemah kan? Supaya kamu bisa memperalatnya dan mencampakkannya begitu saja.'' Tuduh salah satu warga.
''Wah, anda kelewatan ya Pak. Aku sudah berusaha sabar dan tenang, supaya tidak terpancing emosi tapi kalian terus menyudutkanku,'' ucap Arsen dengan geram.
''Semua ini karena ulahmu, Sheena. Kamu sengaja menjebakku kan?Iya kan?'' teriak Arsen dengan wajah penuh emosi.
''Hei, jangan berteriak. Kalau kamu laki-laki, tanggung jawab. Jangan malah memarahinya,'' sahut warga.
''Arsen-Sheena!" ucap Nyonya Dira setibanya di rumah Sheena bersama Tuan Keenan.
''Mama,'' gumam Arsen.
''Ada apa ini? Arsen kenapa pakaianmu seperti itu?'' tanya Tuan Keenan dengan suara meninggi.
''Jadi begini Tuan dan Nyonya, saya Pak Rt disini. Warga yang sedang berkeliling, memergoki mereka tengah berbuat tidak senonoh. Jadi kami akan membawa mereka ke balai desa untuk di adili dan di arak setelah itu membawanya ke kantor polisi. Ini supaya mereka jera. Karena ini bisa mencemarkan nama baik kampung kami.'' Kata Pak RT.
''Lihat saja pakaian mereka Tuan, yang laki-laki tanpa celana, yang perempuan lihat saja bajunya. Pasti mereka panik karena sudah ketahuan,'' sahut warga.
''Arsen, apa yang kamu lakukan pada Sheena?'' tanya Tuan Keenan dengan suara meninggi.
''Tidak apa-apa, Pah. Ini semua salah paham. Mereka saja yang berasumsi buruk padaku.'' Bantah Arsen.
''Pak, apa tidak ada cara lain selain membawa mereka ke kantor polisi dan di arak?'' tanya Nyonya Dira.
''Mereka sudah sama-sama dewasa jadi sebaiknya mereka di nikahkan. Kasihan pihak perempuan pasti sangat di rugikan.'' Sahut warga yang lain.
''Bagaimaba kalau berita ini tersebar di media Arsen? Kamu mencoreng nama baik keluarga dan perusahaan. Skandal lagi, skandal lagi. Mama mu berusaha membangun kembali image tentang diri kamu tapi kamu malah berbuat seperti ini.'' Tuan Keenan benar-benar marah dengan situasi yang di hadapinya.
''Tapi Pah, ini semua kan....,''
''Jangan banyak alasan. Mereka hanya melihat yang mereka lihat, Arsen.'' Kata Tuan Keenan.
''Pak, tolong jangan laporkan mereka ke kantor polisi apalagi sampai di arak keliling kampung. Mereka ini sebenarnya anak dan calon menantu kami. Saya yang menyuruh putra saya untuk mengantarnya pulang dan membantunya berkemas. Karena kami juga ada rencana untuk menikahkan mereka.'' Kata Nyonya Dira yang begitu khawatir.
''Oh begitu ceritanya. Saran saya sebagai ketua Rt disini, mereka sebaiknya segera di nikahkan saja sekarang secara agama dulu. Karena jika tidak, besok berita ini akan tersebar ke kampung dan membuat nama kampung kami jelek. Apalagi Sheena adalah salah satu warga saya, meskipun dia baru disini. Di tambah dia juga seorang yatim piatu, jadi kasihan kalau sampai martabatnya sebagai gadis baik- baik ikut jelek juga. Mungkin bagi kalian pihak pria apalagi yang memiliki banyak uang tidak masalah tapi bagai seorang perempuan seperti Sheena ini, ini merupakan aib besar. Dia bisa menjadi bulan-bulanan warga. Ya walaupun keduanya memang salah.'' Kata Pak Rt panjang lebar yang berusaha memberi solusi.
''Bagaimana Pah? Kasihan Sheena juga, Pah. Meskipun Mama tahu mereka tidak akan melakukan itu,'' bisik Nyonya Dira kepada suaminya.
''Ya sudahlah, Mah. Kita ikuti saran warga saja. Yang penting nama mereka tidak tercemar begitu juga dengan keluarga kita.'' Kata Tuan Keenan.
''Baiklah Pak kalau begitu, kami setuju untuk menikahkan mereka.'' Kata Nyonya Dira.
''Apa? Menikah?'' kompak Arsen dan Sheena.
''Mama ini bagaimana sih? Kenapa harus menikah? Kita tidak berbuat apapun!" tegas Arsen.
''Iya Tante. Kami tidak melakukan apapun. Semua ini hanya salah paham.'' Sahut Sheena.
''Sheena-Arsen, sudah kalian menurut saja ya. Setelah ijab kabul kamu bisa meninggalkan rumah kumuh ini.'' Kata Nyonya Dira.
''Lil, gimana nih?'' bisik Sheena.
''Udahlah Sheen, elo nurut aja. Siapa tahu setelah ini kehidupan elo bakalan berubah.'' Bisik Lila.
''Berubah gimana Lil? Berubah apes.''
''Ssstttt sudah kamu nurut saja. Daripada nanti nama kamu buruk dimata semua orang, Sheen.'' Mendengar saran sahabatnya, Sheena hanya bisa terdiam dan pasrah.
''Baiklah kalau begitu, kami akan memanggil Pak Ustadz yang kebetulan juga seorang penghulu.'' Kata Pak Rt.
''Iya silahkan, Pak. Kami akan menunggu disini.'' Kata Tuan Keenan.
''Sheena, ayo kamu ganti baju ya. Kamu tidak mungkin memakai pakaian seperti itu.'' Kata Nyonya Dira. Sheena hanya mengangguk dan menuruti perintah Nyonya Dira. Lila pun mengekor di belakang Sheena dan Nyonya Dira.
''Oh ya bapak-bapak, ada yang bisa meminjamkan celana untuk putra saya? Tidak mungkin mereka melakukan akad dengan memakai selimut,'' kata Tuan Keenan.
''Iya Pak. Kebetulan saya punya anak laki-laki seusia putra anda, akan saya ambilkan.'' Kata Pak Rt.
''Terima kasih, Pak.'' Kata Tuan Keenan.
''Papa serius memintaku menikah?'' bisik Arsen.
''Kamu tidak lihat warga disini tatapannya? Mereka bisa saja menghabisi kamu. Kamu mau di arak keliling kampung terus viral? Bagaimana perusahaan dan nama baik keluarga kita? Kalau kamu menolak, kamu akan di cap sebagai laki-laki pengecut yang tidak bertanggung jawab.''
''Tapi aku tidak menyukai Sheena apalagi mencintainya, Pah.''
''Cinta itu akan datang seiring berjalannya waktu. Sudah jangan banyak bicara. Papa pusing tahu!"
Sementara di kamar, Nyonya Dira sedang membantu Sheena bersiap.
''Tante percayakan, kalau kami tidak melakukan hal itu?''
''Iya Tante percaya. Tapi para warga tidak mau tahu Sheena. Ini demi menjaga nama baikmu juga.''
''Lila, tolong rahasiakan ini semua terutama dari Ibu dan Sinta. Kamu tahu kan bagaimana mereka.''
''Iya kamu tenang saja, Sheena. Aku mengerti apa yang harus aku lakukan.''
''Tante aku takut. Aku takut kalau keluarga angkatku tahu, mereka itu matrealistik, Tante.''
''Kamu tenang saja, Sheena. Tante dan Om sudah tahu semuanya jadi kamu tidak perlu khawatir. Kami akan melindungi kamu dari mereka jadi percayalah pada kami.'' Kata Nyonya Dira berusaha meyakinkan Sheena.
''Sheena, kamu berhak bahagia.'' Kata Lila sambil memeluk sahabatnya itu.
''Terima kasih ya, Lila. Sudah menjadi sahabat terbaik untuk Sheena.''
''Iya Tante. Terima kasih juga karena Tante sudah memberi kebahagiaan untuk Sheena. Kebahagiaan dan juga kasih sayang sebagai seorang Ibu.''
''Iya sama-sama. Karena Sheena pantas mendapatkannya.'' Ucap Nyonya Dira.
Bersambung....
tapi kayaknya cowok si serbuk berlain itu bakalan luluh deh sama Shena.. hihihi
"Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan Oriflame"